Leadership, Thoughts, Books, Writing !

BERBOBOT ATAU TERBABAT

Abad XX dikenal dengan peradaban Post Modern (Posmo) yang dalam perspektif keilmuan cenderung menghargai serta menyukai keberagaman. Kecenderungan ini nampak pada produk seni, teknologi, ekonomi, sosial, politik, dsb yang beragam bagai

PYGMALION EFFECT DALAM KEPEMIMPINAN

Pengantar Melihat praksis Presiden Joko Widodo “yang memberi penghargaan Negara kepada 52 Tokoh Bangsa dari perspektif Kepemimpinan”, menjelaskan bahwa beliau sedang menerapkan Pygmalion Effect (PE). Pygmalion Effect atau “Law of

RINDU DAN HARAP

Rindu … dan harap … bersanak, berkerabat akrab, karip walau tak akur … Rindu berceloteh dari jiwa gulana, terbabat nan goncangRindu menggalau didendang rayu siul dayuan serulingRindu bicara dari jiwa tercabik dan menyungsangRindu menatap

TAPAK TUHAN DAN CARA HIDUP LANGIT

Tapak Sandya Kala berjaya di kota Raja Besar dalam hadir Sang Janji, sementara menanti “saat terjanji”, sejalan syukuran Hari Perdamaian Besar, yang dihelat anak-anak Bapa Banyak Bangsa … Sementara itu, Sang Janji telah bertutur tentang

TAPAK TUHAN, MATI DAN HIDUP

Tapak Sandya Kala bertapak di Kawasan Luar dalam kelana Sang Janji, menjelang Hari Besar Pembebasan, di mana mata anak-anak Bapa Banyak Bangsa tertuju ke Kota Raja Besar mewujud rindu berteduh simpuh di pelataran Rumah Kudus Dalam kelana

TAPAK TUHAN DAN KEBENARAN MUJIZAT

Tapak Sandya Kala berdebam dalam hadir Sang Janji, di jalan ke Kota Raja Besar, dengan sederet pandangan mata menyentuh pengalaman piluh para yang jadi, memiluhkan rasa berlegam yang membuta … Tapak itu bersenyap dalam siarah Sang Janji

TUHAN, IMAN, MUJIZAT DAN COVID-19

Firman Allah:“Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini” (Ulangan 29:29).