YT Leadership Foundation





Firman Allah:
“… Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga sesuai dengan Kitab Suci” (I Korintus 15:3-4; 1-7; 12-20; 54-58).

Pengantar
Iman Kristen bertumpuh sepenuhnya pada pribadi Yesus Kristus, ajaran dan karya-Nya. Jika Yesus Kristus ditiadakan dari Gereja, maka kekristenan hanya berfungsi sebagai ‘social club’ dengan logo salib yang tidak ada artinya. Baca selengkapnya .. »

Amaran Firman Allah:
“Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu. ….. Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan yang melindungi engkau …..” (Amsal 6:20, 23, 24a).
Baca selengkapnya .. »

Fiman Allah:
“….. Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk memguduskan bagi diri-Nya suatu umat kepunyaan-Nya sendiri yang rajin berbuat baik” (Titus 2:13b-14).
Baca selengkapnya .. »

Firman Allah:
“Hai anakku, perhatikanlah hikmatku, arahkanlah telingamu kepada kepandaian yang kuajarkan, supaya engkau berpegang pada kebijaksanaan dan bibirmu memelihara pengetahuan”
(Amsal 5:1-2).
Baca selengkapnya .. »

Kalau,
DIA dapat dimengerti,
maka hidup di tangan sendiri
Kalau,
DIA bertakdir ria,
maka hidup laksana robot

Namun,
Dari DIA, ”
“AKU adalah AKU,” “ALPHA-OMEGA,” Berdaulat, Mahakuasa, Mahakasih, Mahabenar, Mahaadil, Mahakekal, Mahapencipta, Mahahadir, Mahabijak, semua ADA ……

AKU,
AKU tahu
engkau siapa,
mengapa engkau ada,
untuk apa,
mau ke mana, dan
bagaimana …
Sehingga kefanaan berhingga, mengabadi pada-KU

AKU,
Mahatahu, Perakhmat rindu para malak
Mahapenyedia, Pemberi untuk digapai, tanpa keringat
dari sadar nurani

MENCARI UNTUK DICARI
AKU,
dari isi Hati, yang mencari,
ditemukan untuk ditemui, menghadirkan AKU di jalanmu menghasrat jawab
lebih dari yang diperlu …
Cukup …….!

Jakarta, Maret 2017
Yakob Tomatala www.yakobtomatala.com

Amaran:
“… janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan mendengki” (Galatia 5:26)

Pengantar
Menjadi Pemimpin ditandai adanya “Leadership Power” yang bersifat “formal” atau “legitimate” yang memberikan “tugas, otoritas, privilese, obligasi, tanggung jawab dan pertanggung jawaban” kepada Pemimpin untuk menjalankan Kepemimpinan. Leadership Power dengan sendirinya memberi “kapasitas penuh” bagi Pemimpin untuk menyebabkan “apa saja terjadi” (baik positif mau pun negatif) dalam upaya memimpin. Baca selengkapnya .. »

Negeri ini adalah cerita tentang air mata dan darah
Air mata dari hasrat kebebasan yang harus dibayar dengan darah

Air mata yang relah mengorbankan diri untuk bermandi darah
Air mata yang sejatinya adalah cita kebebasan yang taruhannya adalah tumpahan darah

Cita kebebasan sejatinya diperjuangkan dengan airmata sampai tetesan darah terakhir
Cita kebebasan yang diperjuangkan seperti ini tidak menumpahkan darah orang yang diikuti tetesan air mata

Cita kebebasan adalah nurani komunitas yang harus diperjuangkan bersama dengan bercucur air mata dan berkeringat darah bersama
Cita ini adalah kerja-kerja-kerja demi menggapai kebebasan dari belenggu kemiskinan agar tidak ada lagi tumpahan darah dan tetesan air mata

Gapaian cita ini adalah rengkuhan asa mengubah air mata menjadi mata air di Tanah Tumpah Darah
di mana tidak akan ada lagi tumpahan darah dan air mata

Jakarta, Maret 2017

Firman Allah:
“Permulaan hikmat ialah: perolelah hikmat dan dengan segala yang kau peroleh perolehlah pengertian” (Amsal 4:7).

Pengantar
Telah diuraikan tentang betapa pentingnya hikmat bagi kehidupan setiap individu. Hikmat ternyata memberikan kualitas lebih kepada hidup dan kehidupan. Itulah sebabnya tatkala TUHAN Allah memberi peluang bagi Raja Salomo meminta apa saja dari pada-Nya, Salomo menetapkan untuk “meminta hikmat untuk hidup dan memimpin” (I Raja-raja 3:7-28). Mengapa hikmat itu begitu penting, dan mengapa setiap orang yang berhasrat memiliki hidup yang berkualitas memerlukan hikmat? Baca selengkapnya .. »

Firman TUHAN: “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi perak, dan hasilnya melebihi emas” (Amsal 3:13-14).

Pengantar
Dalam uraian sebelumnya telah diterangkan bahwa TUHAN Allah adalah sumber hikmat. Di samping itu, telah pula dijelaskan tentang indikator orang berhikmat kemudian, kemanfaatan menjadi orang berhikmat. Amsal 3 secara khusus membincangkan tentang hikmat sebagai “sumber kebahagiaan.” Inti dari Amsal 3 ini ialah mengenai “kebahagiaan memperoleh hikmat dan menjadi orang berhikmat” (ayat 13-18). Kebenaran ini selanjutnya dapat diuraikan sebagai berikut: Baca selengkapnya .. »

“Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian” (Amsal 2:6).

Perenungan
Di mana sumber hikmat? Ayub bertanya, “…. di mana hikmat diperoleh, di mana tempat akal budi?” (28:12). Ternyata TUHAN adalah Sang HIKMAT AGUNG, sumber segala hikmat (Amsal 2:29-33; 8:1-36). Pada sisi lain, orang yang berhikmat menerima Sabda dengan tulus dengan mendenderungkan hatinya, berseru kepada-Nya dan mencari-Nya seperti perak (Amsal 2:1-4), maka ia akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah (Amsal 2:5). Baca selengkapnya .. »