YT Leadership Foundation





Firman TUHAN Allah:
“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mazmur 90:12).

Pengantar
Waktu yang di dalamnya terjadi peristiwa, telah diframe dalam detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Waktu dalam bentuk ini menempatkan setiap orang dalam tataran matematis. Waktu membuat orang dapat menghitung “berapa lama, berapa banyak, berapa peristiwa dan berapa panjang suatu keterjadian, dst.” Pada sisi lain, TUHAN Allah adalah TUHAN atas waktu baik yang “kairos, kronos mau pun ion.” Baca selengkapnya .. »

Pengantar

Kita hidup dalam satu dunia di mana terdapat kondisi yang diwarnai faktor perubahan drastis pada segala sektor kehidupan. Perubahan ini ditandai dengan kompleksitas rumit yang menghadirkan resiko serta kejutan-kejutan yang tidak dapat diramal. Baca selengkapnya .. »

Firman TUHAN:
“Jadi ….. semua yang benar, …. pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8)

Pengantar
Melihat manusia dari sisi mentalitas, dapat ditemukan adanya dua jenis orang, yaitu: orang kecil dan orang besar. Kedua jenis orang ini dapat dieditifikasi dengan sifat khas masing-masing. Bagaimana memahami jenis orang dimaksud dari perspektif ini? Baca selengkapnya .. »

Firman TUHAN Allah:
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yangbolehnya kita dapat diselamatkan” (KPR 4:12; Banding: Ibrani 7:22,24; 8:6; 9:15,27-28; Yohanes 15:16; 10:28-29; 3:16).

Baca selengkapnya .. »

Prinsip Dasar:
“Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi sentosa bagi jiwamu” (Matius 11:28).

Pengantar
Hati setiap orang dapat terluka oleh satu dan lain sebab. Namun, “Siapa yang dapat menyembuhkan hati yang terluka adalah manusia di atas biasa-biasa.” Baca selengkapnya .. »

tabur-tuai“Great Sowing – harvesting Principle in Leadership”

Prinsip Dasar
“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan sorak sorai”
(Mazmur 126:5).

Pengantar
Mentalitas kerja yang terbentuk “sebagai orang gajian” menyebabkan orang salah memahami hukum kerja dalam kepemimpinan. Di sini terlihat orang berpendapat, “kerja atau tidak kerja, tetap dapat gaji.” Dalam kaitan ini, Peter F. Drucker mengatakan, “Masa depan seseorang dapat diramalkan dengan melihat apa yang dikerjakan pada hari ini.” Pernyataan di atas menyiratkan bahwa kerja dan keberhasilan (masa depan) adalah “sebab akibat” (causality) yang dapat diramalkan. Baca selengkapnya .. »

yaktomHUKUM EQUAL RECOMPENCE DALAM KEPEMIMPINAN

“Equal Recompence Law in Leadership”

FALSAFAH DASAR

Falsafah dasar bagi Hukum Equal Recompence berbunyi, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Yesus Kristus – Matius 7:12).
Baca selengkapnya .. »

hplLANDASAN
“Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah TUHAN” (Roma 12:9-11).

Pengantar
Noccolo Machiavelli mengatakan, “Manusia cenderung memiliki hati yang jahat, karena itu ia harus didekati dengan dua pendekatan. Pertama, Pendekatan Binatang; dan Kedua, Pendekatan Manusia. Pendekatan binatang adalah sikap dan tindakan yang keras. Sedangkan, pendekatan manusia adalah sikap dan tindakan berdasarkan hukum atau aturan. Dalam kaitan dengan kepemimpinan organisasi, orang cenderung mempertahankan kepemimpinannya dengan cara-cara yang dapat digolongkan sebagai “gaya binatang.” Baca selengkapnya .. »

pembelajar

AJAKAN MENJADI PEMBELAJAR
“Pikullah kuk yang Ku-pasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Matius 11:29; Banding: Matius 5:5; Sefanya 2:3; Mikha 6:8; Amsal 39:23; 22:4; 18:12; 15:33; Mazmur 37:11; Yesaya 50:4). Pengantar Pemimpin sejati adalah Pembelajar. Alasan terpenting dari kebenaran ini ialah bahwa “pekerjaan Pemimpin yang utama adalah berpikir, yang menuntut keharusan belajar.” Baca selengkapnya .. »

integrity???Firman Allah:
“Di samping itu, kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin ….” (Keluaran 18:21)

Pengantar
Integritas atau integrity adalah “ethics and moral uprightness” yang menunjukkan satunya hati dengan sifat, sikap, kata dan perbuatan.” Integritas menghadirkan kebenaran dalam diri (cakap), hubungan dengan TUHAN (takut akan Allah), sesama (dapat dipercaya), uang (benci pengejaran suap), dan kerja sebagai pemimpin, yang olehnya setiap Pemimpin dapat memimpin dengan penuh berkat (Yesaya 32:1-2, 17). Baca selengkapnya .. »