MEMBANGUN SIKAP: CURIGA, APAKAH PATUT BAGI PEMIMPIN UNTUK MENCURIGAI

Hendaklah engkau bertindak-hati-hati ….”  (Yosua 1:8).

PENGANTAR

Apakah Anda pernah curiga dan mencurigai seseorang? Curiga dan mencurigai tentu ada alasan mendasarnya.  Namun, pertanyaannya ialah, apa yang menjadi dasar bagi Anda untuk curiga dan mencurigai itu? Apakah Anda mencurigai dari hati Anda atau mencurigai dari benak Anda? Apa makna mencurigai dari hati dan mencurigai dari benak ini? Pertanyaan berikutnya, mengapa Anda mencurigai seseorang itu? Apakah ada alasan khususnya sehingga Anda mencurigainya? Apa indikator kuat yang dapat diambil sebagai alasan bagi Anda untuk mencurigainya? Adakah Anda telah mempertimbangkan keuntungan dan kerugian mencurigai yang biasa Anda sikapi ini? Semua pertanyaan ini tentu memerlukan jawaban dari Anda. Karena itu, Anda harus mencari tahu alasan-alasan mendasar tentang curiga dan mencurigai ini. Simaklah:

Read the rest of this entry »

Spiritualitas Pemimpin Kristen

“….. kamu yang rohani harus memimpin orang … ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut….” (Galatia 6:1b)

PENGANTAR

Tajuk “Spiritualitas Pemimpin Kristen” bersifat tepat waktu.” Unsur tepat waktu dari tema ini didukung oleh kenyataan bahwa kondisi dunia yang berubah dan penuh dengan tantangan ini menuntut adanya pemimpin Kristen dengan kadar spiritualitas tangguh untuk memimpin. Disadari bahwa pemimpin Kristen sesungguhnya adalah pemimpin rohani, yang harus membuktikan kadar kerohaniannya sebagai dasar integritas dirinya yang merupakan kekuatan moral yang menopang diri serta kepemimpinannya. Pada sisi lain, integritas pemimpin tergantung sepenuhnya pada kadar spiritualitasnya, yang menunjuk kepada kepentingan keteguhan spiritualitas pada pemimpin Kristen. Kenyataan ini mendorong untuk bertanya, apa sesungguhnya spiritualitas itu dan seberapa pentingnya spiritualitas bagi seorang pemimpin Kristen? Dalam upaya menjawab pertanyaan ini, maka ada tiga pokok penting yang akan dipercakapkan dalam diskursus ini, yaitu antara lain: Pertama, Memaknai Spiritualitas Pemimpin; Kedua, Dinamika Spiritualitas Pemimpin Kristen sebagai dasar bagi otoritas kepemimpinan; Ketiga, Kadar Spiritualitas Pemimpin Kristen sebagai tolok ukur kualitas kepemimpinan. Read the rest of this entry »

Program Master of Christian Leadership (M.C.L)

YT GRADUATE SCHOOL OF LEADERSHIP

Kurikulum: Program Master of Christian Leadership (M.C.L)

Pendahuluan

Program Riset YT Graduate School of Leadership (YTGSL) merupakan suatu upaya untuk menjawab tuntutan kebutuhan dan tantangan perubahan global dalam segala bidang kehidupan. Meresponi kondisi ini, Program Eksekutif Profesional Pascasarjana Kepemimpinan – Master of Chrisitian Leadership (MCL) dirancang untuk menopang Gereja-gereja melengkapi para pemimpin, dan atau calon pemimpin dari semua aras serta berbagai kategori dalam pelayanan Kristen. Program MCL ini dikhususkan untuk antara lain; pemimpin organisasi gereja, organisasi sosial, kelompok karya, dan pelayanan umum lainnya termasuk kaum awam, kelompok pebisnis serta kaum professional. Program ini bertujuan untuk menopang serta mengembangkan para pemimpin dan atau calon pemimpin dimaksud untuk menjadi pemimpin Kristen yang kompeten, yang dapat memikul tanggung jawab kepemimpinan dan memimpin secara berkualitas pada skala lokal, regional, nasional, dan internasional. Read the rest of this entry »

MEMAHAMI SELUK-BELUK MANAJEMEN

Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasehat banyak ” (Amsal 15:22).

PENGANTAR

Apa sesungguhnya manajemen itu, apa hubungannya dengan kepemimpinan dan administrasi. telah diterangkan sebelumnya bahwa manajemen adalah fungsi umum kepemimpinan, dimana tatkala pemimpin memimpin, maka ia memasuki kawasan manajemen dan memanejemeni. Sedangkan administrasi adalah fungsi khusus kepemimpinan, dimana tatkala pemimpin memanejemeni maka ia menyentuh fungsi administrasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas langsung. Tugas-tugas administratif dalam kepemimpinan ini adalah pekerjaan yang rinci yang bersifat operasional. Pekerjaan rinci yang operasional ini meliputi tiga jenis tugas, yaitu tugas dasar, tugas utama dan tugas pendukung.[1] Dalam membahas pokok seputar manajemen, maka akan diuraikan hal-hal berikut, yaitu antara lain: Pertama, makna manajemen; Kedua, sejarah perkembangan ilmu manajemen; dan Ketiga, Unsur-unsur manajemen. Read the rest of this entry »