“….. akar segala kejahatan ialah cinta uang” (I Timotius 6:10a).
Pengantar
Uang adalah alat tukar (medium of exchange) atau alat transaksi yang telah ditemukan ribuan tahun lamanya. Fungsi uang yang utama adalah sebagai instrumen ekonomi. Sebagai intrumen ekonomi, uang adalah alat transaksi, di mana dalam proses transaksi nilai uang (satuan hitung) disamakan atau equal dengan barang dan atau jasa dalam setiap transaksi. Sebagai alat tukar atau alat transaksi, uang menyimpan nilai (valuta) di dalam dirinya sendiri. Jika seseorang yang menghendaki untuk memperoleh sesuatu berupa barang mau pun jasa, ia dapat menukarkannya dengan sejumlah uang yang nilainya ditentukan sebagai equal atau sepadan dengan barang atau jasa yang dikehendakinya. Pada sisi lain, uang juga memiliki fungsi turunan. Baca selengkapnya .. »
TUHAN,
Jadikan hamba-Mu sebagai Pemimpin dengan hati seekor anjing peliharaan, agar aku dapat setia dan taat kepada-Mu
TUHAN,
Anjing bukanlah badak, namun: Jadikan hatiku bagaikan badak berkulit tebal agar aku dapat bertahan menghadapi tekanan hidup
Anjing pun bukanlah gajah, namun: Jadikan hatiku laksana gajah yang tangguh agar aku kuat memikul beban yang ditanggungkan kepadaku
Anjing juga bukan rajawali, namun: Jadikan hatiku laksana rajawali yang mampu terbang tinggi agar aku tetap bersemangat, berpengharapan di tengah badai hidup
TUHAN,
Aku pinta ….
Aku sadar, anjing bukanlah Putri Duyung yang dapat mencucurkan airmata dengan limpah, sehingga aku dapat menangis dengan mereka yang menangis
Sekalipun anjing bukanlah lumba-lumba, namun: Jadikan hatiku laksana lumba-lumba agar aku dapat bergembira dengan mereka yang bergembira, menghibur mereka yang terluka
Sehingga aku dapat menggonggong, melolong, memopong dan mengangkat sesamaku, selagi aku dapat menggonggong dan melolong
Sebab hidup ini ……
Jakarta, 27 Mei 2013
Hamba-Mu,
Yakob Tomatala
“Nama baik lebih berharga dari kekayaan besar, dikasihi orang lebih berharga dari pada perak dan emas” (Amsal 22:1).
Pengantar
Salah satu syarat mutlak yang diberikan oleh Jitro kepada Musa tentang Pemimpin yang harus direkrutnya ialah bahwa Pemimpin dimaksud haruslah “orang yang dapat dipercaya” (Keluaran 18:21). Orang yang dapat dipercaya seperti ini disebut oleh Rasul Paulus sebagai “mempunyai nama baik” (I Timotius 3:7). Persayaratan kepemimpinan ini sarat dengan muatan moral sosial, yang menjelaskan bahwa “seorang pemimpin, sejatinya adalah dia yang terhomat karena memiliki kehormatan, dalam kacamata masyarakat, di mana ia dikenal sebagai orang baik, yang hidup dalam kebenaran.” Pengakuan seperti ini dengan sendirinya membuat Pemimpin memperoleh penghormatan. Pengakuan terhadap Pemimpin sebagai “orang baik” menjelaskan tentang adanya penghormatan tentang oknum dimaksud karena ia telah membuktikan diri serta telah terbukti sebagai orang yang terkenal baik. Baca selengkapnya .. »
“…… yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, ……….” (I Korintus 15:12-20; Matius 28:1-15).
PENGANTAR
Yesus Kristus telah bangkit! Ini berita besar yang menghebohkan. Berita ini menjalar cepat merambah ke tengah masyarakat. Hei, dengarkan, IA telah bangkit. Apa maksud Anda? Belumkah kamu mendengar bahwa IA telah bangkit? Akh, yang saya dengar, ada berita dari kantor Pusat Komando Militer bahwa “mayatnya diculik oleh para murid-Nya pada waktu malam.” Ya, berita yang sama juga saya dengar dari “Kantor Pusat Agama.” Baca selengkapnya .. »
“….. seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun tahun itu, berkata kepada mereka: “kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insyaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa ini binasa.” Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang telah tercerai-berai” ( Yohanes 11:49-52).
PENGANTAR
Kematian manusia pada umumnya menandakan berakhirnya kehidupan pribadi seseorang di dunia. Kenyataan ini adalah juga bagi setiap anak manusia di bawah kolong langit. Tidak terkecuali setiap orang besar dalam sejarah sekalipun. Hal terakhir yang tertinggal adalah segenggam kenangan bagi mereka yang berhubungan dekat, dan warisan terbatas yang hanya dapat dinikmati oleh sedikit kalangan. Baca selengkapnya .. »
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8; banding Yehezkiel 18:5).
PENGANTAR
Telah diuraikan sebelumnya[1] bahwa istilah integritas yang digunakan selama ini berasal dari kata “integrity” (Latin integritas < integer) yang berarti ‘tidak tersentuh’ (untouched), atau ‘menyeluruh’ (whole) atau keseluruhan (entire). Baca selengkapnya .. »





