YT Leadership Foundation





Tapak Sang Sandya Kala telah menjejaki bumi, tertoreh dalam arakan kisah suci, berpuncak pada hadirnya Sang Janji, dengan cerita emas dari Rumah Roti, yang hadir senyap di Lapak Tukang Kayu

Dari sini muncul tanya berjawab, “mengapa”?
Sang Sandya Kala punya racikan, Sang Janji adalah Puncak Tapak-Nya di persada
Sang Janji yang pada mula-Nya ADA, dan Yang ADA, adalah Sang Sandya Kala, yang Abadi dari Keabadian, Yang Penjadi dari semua “yang jadi” dan “semua yang ter-ada”

Sang Janji adalah Penyataan Sang Sandya Kala, Yang Hidup untuk menghidupkan, Yang Terang untuk menerangi hidup, dengan menjadi “yang jadi” untuk menjadikan “yang jadi” untuk menjadi …..

Namun, persada berbuta mata, tidak melihat, dan “yang jadi”, yang milik-Nya, yang kepadanya Sang Janji berwujud, ogah menerima-Nya …
Tetapi, “yang jadi” yang tercelik dan berbuka hati, mengalami, melihat Terang dan Hidup, sehingga terhidupkan menjadi abadi untuk keabadian”

Mengapa? Lanjut tanya berjawab, karena Sang Janji adalah “Yang Diurapi”, “Yang Sandya Kala”, “Yang Menjadi Yang Jadi” sebagai “Sembahan” untuk menuju pejagalan ke bukit derita …
demi membebaskan “yang jadi” menjadi abadi, …

Dari sini, Sang Janji yang dari lapak senyap merengkuh yang lapuk, menghadirkan Terang dan Hidup di persada, sehingga semua “yang jadi” punya cerita abadi, “mengabadi bersama Sang Janji” …

“Selamat Berbahagia bersama Sang Janji”!

Jakarta, Januari 2020
www.yakobtomatala.com

Tapak yang Sandya Kala itu membumi, mengabadi di tanah, meninggalkan jejak-jejak dalam siarah zaman

Jejak-jejak itu tertapak, kala Sang Sandya Kala, Sang Kekal bersabda “jadilah, … maka semua jadi”, termasuk “yang jadi”, yang analog, sesempurna diri Sang Abadi
Namun, jejak dalam “yang jadi” itu terkotori di taman suci, yang menggerogoti “yang jadi” sehabis-habis dan melumatkannya, sampai melesapkan daya
Namun, Sang Sandya Kala menyusulkan janji pembebasan “Aku akan mengadakan …” dengan Sang Janji sebagai taruhan …

Janji tentang “Sang Janji” tertapak dan ditelisik oleh para “jurukata”, bahwa Sang Janji adalah Sang Kekal yang Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa Kekal, Raja Damai, Sang Imanuel, …
akan ada di hunian Raja Besar, dibesarkan di lapak tukang kayu,
dimeriahkan di pesta nikah, disyukuri dalam kesembuhan, dikisahkan di jalan raya ibu kota, dipercakapkan di lorong-lorong kampung nelayan, diguncingkan di tengah derap bajak petani, dipertanyakan di kerumunan penghuni lahan sampah, dan menimbulkan tanya risau menggalaukan tak berujung di antara penguasa, sampai memuncakkan-Nya di Bukit Tengkorak,
dan … ujungnya, pada Sabda Kemenangan Sang Janji, “sudah selesai …”

Kini, di sini Sang Sandya Kala, Sang Janji, Pembasuh semua yang terkotori, sedang mencari jejak-Nya, … adakah jejak-Nya tertapak di hati, di jiwa, di roh, terukir dalam kata, terkata dalam kerja yang aromanya terendus pada tiap hembusan nafas … dari “yang jadi?”

Para terjamah Sang Kekal sajalah yang terkuatkan dan sadar bahwa “jejak tapak itu tertanda 12 bulan, 52 minggu, 365 hari, 8760 jam, 525600 menit dan 31536000 detik, pada setiap tarikan nafas, kata dan kerja dan …” terulang, sampai ke suatu akhir

Pada ujungnya,
Tapak Kekal itu tersaksi dalam kefanaan yang dibaharui dan dibaharui
Terdanda dalam nada “haleluyah dan syukur”
Teralami dalam berkat kekal di hidup, di kerabat dan di setiap tetesan keringat
Terjalani dari pagi ke petang, dan berjejak di malam pada helaan nafas akhir, kala Sang Kekal bersabda, “pulanglah!”
Jejak itu terus tertanda sampai Sang Abadi menghadirkan keabadian yang abadi untuk dipestai dalam kekekalan …
Selamat

Selamat Tahun Baru 2020
www.yakobtomatala.com

Pengantar

Konsep dan gagasan HD harus dipahami dan dirumuskan secara benar dan tepat, sebagai landasan bagi tindakan yang benar. Dengan demikian Pemahaman Alkitabiah tentang HD adalah sebagai berikut:

Pertama, HD didasarkan pada Mandat Shalom yang adalah SATU yang menyeluruh (holistik) sehingga dapat disebut “Mandat Pemuridan, Mandat Rohani, Mandat Sosial, Mandat Politik, Mandat Ekonomi, Mandat Pendidikan, Mandat Kebudayaan, Mandat Teknologi, Mandat Bisnis”, dan seterusnya yang memberi otoritas bagi pelayanan gereja dalam segala bidang hidup.

Kedua, Dengan demikian, HD harus dipahami sebagai “Pemuridan Menyeluruh yang melengkapi gereja menjadikan semua warganya MURID Kristus, guna melaksanakan Amanat Agung dalam segala bidang kehidupan”.

Ketiga, HD harus meneguhkan gereja melaksanakan panggilannya yang melibatkan: Persekutuan (bersekutu, bersatu dalam iman dan pengharapan); Pelayanan – (melayani sesama dan yang lain) berlandaskan kasih untuk saling memberkati; Kesaksian – bersaksi (mengamalkan kehidupan berdasarkan ajaran dan cara hidup Kristus di tengah keluarga dan masyarakat); Pemberitaan – memberitakan (Menyebarkan Injil Yesus Kristus memenangkan jiwa dalam keluarga, gereja dan masyarakat); dan Pembangunan (membangun dalam segala bidang: rohani, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, bisnis, dst).

Keempat, Semua program gereja harus “terfokus pada Penginjilan” (Misi, PI, Penanaman Gereja, Pertumbuhan Gereja), dengan memuridkan semua anggota Gereja guna menerapkan dan mewujudkan panggilan membawa shalom dalam semua bidang hidup.

Kelima, HD harus dilaksanakan dengan menjawab kebutuhan nyata pada setiap konteks, semisal: “Jika ada orang lapar, beri dia makan, sebagai cara hidup ber-PI, menghadirkan cara hidup Yesus, yang menyiapkan jalan bagi pemberitaan Injil”. Jangan dibalik, jangan dimanipulasi!

Keenam, HD mengharuskan kehadiran gereja dengan menyiapkan (training) komponen “Human Capital Kristen 4.0” sebagai aktivis untuk berkipra dalam segala bidang hidup, termasuk dalam bidang politik, mewujudkan partisipasi bersinergi dengan Pemerintah, menjadi Wakil Rakyat di Parlemen, menjadi Pengurus Partai Politik, dsb, menandahadirkan kesaksian Kristen.

Ketujuh, HD sebagai “Cara hidup total Gereja” meneguhkan orang Kristen untuk Menyadari, “Siapa dirinya (utusan Kristus); mengapa dia ada (terutus oleh Allah); untuk apa (memberitakan Injil); mau ke mana (membawa orang kepada Kristus); dan bagaimana (secara holistik dalam semua bidang hidup, di mana saja ia berada), sehingga Gereja memenuhi panggilan misionernya. Kiranya!

Salam Amanat Agung
www.yakobtomatala.com

Pengantar

Holistic Discipleship (HD) adalah “pemuridan holistik”, yang hakikat, cara, dan penerapannya juga bersifat holistik (menyeluruh dan total). Jika dipahami bahwa Discipleship adalah holistik (holistic), maka turunannya haruslah juga holistik. Dalam kaitan ini, “Holistic Discipleship” harus dipahami sebagai panggilan tugas Gereja, karena alasan berikut:

Pertama, HD bersumber dari Mandat Shalom, Mandat Misi yang SATU, yang menyentuh segala bidang hidup (Kejadian 1:28; Matius 28:18-20). Kedua, HD dengan ini harus dipahami dan didefinisikan secara holistik, yang mewadahkan penyentuhan segala bidang hidup.

Ketiga, HD melibatkan tugas besar mewujudkan Amanat Agung Yesus Krisus, melalui Panca Tugas Gereja, yaitu: Bersekutu, melayani, bersaksi, memberitakan dan membangun.

Keempat, HD dalam penerapannya yang menyentuh semua bidang hidup harus terfokus pada Penginjilan melalui Gereja, dan Penanaman Gereja yang menghasilkan pertumbuhan Gereja.

Kelima, HD dalam penerapannya dengan pendekatan holistik, harus meresponi tuntutan kebutuhan konteks lokal, regional, nasional dan internasional.

Keenam, HD dari sudut pandang di atas ini mengharuskan Gereja merumuskan peran dan respon tanggung jawabnya, termasuk dalam bidang politik.

Ketujuh, HD pada gilirannya harus mencapai idealisme TUHAN Allah, yang mengharuskan Gereja menerapkan HD sebagai cara hidup total (the total life way) untuk menghadirkan misi shalom yang holistik secara mendunia serta membumi, karena “gereja ada di dalam dunia, dan terutus kepada dunia” untuk menghadirkan Yesus Kristus, Juruselamat, Pemilik Shalom (Yohanes 17:18, 20-21; 20:21; 14:6, 27; Matius 1:21; 5:9; KPR 4:12).

Salam Amanat Agung!
www.yakobtomatala.com

Tapak itu di tapaki sandya kala dalam rancang abadi
Tapak itu nyata, kala Sang Kekal mencipta jagat dengan Sabda Abadi ….
Untaian emas penghubung tapak-tapak itu nyata dalam sejarah suci, dengan “Sang Janji” sebagai Poros-Nya

Dari Para Jurukata Sang Kekal,
tapak-tapak itu diperjelas, bahwa “Sang Janji” adalah: Dia Yang Diurapi,
Sang Kekal,
Sang Raja Damai,
Sang Terutus
ke dalam ciptaan

Tapak TUHAN oleh Sang Janji, Sang Terutus, senyap ditapaki, sekalipun di Rumah Raja Besar
Yang saksi tapak TUHAN oleh Sang Janji, adalah sepasang anak Adam, dan mereka yang tak bernama
Namun, Tapak TUHAN oleh Sang Janji diperjelas oleh Para Malak dengan Pujian,
“Hari ini telah lahir bagimu, Juruselamat” …
Karena Sang Janji adalah Puncak Tapak TUHAN yang menjejak bumi, bagi pembebasan dunia

Dan, Tapak itu semakin jelas kala Sang Janji Bersabda, “Aku diurapi, Aku diutus untuk menghadirkan pembebasan,
untuk menghimpun bagi Sang Khalik suatu Umat Kudus”

Puncak Tapak TUHAN dari Sang Janji akhirnya menuju ke Bukit Tengkorak,
di sana dengan tetesan darah suci, Sang Janji menyelesaikan masalah dunia melalui penyerahan Diri-Nya yang ditanda Sabda, “Sudah Selesai” …

Kini, kala Tapak itu diorak baru dalam Natal, timbul tanya gemas:
“Apakah pembebasan Sang Janji terbaharui?
Adalah Tapak itu tertanda dalam jiwa Para Peraya Natal?
Adakah Tapak itu tertanda dengan Damai Abadi untuk ditapaki ke dalam dunia?”

Akhirnya, Natal Bicara,
“Jadilah Tapak-tapak TUHAN, demi membawa damai ke dalam kekelaman”

Selamat Natal ….

Jakarta, 29 November 2019
Yakob Tomatala
www.yakobtomatala.com

Firman Allah:
“Kalau penipu, akal-akalnya adalah jahat, ia merancang perbuatan-perbuatan keji untuk mencelakakan orang sengsara dengan perkataan dusta, sekalipun orang miskin itu membela haknya. Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian” (Yesaya 32:7-8)

Baca selengkapnya .. »

“Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil!”
(Nehemia 2:20a)

Teks: Nehemia 2:17-20

Pengantar
Optimisme vs pesimisme adalah dinamika psikologi yang akan terjadi dan terus bersitegang dalam sepanjang perjalanan hidup setiap orang. Pertanyaan penting yang harus dijawab adalah bagaimana kita membangun optimisme di dalam situasi sukar dan mengancam? Teks Nehemia 2:17-20 memberi rahasia penting untuk membangun optimisme di tengah kenyataan yang sulit serta terancam. Rahasia membangun optimisme dalam kehidupan nyata khususnya menghadapi situasi mengancam, adalah:

Pertama, PENGALAMAN TUHAN ADALAH DASAR MEMBANGUN OPTIMISME
Apa arti kebenaran ini?
A. Kemurahan TUHAN yang menyertai dalam pengalaman nyata menjadi dasar membangun optimisme (18a)
B. Kesadaran akan kekuatan tantangan mendorong untuk berharap kepada kemurahan TUHAN demi menjadi optimisme (17)
C. Kekuatan berharap kepada TUHAN meneguhkan optimisme bersama untuk bergerak maju (18b)

Implikasi:
Kekuatan membangun optimisme adalah TUHAN yang memberi pengalaman yang menguatkan untuk secara pribadi dan bersama menjadi teguh untuk bergerak maju demi menggapai keberhasilan

Kedua, KEKUATAN TUHAN ADALAH DINAMIKA OPTIMISME UNTUK BERHASIL
Apa makna dari kebenaran ini?
A. Optimisme terwujud melalui keyakinan teguh akan TUHAN yang adalah kekuatan keberhasilan (20a)
B. Optimisme akan TUHAN meneguhkan untuk menjadi kuat menghadapi tantangan serta kesulitan hidup demi menggapai keberhasilan (19)
C. Optimisme akan TUHAN memastikan untuk memperoleh bagian dalam keberhasilan (20b)

Implikasi:
Optimisme akan TUHAN meneguhkan keyakinan dan tindakan menggapai keberhasilan

KESIMPULAN
Rahasia membangun optimisme di atas janji TUHAN menghadapi situasi sulit, adalah:
Pertama, Pengalaman TUHAN dalam kehidupan adalah dasar untuk membangun optimisme, bahwa akan ada kemenangan dari pada-Nya
Kedua, Kekuatan TUHAN adalah jaminan optimisme kepada-Nya bahwa akan ada keberhasilan melalui tindakan serta karya nyata. Amin

Pdt. Yakob Tomatala
www.yakobtomatala.com

Firman Allah:
“…. Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Markus 10:45)

Pengantar

Alkitab secara spesifik menegaskan bahwa “memimpin adalah melayani” atau “leading is serving.” Penegasan ini menekankan bahwa pelaksanaan kepemimpinan dalam upaya memimpin (leading attempt) harus dipahami sebagai “melayani atau memimpin dengan melayani.”

Baca selengkapnya .. »

Firman TUHAN Allah:
“Untuk segala sesuatu ada masanya” (Pengkhotbah 3:1).

Pengantar

Apa sesunggunya disrupsi atau “disrupts atau disruptions” itu? “Disruption adalah istilah yang sinonim dengan innovation.” Istilah lain yang sinonim adalah division; break; interruption; severance dan splitting. Di sini, disruption adalah “interruption in the usual way that a system, process or event works.” Baca selengkapnya .. »