YT Leadership Foundation





Firman Allah:
“Kalau penipu, akal-akalnya adalah jahat, ia merancang perbuatan-perbuatan keji untuk mencelakakan orang sengsara dengan perkataan dusta, sekalipun orang miskin itu membela haknya. Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian” (Yesaya 32:7-8)

Baca selengkapnya .. »

“Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil!”
(Nehemia 2:20a)

Teks: Nehemia 2:17-20

Pengantar
Optimisme vs pesimisme adalah dinamika psikologi yang akan terjadi dan terus bersitegang dalam sepanjang perjalanan hidup setiap orang. Pertanyaan penting yang harus dijawab adalah bagaimana kita membangun optimisme di dalam situasi sukar dan mengancam? Teks Nehemia 2:17-20 memberi rahasia penting untuk membangun optimisme di tengah kenyataan yang sulit serta terancam. Rahasia membangun optimisme dalam kehidupan nyata khususnya menghadapi situasi mengancam, adalah:

Pertama, PENGALAMAN TUHAN ADALAH DASAR MEMBANGUN OPTIMISME
Apa arti kebenaran ini?
A. Kemurahan TUHAN yang menyertai dalam pengalaman nyata menjadi dasar membangun optimisme (18a)
B. Kesadaran akan kekuatan tantangan mendorong untuk berharap kepada kemurahan TUHAN demi menjadi optimisme (17)
C. Kekuatan berharap kepada TUHAN meneguhkan optimisme bersama untuk bergerak maju (18b)

Implikasi:
Kekuatan membangun optimisme adalah TUHAN yang memberi pengalaman yang menguatkan untuk secara pribadi dan bersama menjadi teguh untuk bergerak maju demi menggapai keberhasilan

Kedua, KEKUATAN TUHAN ADALAH DINAMIKA OPTIMISME UNTUK BERHASIL
Apa makna dari kebenaran ini?
A. Optimisme terwujud melalui keyakinan teguh akan TUHAN yang adalah kekuatan keberhasilan (20a)
B. Optimisme akan TUHAN meneguhkan untuk menjadi kuat menghadapi tantangan serta kesulitan hidup demi menggapai keberhasilan (19)
C. Optimisme akan TUHAN memastikan untuk memperoleh bagian dalam keberhasilan (20b)

Implikasi:
Optimisme akan TUHAN meneguhkan keyakinan dan tindakan menggapai keberhasilan

KESIMPULAN
Rahasia membangun optimisme di atas janji TUHAN menghadapi situasi sulit, adalah:
Pertama, Pengalaman TUHAN dalam kehidupan adalah dasar untuk membangun optimisme, bahwa akan ada kemenangan dari pada-Nya
Kedua, Kekuatan TUHAN adalah jaminan optimisme kepada-Nya bahwa akan ada keberhasilan melalui tindakan serta karya nyata. Amin

Pdt. Yakob Tomatala
www.yakobtomatala.com

Firman Allah:
“…. Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Markus 10:45)

Pengantar

Alkitab secara spesifik menegaskan bahwa “memimpin adalah melayani” atau “leading is serving.” Penegasan ini menekankan bahwa pelaksanaan kepemimpinan dalam upaya memimpin (leading attempt) harus dipahami sebagai “melayani atau memimpin dengan melayani.”

Baca selengkapnya .. »

Firman TUHAN Allah:
“Untuk segala sesuatu ada masanya” (Pengkhotbah 3:1).

Pengantar

Apa sesunggunya disrupsi atau “disrupts atau disruptions” itu? “Disruption adalah istilah yang sinonim dengan innovation.” Istilah lain yang sinonim adalah division; break; interruption; severance dan splitting. Di sini, disruption adalah “interruption in the usual way that a system, process or event works.” Baca selengkapnya .. »

Pengantar

Telah diuraikan dalam artikel sebelumnya bahwa kondisi OAP di Asmat adalah gambaran mengenai pengaruh kekuatan peradaban modern yang mengakibatkan terjadinya “culture shock” dan “ketergantungan ekonomi” (economy dependency) dari masyarakat lokal pada sistem ekonomi makro. Baca selengkapnya .. »

Pengantar

Kebanyakan orang menyalahkan OTSUS dan pemanfaatannya dengan saling menuding. Dalam pengamatan, dapat dikatakan bahwa Kesalahan bukan terletak pada OTSUS, tetapi bagaimana memanajemeni dan menanganinya dengan sikap dan cara yang benar dan sesuai, agar dapat melengkapi serta meningkatkan harkat hidup OAP.

Hal ini dapat dilakukan melalui sinergi Pemerintah Pusat, Daerah, Lokal dan Masyarakat. Baca selengkapnya .. »

Firman Allah:
“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya” (I Yohanes 5:14).

Pengantar
Orang yang mau hidup harus berani mati, dengan berani membayar harga berkorban. Namun, orang yang berani mati belum tentu berani hidup, karena untuk mati orang tidak perlu berani di mana mati akan datang tanpa di minta. Tetapi orang yang berani hidup harus membayar harga hidup guna teguh berdiri di atas tantangan kehidupan serta keluar sebagai pemenang. Baca selengkapnya .. »

Firman TUHAN Allah:
“Karena begitu besar kasih Allah alan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16; Banding: 14:34-35; I Yohanes 4:7-10).

Baca selengkapnya .. »

Firman TUHAN Allah:
“…. kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama”
(I Korintus 12:7).

Pengantar

Apakah Pendeta dapat menjadi Politisi? Sebaliknya, apakah Politisi dapat menjadi Pendeta? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas dapat berbeda dari seorang ke orang lainnya. Baca selengkapnya .. »