YT Leadership Foundation





Amaran:
“… janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan mendengki” (Galatia 5:26)

Pengantar
Menjadi Pemimpin ditandai adanya “Leadership Power” yang bersifat “formal” atau “legitimate” yang memberikan “tugas, otoritas, privilese, obligasi, tanggung jawab dan pertanggung jawaban” kepada Pemimpin untuk menjalankan Kepemimpinan. Leadership Power dengan sendirinya memberi “kapasitas penuh” bagi Pemimpin untuk menyebabkan “apa saja terjadi” (baik positif mau pun negatif) dalam upaya memimpin. Baca selengkapnya .. »

Negeri ini adalah cerita tentang air mata dan darah
Air mata dari hasrat kebebasan yang harus dibayar dengan darah

Air mata yang relah mengorbankan diri untuk bermandi darah
Air mata yang sejatinya adalah cita kebebasan yang taruhannya adalah tumpahan darah

Cita kebebasan sejatinya diperjuangkan dengan airmata sampai tetesan darah terakhir
Cita kebebasan yang diperjuangkan seperti ini tidak menumpahkan darah orang yang diikuti tetesan air mata

Cita kebebasan adalah nurani komunitas yang harus diperjuangkan bersama dengan bercucur air mata dan berkeringat darah bersama
Cita ini adalah kerja-kerja-kerja demi menggapai kebebasan dari belenggu kemiskinan agar tidak ada lagi tumpahan darah dan tetesan air mata

Gapaian cita ini adalah rengkuhan asa mengubah air mata menjadi mata air di Tanah Tumpah Darah
di mana tidak akan ada lagi tumpahan darah dan air mata

Jakarta, Maret 2017

Firman Allah:
“Permulaan hikmat ialah: perolelah hikmat dan dengan segala yang kau peroleh perolehlah pengertian” (Amsal 4:7).

Pengantar
Telah diuraikan tentang betapa pentingnya hikmat bagi kehidupan setiap individu. Hikmat ternyata memberikan kualitas lebih kepada hidup dan kehidupan. Itulah sebabnya tatkala TUHAN Allah memberi peluang bagi Raja Salomo meminta apa saja dari pada-Nya, Salomo menetapkan untuk “meminta hikmat untuk hidup dan memimpin” (I Raja-raja 3:7-28). Mengapa hikmat itu begitu penting, dan mengapa setiap orang yang berhasrat memiliki hidup yang berkualitas memerlukan hikmat? Baca selengkapnya .. »

Firman TUHAN: “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi perak, dan hasilnya melebihi emas” (Amsal 3:13-14).

Pengantar
Dalam uraian sebelumnya telah diterangkan bahwa TUHAN Allah adalah sumber hikmat. Di samping itu, telah pula dijelaskan tentang indikator orang berhikmat kemudian, kemanfaatan menjadi orang berhikmat. Amsal 3 secara khusus membincangkan tentang hikmat sebagai “sumber kebahagiaan.” Inti dari Amsal 3 ini ialah mengenai “kebahagiaan memperoleh hikmat dan menjadi orang berhikmat” (ayat 13-18). Kebenaran ini selanjutnya dapat diuraikan sebagai berikut: Baca selengkapnya .. »

“Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian” (Amsal 2:6).

Perenungan
Di mana sumber hikmat? Ayub bertanya, “…. di mana hikmat diperoleh, di mana tempat akal budi?” (28:12). Ternyata TUHAN adalah Sang HIKMAT AGUNG, sumber segala hikmat (Amsal 2:29-33; 8:1-36). Pada sisi lain, orang yang berhikmat menerima Sabda dengan tulus dengan mendenderungkan hatinya, berseru kepada-Nya dan mencari-Nya seperti perak (Amsal 2:1-4), maka ia akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah (Amsal 2:5). Baca selengkapnya .. »

“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan” (Amsal 1:7).

Perenungan
Firman Allah menegaskan, “….. takut akan Tuhan itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan adalah akal budi” (Ayub 28:28).

Bandingkan kebenaran sabda ini dan renungkanlah makna “hikmat”! Ternyata, “takut akan TUHAN itulah hikmat, dan menjauhkan diri dari kejahatan adalah akal budi.” Dari sini ditemukan indikator konkrit, “hikmat adalah takut akan TUHAN yang dibuktikan dengan menjauhkan diri dari kejahatan!” Orang yang menjauhkan diri dari kejahatan adalah orang berhikmat dan disebut orang pandai yang berpengetahuan. Tetapkanlah pilihan Anda. Anda ada di mana? Selamat membuktikan diri sebagai orang berhikmat hari ini.

Dalam doa, YT
www.yakobtomatala.com

MULUTMU SORGAMU, MULUTMU NERAKAMU
“Menyibak rahasia kekuatan kata-kata Anda”

Sabda TUHAN Allah:
“Di dalam mulut orang bodoh ada rotan untuk punggungnya, tetapi orang bijak dipelihara oleh bibirnya” (Amsal 14:3).

Pengantar
Ingatlah bahwa “Setiap orang adalah dirinya sendiri.” Karena itu, setiap orang adalah apa yang ia pikirkan, sikapi, katakan dan perbuat. Dengan demikian, jika seseorang mengatakan atau berbuat sesuatu, ia sedang mengatakan sesuatu tentang dirinya. Kalau ia memuji orang, ia sedang memuji dirinya, sebaliknya jika ia mengumpat orang, ia sedang mengumpat dirinya. Di sini, memuji ada imbalannya (reward) dan sebaliknya mengumpat ada hukumannya (punishment) yang Anda tetapkan bagi diri sendiri. Simaklah kebenaran selanjutnya! Baca selengkapnya .. »

Firman Allah:
“… when He saw the multitudes, He was moved with compassion on them” (KJV). “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka” (Matius 9:36).

Pengantar
Pemimpin selalu berada di atas karena kuasa kepemimpinan atau “leadership power” yang ada padanya. Pada dasarmya, kuasa kepemimpinan ditambah dengan faktor lain membuat Pemimpin menjadi “sangat kuat” atau “powerful” yang dapat bersifat positif dan digunakan untuk kebaikan. Baca selengkapnya .. »

Firman TUHAN Allah:
“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mazmur 90:12).

Pengantar
Waktu yang di dalamnya terjadi peristiwa, telah diframe dalam detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Waktu dalam bentuk ini menempatkan setiap orang dalam tataran matematis. Waktu membuat orang dapat menghitung “berapa lama, berapa banyak, berapa peristiwa dan berapa panjang suatu keterjadian, dst.” Pada sisi lain, TUHAN Allah adalah TUHAN atas waktu baik yang “kairos, kronos mau pun ion.” Baca selengkapnya .. »

Pengantar

Kita hidup dalam satu dunia di mana terdapat kondisi yang diwarnai faktor perubahan drastis pada segala sektor kehidupan. Perubahan ini ditandai dengan kompleksitas rumit yang menghadirkan resiko serta kejutan-kejutan yang tidak dapat diramal. Baca selengkapnya .. »