MENAKAR KEABSAHAN DIRI SEBAGAI PEMIMPIN ROHANI

… kamu yang rohani, harus memimpin orang … ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut …”  (Galatia 6:1b).

PENGANTAR

Seorang pemimpin yang sejati, tahu siapa dirinya, mengapa ia ada, di mana ia berada, ke mana ia akan pergi, dan apa yang akan dicapainya. Kebenaran ini menegaskan bahwa sejatinya, seorang pemimpin harus tahu apa yang menyebabkan ia ada dan berada serta mengapa ia ada sebagai pemimpin. Hal ini menjelaskan tentang beberapa pertanyaan penting, antara lain., Pertama, apa landasan bagi legitimasi kepemimpinannya yang memberikan otoritas serta keyakinan kepadanya untuk menjadi pemimpin. Read the rest of this entry »

MENEGUHKAN DIRI MENJADI PEMIMPIN VISIONER


Dalam tahun ………. aku melihat TUHAN duduk di atas tahta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubahnya memenuhi Bait Suci” (Yesaya 6:1).

Pengantar

Apa sesungguhnya visi itu? Apakah visi itu adalah monopoli dari orang yang disebut visioner saja? Ada yang berkata bahwa pemimpin visioner sajalah yang memiliki visi, sedangkang visi itu tidak ada pada orang kebanyakan. Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Read the rest of this entry »

MEMIMPIN SEPERTI YESUS KRISTUS

PAR-EXCELLENCE LEADERSHIP: MEMIMPIN SEPERTI YESUS KRISTUS

Buku Par-Excellence Leadership Memimpin Seperti Yesus Kristus adalah buku yang menegaskan tentang prinsip agung kepemimpinan Yesus Kristus yang belaku secara universal dengan keunggulan terap yang luar biasa. Buku Memimpin Seperti Yesus Kristus: Kepemimpinan yang Par-ekselens ini adalah suatu penemuan dari Kitab Suci Alkitab tentang “kepemimpinan Yesus Kristus” yang luar biasa itu, yang telah dibuktikan-Nya sebagai sangat efektif dan efisien.

Kebenaran kehebatan Kepemimpinan Yesus Kristus ini diungkapkan oleh Kenneth Blanchard yang menegaskan,  “Christians have more in Jesus than just a great spiritual leader; we have a practical and effective leadership model for all organizations, for all people, for all situations” (Orang Kristen memiliki hal yang luar biasa dalam Yesus lebih dari sekedar seorang pemimpin rohani besar; kita memiliki model kepemimpinan praktis dan efektif untuk semua organisasi, untuk semua orang, dan untuk semua situasi).

Pembuktitian kepemimpinan-Nya yang par-ekselens ini dicatat dalam Injil, yang menjelaskan tentang bagaimana IA berpikir, bersikap dan bertindak sebagai seorang pemimpin, yang memperjuangkan kepemimpinan-Nya secara konsisten sampai mengakhirnya dengan gemilang, tatkala IA akhirnya menegaskan di Salib, “Telah selesai” (Yohanes 19:30).

Kepemimpinan Yesus Kristus yang par-ekselens yang dituangkan dalam buku ini mengetengahkan prinsip inti kepemimpinan-Nya yang diwujudkan dengan “Memimpin dari hati; memimpin berlandaskan kasih; dan memimpin dengan kekuatan kebenaran kebaikan,” yang olehnya IA membuktikan keunggulan kepemimpinan-Nya. Gagasan kepemimpinan Yesus Kristus adalah sangat kaya yang dibahas secata terbatas dalam buku ini. Namun, tulisan ini menjadi acuan dasar yang masih terbuka untuk dikembangkan berlandaskan kebenaran dalam Injil Yohanes, “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus Kristus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu persatu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.” Selamat mengembara bersama Yesus Kristus dalam kepemimpinan-Nya yang par-ekselens.

 

Dr. Yakob Tomatala

Penulis

SPIRITUAL ENTREPRENEURSHIP

SPIRITUAL ENTREPRENEURSHIP: ANDA JUGA BISA MENJADI ENTREPRENEUR ROHANI

Spiritual Entrepreneurship: Anda juga bisa menjadi Entrepreneur Rohani,  berisi terobosan yang mengungkapkan sisi lengkap dari ajaran Alkitab tentang Entrepreneur dan Entrepreneurship. Buku ini berupaya menjawab pertanyaan, apakah entrepreneur dan entrepreneurship itu hanya dikhususkan kepada dunia bisnis dan pelaku bisnis saja, ataukah dapat diterapkan dalam bidang lain. kalau dapat diterapkan dalam bidang yang lain, apa dan bagaimana pemahaman serta penerapannya. Buku ini juga adalah upaya  menjawab  tantangan  seputar  pertanyaan, “Apakah ada Entrepreneur Rohani?” Kalau ada, apa sesungguhnya kata Alkitab mengenai konsep entrepreneur dan entrepreneurship rohani ini?

Dalam upaya menjawab pertanyaan dimaksud, buku ini mengetengahkan prinsip Alkitab seputar Entrepreneurship Rohani. Uraian di dahului dengan penegasan seputar karakteristik umum dari entrepreneur yang menegaskan bahwa “Setiap entrepreneur adalah manusia mandiri, yang memiliki keunggulan berpikir, keberanian untuk membuat keputusan dan kepiawaian untuk merekayasa cara kerja unggul” yang memastikan keunggulan kepemimpinannya.

Pada sisi lain, perbedaan entrepreneur umum dan entrepreneur rohani adalah sangat signifikan. Perbedaan itu terletak pada nilai-nilai dasarnya yaitu: Pertama, entrepreneur umum terfokus kepada financial gain sebagai end product-nya, sedangkan entrepreneur rohani terfokus kepada tujuan yang lebih tinggi, yaitu menolong sebanyak mungkin orang, karena itu, ia harus mengupayakan sebanyak mungkin keuntungan finansial untuk menolong lebih banyak orang. Kedua, keberhasilan entrepreneur umum adalah dengan mengumpulkan keuntungan finansial, sedangkan keberhasilan entrepreneur rohani berasal dari janji berkat TUHAN Allah, karena itu ia harus hidup untuk memberkati sebanyak mungkin orang dengan terus memberi dan memberi (Meleaki 3:10; Kisah Para Rasul 20:35). Selamat mengembara bersama dalam menekuni dan menerapkan prinsip entrepreneurship rohani.

 

Penulis,

Dr. Yakob Tomata

MY LIFEWAY

Buku kecil yang berjudul My Lifeway: Syahadat-ku tentang Yesus Kristus, Aku, Ibu-ku, Ayah-ku dan Pemimpin Sejati, adalah sebuah gagasan yang muncul dari pendekatan introspektif, retrospektif dan reflektif yang aku lakukan terhadap diri-ku serta pengalaman panjang yang aku araki sebagai seorang individu dan pemimpin. Introspeksi diri dan refleksi dari pengalaman hidup yang aku tuturkan dalam bentuk prosa ini, merupakan inti falsafah kehidupan tentang bagaimana aku melihat TUHAN, diri-ku, sesama, Ibu-ku, Ayah-ku, dan Pemimpin Sejati, dari ajaran Alkitab.

Semua gagasan dalam tulisan ini dibangun atas pemahaman-ku mengenai apa yang diajarkan dan dihidupi oleh TUHAN Yesus Kristus. Firman TUHAN menegaskan, “Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam DIA, ia wajib hidup samaseperti Kristus telah hidup” (I Yohanes 2:6) adalah imperatif bagi orang Kristen.  Dengan menyadari bahwa “hidup ini adalah anugerah Allah yang menyejarah” maka sudah seharusnya apa yang disabdakan dan dilakokankan TUHAN Yesus Kristus dapat kita hidupi pada batas-batas keberadaan dan kemampuan kita. Tanda dan bukti bahwa kita sedang menerapkan apa yang dikehendaki oleh TUHAN Allah ialah, IA dimuliakan, dan orang lain diberkati, yang olehnya kita menikmati hidup dengan penuh berkat. Mari mengembara bersama dengan belajar hidup dan mengabdi sesuai kehendak Allah melalui buku ini.

 

 

Terimakasih.

 

Dr. Yakob Tomatala

Penulis

ENTREPRENEUR SEJATI

Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam

(Amsal 31:17-18).

PENGANTAR

Istilah entrepreneur dan entrepreneurship sangat populer belakangan ini. Dalam memahami entrepreneur dan entrepreneurship, kita perlu bertanya, “siapa dan apa sesungguhnya entrepreneur dan atau entrepreneurship itu, serta apa hubungannya dengan wirausaha atau kewirausahaan?” Secara umum, entrepreneur telah dipadankan dengan wirausaha, dan entrepreneurship telah dipadankan dengan kewirausahaan, yang cenderung berkaitan hanya dengan dunia bisnis[2] dan pelaku usaha bisnis. Setelah mengadakan pengkajian yang lebih terbuka terhadap entrepreneur dan entrepreneurship, penulis menghasilkan kesimpulan bahwa setiap orang yang sukses sampai ke puncak, sesungguhnya adalah dia yang memiliki jiwa entrepreneur.[3] Menguraikan pokok seputar Entrepreneur Sejati, maka ada tiga hal yang akan dibahas, yaitu antara lain: Satu, Memaknai Entrepreneur dan entrepreneurship; Dua, Ciri-ciri entrepreneur; dan Tiga, Membangun budaya entrepreneurship. Read the rest of this entry »

KESAKSIAN PASKAH

Kamu sendiri mengatakan bahwa Aku lah Anak Allah

(Lukas 14:70; 66-71)

Aku bukan siapa-siapa. Namaku bahkan tidak penting bagi siapa-siapa. Namaku selalu disebutkan sejalan dengan tugasku. Aku, sekali pun namaku tidak disebut, orang sudah tahu., karena aku adalah aku yang selalu mengerjakan kepentingan majikanku. Itu saja, karena ada banyak hal yang tidak penting mengenai aku. Yang paling penting bagiku ialah begini, “aku ada di lingkungan orang besar” karena itu, pekerjaanku, peranku, dan namaku menjadi penting, tetapi, aku tetap aku yang selalu identik dengan pekerjaanku. Read the rest of this entry »

APAKAH BENAR SABAR ITU MENGUNTUNGKAN

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota” (Amsal 16:32).

PENGANTAR

Sabar? Sabar sepertinya memberi indikator kalah, menurut pandangan sementara orang. Kata sabar ini bisa menjengkelkan bagi yang tidak menyukai dan melawannya. Karena, sabar mengekang jiwa dan membakar emosi, yang bila tidak diledakkan akan menggetirkan diri. Betapa tidak, pada sisi lain, orang yang sabar sering dianggap kalah, rendah, tidak memiliki kekuatan dan seterusnya. Karena itu, sabar itu adalah hal yang memalukan. Inilah dia. Sabar sudah diberikan arti yang “keliru dan sumbang.” Mengapa? Sabar telah diberi bobot negatif, pesimis dan permisif. Read the rest of this entry »

MEMIMPIN DENGAN MEMBAGI HIDUP

“…. Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang

(Matius 20:28; Markus 10:45).

PENGANTAR

Perlulah disadari bahwa sesungguhnya kepemimpinan dan manajemen serta administrasi memiliki hubungan yang integral. Sebagai Ilmu, Kepemimpinan adalah ilmu induk yang di dalamnya terkait Ilmu Manajemen dan Ilmu Administrasi. Sebagai seni, Kepemimpinan mewadahi Manajemen dan Administrasi, dimana Manajemen adalah “fungsi umum kepemimpinan” yang menjelaskan bahwa tatkala kepemimpinan dijalankan, maka pemimpin memasuki kawasan manajemeni dan memanejemeni. Pada saat yang sama, tatkala Manejer memanejemeni, ia memasuki kawasan administrasi, yang merupakan “fungsi khusus kepemimpinan” yang menyentuh pekerjaan operasional di lapangan. Dalam kaitan ini dapat dikatakan bahwa tatkala pemimpin melaksanakan upaya memimpin (leading attempt) maka ia memanejemeni atau menerapkan manajemen dalam kinerja. Melihat kaitan di atas ini, kini timbul pertanyaan, apa sesunguhnya cara yang terbaik, dan bagaimana pemimpin memimpin, yang olehnya ia dapat mewujudkan upaya memimpin yang berkualitas serta dapat memimpin dengan benar, baik, sehat dan produktif. Read the rest of this entry »

PEMIMPIN BIJAK: MEMIMPIN DENGAN PENGARUH POSITIF

Telah nyata kepadaku, bahwa TUHAN memberkati aku karena engkau” (Kejadian 30:27).

PENGANTAR

Kepemimpinan dapat dipahami dari berbagai sudut pandang. Salah satu sudut pandang tentang kepemimpinan adalah bahwa kepemimpinan itu melibatkan proses, pengaruh (influence), dan hubungan-hubungan. Karena itu, dapatlah dikatakan bahwa memimpin berarti mengisi proses upaya memimpin (leading attempt/ actuating) kepemimpinan dengan mempengaruhi orang yang dipimpin dalam hubungan-hubungan keorganisasian. Dari sini dapatlah dikatakan bahwa pengaruh secara spesifik beranjak dari kepribadian pemimpin,yang kalau karakternya positif, akan menularkan pengaruh positif, dan sebaliknya bila karakternya didominasi oleh unsur negatif, maka pengaruhnya tentu akan negatif. Philip Pulaski berkata, “Orang yang berpengaruh andalah dia yang membawa dampak dalam kehidupan orang lain.” Kalau begitu, kita tentu bertanya, bagaimana kita dapat membawa pangaruh positif yang memberkati orang lain dalam kepemimpinan kita? Dalam upaya menjawab pertanyaan ini, marilah kita memaknakan bagaimana kita dapat memimpin dengan membawa pengaruh positif yang memberkati.

1.       MEMBAWA PENGARUH POSITIF DARI HATI YANG BIJAK. Seorang pemimpin yang arif memahami bahwa  menjadi pemimpin baginya adalah suatu kehormatan. Kesadaran ini dibangun di atas kenyataan bahwa adalah kehendak TUHAN bagi seseorang untuk menjadi pemimpin dalam setiap organisasi, apa pun alasan dan caranya (Yohanes 3:27). Dari sudut pandang yang lain, menjadi seorang pemimpin dibangun di atas pembuktian diri sebagai seseorang individu yang kompeten. Ujung dari pembuktian diri ini ialah adanya pengakuan dari orang-orang yang memberikannya penghargaan dan kesempatan baginya menjadi pemimpin melalui berbagai macam cara (memilih, mewariskan, mengangkat, mencipta, dan atau merampas, dsb). Read the rest of this entry »

YT Leadership Foundation
January 2012
M T W T F S S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031