YT Leadership Foundation





Archive for the ‘Perenungan’ Category

RENUNGAN

Firman Allah menegaskan: “ Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan. Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus TUHAN kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu” (Roma 5:10-10).

PENGANTAR

Damai dan kedamaian adalah kebutuhan tertinggi dari jiwa manusia. Kebutuhan ini mendorong setiap orang untuk mengusahakannya. Dalam upaya menggapai kedamaian ekonomi, orang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya. Sebagai upaya melindungi kedamaian sosial, orang mengupayakan ketentuan budaya (adat istiadat) yang menjaga hubungan-hubungan. Mewujudkan tanggungjawab menjaga kedamaian dan ketenteraman sipil, masyarakat, negara dan pemerintah menegakkan hukum. Read the rest of this entry »

… Yesus sendiri tidak mempercayakan diri kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua” (Yohanes 2:24).

PENGANTAR

Apakah Anda cukup mempercayai orang-orang di sekitar Anda? Apakah mereka dapat dipercayai? Apakah mereka mempercayai Anda? Semua pertanyaan ini dapat menjurus kepada mendorong sikap mencurigai orang yang ada di sekitar kita. Tentu saja tidak. Orang berpandangan bahwa mencurigai itu salah. Ini benar. Tetapi apakah sikap tidak cepat percaya juga mutlak salah? Sebaliknya, apakah sikap cepat percaya itu mutlak benar? Mari kita pertanyakan terus. Apakah Anda dapat mempercayai orang begitu saja? Apakah Anda mau mempekerjakan orang yang tidak dikenal dengan serta merta? Apakah untungnya percaya dan tidak percaya kepada orang yang ada di sekitar Anda? Apakah Anda memahami sejauhmana mempercayai seseorang, bagaimana mempercayainya dan sejauh mana pula dampak dari mempercayai itu bagi diri serta kepemimpinan Anda? Simaklah:

Read the rest of this entry »

Teks   : Lukas 12:22-31; Mazmur 55:23; I Petrus 5:7

Tema : Memenangkan pertarungan dengan kekuatiran dalam hidup

PENDAHULUAN

Bulan Januari dinamakan demikian, berdasarkan nama dewa Romawi, Janus yang bewajah dua. Satu wajah menghadap ke belakang, dan yang lainnya menghadap ke depan dengan raut penuh tanda tanya. Nama ini cocok menyimbolkan nama bulan pertama dalam tahun berjalan, mengingat bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan terjadi di depan. Tidaklah mengherankan bahwa Seneca mengatakan, “Tidak ada yang pasti di dalam dunia ini, kecuali hari kemarin.” Pernyataan ini menyiratkan kebenaran bahwa tidak ada satu orangpun yang dapat memastikan apa yang akan terjadi sedetik saja di depannya. Yang sudah terjadi, dapat diketahui, tetapi yang akan terjadi di masa depan adalah misteri. Misteri masa depan yang tidak pasti ini cenderung membuat orang menjadi kuatir. Pada sisi lain, dunia di mana kita hidup sekarang penuh dengan berbagai macam tantangan yang kompleks, yang juga memberikan alasan kuat untuk kuatir. Read the rest of this entry »

RENUNGAN

“… orang yang menghendaki jabatan penilik (pemimpin) jemaat menginginkan pekerjaan yang indah” (I Timotius 3:1).

Teks        : I Timotius 3:1-7 (Keluaran 18:17-23)

Tema       : “Menjadi Seorang Pemimpin Gereja yang tidak tercela dan dihormati.”

Sub-tema : Rahasia hidup sebagai Pemimpin gereja yang memiliki integritas teguh

PENGANTAR

Seorang pemimpin sejati, sejatinya memiliki integritas yang teguh. Secara umum telah dibuktikan bahwa faktor integritas ternyata menentukan delapan puluh lima persen dari keberhasilan seorang pemimpin. Kini kita bertanya, apa sesungguhnya makna integritas itu? Arti dasar dari integritas atau integrity ialah “jujur dan dapat dipercaya.” Integritas juga menunjuk kepada arti “quality of being complete,” suatu kualitas hidup yang sempurna dan lengkap. Dalam perspektif Alkitab berdasarkan pandangan Rasul Paulus, integritas berbicara tentang adanya “semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan, dan patut dipuji, …..” (Filipi 4:8), sehingga kedekatannya dengan TUHAN dan kebaikannya diketahui (Filipi 4:5). Kebenaran ini menegaskan tentang hakikat dan indikator integritas seorang pemimpin sebagai kualitas hidup rohani. Kualitas hidup rohani ini adalah dasar bagi kehidupan seluruhnya. Perjanjian Lama, dalam Keluaran 18:21 secara khusus menegaskan tentang kisi integritas yang harus ada pada seorang pemimpin, yaitu “integritas diri” (cakap), “integritas rohani” (takut akan Allah), “integritas sosial” (dapat dipercaya), “integritas ekonomi” (benci pengejaran suap), dan “integritas kerja” (menjadi pemimpin). Di sini sangatlah terlihat betapa integritas itu penting bagi seorang pemimpin, khususnya pemimpin rohani. Read the rest of this entry »

PENGANTAR

Sadar atau pun tidak, Tahun Baru, sering disikapi sebagai sesuatu yang baru, yang berbeda dari yang lama, khususnya tahun yang telah berlalu. Namun, dari segi realitas serta esensi, apa yang disebut “tahun baru” sesungguhnya dapat dikatakan bahwa tidak ada yang baru dalam arti benar-benar baru. Kenyataan ini dipertegas dengan kebenaran Firman Allah: “Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari” (Pengkhotbah 1:9).

Kenyataan ini memberikan kepada kita sentuhan untuk menyadari bahwa sesungguhnya yang dimaksudkan dengan tahun baru itu adalah peluang baru serta momentum baru dalam suatu rentang waktu 12 bulan, 52 minggu dan 365 hari di depan. Momentum baru ini ternyata tetap berhubungan dengan hal-hal yang lama yang pernah terjadi serta telah berlalu, namun selalu memiliki pengaruh pada masa kini dan masa depan.

Dengan demikian, pertanyaan yang harus digumuli ialah apa sesugguhnya yang harus kita lakukan untuk mengisi peluang dan momentum baru di depan ini dengan kehidupan yang lebih berarti. Menjawab pertanyaan ini maka pokok perenungan kali ini ialah “bagaimana kita mengisi tahun 2010 dengan semangat hidup baru, yang memberi arti kepada diri dan orang lain dalam penyiarahan hidup”. Read the rest of this entry »

RENUNGAN NATAL 09

Natal : The Miracle of Love – Keajaiban Kasih (Yohanes 3:16)

PENGANTAR

Natal yang kini telah berusia 2009 tahun lebih, sudah dipatenkan dan dianggap ekskulif Kristen. Natal yang eksklusif Kristen ini beranjak dari pandangan bahwa Natal adalah suatu hari raya agama belaka. Namun, patut dipertanyakan, apakah benar, bahwa Natal itu eksklusif Kristen dan sekedar hari raya agama? Atau, ada makna lain yang terkandung di dalam Natal itu. Karena inti berita Natal yang berbunyi “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya tidak bisasa melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16), menjelaskan tentang adanya suatu rahasia besar dalam Natal itu. Apa artinya ini? Bukankah ini adalah suatu keajaiban (miracle) yang menegaskan bahwa Allah sesungguhnya mengendaki bahwa Natal itu inklusif bagi semua orang dan spesifik bagi setiap orang.  Bagaimana memahami bahwa Natal itu adalah miracle dan bagaimana pula mamaknainya dalam hidup secara individu? Simaklah rahasianya, bahwa sesungguhnya Natal itu adalah MIRACLE dengan melihat kebenaran berikut.

Read the rest of this entry »

Tema   : “Natal untuk Semua”[1]

Tekas  :  Lukas 2:10-14.

PENGANTAR

Natal dalam kaleder umum telah bersusia 2009 tahun lebih. Dalam perkembangannya, Natal telah  menjadi eksklusif Kristen, karena dianggap milik orang Kristen, yang dirayakan sebagai hari raya keagamaan. Dalam kaitan ini, Natal telah memasuki fase kristalisasi – institusionalisasi, yang menyebabkan orang mengaitkannya dengan kekristenan secara eksklusif. Tidaklah mengherankan bahwa orang memberinya “cap Kristen” yang disikapi dengan perbagai macam serta sikap, baik yang positif mau pun yang negative terhadap Natal itu.

Dalam mensyukuti Natal tahun 2009 ini, kita dipanggil untuk mendasarkan perenungan kita di atas Injil menurut Lukas, Pasal 2 ayat 10-14; yang mendorong kita mempertanyakan ulang sikap terhadap Natal yang telah dirayakan selama ini; dengan bertanya, “apakah Natal itu hanyalah untuk kita (ekslusif),” ataukah “Natal itu adalah untuk semua (inklusif)?” Alkitab dengan tegas menjawab pertanyaan kita ini dengan ungkapan syair pujiaan Para Malaikat-Nya: “Jangan takut, aku memberiktakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.” Dan lagi,  “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Read the rest of this entry »