YT Leadership Foundation





Archive for June, 2020

Sandya Kala masih bertapak di Kota Raja Besar dalam hadir Sang Janji yang meneguh berkat bagi yang terjanji … di tengah ancaman yang mengelisahkan

Sang Janji berbagi rasa dengan para Pembelajar, bertutur soal kegelisahan dan sejahtera langgeng di Rumah Abadi, Singgasana Sandya Kala … memenuhi kerinduan sejahtera dari para terjanji yang gelisah hati
Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Sandya Kala, Sang Bapa dan percayalah kepada-Ku,” pungkas-Nya pasti
“Aku harus pergi dan kembali, ‘supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada’.” Jaminan-Ku adalah “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.”

Dan semua terjamin “Sang Penolong, Roh Sandya Kala, Roh Kebenaran, Roh Penghibur” Yang menyertai dan diam dalam kamu. Dan ingatlah, “Aku pergi dan Aku akan datang kembali”

Bagi pengelisah ambigu yang gagal sadar, KU ulangi, ingat saja bahwa Aku pergi dan akan kembali
Dan, jika kegelisahan menghantui, sadarlah bahwa:
Aku adalah JALAN satu-satu-Nya kepada Sandya Kala, pokok sejahtera abadi Penghibur Peneguh Harapan;
Aku adalah KEBENARAN satu-satu-Nya, yang pada-Ku ada damai dan sejahtera berketenangan abadi;
Aku adalah HIDUP Abadi dari Sandya Kala, Pemberi Hidup Kekal, yang memberi hidup mengabadi di tengah kegersangan yang gerontang …
Batu ujinya adalah, Barang siapa melihat Aku, kamu melihat Sandya Kala, Bapa Kekal dalam kefanaan yang mengelisahkan sekali pun …

Tanyakan padamu dan jawablah dari dadamu, sikap terhadap Sang Janji, Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti Firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia”
Bukankah ini lebih dari cukup?
Karena itu, “yang terjanji, yang fana, yang mengalami Sang Janji akan ada di Jalan Benar, Kebenaran Benar, dan Hidup Benar dan menikmati sejahtera abadi di kekalutan yang mengelisahkan”
Karena “Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini” …
Mari, teruslah terbangun bejalan bersama dalam sejahtera-Ku …
Masih ambigu?

Selamat bagi para pencari gelisah yang telah mengalami Sang Janji, Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup Pemberi Sejahtera, dan setia taat berjalan terus di dalam DIA …

www.yakobtomatala.com

Tapak Sadya Kala merona sejarah dalam siarah Sang Janji menuntas kerja keterutusan, demi meruak, kembali ke Asal Dari Mana IA datang

Sang Janji di Kota Besar, dalam arakan syukuran Hari Raya Pembebasan Besar, bersama semua anak Bapa Banyak Bangsa …
Sang Janji bicara tentang Diri-Nya, Misi-Nya, bahwa “… saatnya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Sandya Kala, Sang Bapa” …
“Sandya Kala telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa IA datang dari Sandya Kala dan kembali kepada Sandya Kala” …
Sang Janji, dengan kuasa Pengutus, tertegas Sabda,
“Aku tahu, siapa yang telah kupilih”
“… barangsiapa menerima orang yang Ku-utus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku” …
Yang menerima, akan tahu dengan tepat:
Aku adalah TUHAN dan Aku adalah Guru, Pemberi bagian dalam Aku, kepada para terpilih;
Aku adalah TUHAN dan Aku adalah Guru, Pembersih ternoda legam demi berbesih diri, berbijak hati;
Aku adalah TUHAN dan Aku adalah Guru, Pemilik Hidup berteladan yang tidak lekang di panas dan tak hancur di hujan yang dilakon dalam sikap “kain lenan (handuk) dan basi (baskom) penanda pelayan (diakonos) dan hamba (doulos) demi hidup dalam kebenaran dan kebaikan; dikokoh “sikap berwelas asih yang rela berkorban dan menanggung akibat pengorbanan; rela memberi dengan menghargai penerima; dan rela menjamin tuntas dengan memikul beban yang dikasihi” …

Yang terpilih akan sadar, “kamu wajib saling membasuh kakimu” sebagai tanda hidup terpasak ke bumi demi kehidupan bersetia bertaat ke akhir …
Namun, yang gagal paham handuk dan baskom, yang pangling welas asih, gagal memberi hati dan menjadi “penyangkal”, diperolok kokokan ayam
Dan, yang tidak terpilih, tidak bersih diri, gagal melayani dan menghamba, tercerobos jadi “penghianat, pengangkang yang tegah membelakangi, menghianat, menjual yang Terjunjung” karena hati yang dirasuk IBLIS …

Yang terpilih akan eling, bersehat hati, berbijak sikap melakon Perintah Baru, “supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian, semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” …

Ini, demi menjejak tapak Sang Janji, berbagi siarah selama membumi demi memberkati yang terfana, menjejak langkah ke tempat DIA pergi, dengan bersudi jiwa memberi nyawa untuk memperolehnya kembali …, melayani, menghamba dalam welas asih berbagi hidup, memberkati …

Selamat mengenakan handuk, mengendong baskom, bertunduk diri dalam welas asih demi hidup bagi Sang Janji untuk memberkati, dan menantang penghianat yang gemar berhianat …

www.yakobtomatala.com