YT Leadership Foundation





Tapak Sandya Kala menapak dalam hadirnya Sang Janji yang berkelana di utara, sampai ke Pelataran Kota Raja Besar pada Pesta Pondok Daun …

Kisah juang Sang Janji bergaung keras dimulai dari situs perhelatan air jadi anggur, penyucian Balai Sang Kekal, bincangan di ruang kuliah Guru Besar, konseling di sumur, penyembuhan anak sekarat, menapak di atas air, pencari sehat di kolam bergoyang, epok lima roti-dua ikan, … yang merebak kisah populer menghiruk, memperangah penjadi jelata, mengusik telinga Pengayom Iman, merong-rong Pemegang Tongkat Kuasa yang menggaruk kepala yang tak gatalan,
dan menyimpul, …….:

“Yang Ini harus dibasmi, karena merasuk hasut para penjadi, dengan disangka Jurukata Sang Kekal, Yang Diurapi Sandya Kala ….. Yang Dinanti Umat Terjanji,”
berita baik yang menggusar pencinta kuasa, penikmat status quo, kecemplung air panas …

Situasi panas adalah air keruh, bagi penebar pancing dari prinsip “tidak seorang pun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum”

Namun, Sang Janji tidak terpancing popularitas, karena: Karya-Nya berkisah tentang Ada-Nya Yang Abadi, yang dengan otoritas menyeru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!Barangsiapa percaya kepada-Ku, ….. Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup … karena Aku Sumber Air Hidup, Yang Diurapi, Aku Titisan Raja Besar, yang bernama yang tidak perlu nama”

Sang Janji Bernama Abadi Yang Oto-populer, yang mengabaikan “mencari nama,” karena IA adalah Kuasa Yang Tidak Terjamah, oleh pendeknya tangan kotor bermotif iman,

IA adalah Sumber dan Pemberi Air Hidup yang melegahkan pendahaga … oleh ancaman wabah … kapan pun dan di mana pun … datang, minum Air Hidup dan … sembuh

Selamat Minum Air Hidup untuk para Pendahaga, supaya hidup yang dari dalamnya mengalir aliran-aliran air hidup dari Pemberi Hidup bagi yang sekarat di bumi yang melarat …
Salam Paskha!

www.yakobtomatala.com

Leave a Reply