YT Leadership Foundation





Firman Allah menyatakan, “… orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian” (Yesya 32:8). Dalam edisi yang lalu, telah ditegaskan tentang makna integritas yang dijelaskan sebagai “suatu keadaan atau kualitas kehidupan positif yang dibangun di atas kebenaran, keadilan, ketulusan dan kejujuran yang telah lengkap atau penuh yang menyentuh segala aspek kehidupan. Hakikat integritas ini diwujudkan melalui kualitas etika (inner values) dan ekspresi moral (expression of personality) dari kehidupan orang yang berintegritas (Yesaya 32:1-2; 33:15-16).

Indikator dari integritas adalah sikap dan cara hidup yang membuktikan adanya kebijaksanaan (Yesaya 32:8; Ayub 28:28). Beranjak dari pemaknaan integritas di atas, dapat ditegaskan bahwa substansi dan sumber integritas yang dibangun di atas kebenaran, hanya ada pada TUHAN Allah(Yohanes14:6).

Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa integritas yang bersumber dari kebenaran ini menunjuk kepada TUHAN Allah sebagai sumber azali kebenaran itu, yang merupakan kekuatan penuntun bagi kehidupan yang terbukti sebagai lebih benar, lebih baik, lebih adil, lebih jujur, lebih setia, lebih tekun, lebih santun, dan seterusnya, yang meneguhkan diri sebagai pribadi mandiri.

Pada sisi lain ketegangan antara kuasa integritas yang Illahi dan perilaku berintegritas yang manusiawi menyebabkan kemungkinan terjadinya kemunafikan dan kepalsuan yang ”di muka nampak baik, namun di belakang, menohok dan menikam dengan bengis.” Kenyataan ini bekaitan erat dengan harkat keduaan keinginan manusia yang cenderung terjebak di antara dua pendulum, yaitu pilihan keinginan positif dan keinginan negatif (Roma 7:21-23).

Tidaklah mengherankan bahwa Dr. Eka Darmaputra (Alm) mengatakan, “Tidak semua yang berkilau itu emas. Tidak semua pemimpin termasuk yang kelihatan sukses, adalah “domba”. Ukurannya adalah “buah” yang mereka hasilkan! Benarkah mereka “domba” atau sebenarnya “serigala?” Jadi dapat dikatakan bahwa Pemimpin Mandiri Berintegritas itu adalah dia yang harus kompeten, namum perlu di sadari, bahwa kompetensi dapat membuat seseorang menjadi pemimpin besar, tetapi ia tidak dapat bertahan lama tanpa integritas.

Jadi pemimpin mandiri berintegritas memiliki tanggung jawab besar untuk mematutkan serta meneguhkan hati, pikiran, sikap, cara dan tindakan yang benar dan baik dalam lingkup kehidupannya, sehingga ia terbukti secara konsisten dapat menjadi berkat kepada sesamanya. Landasannya ialah karena “dia yang berintegritas itu berbudi luhur, dan akan selalu berpikir, bersikap, berkata dan bertindak luhur!” Selamat membuktikan diri sebagai Pemipin Mandiri Berintegritas dengan menjadi berkat bagi sesama.

 

Salam doa,

Pdt. Dr. Yakob Tomatala

 

Leave a Reply