YT Leadership Foundation





Archive for the ‘Information’ Category

yaktomHUKUM EQUAL RECOMPENCE DALAM KEPEMIMPINAN

“Equal Recompence Law in Leadership”

FALSAFAH DASAR

Falsafah dasar bagi Hukum Equal Recompence berbunyi, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Yesus Kristus – Matius 7:12).
Read the rest of this entry »

contemplation_qrtlysp09Pengantar

Kontemplasi adalah “kekuatan imajinasi dengan kejernihan berpikir (berpikir dengan nalar bersih) dan kecerdasan otak (berpikir kritis, kreatif, inovatif) dalam mencari rahasia setiap substansi yang terbesit dari hasrat tersembunyi. Kontemplasi berawal dari berpikir bersih dan bercerdas otak melahirkan dinamika hasrat melalui kekuatan imajinasi.

Read the rest of this entry »

“….. akar segala kejahatan ialah cinta uang” (I Timotius 6:10a).

Pengantar

Uang adalah alat tukar (medium of exchange) atau alat transaksi yang telah ditemukan ribuan tahun lamanya.   Fungsi uang yang utama adalah sebagai instrumen ekonomi. Sebagai intrumen ekonomi, uang adalah alat transaksi, di mana dalam proses transaksi nilai uang (satuan hitung) disamakan atau equal dengan barang dan atau jasa dalam setiap transaksi. Sebagai alat tukar atau alat transaksi, uang menyimpan nilai (valuta) di dalam dirinya sendiri. Jika seseorang yang menghendaki untuk memperoleh sesuatu berupa barang mau pun jasa, ia dapat menukarkannya dengan sejumlah uang yang nilainya ditentukan sebagai equal atau sepadan dengan barang atau jasa yang dikehendakinya. Pada sisi lain, uang juga memiliki fungsi turunan. Read the rest of this entry »

TUHAN,

Jadikan hamba-Mu sebagai Pemimpin dengan hati seekor anjing peliharaan, agar aku dapat setia dan taat kepada-Mu

TUHAN,

Anjing bukanlah badak,  namun: Jadikan hatiku bagaikan badak berkulit tebal agar aku dapat bertahan menghadapi tekanan hidup

Anjing pun bukanlah gajah, namun: Jadikan hatiku laksana gajah yang tangguh agar aku kuat memikul beban yang ditanggungkan kepadaku

Anjing juga bukan rajawali, namun: Jadikan hatiku laksana rajawali yang mampu terbang tinggi agar aku tetap bersemangat, berpengharapan di tengah badai hidup

TUHAN,

Aku pinta ….

Aku sadar, anjing bukanlah Putri Duyung yang dapat mencucurkan airmata dengan limpah, sehingga aku dapat menangis dengan mereka yang menangis

Sekalipun anjing bukanlah lumba-lumba, namun: Jadikan hatiku laksana lumba-lumba agar aku dapat bergembira dengan mereka yang bergembira, menghibur mereka yang terluka

Sehingga aku dapat menggonggong, melolong, memopong dan mengangkat sesamaku, selagi aku dapat menggonggong dan melolong

Sebab hidup ini ……

Jakarta, 27 Mei 2013

Hamba-Mu,

Yakob Tomatala

lead_to_bless_full

 

PAR-EXCELLENCE LEADERSHIP: MEMIMPIN SEPERTI YESUS KRISTUS

Buku Par-Excellence Leadership Memimpin Seperti Yesus Kristus adalah buku yang menegaskan tentang prinsip agung kepemimpinan Yesus Kristus yang belaku secara universal dengan keunggulan terap yang luar biasa. Buku Memimpin Seperti Yesus Kristus: Kepemimpinan yang Par-ekselens ini adalah suatu penemuan dari Kitab Suci Alkitab tentang “kepemimpinan Yesus Kristus” yang luar biasa itu, yang telah dibuktikan-Nya sebagai sangat efektif dan efisien.

Kebenaran kehebatan Kepemimpinan Yesus Kristus ini diungkapkan oleh Kenneth Blanchard yang menegaskan,  “Christians have more in Jesus than just a great spiritual leader; we have a practical and effective leadership model for all organizations, for all people, for all situations” (Orang Kristen memiliki hal yang luar biasa dalam Yesus lebih dari sekedar seorang pemimpin rohani besar; kita memiliki model kepemimpinan praktis dan efektif untuk semua organisasi, untuk semua orang, dan untuk semua situasi).

Pembuktitian kepemimpinan-Nya yang par-ekselens ini dicatat dalam Injil, yang menjelaskan tentang bagaimana IA berpikir, bersikap dan bertindak sebagai seorang pemimpin, yang memperjuangkan kepemimpinan-Nya secara konsisten sampai mengakhirnya dengan gemilang, tatkala IA akhirnya menegaskan di Salib, “Telah selesai” (Yohanes 19:30).

Kepemimpinan Yesus Kristus yang par-ekselens yang dituangkan dalam buku ini mengetengahkan prinsip inti kepemimpinan-Nya yang diwujudkan dengan “Memimpin dari hati; memimpin berlandaskan kasih; dan memimpin dengan kekuatan kebenaran kebaikan,” yang olehnya IA membuktikan keunggulan kepemimpinan-Nya. Gagasan kepemimpinan Yesus Kristus adalah sangat kaya yang dibahas secata terbatas dalam buku ini. Namun, tulisan ini menjadi acuan dasar yang masih terbuka untuk dikembangkan berlandaskan kebenaran dalam Injil Yohanes, “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus Kristus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu persatu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.” Selamat mengembara bersama Yesus Kristus dalam kepemimpinan-Nya yang par-ekselens.

 

Dr. Yakob Tomatala

Penulis

Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam

(Amsal 31:17-18).

PENGANTAR

Istilah entrepreneur dan entrepreneurship sangat populer belakangan ini. Dalam memahami entrepreneur dan entrepreneurship, kita perlu bertanya, “siapa dan apa sesungguhnya entrepreneur dan atau entrepreneurship itu, serta apa hubungannya dengan wirausaha atau kewirausahaan?” Secara umum, entrepreneur telah dipadankan dengan wirausaha, dan entrepreneurship telah dipadankan dengan kewirausahaan, yang cenderung berkaitan hanya dengan dunia bisnis[2] dan pelaku usaha bisnis. Setelah mengadakan pengkajian yang lebih terbuka terhadap entrepreneur dan entrepreneurship, penulis menghasilkan kesimpulan bahwa setiap orang yang sukses sampai ke puncak, sesungguhnya adalah dia yang memiliki jiwa entrepreneur.[3] Menguraikan pokok seputar Entrepreneur Sejati, maka ada tiga hal yang akan dibahas, yaitu antara lain: Satu, Memaknai Entrepreneur dan entrepreneurship; Dua, Ciri-ciri entrepreneur; dan Tiga, Membangun budaya entrepreneurship. Read the rest of this entry »

Kamu sendiri mengatakan bahwa Aku lah Anak Allah

(Lukas 14:70; 66-71)

Aku bukan siapa-siapa. Namaku bahkan tidak penting bagi siapa-siapa. Namaku selalu disebutkan sejalan dengan tugasku. Aku, sekali pun namaku tidak disebut, orang sudah tahu., karena aku adalah aku yang selalu mengerjakan kepentingan majikanku. Itu saja, karena ada banyak hal yang tidak penting mengenai aku. Yang paling penting bagiku ialah begini, “aku ada di lingkungan orang besar” karena itu, pekerjaanku, peranku, dan namaku menjadi penting, tetapi, aku tetap aku yang selalu identik dengan pekerjaanku. Read the rest of this entry »

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota” (Amsal 16:32).

PENGANTAR

Sabar? Sabar sepertinya memberi indikator kalah, menurut pandangan sementara orang. Kata sabar ini bisa menjengkelkan bagi yang tidak menyukai dan melawannya. Karena, sabar mengekang jiwa dan membakar emosi, yang bila tidak diledakkan akan menggetirkan diri. Betapa tidak, pada sisi lain, orang yang sabar sering dianggap kalah, rendah, tidak memiliki kekuatan dan seterusnya. Karena itu, sabar itu adalah hal yang memalukan. Inilah dia. Sabar sudah diberikan arti yang “keliru dan sumbang.” Mengapa? Sabar telah diberi bobot negatif, pesimis dan permisif. Read the rest of this entry »

“…. Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang

(Matius 20:28; Markus 10:45).

PENGANTAR

Perlulah disadari bahwa sesungguhnya kepemimpinan dan manajemen serta administrasi memiliki hubungan yang integral. Sebagai Ilmu, Kepemimpinan adalah ilmu induk yang di dalamnya terkait Ilmu Manajemen dan Ilmu Administrasi. Sebagai seni, Kepemimpinan mewadahi Manajemen dan Administrasi, dimana Manajemen adalah “fungsi umum kepemimpinan” yang menjelaskan bahwa tatkala kepemimpinan dijalankan, maka pemimpin memasuki kawasan manajemeni dan memanejemeni. Pada saat yang sama, tatkala Manejer memanejemeni, ia memasuki kawasan administrasi, yang merupakan “fungsi khusus kepemimpinan” yang menyentuh pekerjaan operasional di lapangan. Dalam kaitan ini dapat dikatakan bahwa tatkala pemimpin melaksanakan upaya memimpin (leading attempt) maka ia memanejemeni atau menerapkan manajemen dalam kinerja. Melihat kaitan di atas ini, kini timbul pertanyaan, apa sesunguhnya cara yang terbaik, dan bagaimana pemimpin memimpin, yang olehnya ia dapat mewujudkan upaya memimpin yang berkualitas serta dapat memimpin dengan benar, baik, sehat dan produktif. Read the rest of this entry »