Archive for the ‘Information’ Category
MEMIMPIN SEPERTI YESUS KRISTUS
PAR-EXCELLENCE LEADERSHIP: MEMIMPIN SEPERTI YESUS KRISTUS
Buku Par-Excellence Leadership Memimpin Seperti Yesus Kristus adalah buku yang menegaskan tentang prinsip agung kepemimpinan Yesus Kristus yang belaku secara universal dengan keunggulan terap yang luar biasa. Buku Memimpin Seperti Yesus Kristus: Kepemimpinan yang Par-ekselens ini adalah suatu penemuan dari Kitab Suci Alkitab tentang “kepemimpinan Yesus Kristus” yang luar biasa itu, yang telah dibuktikan-Nya sebagai sangat efektif dan efisien.
Kebenaran kehebatan Kepemimpinan Yesus Kristus ini diungkapkan oleh Kenneth Blanchard yang menegaskan, “Christians have more in Jesus than just a great spiritual leader; we have a practical and effective leadership model for all organizations, for all people, for all situations” (Orang Kristen memiliki hal yang luar biasa dalam Yesus lebih dari sekedar seorang pemimpin rohani besar; kita memiliki model kepemimpinan praktis dan efektif untuk semua organisasi, untuk semua orang, dan untuk semua situasi).
Pembuktitian kepemimpinan-Nya yang par-ekselens ini dicatat dalam Injil, yang menjelaskan tentang bagaimana IA berpikir, bersikap dan bertindak sebagai seorang pemimpin, yang memperjuangkan kepemimpinan-Nya secara konsisten sampai mengakhirnya dengan gemilang, tatkala IA akhirnya menegaskan di Salib, “Telah selesai” (Yohanes 19:30).
Kepemimpinan Yesus Kristus yang par-ekselens yang dituangkan dalam buku ini mengetengahkan prinsip inti kepemimpinan-Nya yang diwujudkan dengan “Memimpin dari hati; memimpin berlandaskan kasih; dan memimpin dengan kekuatan kebenaran kebaikan,” yang olehnya IA membuktikan keunggulan kepemimpinan-Nya. Gagasan kepemimpinan Yesus Kristus adalah sangat kaya yang dibahas secata terbatas dalam buku ini. Namun, tulisan ini menjadi acuan dasar yang masih terbuka untuk dikembangkan berlandaskan kebenaran dalam Injil Yohanes, “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus Kristus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu persatu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.” Selamat mengembara bersama Yesus Kristus dalam kepemimpinan-Nya yang par-ekselens.
Dr. Yakob Tomatala
Penulis
ENTREPRENEUR SEJATI
“Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam”
(Amsal 31:17-18).
PENGANTAR
Istilah entrepreneur dan entrepreneurship sangat populer belakangan ini. Dalam memahami entrepreneur dan entrepreneurship, kita perlu bertanya, “siapa dan apa sesungguhnya entrepreneur dan atau entrepreneurship itu, serta apa hubungannya dengan wirausaha atau kewirausahaan?” Secara umum, entrepreneur telah dipadankan dengan wirausaha, dan entrepreneurship telah dipadankan dengan kewirausahaan, yang cenderung berkaitan hanya dengan dunia bisnis[2] dan pelaku usaha bisnis. Setelah mengadakan pengkajian yang lebih terbuka terhadap entrepreneur dan entrepreneurship, penulis menghasilkan kesimpulan bahwa setiap orang yang sukses sampai ke puncak, sesungguhnya adalah dia yang memiliki jiwa entrepreneur.[3] Menguraikan pokok seputar Entrepreneur Sejati, maka ada tiga hal yang akan dibahas, yaitu antara lain: Satu, Memaknai Entrepreneur dan entrepreneurship; Dua, Ciri-ciri entrepreneur; dan Tiga, Membangun budaya entrepreneurship. Read the rest of this entry »
KESAKSIAN PASKAH
“Kamu sendiri mengatakan bahwa Aku lah Anak Allah”
(Lukas 14:70; 66-71)
Aku bukan siapa-siapa. Namaku bahkan tidak penting bagi siapa-siapa. Namaku selalu disebutkan sejalan dengan tugasku. Aku, sekali pun namaku tidak disebut, orang sudah tahu., karena aku adalah aku yang selalu mengerjakan kepentingan majikanku. Itu saja, karena ada banyak hal yang tidak penting mengenai aku. Yang paling penting bagiku ialah begini, “aku ada di lingkungan orang besar” karena itu, pekerjaanku, peranku, dan namaku menjadi penting, tetapi, aku tetap aku yang selalu identik dengan pekerjaanku. Read the rest of this entry »
APAKAH BENAR SABAR ITU MENGUNTUNGKAN
“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota” (Amsal 16:32).
PENGANTAR
Sabar? Sabar sepertinya memberi indikator kalah, menurut pandangan sementara orang. Kata sabar ini bisa menjengkelkan bagi yang tidak menyukai dan melawannya. Karena, sabar mengekang jiwa dan membakar emosi, yang bila tidak diledakkan akan menggetirkan diri. Betapa tidak, pada sisi lain, orang yang sabar sering dianggap kalah, rendah, tidak memiliki kekuatan dan seterusnya. Karena itu, sabar itu adalah hal yang memalukan. Inilah dia. Sabar sudah diberikan arti yang “keliru dan sumbang.” Mengapa? Sabar telah diberi bobot negatif, pesimis dan permisif. Read the rest of this entry »
MEMIMPIN DENGAN MEMBAGI HIDUP
“…. Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”
(Matius 20:28; Markus 10:45).
PENGANTAR
Perlulah disadari bahwa sesungguhnya kepemimpinan dan manajemen serta administrasi memiliki hubungan yang integral. Sebagai Ilmu, Kepemimpinan adalah ilmu induk yang di dalamnya terkait Ilmu Manajemen dan Ilmu Administrasi. Sebagai seni, Kepemimpinan mewadahi Manajemen dan Administrasi, dimana Manajemen adalah “fungsi umum kepemimpinan” yang menjelaskan bahwa tatkala kepemimpinan dijalankan, maka pemimpin memasuki kawasan manajemeni dan memanejemeni. Pada saat yang sama, tatkala Manejer memanejemeni, ia memasuki kawasan administrasi, yang merupakan “fungsi khusus kepemimpinan” yang menyentuh pekerjaan operasional di lapangan. Dalam kaitan ini dapat dikatakan bahwa tatkala pemimpin melaksanakan upaya memimpin (leading attempt) maka ia memanejemeni atau menerapkan manajemen dalam kinerja. Melihat kaitan di atas ini, kini timbul pertanyaan, apa sesunguhnya cara yang terbaik, dan bagaimana pemimpin memimpin, yang olehnya ia dapat mewujudkan upaya memimpin yang berkualitas serta dapat memimpin dengan benar, baik, sehat dan produktif. Read the rest of this entry »
PEMIMPIN ARIF, MEMIMPIN DENGAN MENGASIHI SEBAGAI GAYA KEPEMIMPINAN YANG ALTRUIS [1]
PEMIMPIN ARIF, MEMIMPIN DENGAN MENGASIHI SEBAGAI GAYA KEPEMIMPINAN YANG ALTRUIS [1]
“Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah kepada mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44).
PENGANTAR
Kasih, adalah istilah yang sangat populer. Kata yang satu ini sangat dikenal oleh setiap insan secara umum. Pada sisi lain, kasih itu sesungguhnya secara khusus meneguhkan, menyatukan, mengikat orang-orang yang berbeda satu dengan yang lainnya, laki-laki-perempuan, tua-muda, besar kecil, hitam-putih, dan melewati semua perbedaan, karena sifatnya yang sangat khas (I Korintus 13). Kata ini menyentuh lubuk hati, menyentuh roh dan jiwa manusia, menyentuh pribadi pada level yang terdalam, bahkan dapat mengikat secara multi-individu. Dari perspektif yang lain, kasih yang begitu melekat pada hati dan lidah setiap orang telah dimaknai secara berbeda, sehingga diekspresikan juga secara berbeda. Dalam upaya mengekspresikan kasih secara benar dalam kepemimpinan, langkah penting adalah memahami maknanya. Read the rest of this entry »
MENGISI HARI INI DENGAN ARIF, MEMBANGUN MASA DEPAN BERPENGHARAPAN
“Sebab itu, perhatikanlah baik-baik cara hidupmu. Jangan hidup seperti orang-orang bodoh; hiduplah seperti orang-orang bijak. Gunakanlah sebaik-baiknya setiap kesempatan yang ada padamu” (Efesus 5:15-16a – BIS).
PENGANTAR
Masa depan di dalam TUHAN adalah “penuh harapan” yang sepenuhnya dijamin oleh janji kesejahteraan dari pada-Nya (Yeremia 29:11). Namun, bagaimana kita mengisinya, sehingga kesejahteraan, sukses dan kemakmuran hidup dapat kita tuai di tahun 2011 ini? Read the rest of this entry »
PEMIMPIN BIJAK, MEMIMPIN DENGAN GEMBIRA
“Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berja-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yag harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira,” (Ibrani 13:17).
PENGANTAR
Pemimpin yang bijaksana harus memimpin dengan gembira. Memimpin dengan gembira adalah kualitas kepemimpinan yang memiliki nilai tambah yang positif. Dalam upaya menolong untuk melaksanakan kepemimpinan dengan gembira, kita perlu bertanya, “Apa sesungguhnya makna memimpin dengan gembira ini?” Pola dan gaya kepemimpinan macam apa pula ini? Apakah pemimpin harus selalu menyikapi kepemimpinannya dengan sikap gembira? Kemanfaatan apa yang akan diperoleh melalui memimpin dengan gembira ini? Bagaimana seorang pemimpin dapat memimpin dengan gembira? Bagaimana pula memimpin dengan gembira itu dapat dilaksanakan? Menjawab semua pertanyaan di atas, marilah kita memaknakan bagaimana kita dapat memimpin dengan gembira itu: Read the rest of this entry »
TAHUN PENGHARAPAN

“Bukankah Aku sendiri tahu rencana-rencana-Ku bagi kamu? Rencana-rencana itu bukan untuk kecelakaan kamu tetapi untuk kesejahteraanmu dan untuk memberikan kepadamu masa depan penuh harapan” (Yeremia 29:11 BIS).
PENGANTAR
Masa depan adalah gelap bagi semua orang. Kenyataan ini membuat ada orang yang ingin tahu tentang masa depannya berupaya untuk mengorakkannya melalui jasa peramalan, dan sebagainya. Read the rest of this entry »
REFLEKSI: NATAL MEMBAWA REFORMASI-TRANSFORMASI SEJATI
“Lihatlah Aku menjadikan segala sesuatu baru” (Wahyu 21:5b)
PENGANTAR
Natal kita rayakan ditengah kenyataan meredupnya gaung REFORMASI yang telah bersusia lebih dari satu decade. Tatkala mengadakan evaluasi mengenai gerakan reformasi yang bergulir sejak tahun 1998, setidak-tidaknya ada tiga pendapat yang dapat dikemukakan, yaitu antara lain: 1. Penilaian optimistik yang mengetengahkan bahwa reformasi telah berhasil dengan segudang bukti, antara lain tegaknya demokrasi, adanya keterbukaan, tingkat kehidupan ekonomi Negara semakin menguat, dan sebagainya. 2. Penilaian pesimistik yang mengatakan bahwa reformasi gagal total, dengan mengetengahkan sejumlah alasan antara lain, hukum belum dijunjung tinggi, korupsi masih mearajalela, kesejahteraan rakyat masih terabaikan, dsb; dan 3. Penilaian oportunistik yang mengetengahkan sikap: setuju OK, tidak setuju OK, yang penting kepentingan terpenuhi, apapun kondisinya. Penilaian ini sangat bersifat egoisme, yang dijetuskan oleh mereka yang selalu mengail di air keruh, mengail di tambak orang, dengan slogan, “yang penting saya, masa bodoh dengan yang lain, yang penting bukan saya yang menjadi korban.” Read the rest of this entry »


