YT Leadership Foundation





Archive for July, 2020

Rindu … dan harap … bersanak, berkerabat akrab, karip walau tak akur …

Rindu berceloteh dari jiwa gulana, terbabat nan goncang
Rindu menggalau didendang rayu siul dayuan seruling
Rindu bicara dari jiwa tercabik dan menyungsang
Rindu menatap hijauan mencari jawab dari gegunung
Rindu berceloteh mengajak bicara rumput bergoyang …
Namun, rindu merapuh serapuh rasa jiwa senduh tak berjawab dan tumbang …

Rindu, jika perpaling kepada “sang harap” menapak jalan yang kasap
Rindu yang menapak “jalan harap” melihat harapan di balik asap
Harapan bicara tentang Sang AKU ADA yang meng-ADA-kan
Harapan membebaskan dari kungkungan gunungan
Harapan berbagi tentang hari cerah pada esok walau senggang
Harapan melantang tentang pembebasan sekali pun terseok mengangkang …
Harapan, menolak bercakap dengan rumput bergoyang tak berjawab, sekali pun di goyang gancing
Harapan menampik rindu walau menggulung segunung
Harapan mendamai rindu dan harap ke arah gunung …

Rindu, dan harap jika bergandeng harapan, bersua jalan kepada Sang AKU yang Agung
Yang “Pada-Nya” nyata jawab bagi rindu nan berharapan
Karena, tidak keliru jalan pada harap yang menggapai asa kepada Sang ADA, melalui rindu berpengharapan demi berharap, menggapai harapan …

Selamat bergelayut rindu dan harap digendong harapan, bersua Sang ADA yang punya jawab …

Jakarta, 15 Juli 2020
Yakob Tomatala

www.yakobtomatala.com

Tapak Sandya Kala berjaya di kota Raja Besar dalam hadir Sang Janji, sementara menanti “saat terjanji”, sejalan syukuran Hari Perdamaian Besar, yang dihelat anak-anak Bapa Banyak Bangsa …

Sementara itu, Sang Janji telah bertutur tentang Perintah Baru yang harus dilakon dengan handuk dan baskom, …
Sang Janji pun telah memastikan jaminan kesejahteraan, kini, di sini dan di Rumah Abadi, melalui Diri-Nya, Yang Adalah “Jalan, Kebenaran dan Hidup”

Kini, IA angkat bicara soal “Cara Hidup Langit” yang harus ditandakan para Pembelajar dan para yang jadi, milik kesayangan-Nya …
Tegas-Nya, “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu”

Inilah dasar “cara hidup langit di bumi,” yang ditegas ulang, “Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain” …
Cara Hidup Langit itu niscaya …
Cara itu ialah, “hati welas asih, yang memberi tempat utama bagi sesama”, …
Hati yang rela tinggal di dalam Dia, di dalam kasih-Nya, yang melembakkan sukacita-Nya, meneguhkan sikap dan roh rela memberi nyawa, yaitu berbuat Perintah-Nya …

Ini bisa jadi, karena Sang Janji adalah “Pokok Anggur yang benar, dan Sandya Kala adalah Pengusaha” …
Para Pembelajar dan para yang jadi yang “jadi ranting”, pasti berbuah banyak …
Segala pinta didengar, semua damba terjawab, dan Sandya Kala dimuliakan …

Semua berkokoh karena Sandya Kala meneguhkan oleh Roh Penghibur, agar Para Pembelajar dan para yang jadi, yang terpilih bisa melakon peran saksi terutus, yang hadir dan memberkati pembenci yang meradang, meringgis, dan meranggas, yang meluber angkara …

Cara Hidup Langit mengukuh karsa lembut para saksi demi berkuat, bertahan sampai bersua Sang Janji di Rumah Abadi, …….

Selamat menghidupi Cara Hidup Langit dalam kefanaan, demi memuliakan Sandya Kala, Sang Abadi secara membumi … Salam

www.yakobtomatala.com