YT Leadership Foundation





Teks bacaan:
Roma 8:28; 11:6; I Raja-raja 22:1-40; Mazmur 91; Yesaya 33:15-16; Ibrani 13:6.

Pengantar
Ada kias dalam dunia militer yang mengatakan bahwa “peluru punya mata”. Apa artinya ini? Sederhana, maknanya ialah, “tidak sembarangan orang akan mati dalam pertempuran.” Jika dilihat dari perspektif Alkitab, kita diajarkan bahwa TUHAN Allah kita berdaulat, dimana IA telah menetapkan segala sesuatu untuk terjadi pada waktunya (Pengkhotbah 3:1-8), untuk memenuhi tujuan-Nya yang kekal.

Tidak terkecuali, ini termasuk Covid-19 yang menakutkan dunia, tetapi “tidak semua dan sembarang orang akan terkena, dan mati.” Lihatlah, Raja Israel Ahab yang menyamar dalam peperangan, tetapi “seseorang yang menarik panah dan menembak dengan sembarangan saja dan mengenai raja Israel (Ahab), dan menewaskannya” (I Raja-raja 22).

Hm … Apakah panah memiliki mata? Karena itu, timbul pertanyaan lain, “Apa yang patut diketahui untuk meneguhkan sikap orang percaya di dalam TUHAN Yesus Kristus menghadapi horor Covid-19 ini?

Pertama, Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, maka IA akan meluruskan jalanmu (Amsal 3:5) dan serahkanlah hidupmu pada-Nya (Mazmur 37:3,5,7), karena dengan kepak-Nya IA akan melindungi engkau, karena DIA-lah yang akan melepaskan engkau dari penyakit sampar, oleh-Nya, jangan takut! Dengan-Nya, walau sepuluh ribu orang rebah di sisimu, itu tidak akan menimpamu (Mazmur 91:3-7). Ingatlah, “Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar” (Amsal 14:26; Ayub 28:28).

Kedua, TUHAN Allah yang berdaulat, bekerja dalam segala sesuatu, untuk “mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA” (Roma 8:28), dan segala sesuatu telah ditetapkan untuk tujuannya masing-masing (Amsal 16:4a), demi memenuhi maksud Allah, “yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya (Efesus 1:11a) bahkan orang fasik telah ditetapkan-Nya untuk hari malapetaka” (Amsal 26:4b). Ingatlah, bahwa Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus (I Tesalonika 5:9).

Karena itu, “lakukanlah yang benar di mata-Nya, maka Covid-19 tidak akan menimpa kita,” (Keluaran 15:26; Ulangan 7:15), sebab “hanya dekat TUHAN Allah saja kita tenang” (Mazmur 62;2-3), dan dalam naungan-Nya kita terlindung (Yesaya 33:15-16).

Ketiga, TUHAN Yesus Kristus mengingatkan kita bahwa pada akhir zaman akan datang berbagai malapetaka termasuk kelaparan dan sampar, tetapi ini baru permulaan dari tanda kedatangan-Nya (Matius 24:7-8; Wahyu 6:8). Sejalan dengan itu, akan timbul berbagai kejahatan (II Timotius 3:1-5), “tetapi orang yang bertahan sampai kepada kesudahannya akan selamat” (Matius 24:13).

Keempat, Covid-19, bisa jadi adalah peringatan TUHAN Allah, apakah kita termasuk “orang murtad yang saling menyerahkan dan saling membenci (Matius 24:10), karena tidak percaya dan berhati jahat?” (Ibrani 3:12).

Karena itu, waspadalah! Tetaplah berdoa ((I Tesalonika 5:27) dan bertahan ke akhir, “kita pasti terlindung dalam tangan TUHAN Yesus.” “Sebab itu berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran yang benar” (II Tesalonika 2:15), “bertegulah dalam TUHAN, dan berlarilah kepada-Nya, kita pasti selamat.

Karena itu, jangan tawar hati agar kekuatan kita besar dalam menghadapi tantangan. Berdirilah teguh, jangan goyah, karena dalam TUHAN, kita pasti selamat menghadapi semua tantangan” (Amsal 18:10; 24:10; I Korintus 15:58).

Akhirnya, ingatlah bahwa “corona punya mata dan tidak akan mengena sembarangan orang”, ingatlah akan Ahab yang terpanah mati, karena panah punya mata! Sadarlah bahwa TUHAN sedang memegang kendali, dan dalam tangan-Nya kita pasti terlindung.” Mari, ikrarkanlah bersama, “Haleluya! TUHAN adalah Penolongku. Aku tidak akan takut terhadap Covid-19” (Ibrani 13:6). Amin …

Selamat berlindung dalam kepak TUHAN Allah (Mazmur 91).

www.yakobtomatala.com

Leave a Reply