YT Leadership Foundation





Pengantar

Konsep dan gagasan HD harus dipahami dan dirumuskan secara benar dan tepat, sebagai landasan bagi tindakan yang benar. Dengan demikian Pemahaman Alkitabiah tentang HD adalah sebagai berikut:

Pertama, HD didasarkan pada Mandat Shalom yang adalah SATU yang menyeluruh (holistik) sehingga dapat disebut “Mandat Pemuridan, Mandat Rohani, Mandat Sosial, Mandat Politik, Mandat Ekonomi, Mandat Pendidikan, Mandat Kebudayaan, Mandat Teknologi, Mandat Bisnis”, dan seterusnya yang memberi otoritas bagi pelayanan gereja dalam segala bidang hidup.

Kedua, Dengan demikian, HD harus dipahami sebagai “Pemuridan Menyeluruh yang melengkapi gereja menjadikan semua warganya MURID Kristus, guna melaksanakan Amanat Agung dalam segala bidang kehidupan”.

Ketiga, HD harus meneguhkan gereja melaksanakan panggilannya yang melibatkan: Persekutuan (bersekutu, bersatu dalam iman dan pengharapan); Pelayanan – (melayani sesama dan yang lain) berlandaskan kasih untuk saling memberkati; Kesaksian – bersaksi (mengamalkan kehidupan berdasarkan ajaran dan cara hidup Kristus di tengah keluarga dan masyarakat); Pemberitaan – memberitakan (Menyebarkan Injil Yesus Kristus memenangkan jiwa dalam keluarga, gereja dan masyarakat); dan Pembangunan (membangun dalam segala bidang: rohani, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, bisnis, dst).

Keempat, Semua program gereja harus “terfokus pada Penginjilan” (Misi, PI, Penanaman Gereja, Pertumbuhan Gereja), dengan memuridkan semua anggota Gereja guna menerapkan dan mewujudkan panggilan membawa shalom dalam semua bidang hidup.

Kelima, HD harus dilaksanakan dengan menjawab kebutuhan nyata pada setiap konteks, semisal: “Jika ada orang lapar, beri dia makan, sebagai cara hidup ber-PI, menghadirkan cara hidup Yesus, yang menyiapkan jalan bagi pemberitaan Injil”. Jangan dibalik, jangan dimanipulasi!

Keenam, HD mengharuskan kehadiran gereja dengan menyiapkan (training) komponen “Human Capital Kristen 4.0” sebagai aktivis untuk berkipra dalam segala bidang hidup, termasuk dalam bidang politik, mewujudkan partisipasi bersinergi dengan Pemerintah, menjadi Wakil Rakyat di Parlemen, menjadi Pengurus Partai Politik, dsb, menandahadirkan kesaksian Kristen.

Ketujuh, HD sebagai “Cara hidup total Gereja” meneguhkan orang Kristen untuk Menyadari, “Siapa dirinya (utusan Kristus); mengapa dia ada (terutus oleh Allah); untuk apa (memberitakan Injil); mau ke mana (membawa orang kepada Kristus); dan bagaimana (secara holistik dalam semua bidang hidup, di mana saja ia berada), sehingga Gereja memenuhi panggilan misionernya. Kiranya!

Salam Amanat Agung
www.yakobtomatala.com

Leave a Reply