YT Leadership Foundation





Firman TUHAN:
“… mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.” (Kejadian 11:6b).

Pengantar

Istilah motif atau “motive” (motivus), “motivation” (moving cause) bisa diartikan sebagai “motive and action.” Motif di sini adalah inner driving power yang menggerakkan sikap, kata dan tindakan, sehingga motif selalu berhubungan dengan action. Dalam kaitan ini, perlu ditanyakan, apa hubungan motif atau motifasi dan aksi ini dengan sukses atau keberhasilan?

ASPEK DASAR HUBUNGAN MOTIF DAN SUKSES

Apa sesungguhnya hubungan motif, motifasi dan sukses atau keberhasilan itu?

Pertama, Motif atau motifasi berhubungan dengan hati nurani (conscientia) yang berperan sebagai penimbang, pengarah, pendukung dan hakim untuk sikap dan perbuatan setiap orang. Sikap hati yang benar menjelaskan adanya “kesediaan mendengar hati nurani” yang meneguhkan kesadaran dan keyakinan akan apa yang dianggap benar (determination).

Sikap hati juga berhubungan dengan “hasrat batin” atau “keinginan suci” (pnimiyut ha-ratzon) sebagai dasar bagi visi (baik pribadi mau pun kepemimpinan). Dalam kaitan ini, sikap yang benar yang berhubungan dengan motifasi sukses adalah “dengar dan ikuti hatimu” (listen and follow your heart). Di sini terlihat bahwa motifasi yang benar dibangun di atas dorongan hati dan keinginan hati yang benar, sehingga ada determinasi kuat untuk mengikuti visi yang TUHAN tanamkan di dalam hati.

Kedua, Meneguhkan mentalitas sebagai entreprenur dengan keberanian (coureage) kuat untuk berpikir, bersikap dan mengambil tindakan yang berkualitas (the right motive for the right action). Dalam hal ini, motif berhubungan dengan keberanian untuk berkomitmen dan berdedikasi guna mengerjakan visi secara terfokus berdasarkan keberanian yang meneguhkan semangat untuk maju “dengan cara melakukan pekerjaan benar dengan cara benar” (chizoniyut ha-ratzon).

Indikator penting dari mentalitas entrepreneur ini adalah “berani berpikir besar terukur, berani bersikap membuat keputusan dengan sigap serta berani bertindak tepat dan terfokus dengan cara khusus merengkuh kesempatan” (snatch the opportunity) sembari siap menghadapi dan menanggung resiko (take the risk) atas apa pun yang ditetapkan untuk dilakukan.”

Ketiga, Mengambil sikap berteguh untuk melakukan tindakan “mengerjakan pekerjaan benar (effective) dengan cara yang benar (efficient) serta terfokus” berdasarkan sikap determinatif (determinative attitude) untuk bertindak dengan pasti. Ketiga aspek dasar ini adalah kekuatan untuk bergerak menggapai keberhasilan atau sukses yang dapat dikatakan sebagai “vision in action.”

LANGKAH KONKRIT MENGGAPAI SUKSES

Bagaimana menopang dan mengambil langkah merealisasikan motifasi dalam tindakan yang membawa sukses itu?

Pertama, Terapkan apa yang diyakini sebagai “pekerjaan benar” untuk dilakukan dengan sikap hati yang benar (right attitude) bahwa “pekerjaan adalah ibadah” yang dilakukan untuk membawa kemanfaatan bagi banyak orang.

Kedua, Menetapkan rencana aksi (action plan) yang dapat dikerjakan dengan alasan yang tepat (reasonable reason). Bersiaplah untuk bertindak dengan penuh semangat sambil menolak sikap coba-coba (trial and error). Tindakan ini dibangun berdasarkan kesadaran
bahwa “hidup adalah proses belajar untuk menjadi lebih baik.”

Ketiga, Membina hubungan membangun “semangat tim” (team spirit) dengan menghargai pribadi, kapasitas, cara kerja dan kontribusi sesama, yang didukung apresiasi tulus atas setiap hasil kerja sama. Di sini motifasi yang dilakukan menggerakkan semua komponen SDM haruslah dipagari komitmen kepada disiplin, kualitas dan pencapaian besar.

Keempat, Mengorganisir SDM dan tugas serta memanajeni upaya kerja dengan sinergi tinggi dan simultanitas gerak yang dinamis terfokus dengan semangat berapi-api guna menggapai hasil yang ditetapkan untuk dicapai.

Kelima, Menetapkan langkah supervisi koordinasi bersinambung dengan memperhatikan prinsip “sukses dibangun di atas motif yang benar, sikap yang benar, hubungan yang benar dan tindakan yang benar untuk mengerjakan pekerjaan menghasilkan yang terbaik” (Succes based on: The right motive, right attitude, right relationship, and right action to achieve the best).

PROLOG

Motif dan motifasi sukses tidak dengan sendirinya membawa keberhasilan kerja. Tetapi, motif dan motifasi yang benar dapat menyiapkan jalan menggapai sukses jika diisi dengan visi, perencanaan, kerjasama dan semangat berapi-api yang terfokus serta konsisten untuk bekerja menggapai keberhasilan.

Akhirnya dapat dikatakan bahwa “motif dan motifasi yang benar untuk mengerjakan pekerjaan benar dengan cara benar serta terfokus memastikan sukses di mana ada hasil benar dan terukur yang pasti tercapai” (Mazmur 126). Sila dibuktikan! Salam

Salam doa,
Yakob Tomatala
www.yakobtomatala.com

Leave a Reply