YT Leadership Foundation





Shalom.

Chips 666 telah menggemparkan banyak kalangan dalam masyarakat, khususnya masyarakat Kristen. Apa yang seharusnya dipertimbangkan? Berikut ini adalah beberapa pertimbangan yang harus disikapi dengan arif.

KITAB WAHYU SEBAGAI PENYATAAN KEHENDAK TUHAN ALLAH YANG KEKAL

Dari awal perlulah ditegaskan bahwa:

Alkitab adalah Firman TUHAN Allah (II Petrus 1:21; II Timotius 3:15-17). Ini adalah Pengakuan Iman Kristen segala abad. Makna pernyataan Alkitab adalah Firman TUHAN Allah adalah, TUHAN Allah menghendaki ternyatakan dan tertulis demikian, sesuai apa yang ada di dalam Alkitab (PL dan PB). ”

Fungsi utama Firman Allah adalah menyatakan kehendak TUHAN bagi umat-Nya dan menjadi Fondasi Iman dan Penuntun Etika Moral bagi Hidup serta Tingkah Laku Kristen.” Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa Kitab Wahyu adalah Firman TUHAN Allah.

Secara khusus, dalam Kitab Wahyu, TUHAN Allah menyatakan kehendak-Nya yang kekal kepada manusia secara umum dan umat-Nya secara khusus dalam lintasan sejarah dunia. Isi Kitab Wahyu berkenan dengan “apa yang terjadi, sedang terjadi pada masa Yohanes dan akan terjadi pada masa kini.”

BAGAIMANA MENAFSIR KITAB WAHYU

Penyataan (revelation) dan pernyataan TUHAN Allah (utterance/ WORD) dalam Kitab Wahyu dinyatakan dalam bentuk simbol yang kompleks dengan menggunakan lambang-lambang sosio kultural yang eksis dalam sejarah pada masa itu.

Dengan demikian, penafsiran Kitab Wahyu harus dilakukan secara cermat dengan memperhatikan banyak faktor yang kompleks tadi. Kini timbul pertanyaan, “apakah Kitab Wahyu memaksudkan simbol 666 (Wahyu 13:18) sama dengan chip 666 yang diperdebatkan?” Orang yang memegang penafsiran harafiah akan berkata “ya sama” – ini adalah penggenapan nubuat!

Pada sisi lain, orang yang memahami bahwa Kitab Wahyu berisi Kehendak TUHAN Allah yang dinyatakan-Nya dalam bentuk yang kompleks akan berkata “tunggu dulu” – timbanglah dengan bijaksana, karena siapa pun yang salah menafsir akan menyesatkan banyak orang. Orang yang skeptis tidak peduli, apapun makna dan tafsiran Kitab Wahyu.

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

Ada beberapa pertanyaan yang perlu ditimbang:

Pertama, Penggunaan Chips oleh MDX, apakah suatu kebetulan, atau menyontek Kitab Wahyu, memanfaatkan teknologi chips untuk menguasai ekonomi dan masyarakat dunia?

Kedua, Apakah Chip 666 adalah penggenapan Kitab Wahyu atau mereka menggunakan Kitab Wahyu demi kepentingan tertentu?

Ketiga, Apakah iblis dapat memanfaatkan kemelut chips 666 bagi kepentingannya?

Keempat, Apakah TUHAN Allah dapat memakai kekalutan akibat chips 666 untuk memenuhi tujuan-Nya yang kekal? Ingat, “TUHAN Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (Roma 8:28a).

Kelima, Apakah ada yang dapat memberi jawaban tuntas atas pertanyaan mengenai chips 666 ini? Hm … harap berbijak hati!

PERTIMBANGAN

Setidaknya, berikut ini adalah pendapat lepas: Dengan menggunakan HP canggih kita semua telah dikontrol oleh teknologi chip. E-KTP, Kartu-kartu Bank juga menggunakan teknologi chip.

Belanja di toko dan mall, semua menggunakan teknologi chip. Tidak ada yang bebas dari pengaruh kontrol teknologi chip. Pada sisi lain, menanam chip di tubuh artinya kita memberi diri dikontrol secara permanen yang tentunya berbahaya bagi keamanan diri.

Dengan demikian hal ini harus disikapi secara bijak termasuk menolak menanam chip pada tubuh dengan siap menanggung resiko dan konsekwensi apapun.*

Apapun sikap Anda, itulah Anda! Di sini kita perlu berbijak hati untuk memaknakan Sabda Allah bagi iman dan kehidupan etika moral kita sebagai kekasih Allah secara bertanggung jawab (Yohanes 3:16; 1:12; 15:16; 10:28-29; 6:47; KPR 4:12; 13:48).

Dengan demikian, kiranya pemahaman, penafsiran dan sikap serta pendapat yang kita bangun tentang chip 666 akan meneguhkan iman dan hidup etika moral Kristen untuk menghadapi tantangan dunia yang gencar pada akhir zaman ini (II Timotius 3:1-5).

Salam dan doa untuk semua!
www.yakobtomatala.com

Leave a Reply