YT Leadership Foundation





Archive for February, 2017

Firman Allah:
“Permulaan hikmat ialah: perolelah hikmat dan dengan segala yang kau peroleh perolehlah pengertian” (Amsal 4:7).

Pengantar
Telah diuraikan tentang betapa pentingnya hikmat bagi kehidupan setiap individu. Hikmat ternyata memberikan kualitas lebih kepada hidup dan kehidupan. Itulah sebabnya tatkala TUHAN Allah memberi peluang bagi Raja Salomo meminta apa saja dari pada-Nya, Salomo menetapkan untuk “meminta hikmat untuk hidup dan memimpin” (I Raja-raja 3:7-28). Mengapa hikmat itu begitu penting, dan mengapa setiap orang yang berhasrat memiliki hidup yang berkualitas memerlukan hikmat? Read the rest of this entry »

Firman TUHAN: “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi perak, dan hasilnya melebihi emas” (Amsal 3:13-14).

Pengantar
Dalam uraian sebelumnya telah diterangkan bahwa TUHAN Allah adalah sumber hikmat. Di samping itu, telah pula dijelaskan tentang indikator orang berhikmat kemudian, kemanfaatan menjadi orang berhikmat. Amsal 3 secara khusus membincangkan tentang hikmat sebagai “sumber kebahagiaan.” Inti dari Amsal 3 ini ialah mengenai “kebahagiaan memperoleh hikmat dan menjadi orang berhikmat” (ayat 13-18). Kebenaran ini selanjutnya dapat diuraikan sebagai berikut: Read the rest of this entry »

“Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian” (Amsal 2:6).

Perenungan
Di mana sumber hikmat? Ayub bertanya, “…. di mana hikmat diperoleh, di mana tempat akal budi?” (28:12). Ternyata TUHAN adalah Sang HIKMAT AGUNG, sumber segala hikmat (Amsal 2:29-33; 8:1-36). Pada sisi lain, orang yang berhikmat menerima Sabda dengan tulus dengan mendenderungkan hatinya, berseru kepada-Nya dan mencari-Nya seperti perak (Amsal 2:1-4), maka ia akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah (Amsal 2:5). Read the rest of this entry »

“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan” (Amsal 1:7).

Perenungan
Firman Allah menegaskan, “….. takut akan Tuhan itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan adalah akal budi” (Ayub 28:28).

Bandingkan kebenaran sabda ini dan renungkanlah makna “hikmat”! Ternyata, “takut akan TUHAN itulah hikmat, dan menjauhkan diri dari kejahatan adalah akal budi.” Dari sini ditemukan indikator konkrit, “hikmat adalah takut akan TUHAN yang dibuktikan dengan menjauhkan diri dari kejahatan!” Orang yang menjauhkan diri dari kejahatan adalah orang berhikmat dan disebut orang pandai yang berpengetahuan. Tetapkanlah pilihan Anda. Anda ada di mana? Selamat membuktikan diri sebagai orang berhikmat hari ini.

Dalam doa, YT
www.yakobtomatala.com

MULUTMU SORGAMU, MULUTMU NERAKAMU
“Menyibak rahasia kekuatan kata-kata Anda”

Sabda TUHAN Allah:
“Di dalam mulut orang bodoh ada rotan untuk punggungnya, tetapi orang bijak dipelihara oleh bibirnya” (Amsal 14:3).

Pengantar
Ingatlah bahwa “Setiap orang adalah dirinya sendiri.” Karena itu, setiap orang adalah apa yang ia pikirkan, sikapi, katakan dan perbuat. Dengan demikian, jika seseorang mengatakan atau berbuat sesuatu, ia sedang mengatakan sesuatu tentang dirinya. Kalau ia memuji orang, ia sedang memuji dirinya, sebaliknya jika ia mengumpat orang, ia sedang mengumpat dirinya. Di sini, memuji ada imbalannya (reward) dan sebaliknya mengumpat ada hukumannya (punishment) yang Anda tetapkan bagi diri sendiri. Simaklah kebenaran selanjutnya! Read the rest of this entry »