YT Leadership Foundation





Firman TUHAN:
“Jadi ….. semua yang benar, …. pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8)

Pengantar
Melihat manusia dari sisi mentalitas, dapat ditemukan adanya dua jenis orang, yaitu: orang kecil dan orang besar. Kedua jenis orang ini dapat dieditifikasi dengan sifat khas masing-masing. Bagaimana memahami jenis orang dimaksud dari perspektif ini? INDIKATOR ORANG KECIL DAN ORANG BESAR

Pertama, “Orang kecil biasanya membiarkan pikirannya terus terganggu dengan hal-hal kecil, sedangkan orang besar menikmati kehidupannya dengan memijak hal-hal besar.” Apa makna dari kebenaran ini? Apa implikasinya bagi kehidupan seseorang? Orang kecil di sini adalah “setiap orang yang pikirannya kerdil, kaku, tertutup, sehingga ia selalu terganggu dengan hal-hal sepeleh.”

Orang kecil memiliki kebiasaan mental rendah diri, berpikir negatif, iri hati, suka mengkritik, dan seterusnya yang menggambarkan kepribadiaannya yang kerdil dan angkuh, dimana gayanya berkontradiksi dengan kenyataan. Alasannya ialah karena ia tidak memiliki apa pun, termasuk rasa hormat dan percaya diri untuk dibanggakan.

Kedua, Orang besar adalah dia yang tahu dirinya. Ia dapat menjawab, “siapa dirinya; mengapa ia ada; untuk apa; mau ke mana dan bagaimana melakukannya.” Orang besar, adalah dia yang memiliki integritas kuat, dimana ia hidup dalam kebenaran dan keadilan. Orang besar mahir menata hatinya, otaknya, kehendaknya, dan perasaanya, sehingga “pikirannya, sikapnya, kata-katanya serta tindakannya tertata, terkendali, dan terarah dengan bertindak benar, baik serta adil.”

Singkatnya, orang besar memiliki integritas teguh. Ia lembut, jujur, tulus, setia, baik dan taat. Ia tidak akan terganggu dengan hal-hal kecil, seperti kritik, di mana kritik dilihatnya sebagai masukkan berharga untuk memperbaiki dirinya. Melalui sikap ini ia akan terus menjadi lebih benar, baik dan adil yang menghadirkan damai sejahtera.

Orang besar selalu melihat apa pun dari sudut pandang positif, di mana ia akan menggunakan pikirannya untuk menaklukkan hal-hal besar. Kini timbul pernyaan, bagaimana membangun diri sehingga menjadi orang besar yang menikmati tantangan besar dengan berdiri di atas hal besar dalam kehidupannya? Rahasianya adalah “manfaatkanlah kekuatan berpikir sebagai orang bermental besar” untuk menjalani kehihupan.

DASAR HIDUP ORANG BERMENTAL BESAR

Orang bermental besar membangun hidupnya di atas kebenaran berikut ini.

Pertama, Kekuatan Berpikir Rohani. Orang Besar dengan Kekuatan Berpikir Rohani diawali dari pengalaman TUHAN yang membebaskan yang membawa transformasi untuk menjadi pribadi merdeka yang hidup benar, baik, adil dan suci. Transformasi ini melibatkan perubahan kehidupan menjadi manusia baru (Yohanes 25:16; 3:16; 20:28-29; 6:47; II Korintus 5:17). Kekuatan berpikir rohani terlihat pada perubahan hati, paradigma, dan perspektif, yang nampak pada pikiran, sifat, sikap, kata serta perbuatan yang positif dan membangun (Roma 12:1-2, dst). Pengalaman TUHAN memberikan otoritas untuk bersikap, berkata dan berindak sebagai orang benar yang berjiwa besar.

Kedua, Kekuatan Berpikir Mental dan Moral Positif. Orang Besar dengan Kekuatan berpikir mental positif menjelaskan adanya kedewasaan kepribadian dengan kematangan karakter yang nampak pada sikap terkendali. Sedangkan kekuatan berpikir moral positif menjelaskan tentang kematangan etika (inner life, inner driving power) yang nampak dalam nilai-nilai positif yang teguh. Nilai-nilai positif ini adalah kekuatan yang nampak pada sikap dan tindakan proaktif terukur dan terkontrol (I Korintus 15:33). Kekuatan berpikir mental moral ini terwujud berdasarkan nilai anutan yang kuat, yang selalu menjaga motif sehingga tetap bersikap positif menyikapi apa pun, dan siapa pun dalam semua situasi secara lemah lembut dan penuh hormat.

Ketiga, Kekuatan Berpikir Sosial. Orang Besar dengan Kekuatan berpikir sosial adalah kemauan baik menghargai dan membangun hubungan pribadi dan kelompok secara harmonis, terbuka serta lintas batas internal, berbasis kebenaran serta keadilan (Galatia 6:1-10; Matius 5:9; Filipi 4:5,8-9; 2:1-11). Kekuatan berpikir sosial meneguhkan untuk membangun dan membina hubungan sehat dengan banyak orang pada semua strata. Kekuatan berpikir sosial memberikan keandalan untuk berdiri di atas krisis dan mengatasi disturbansi sosial merestorasi hubungan yang retak menjadi harmonis.

Keempat, Kekuatan Berpikir Ekonomi Entrepreneur. Orang Besar dengan Kekuatan berpikir ekonomi adalah kekuatan berpikir manfaat yang bersifat pragmatis. Pada sisi lain, kekuatan berpikir entreprenuer adalah keandalan berpikir berani, bersikap berani dan bertindak berani berdasarkan visi yang jelas untuk mengerjakan sesuatu hal pilihan unggulan yang membawa keuntungan (Ulangan 28:1-14; Kejadian 30:27). Kekuatan berpikir ekonomi entrepreneur selalu memberi nilai tambah yang membawa sukses yang memberikan manfaat lebih dari kehidupannya yang menghadirkan sejahtera yang dapat dinikmati banyak orang. Kelima, Kekuatan Berpikir Kerja.

Orang Besar dengan Kekuatan berpikir kerja adalah keandalan kerja untuk bekerja rajin secara efektif, efisien, sehat, optimal dan produktif yang ditandai kinerja tinggi serta berhasil (Amsal 31:10-31; Nehemia 2:20). Keandalan kerja ini menyebabkan ia akan selalu bertindak besar yang akan menghasilkan tuaian besar (Mazmur 126). Kesempatan baginya adalah kerja, kebiasaan adalah kerja, semangat adalah kerja, pikiran adalah kerja, dorongan motif adalah kerja, perilaku adalah kerja, tindakan adalah kerja, sehingga tidak mengherankan bahwa ia selalu produktif yang optimal dan berhasil dalam kerja.

Kesimpulan
Menjadi orang besar adalah menjadi orang yang tahu diri dan kenal diri dengan terus menjawab: “Siapa dirinya, mengapa ia ada, untuk apa, mau ke mana serta bagaimana.” Orang besar memiliki kematangan serta kedewasaan kepribadian dengan keandalan mengontrol dan memanfaatkan kekuatan pikiran positif guna menyikapi, melakukan dan menggapai hal-hal besar dengan sikap serta cara yang positif proaktif. Indikator dari orang besar antara lain adalah:

Pertama, Ia telah mengalami campur tangan TUHAN yang menghadirkan transformasi kehidupan, di mana hati, roh, jiwanya bersih dan terbuka menjadi positif.

Kedua, Ia telah dan terus bertumbuh ke arah kedewasaan serta kematangan mental dan moral, yang nyata dalam sifat, sikap, cara hidup, perilaku, kata serta perbuatan etis yang mengendalikan kehidupan secara dewasa.

Ketiga, Ia memilih bersikap benar dan adil dengan menghargai sesama yang menempatkan setiap orang pada tempat yang pas. Ia menghargai kapasitas, sikap, kata, perbuatan, cara kerja dan kontribusi dengan selalu memberikan apresiasi yang tulus, yang mencipta “team spirit” bagi sinergi yang kuat.

Keempat, Ia memahami bagaimana bersikap ekonomi entrepreneur dengan visi jelas, sikap pemberani dan keandalan bertindak ekonomis yang pragmatis yang membawa sukses.

Kelima, Ia rajin dan kuat bekerja. Ia terfokus dan bekerja terukur sehingga mendatangkan hasil kerja yang optimal yang membawa manfaat kepada banyak orang. Ia akan selalu optimis melihat kehidupan kini dan masa depan. “Ia tidak takut mandang masa depan, karena masa depan telah ditaklukkannya kini dan di sini.” Sekarang, “ia tinggal berjalan memasukinya untuk menikmati berkat masa depan.” Selamat bermental dan berpikiran besar sebagai orang besar yang gemar dan andal menaklukkan hal-hal besar sehingga membawa kebaikan besar. Kini Anda tinggal menetapkan siapa diri Anda sesungguhnya. TUHAN Kiranya memberkati!!!

Jakarta, Desember 2016
Salam Kepemimpinan
Yakob Tomatala

Leave a Reply