YT Leadership Foundation





tabur-tuai“Great Sowing – harvesting Principle in Leadership”

Prinsip Dasar
“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan sorak sorai”
(Mazmur 126:5).

Pengantar
Mentalitas kerja yang terbentuk “sebagai orang gajian” menyebabkan orang salah memahami hukum kerja dalam kepemimpinan. Di sini terlihat orang berpendapat, “kerja atau tidak kerja, tetap dapat gaji.” Dalam kaitan ini, Peter F. Drucker mengatakan, “Masa depan seseorang dapat diramalkan dengan melihat apa yang dikerjakan pada hari ini.” Pernyataan di atas menyiratkan bahwa kerja dan keberhasilan (masa depan) adalah “sebab akibat” (causality) yang dapat diramalkan. Dari sini dapat dikatakan bahwa kerja yang berkualitas dan berkuantitas lebih akan menghasilkan produk berkualitas dan berkuantitas lebih pula. Dengan demikian, seseorang tidak dapat mengharapkan “hal besar” terjadi, jika ia mengerjakan “hal kecil.” Karena menanam hal besar, menuai hal besar, sebaliknya menanam hal kecil, menuai hal kecil (Lihat: Hukum Equal Recompence” dalam web: www.yakobtomatala.com). Kini timbul pertanyaan, bagaimana mewujudkan keberhasilan kepemimpinan dengan “mengerjakan hal yang besar” sehingga menghasilkan dampak produk besar dalam keadaan seadanya?

PEMIMPIN HARUS MEMULAI DARI VISI BESAR
Visi Besar adalah Dasar bagi Kerja Besar. Visi dalam hal ini adalah memampuan untuk melihat dan merangkum “gambaran besar” tentang apa yang tergambar di masa depan untuk dicapai. Visi dalam kaitan ini menunjuk kepada aspek besar kecilnya kerja serta kadar keberanian sang Pemimpin. Visi besar selalu berbareng dengan keberanian besar. Keberanian besar terlihat pada “berani membeli kuali besar untuk tangkapan ikan besar.” Kebenaran kepemimpinan ini dapat dijelaskan dengan melihat dan memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini.

Pertama, PEMIMPIN DAN VISI KEPEMIMPINAN
Kerja besar diawali dari visi besar. Dampak dari visi besar dapat dicermati dari prinsip berikut. Satu, Visi Besar Melahirkan keberanian besar. Dua, keberanian besar melahirkan Semangat Besar. Tiga, Semangat Besar Melahirkan Semangat Besar. Empat, Semangat Besar Mentriger Kerja Besar. Luma, Kerja besar dalam jumlah besar menghasilkan produk besar. Di sini terlihat bahwa jika Pemimpin mengawali upaya kerja kepemimpinannya dengan visi besar, maka akan terlahir semangat besar yang mencipta kerja besar yang akan menghasilkan produk besar. Semua ini berawal dari visi yang memberikan otoritas, hikmat, kekuatan dan keberanian berpikir, bersikap serta bertindak dan kemauan baik untuk memimpin guna memberkati banyak orang.

Kedua, PEMIMPIN DAN KERJA KEPEMIMPINAN
Dalam menjalankan upaya memimpin dalam kepemimpinannya, Pemimpin dapat memulai bertindak besar, mulai dari apa yang ada. Hal ini ditopang dengan prinsip berikut. “Anda hanya dapat memulai dari apa yang ada.” Dalam bertindak dari apa yang ada, maka beberapa pendekatan yang perlu ditempuh ialah: Satu, Kerja Besar dalam perspektif yang menjelaskan bahwa Pemimpin melihat hal besar dari apa yang ada. Dua, Kerja besar dalam progres yang menjelaskan bahwa kerja dimulai dan ditekuni secara konsisten bertalu-talu. Tiga, Kerja besar sebagai hasil sebuah langka awal dari apa yang ada, yang akan menjadi besar sebagai konsekwensi kerja bertalu yang konsisten dan terdokus. Perlu disadari bahwa orang sering tidak menyadari bahwa apa yang ada padanya adalah “cikal hal besar yang akan terjadi” jika ia memulai dan bertindak secara konsisten bertalu-talu yang terfokus ke gambaran visi. Berani bertindak dan konsisten melalukan apa yang sudah dimulai akan menghasilkan hasil besar sesuai gambaran visi.

Ketiga, ORANG YANG DIPIMPIN DAN VISI SERTA KERJA KEPEMIMPINAN Pemimpin dengan visi besar yang berhasil membaginya kepada orang-orangnya memastikan bahwa hal besar pasti terjadi karena dilakukan oleh banyak orang. Lebih banyak orang yang terlibat dalam kerja memastikan bahwa akan ada lebih banyak hal yang terjadi. Jika Pemimpin mampu menggerakkan banyak orang maka ia sedang mewujudkan kerja melalui “BERTINDAK TERUKUR.” Berindak terukur memperlihatkan adanya aspek kerja berikut. Satu, Efektivitas sebagai Dasar Kerja Besar. Efektifitas menjelaskan bahwa Pemimpin sedang mengerjakan kerja benar. Dua, Efisiensi mendukung Kerja Besar. Efisiensi menjelaskan bahwa Pemimpin sedang mengerjakan pekerjaan benar dengan cara benar. Tiga, Hubungan Sehat Menjadi dasar bagi Kerja Besar. Hubungan sehat menjelaskan bahwa kepemimpinan sedang mewujudkan “semangat kerja sebagai tim.” Empat, Bersinergi mewujudkan tindakan besar. Bersinergi merupakan kerjasama dengan “Team Spirit” yang kuat. Lima, Bertindak simultan menghadirkan hasil besar. Bertindak simultan menjelaskan adanya gerakan kerja terpadu sehingga menghasikan dampak produktifitas besar. Kebenaran ini menjelaskan bahwa “jika kerja diwujudkan dengan mencucurkan air mata,” hal ini menjelaskan adanya “kerja keras yang konsisten dan bertalu-talu.” Dari sini sudah dapat diramalkan konsekwesi kerja, yaitu: “ada tuaian besar, yang dituai dengan sorak sorai!”

PROLOG:
Pemimpin yang berberani hati mengerjakan kerja besar adalah karena ada visi besar yang memberanikan, yang berani melibatkan orang-orang besar lain untuk bersinergi mengerjakan kerja besar secara simultan. Kerja besar sesungguhnya diawali dengan memulai dari apa yang ada, ditopang dengan visi, keberanian, semangat, kerja sama sinergis dan tidakan kerja sumultan yang konsisten bertalu ke fokus besar dari visi kepemimpinan. Dalam hal ini, tidaklah mengherankan jika pada akhirnya terjadi tuaian besar dalam kepemimpinan yang ditekuni. “Selamat menabur dengan visi besar, semangat besar dan kerja besar yang akan menuai hasil besar dalam jumlah serta kualitas.” Niscaya!!!

Jakarta, Oktober 2016
Salam kepemimpinan,
Yakob Tomatala

2 Responses to “TABUR TUAI BESAR DALAM KEPEMIMPINAN”

  • Julianto:

    Syalom Bapak
    Semoga Damai Sejahtra Selalu Melingkupi Kita Semua Dimana Pun Kita Berada.
    Saya iseng-iseng search tentang KEPEMIMPINAN di google,ketemu webnya Bapak.Saya tertarik akan materi-materi yang Bapak buat dan saya ingin mengikutinya.Mohon petunjuknya bagaimana saya bisa mengikuti pelajarannya Bapak.Profesi saya pelaut pak dan kebayakan hari-hari saya di kapal.
    Terima Kasih

  • Shalom Julianto:

    Saya mengabdi di STT Jaffray Jakarta. Bidang kajian dominan adalah Kepemimpinan. Jika berkenan, silakan lihat ulasan tentang Kepemimpinan dalam web ini, diawali dengan mempelajari artikel April 2008. Kiranya bermanfaat. TUHAN Yesus memberkati

    Salam doa,
    Bp. Yakob

Leave a Reply