YT Leadership Foundation





yaktom“Apapun juga yang kamu berbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk TUHAN dan bukan untuk manusia” (Kolose 3:23).

Pengantar
Istilah “etos” yang digunakan adalah khas “local term” yang maknanya adalah “etika-moral dalam kerja.” Makna rujukan istilah ini adalah “sikap etis moral yang seharusnya ada dalam kerja dan kepemimpinan dari setiap orang pada semua organisasi.”

DASAR ETOS PEMIMPIN

Dalam pandangan Kristen, Pemimpin ada sebagai Pemimpin, karena panggilan TUHAN Allah baginya (I Samuel 16:7; Markus 10:40-45). Panggilan TUHAN ini memberikan otoritas, keyakinan, kekuatan rohani serta semangat untuk mengisi kepemimpinan secara berkualitas. Panggilan dimaksud meneguhkan karakter dengan integritas kuat sebagai dasar bagi etika-moral yang konsisten (I Samuel 24:6-8; 27:7-10). Dari perpektif etos kerja, panggilan TUHAN adalah dasar untuk mengabdi sebagai Pemimpin yang harus dilakukan “seperti kepada TUHAN,” (Kolose 3:17,23), yang memberi nilai tambah bagi Pemimpin. Nilai tambah ini meneguhkan Pemimpin, sehingga ia menjadi “Pemimpin yang berbudi luhur, yang memimpin dalam kebenaran dan keadilan serta menghadirkan damai sejahtera bagi semua pihak” (Yesaya 32:8, 1-2, 17).

DOS AND DON’TS DARI ETOS PEMIMPIN

DOS – nya Etos Pemimpin
Kalau Anda adalah Pemimpin, ingat kebenaran ini:
Pertama, Anda ada di atas dan tempat Anda selalu di atas
Kedua, Anda memiliki kuasa melakukan apa saja yang Anda kehendaki
Ketiga, Anda adalah Visioner yang mampu melihat masa depan dengan mata elang
Empat, Anda dianggap Kompeten untuk memimpin
Lima, Anda berada di atas semua orang

DON’TS – nya Etos Pemimpin
Waspadalah, karena Anda adalah Pemimpin, janganlah abaikan kebenaran ini:

Pertama, Jangan mengatas-ataskan diri,  karena ini godaan awal untuk menjadi sombong. Anda akan kehilangan rasa hormat, integritas dan martabat sebagai Pemimpin sejati
Kedua, Jangan melakukan apa yang tidak membawa manfaat bagi organisasi dan orang yang Anda pimpin, karena Anda dapat melakukan apa saja, baik positif mau pun negatif, tetapi ingatlah bahwa Anda ada demi kepemimpinan dan orang Anda. Jangan abaikan harapan mereka.
Ketiga, Anda harus membuka mata orang yang Anda pimpin untuk melihat masa depan dan kemanfaatan bagi mereka serta bawalah mereka ke sana untuk menikmati harapan bersama.
Keempat, Anda harus membuktikan bahwa Anda kompeten dengan Integritas etika-moral teguh – karakter yang dewasa (SQ); Anda memiliki kapasitas pengetahuan komprehensif dan khas lebih sehingga Anda adalah narasumber (IQ); Anda memiliki kapabilitas sosial, teknik / kerja, ekolomi-entrepreneur (STEQ) sehingga Anda dapat membina hubungan-hubungan dan mengatatasi masalah, mencipta peluang-peluang. Anda dapat memanajemeni kepemimpinan dengan efektif, efisien, sehat dan peodukfif; Anda dapat membangun ekonomi dengan pendekatan entrepreneurship sehingga membawa keuntungan bagi organisasi.

Camkanlah ini: Integritas akan melindungi Anda karena karakter Anda mulia; Anda akan menjadi sandaran; Anda akan menjadi andalan karena kemampuan memimpin yang andal.
Kelima, Jangan berdiri di atas kepala orang- orang yang Anda pimpin. Anda harus memimpin mereka dari hati, berlandaskan kasih, dengan kekuatan kebenaran dan kebaikan. Anda harus menghargai: Pribadi setiap orang, kapasitasnya, cara kerjanya, kontribusinya dan selalu memberi apresiasi atas pencapaian setiap orang bagi kepentingan organisasi. Anda dengan ini sedang membangun Spirit Kepemimpinan sebagai suatu Tim.

Ingat, junjunglah mereka di atas kepala Anda, maka mereka akan memberi dukungan kepada Anda tanpa reservasi. Deo Volente, “Kepemimpinan Anda akan langgeng dan Anda akan finishing well” serta memberkati banyak orang.  Selamat meneguhkan diri sebagai Pemimpin sejati. Kiranya bermanfaat.

Surabaya, 29 Juni 2016
Yakob Tomatala

Leave a Reply