YT Leadership Foundation





Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan;” (Yesaya 33:6)

 Pengantar

Ada pernyataan yang berbunyi, “Setiap orang adalah arsitek dari kehidupannya sendiri.”[1] Apa makna dari pernyataan ini? Pertanyaan ini patut untuk disimak, karena pernyataan di atas memerlukan elaborasi berdasarkan beberapa alasan: Pertama, Kitab Suci Alkitab menegaskan bahwa TUHAN Allah adalah “Arsitek Agung setiap Kehidupan” karena Dia-lah yang membentuk setiap orang (Yesaya 42:6; 43:1; 44:2; 49:8; Yeremia 1:5). Kedua, Adanya teori “tabula rasa”[2] yang menggambarkan bahwa ada tangan-tangan yang menoreh kehidupan setiap orang di bawah kolong langit[3] dengan mekanisme pengalaman keseharian sepanjang hidup. Ketiga, Ada pendapat yang mengatakan bahwa “setiap orang dapat mengubah masa lalunya,”[4] di mana pernyataan mana dapat digugat, karena secara substansi, masa lalu semua orang telah terjadi dan tidak dapat dirubah oleh siapa pun. Dan lagi, dari segi waktu, dinamika waktu hanya memiliki satu dimensi, yaitu satu arah dan selalu akan berjalan ke depan, yang memberikan hanya satu kesempatan, yaitu masa kini. Namun, bisa dikatakan benar dari sisi sikap dan pikiran terhadap masa lalu, di mana setiap orang dapat mengubah masa lalunya sekarang dengan menyikapinya dan memikirkannya secara arif positif untuk menata perubahan kini ke masa depan. Keempat, Ada pada setiap orang tanggung jawab untuk membangun dirinya sendiri,  sehingga konsekwensi kehidupan baik positif mau pun negatif adalah merupakan pertanggungjawaban pribadi.

Mengaitkan gagasan “Menggubah wajah 2013” dan keempat alasan di atas serta menghubungkannya dengan Tahun Baru 2013 yang akan di masuki ke depan, maka dapat dikatakan bahwa setiap orang sesungguhnya dapat mengarsiteki kehidupannya sendiri, khususnya pada tahun 2013 untuk menjadikannya lebih baik dan lebih berhasil. Pada sisi lain, ada kenyataan bahwa mengarsiteki kehidupan masa depan yang akan tetap ditandai oleh kompleksitas pengaruh serta masalah baik internal mau pun eksternal dari segala sisi kehidupan, maka gagasasn “Mengubah wajah 2013” merupakan suatu langkah optimisme yang harus disikapi. Bagaimana kita mewujudkannya?

 

MENGGUBAH WAJAH 2013 DENGAN MENGADALKAN TUHAN. Langkah dasar terpenting untuk menggubah Tahun 2013 dan menorehnya dengan tinta emas adalah “Megandalkan TUHAN Allah” Pencipta Kehidupan yang berjanji bahwa “Masa keamanan akan tiba bagimu.” Alasan terkuat bagi kebenaran ini adalah bahwa hanya TUHAN sajalah yang Maha Mengetahui rancangan-Nya bagi setiap insan, untuk memberikan masa depan sejahtera penuh harapan (Yeremia 11:29). Di sini TUHAN sendirilah yang menjamin bahwa masa depan sejahtera ini adalah sesuatu yang sangat mungkin di dalam Dia, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” (Lukas 1:37).  Kebenaran ini menegaskan bahwa TUHAN Allah Sang Arsitek Agung Kehidupan di mana Ia menjamin bahwa Ia dapat melakukan yang tebaik sesuai dengan rancangan sejahtera-Nya bagi setiao orang. Namun pada sisi lain, setiap orang bertanggung jawab memberikan ruang bagi TUHAN Allah untuk mewujudkan kebenaran janji-Nya ini dalam kehidupannya.

Tanggung jawab ini dapat dilakukan dengan mengandalkan TUHAN (Yeremia 17:7-8),  yang menujukkan adanya dua aspek penting yaitu: Pertama, Adanya pemastian jaminan dari TUHAN Allah yang bersabda, “diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN.” Dalam hubungan ini dapat dikatakan bahwa kehidupan setiap orang yang mengadalkan TUHAN diberkati olehnya karena harapan kepada-Nya pasti akan terwujud sesuai janji-Nya. Kedua, Adanya pembuktian kadar iman, pengharapan, ketaatan, komitmen, dan dedikasi kepada TUHAN. Iman menegaskan bahwa ada dasar dan bukti bagi pengharapan kepada TUHAN (Ibrani 11:1) atas janji-Nya. Iman dan pengharapan kepada TUHAN ini memiliki jaminan kuat dari Allah sendiri bahwa semua yang diimani dan diharapkan akan terwujud, karena “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya” (Matius 9:23).

Iman dan ketaatan menegaskan tentang sikap menomorsatukan TUHAN Allah yang memastikan bahwa “orang percaya akan taat dan dari ketaatannya ia akan menyaksikan kebenaran pewujudan Perjanjian Berkat TUHAN (Covenant) bagi umat-Nya” (Ulangan 28:1-14). Komitmen kepada TUHAN menjelaskan tentang “janji hati untuk setia” (Mazmur 32:6-11), yang olehnya orang percaya akan melihat bahwa ia dikelilingi oleh kasih setia TUHAN yang terus mencukupkannya (Mazmur 37:25-26). Komitmen dan dedikasi menjelaskan tentang adanya penyerahan diri kepada TUHAN yang berjanji “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, karena Ia yang memelihara kamu” (I Petrus 5:7).

Dari sini dapat dipastikan bahwa kita dapat menggubah wajah masa depan di Tahun 2013 yang penuh ketidakpastian dan menjadikannya masa depan berkat dengan mengandalkan TUHAN yang memasikan bahwa “Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita” (Mazmur 60:12).

 

MENATA GUBAH TAHUN 2013 DENGAN SIKAP ARIF MELALUI TINDAKAN NYATA. Menata gubah kehidupan apa pun harus diawali dengan membangun kearifan, sebagai landasan meneguhkan hidup berintegritas yang bermartabat. Menghadapi kenyataan masa depan yang penuh dengan ketidakpastian yang ditandai kompeksitas kehidupan masa kini dengan seribu satu kerumitan yang ada padanya, Nabi Yesaya menyampaikan Sabda TUHAN, “kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan.”

Di sini ada penegasan bahwa masa depan yang tidak pasti hanya dapat disikapi serta diisi dengan sikap berhikmat dan arif. Kebenaran ini menegaskan bahwa dalam kondisi rumit masa kini dan ketidakpastian masa depan, ada penegasan TUHAN “Jangalah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi, …… (Yeremia 9:23-24).

Di sini dapat dipastikan bahwa orang yang dapat menggubah kehidupannya termasuk masa depannya adalah dia yang menyadari bahwa ia memerlukan hikmat serta kearifan dari TUHAN untuk menyikapi dan membangun kehidupan berintegritas yang bermartabat. Hikmat dan kearifan ini akan nampak dan terbukti dalam sikap takut akan TUHAN dengan menjauhi kejahatan (Ayub 28:28) yang menjelaskan bahwa ia adalah orang yang berakal budi, manusia berkualitas, yang memiliki kekuatan etika moral andal. Orang yang berakal budi seperti ini adalah dia yang memiliki integritas, yang hidup dalam kehidupan berkualitas dengan sikap yang perpuji. Sikap hidup seperti ini didukung oleh jaminan TUHAN Allah bahwa “… orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian” (Yesaya 32:8), di mana ia akan hidup dalam damai, ketentaraman dan ketenangan yang pasti (Yesaya 32:17).

Jaminan pasti bagi mereka yang hidup dalam kehidupan berkualitas seperti ini ditegaskan TUHAN dalam Sabda-Nya, bahwa “Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jagan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan, dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubuh di atas batu bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin” (Yesaya 33:15-16). Berdasarkan kebenaran ini sudah dapat dipastikan bahwa mereka yang berhasrat membangun kehidupan berkualitas harus membangunnya di dalam TUHAN, sumber kuasa dan himat.

Dengan demikian, kehidupan yang dibangun seperti ini memberikan jaminan kualitas yang ditandai dengan adanya integritas etika dan moral tinggi yang memberikan kekuatan bagi kehidupan nyata yang harus dibuktikan saat kini dan di masa depan. Alasan terkuat bagi kebenran ini adalah bahwa manusia berintegritas sajalah yang dapat bertahan menghadapi gejolak dan gelombang tantangan kehidupan apa saja, di mana saja dan kapan saja.

Melalui kebenaran di atas, dapatlah dipastikan bahwa dari kehidupan seperti inilah bisa diharapkan akan adanya tindakan nyata berkualitas dalam membangun kehidupan secara utuh. Di sini dapat ditegaskan bahwa dari kehidupan berkualitas dengan integritas tinggi yang ditandai adanya kebiasaan berkualitas, sifat berkualitas, sikap berkualitas, pikiran berkualitas, perasaan berkualitas, kehendak berekualitas, kata berkualtias, cara berkualitas, dan tindakan berkualitas sebagai dasar untuk menghasilkan apa pun yang berkualitas.

Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa “masa depan berkualitas akan ditandai dengan adanya hasil sukses berkualitas apabila dibangun di atas kehidupan berkualitas dengan integritas tinggi.” Dari kehidupan berintegritas ini, akan ada kepercayaan dan pemercayaan yang pasti di mana ada keberanian untuk memulai, kekuatan untuk bertindak dan kepiawaian untuk bekerja yang dapat menghasilkan sukses dengan produk yang bernilai guna.

 

REFLEKSI

Adalah jelas bahwa siapa pun dapat mengarsiteki perubahan signifikan dalam segala segi hidupnya apabila ia memulai dengan menggubah kehidupannya. Kitab Suci Alkitab memberikan jaminan, bahwa “…. siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (II Korintus 5:17). Kenyataan ini seharusnya menggugah untuk menyadari bahwa setiap orang yang hakikat hidup yang telah dibaharui TUHAN telah mengalami perubahan hati/ roh/ jiwa menjadi baru, yang haruslah diikuti oleh adanya perubahan kebiasaan, sifat, sikap, pikiran, perasaan, kehendak, kata, cara  dan tindakan menjadi lebih berkualitas.

Dari sini dapat dikatakan bahwa kehidupan apa pun dapat digubah dengan adanya gubahan hidup yang telah mengalami pembaharuan kehidupan dari TUHAN. Gubahan dan pembaharuan hidup ini memberikan kuasa, kekuatan serta tanggung jawab penuh untuk menggubah kehidupan menjadi lebih baik, lebih maju, lebih berhasil dan lebih berjaya yang diwujudnyatakan melalui sikap mengandalkan TUHAN Allah yang telah membaharui kehidupan menjadi lebih berintegritas dan hidup dengan berhikmat serta arif melakukan tindakan nyata merangkai pembaharuan masa depan yang pasti datang sepasti datangnya Tahun Baru 2013.

Karena itu, terimalah ajakan saya untuk menjadi arsitek kehidupan dengan menggubah Tahun 2013 melalui gubahan hidup dari TUHAN yang meneguhkan untuk menggubah masa depan berjaya dan sukses. Untuk menjadi “arsitek kehidupan,” kita dapat memulai Tahun 2013 dengan bertekad ucap bersama Nehemia guna mengatakan, “Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami hamba-hambanya, telah siap untuk membangun” (Nehemia 2:20). Camkanlah, bahwa “Keberhasilan akan datang sepasti tindakan apa pun yang dilakukan bersama TUHAN.” Selamat Menggubah Tahun 2013 menjadi Tahun Keamanan dan Kejayaan di dalam TUHAN.

 

Salam doa,

Pdt. Dr. Yakob Tomatala

 



[1] Pernyataan seperti ini bukanlah hal yang baru, orang lain mungkin sudah mengatakannya sebelumnya. sebagai contoh, lihat: Google: mobile.twitter.com/anakjugamanusia/status/2665.…..” Bila kutipan seperti ini pernah ada, maka ini bukanlah duplikasi dsb., hanya kebetulan sama, karena tidak ada yang baru di bawah langit (Lihat: Pengkhotbah 1:9).

[2] Lihat: en.wikipedia.org/wiki/Tabula_rasa#Science. Tabula rasa meaning blank state in Latin, is the epistemological theory that individuals are born without built-in mental content and that their knowledge comes from experience and perseption.

[3] Lihat: Yahoo! Voices – voices.yahoo.com/education-john-locke … yang menegaskan bahwa: “The mind at  birth possesses no innate ideas. The mind of man is “tabula rasa” or blank state at birth, upon which is impressed many sense impressions. All knowledge proceeds experince. As the mind stores up the variety of sense impressions, associations occur which provide new knowledge.

[4] Pernyataan ini dikemukakan oleh Motivator Mario Teguh dalam MTGW Episode tanggal 30 Desember 2012.

2 Responses to “PERENUNGAN TAHUN BARU: MENGGUBAH WAJAH 2013”

  • Selfiana Yanita Tacoy:

    Shalom Pak Yopi,
    Terima kasih buat renungannya yang sangat memberkati saya dalam memasuki tahun yang baru ini. GBU

  • Shalom Ibu Selvi:

    Terimakasih atas responnya. Kiranya TUHAN Allah memakai artikel dalam web ini untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

    Salam doa,
    Bp Y. Tomatala

Leave a Reply