YT Leadership Foundation





Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN” (Yeremia 17:7).

PENGANTAR

Apa dan siapa menjadi tumpuan andalan Anda? Apakah Anda sungguh mengandalkan orang-orang yang ada di sekitar Anda? Apakah benar mereka dapat diandalkan? Apakah mereka andalan utama Anda? Dapatkah Anda memperkirakan dampak yang akan terjadi dari mengandalkan apa dan siapa itu? Tentu Anda akan terusik dengan pertanyaan-pertanyaan di atas ini, karena semuanya mengganggu Anda untuk memikirkan ulang siapa orang-orang yang ada disekitar Anda serta sejauh mana harkat dan kapasitas mereka yang olehnya mereka dapat menjadi andalan Anda.

Perlulah disadari bahwa semua pertanyaan ini bertujuan untuk mendorong Anda guna memastikan apakah sungguh benar orang-orang Anda siap untuk melakukan hal besar bersama Anda. Kebenaran ini begitu penting, mengingat bahwa ada saja orang yang datang dengan motif dan mentalitas ekonomi, dibarengi sikap mental  – buruh, kuli, pencari nafkah yang menunggu gajian pada akhir bulan.

Mereka ini adalah orang-orang yang tidak mandiri, yang punya sikap serba bergantung kepada Anda. Mereka juga adalah orang-orang yang akan sukar menangkap visi kepemimpinan Anda. Dan lagi ada pula yang datang dengan metalitas psikologis negatif, ditandai dengan – karakter penjilat, pencari untung, pencari muka, pencari nama, pencari peluang merampok, dan seterusnya. Mereka ini bermuka dua. Kalau Anda di atas, mereka mendekat mencari untung. Tetapi jika Anda di bawah, mereka lari meninggalkan Anda sendirian, kesepian, berjuang sendiri, megap-megap dan amblas. Tentu ada pula yang memiliki hati serta sikap tulus, tidak dapat dipungkiri. Namun, siapa sesungguhnya yang dapat diandalkan dalam kepemimpinan yang menghasilkan dan menjamin keberlangsungan keberhasilan kepemimpinan Anda itu? Simaklah!

  1. MENGANDALKAN SESUATU ADA DASARNYA. Mengapa Anda mengandalkan dan tidak mengandalkan seseorang, tentu ada alasannya. Anda tentu tahu tentang apa, siapa dan mengapa Anda mengandalkan apa itu, termasuk mengandalkan seseorang. Apa dan siapa yang Anda andalkan menjelaskan tentang isi pemahaman tentang apa andalan Anda dan siapa yang menjadi subjek sandaran Anda. Anda tentu tahu, alasan mengapa Anda mengandalkan apa, mau pun siapa itu. Pada sisi lain, pertanyaan yang paling mendasar ialah, mengapa sesungguhnya Anda mengandalkan seseorang dan tidak mengandalkan yang lainnya. Paling tidak, landasan untuk mengandalkan apa dan siapa menjelaskan tentang keyakinan Anda, bahwa yang diandalkan itu adalah kuat, ia dapat dipercaya dan dapat menolong Anda. Kalau Anda mengandalkan TUHAN Allah, itu karena Anda yakin bahwa IA lebih kuat dari apa dan siapa pun, Ia lebih kuat dari Anda dan Ia-lah yang dapat menolong Anda secara pasti dan tuntas (Yeremia 17:7-8). Sedangkan bila Anda mengandalkan atasan atau bawahan Anda, itu karena Anda yakin bahwa setidaknya Anda akan memperoleh kemanfaatan atau pun keuntungan dari mereka. Anda tentu tidak mengandalkan orang yang akan merugikan diri Anda, apa lagi nanti menciderai Anda. Ada beberapa prinsip dasar umum tentang apa dan siapa selain TUHAN yang menjadi persandaran yang menjadi andalan yang dapat ditekankan di sini. Prinsipitu adalah antara lain: Pertama, persandaran itu memiliki potensi berupa kekuatan yang dapat diandalkan. Kedua, persandaran itu memiliki kekuatan yang dapat memberi dukungan dan mendukung. Ketiga, persandaran itu memiliki kemanfaatan yang berguna. Keempat, persandaran itu memiliki kemanfaatan dan kegunaan yang membawa keuntungan (keberhasilan). Kelima, persandaran itu memberikan kekuatan tambah (reinforcement) sebagai pendorong bagi Anda, sehingga Anda memiliki kemampuan dan keyakinan yang menegakkan Anda untuk terus maju dengan semangat tinggi, sekalipun Anda berada di tengah tantangan serta ancaman kehidupan.
  1. MENGANDALKAN ITU BERSANDAR DAN MEMPERCAYAI. Kalau Anda mengandalkan apa dan siapa saja, itu berati Anda bersandar kepadanya. Persandaran itu adalah karena Anda yakin Anda mengetahui tentang apa dan siapa sandaran Anda tersebut. Paling tidak, Anda tahu bahwa ada sesuatu padanya yang olehnya Anda dapat menyandarinya. Pada sisi lain, Anda tentu tidak akan bersandar pada tongkat yang rapuh yang tidak dapat menopang diri Anda. Kalau Anda bersandar, maka Anda tentu sudah dapat menduga akibatnya, yaitu Anda akan tertolong. Mengandalkan yang bersandar itu pada dasarnya merupakan pilihan khusus yang utama bagi Anda. Sikap ini menjelaskan bahwa Anda telah memilih yang ini untuk menjadi persandaran dan Anda bersandar padanya, dan bukan bersandar pada yang lain itu. (Lihat Amsal 11:28; 27:24a; Yeremia 9:23-24). Di sini ada kaitan bahwa Anda mengandalkan karena Anda mempercayai. Mempercayai secara khusus memiliki dua sisi. Pertama, Anda percaya bahwa apa dan siapa itu kuat, dapat menjadi andalan dan persandaran Anda guna menjawab kebutuhan Anda. Kalau Anda bersandar, ini menandakan bahwa Anda mempercayai sandaran Anda itu. Kedua, mempercayai berarti menyerahkan diri kepada apa dan siapa itu, karena Anda tahu bahwa apa dan siapa itu dapat menjamin apa yang Anda hasratkan. Bersandar yang mengandalkan dalam perspektif mempercayai ini menjelaskan bahwa Anda meletakkan prioritas kepercayaan Anda kepada apa dan siapa yang diandalkan itu.
  1. MENGADALKAN MEWADAHKAN PENGHARAPAN DAN MEMPETARUHKAN KEBERHASILAN. Mengandalkan juga berati Anda menaruh pengharapan lebih kepada apa dan siapa yang merupakan andalan Anda. Menaruh pengharapan lebih berarti bahwa Anda yakin penuh akan apa dan siapa sebagai “pasti dapat mewujudkan impian dan keinginan Anda.” Keyakinan ini menyebabkan Anda bertumpuh sepenuhnya kepada apa dan siapa yang diandalkan itu. Bertumpuh dalam artian ini menjelaskan bahwa Anda menaruh harapan Anda sepenuhnya kepadanya (Yeremia 29:11; Amsal 23:17-18; Ibrani 11:1). Pada akhirnya, mengandalkan berarti Anda mempetaruhkan semua harapan kehidupan Anda, termasuk keberhasilan Anda pada apa dan siapa itu. Mempetaruhkan hidup seperti ini berarti Anda telah membuat suatu pilihan dan keputusan bahwa apa dan siapa itu sajalah yang pasti dapat memenuhi hasrat, menjawab kebutuhan, dan membawa harapan Anda menjadi kenyataan berhasil. Di sini terletak faktor krusial dalam pengandalan ini. Anda tentu tidak mau terjebak dalam “gambling pengandalan,” karena mengandalkan berarti Anda sedang mempetaruhkan keyakinan, persandaran, kepercayaan dan harapan Anda kepada apa dan siapa itu.

PERENUNGAN:

Anda tentu telah menyimak dan mencermati uraian tentang apa dan siapa yang patut menjadi Andalan Anda seperti yang telah dibentangkan di atas. Anda tentu “tidak mau mematahkan kaki sendiri serta meminum racun, (Amsal 26:6)” karena itu cobalah pastikan sikap pengandalan Anda dengan merenungkan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

  • Bisakah Anda memastikan apa sesungguhnya alasan mendasar bagi Anda untuk mengandalkan apa dan siapa itu?
  • Sadarkah Anda bahwa mengandalkan berarti Anda sedang bersandar kepada apa dan siapa itu?
  • Apakan Anda memahami bahwa mengandalkan berarti Anda sedang mempercayai penuh akan apa dan siapa itu dan bisakah Anda membayangkan dampak dari mengadalkan seperti ini?
  • Dapatkah Anda melihat secara jernih bahwa bila Anda mengandalkan maka Anda sedang meletakkan harapan penuh pada apa dan siapa itu dan apakah harapan Anda dapat terpenuhi?
  • Cobalah pastikan bahwa dapatkah pengandalan dan persandaran Anda akan apa dan siapa itu menjamin keberhasilan hidup serta karir Anda? Apakah Anda dapat mengandalkan orang Anda?

CATATAN:

  • Lihat lagi uraian terdahulu mengenai: “Apakah Anda mempercayai orang-orang di sekitar Anda?”

Selamat mengadalkan secara benar demi keberhasilan kepemimpinan Anda!!!

Salam dan doa,

Dr. Yakob Tomatala

Leave a Reply