YT Leadership Foundation





Archive for July, 2010

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekejaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di depan orang hina ” (Amsal 22:29).

PENGANTAR

Ada pernyataan menarik, “jangan mengharapkan bahwa sesuatu akan terjadi apabila Anda tidak melakukan apa pun.” Kalau begitu, dengan tidak melakukan apa-apa, tidak ada apa-apa yang terjadi. Dan dapat juga dikatakan bahwa, dengan tidak melakukan apa-apa maka sesuatu sedang terjadi, yaitu, tidak terjadi apa-apa. Pernyataan di atas menyiratkan kebenaran bahwa “ada tempat bagi kerja, ada waktu bagi kerja, ada peran bagi kerja, ada guna bagi kerja.” Di sini dapat ditegaskan bahwa dengan bekerja sajalah maka Anda akan melihat ada sesuatu yang terjadi. Sesuatu yang terjadi ini dapat berupa proses, mulai berjalanberakhir dan produk dari kerja, yang dapat dilihat serta dipahami dari berbagai sudut pandang. Dalam kaitan dengan kepemimpinan, kerja bagi pemimpin adalah “upaya memimpin” (leading attempt). Upaya memimpin ini merupakan tugas dan peran penting yang harus dilaksanakan oleh setiap pemimpin. Pemimpin yang melaksanakan upaya memimpin berati ia sedang bekerja dengan memimpin. Dalam hubungan dengan upaya memimpin ini, pemimpin yang memimpin berpikir, bersikap berkata dan bertindak sebagai pemimpin, karena memimpin adalah kerjanya pemimpin. Read the rest of this entry »

Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan” (Amsal 16:23).

PENGANTAR

Pernahkah Anda mengevaluasi kata-kata yang Anda ucapkan atau yang Anda dengar? Apakah kata-kata itu menyenangkan atau menyakitkan? Tahukan Anda bahwa semua itu karena kata-kata itu bertuah dan berkuasa yang nampak pada dampaknya? Apakah benar kata-kata Anda sebagai pribadi mau pun sebagai seorang pemimpin itu bertuah dan berkuasa? Apa bukti bahwa kata-kata seorang pemimpin itu bertuah dan bekuasa? Apa makna dari penyataan “kata bertuah dan berkuasa” ini? Coba renungkan pernyataan berikut ini, “Anda adalah apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda katakan, dan apa yang Anda lakukan.[1] Implikasi dari pernyataan ini adalah, pikiran Anda menjelaskan siapa Anda sesungguhnya, kata-kata yang Anda ucapkan mengungkapkan isi hati Anda, dan tindakan Anda menyatakan maksud Anda yang sebenarnya. Kebenaran pernyataan di atas dilukiskan oleh Penulis Amsal yang menegaskan, “Anak-anak pun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakukannya” (Amsal 20:11). Read the rest of this entry »