YT Leadership Foundation





Posts Tagged ‘refleksi natal’

Natal membawa Transformasi membangun Indonesia Baru yang Autentik Konkrit

 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (II Korintus 5:17).

PENGANTAR

Natal 2012 kita masuki dan syukuri dalam kondisi kekinian yang semakin rumit dan kompleks karena berbagai kemelut. Kompleksitas ini ditandai oleh kenyataan eksternal dan internal mulai dari bencana alam beruntun, pertentangan lini vertikal antar kekuasaan pusat – daerah, pertikaian horisontal antar strata dan kelompok masyarakat, persoalan organisasi, ekonomi, bisnis, rumah tangga sampai pada kerumitan hidup setiap individu.

Dalam kondisi kekinian seperti, kita merajut Tema Natal 2012 “INDONESIA BARU” untuk disyukuri serta diperjuangkan. Meresponi kenyataan ini, adalah bijak bagi kita untuk bertanya, “Apa sesungguhnya makna Indonesia Baru bagi kita, baik sebagai kelompok, mau pun sebagai individu? Apa makna Indonesia Baru bagi kita menjalani kondisi kekinian di Tahun 2012 ini menyongsong Tahun Baru 1013 yang akan datang? Bagaimana kita menyikapi tema natal ini baik secara implisit  mau pun secara eksplisit? Read the rest of this entry »

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal , supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16)

PENGANTAR

Natal telah sisyukuri orang Kristen 2012 tahun lebih. sebagai konsekwensinya, Natal sudah dipatenkan dan dianggap ekskulif Kristen belaka. Natal yang eksklusif Kristen ini beranjak dari pandangan bahwa Natal adalah suatu hari raya agama semata. Namun, patut dipertanyakan, apakah benar, bahwa Natal itu eksklusif Kristen dan sekedar salah satu dari hari raya-hari raya agama? Atau, ada makna lain yang terkandung di dalam Natal itu. Read the rest of this entry »

Lihatlah Aku menjadikan segala sesuatu baru” (Wahyu 21:5b)

PENGANTAR

Natal kita rayakan ditengah kenyataan meredupnya gaung REFORMASI yang telah bersusia lebih dari satu decade. Tatkala mengadakan evaluasi mengenai gerakan reformasi yang bergulir sejak tahun 1998, setidak-tidaknya ada tiga pendapat yang dapat dikemukakan, yaitu antara lain: 1. Penilaian optimistik yang mengetengahkan bahwa reformasi telah berhasil dengan segudang bukti, antara lain tegaknya demokrasi, adanya keterbukaan, tingkat kehidupan ekonomi Negara semakin menguat, dan sebagainya. 2. Penilaian pesimistik yang mengatakan bahwa reformasi gagal total, dengan mengetengahkan sejumlah alasan antara lain, hukum belum dijunjung tinggi, korupsi masih mearajalela, kesejahteraan rakyat masih terabaikan, dsb; dan 3. Penilaian oportunistik yang mengetengahkan sikap: setuju OK, tidak setuju OK, yang penting kepentingan terpenuhi, apapun kondisinya. Penilaian ini sangat bersifat egoisme, yang dijetuskan oleh mereka yang selalu mengail di air keruh, mengail di tambak orang, dengan slogan, “yang penting saya, masa bodoh dengan yang lain, yang penting bukan saya yang menjadi korban.” Read the rest of this entry »

Terang yang sesunguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia” (Yohanes 1:9).

PENGANTAR

Natal 2010 kita syukuri dalam kondisi dunia yang semakin gelap karena berbagai kemelut, mulai dari bencana alam beruntun, pertikaian antar strata dan kelompok masyarakat, persoalan rumah tangga sampai pada kerumitan hidup setiap individu. Read the rest of this entry »