Archive for the ‘Karakter Kepemimpinan’ Category
MENAKAR KEABSAHAN DIRI SEBAGAI PEMIMPIN ROHANI
“… kamu yang rohani, harus memimpin orang … ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut …” (Galatia 6:1b).
PENGANTAR
Seorang pemimpin yang sejati, tahu siapa dirinya, mengapa ia ada, di mana ia berada, ke mana ia akan pergi, dan apa yang akan dicapainya. Kebenaran ini menegaskan bahwa sejatinya, seorang pemimpin harus tahu apa yang menyebabkan ia ada dan berada serta mengapa ia ada sebagai pemimpin. Hal ini menjelaskan tentang beberapa pertanyaan penting, antara lain., Pertama, apa landasan bagi legitimasi kepemimpinannya yang memberikan otoritas serta keyakinan kepadanya untuk menjadi pemimpin. Read the rest of this entry »
MENEGUHKAN DIRI MENJADI PEMIMPIN VISIONER
“Dalam tahun ………. aku melihat TUHAN duduk di atas tahta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubahnya memenuhi Bait Suci” (Yesaya 6:1).
Pengantar
Apa sesungguhnya visi itu? Apakah visi itu adalah monopoli dari orang yang disebut visioner saja? Ada yang berkata bahwa pemimpin visioner sajalah yang memiliki visi, sedangkang visi itu tidak ada pada orang kebanyakan. Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Read the rest of this entry »
ENTREPRENEUR SEJATI
“Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam”
(Amsal 31:17-18).
PENGANTAR
Istilah entrepreneur dan entrepreneurship sangat populer belakangan ini. Dalam memahami entrepreneur dan entrepreneurship, kita perlu bertanya, “siapa dan apa sesungguhnya entrepreneur dan atau entrepreneurship itu, serta apa hubungannya dengan wirausaha atau kewirausahaan?” Secara umum, entrepreneur telah dipadankan dengan wirausaha, dan entrepreneurship telah dipadankan dengan kewirausahaan, yang cenderung berkaitan hanya dengan dunia bisnis[2] dan pelaku usaha bisnis. Setelah mengadakan pengkajian yang lebih terbuka terhadap entrepreneur dan entrepreneurship, penulis menghasilkan kesimpulan bahwa setiap orang yang sukses sampai ke puncak, sesungguhnya adalah dia yang memiliki jiwa entrepreneur.[3] Menguraikan pokok seputar Entrepreneur Sejati, maka ada tiga hal yang akan dibahas, yaitu antara lain: Satu, Memaknai Entrepreneur dan entrepreneurship; Dua, Ciri-ciri entrepreneur; dan Tiga, Membangun budaya entrepreneurship. Read the rest of this entry »
APAKAH BENAR SABAR ITU MENGUNTUNGKAN
“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota” (Amsal 16:32).
PENGANTAR
Sabar? Sabar sepertinya memberi indikator kalah, menurut pandangan sementara orang. Kata sabar ini bisa menjengkelkan bagi yang tidak menyukai dan melawannya. Karena, sabar mengekang jiwa dan membakar emosi, yang bila tidak diledakkan akan menggetirkan diri. Betapa tidak, pada sisi lain, orang yang sabar sering dianggap kalah, rendah, tidak memiliki kekuatan dan seterusnya. Karena itu, sabar itu adalah hal yang memalukan. Inilah dia. Sabar sudah diberikan arti yang “keliru dan sumbang.” Mengapa? Sabar telah diberi bobot negatif, pesimis dan permisif. Read the rest of this entry »
SYAHADAT KEPEMIMPINAN YESUS KRISTUS
“Yang mau hidup harus mati, yang tidak kalah tidak akan menang. Lebih dahulu merasakan hati yang hancur, barulah batin merasa senang”
(“Yang mau hidop harus mati, yang seng kalah, seng manang. Dolo rasa picah hati, baru batin pun sanang”)
Kutipan yang diingat dari: Mazmur dan Tahlil
Anda harus mati untuk hidup
“Pemimpin sejati adalah pemimpin pemberi hidup, karena itu, ia harus hidup untuk dapat memberi hidup”
Kalau ia memberi hidup, ia akan disalah-mengerti dan dituduh mencari muka, mencari nama
Bagaimanapun juga, ia harus tetap memberikan hidup untuk memberi hidup Read the rest of this entry »
MEMBANGUN SIKAP: MENGAPA HARUS MENJADI PEMIMPIN PEMBAWA DAMAI
“Berbahagialah orang yang membawa damai….” (Matius 5:9a)
PENGANTAR
Damai, peace adalah kata yang merupakan dambaan semua orang. Namun, apa sesungguhnya makna damai itu, dilihat dari sisi hakikat, sifat dan dinamikanya? Menjawab pertanyaan ini, dapatlah dikatakan bahwa secara hakikat, damai adalah “a state of peaceful” yang holistik dengan sifat dan dinamikanya yang kuat. Damai secara substansial adalah keadaan sejahtera yang penuh (whole/ holistic) yang dibangun di atas dan di dalam kebenaran (Yesaya 32:17). Damai yang substansial ini sifatnya teguh karena melekat pada harkat Allah dan atribut-Nya, yang olehnya kehadiran-Nya adalah kehadiran damai, karena IA adalah sumber damai sejati. Dengan demikian, tatkala Allah hadir dalam kehidupan dan pengalaman setiap orang, maka di situ ada damai dalam arti yang sebenarnya (Yohanes 8:31-32). Read the rest of this entry »
AWAS, PEMIMPIN JANGAN MEMBIARKAN DIRI DIJILAT-JILAT
“Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya” (Amsal 29:5).
PENGANTAR
Kepemimpinan melibatkan banyak orang, mulai dari pemimpin puncak dan para pemimpin, para manajer, para administrator serta semua bawahan. Orang-orang ini terhimpun dalam suatu organisasi yang juga melibatkan berbagai kepentingan. Kepentingan-kepentingan ini dapat digolongkan dalam dua sisi, yaitu 1. Kepentingan organisasi, yang merupakan kepentingan utama, kepentingan bersama yang harus diutamakan. 2. Kepentingan pribadi, dari setiap unsur manusia terkait dalam organisasi. Untuk kepentingan pertama, orang cenderung membuktikan secara umum bahwa mereka mementingkan organisasi dengan “bekerja keras” misalnya. Namun, soal pementingan kepentingan organisasi ini akan teruji dengan mencaritahu sejauh mana kepentingan pribadi terkait di dalamnya. Dalam hubungan inilah akan terlihat siapa sesungguhnya yang memperjuangkan kepentingan organisasi dan siapa sesungguhnya yang pemperjuangkan kepentingan pribadi. Pada sisi yang kedua inilah akan terbukti siapa pejuang organisasi yang sejati, siapa manusia asal jadi, siapa penggembira, siapa penonton, dan siapa penjilat. Mencermati semua ini, kini muncul pertanyaan, “apakah pantas bagi pemimpin membiarkan dirinya dijilat-jilat oleh penjilat?” Marilah kita simak bersama:
SEBERAPA PENTINGNYA KOMITMEN DALAM KEPEMIMPINAN
“…. kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati ” (Ester 4:16d).
PENGANTAR
Komitmen kepemimpinan merupakan faktor penting yang meneguhkan pemimpin dan orang yang dipimpin dalam suatu organisasi menjalani tanggung jawab kepemimpinan yang diembannya. Apa sesungguhnya komitmen itu dan apa hubungannya dengan keberhasilan kepemimpinan? Istilah komitmen atau commitment berasal dari kata commit, committen (istilah Latin, commitere) yang berarti to bring together.
Istilah ini berakar dari kata com yang berarti together, dan mittere yang artinya to send. Istilah komitmen di sini lebih berarti sedang membawa bersama, atau sedang memeteraikan bersama, atau berjanji bersama untuk melakukan sesuatu yang dianggap penting dan merupakan kepentingan bersama. Read the rest of this entry »
TUJUH AKSIOMA PEMIMPIN AUTENTIK
“Orang yang hidup dalam kebenaran, ….. dialah sperti orang yang tinggal di tempat aman di tempat-tempat tinggi, ” (Yesaya 33:15-16; daniel 12:3).
Tujuh aksioma kepemimpinan autentik adalah the non-negotiable principles yang harus dipahami dan ada pada seorang pemimpin guna menopangnya mewujudkan kepemimpinan yang sejati. Faktor pemimpin adalah wajib ada dalam kepemimpinan, dimana aksioma ini menempatkan 5 hukum (1-5) yang berkepentingan dengan pemimpin, 1 hukum (6) bekaitan dengan kepentingan hubungan-hubungan, dan 1 hukum (7) berkaitan erat dengan pelaksanaan tugas kepemimpinan.
- PANGGILAN KEPEMIMPINAN. Pemimpin harus dengan rendah hati menerima dan memegang keyakinan kuat bahwa ia dipanggil serta terpanggil TUHAN Allah (leadership calling) untuk masuk ke dalam tugas kepemimpinan yang pasti (Yeremia 1:5), yang diteguhkan dengan kuasa kepemimpinan (leadership power) yang pasti, serta visi, misi, dan fokus yang pasti, guna mengambil tanggungjawab kepemimpinan yang pasti. Keyakinan ini harus didukung oleh pemahaman bahwa sebagai pemimpin, ia dipanggil TUHAN Allah untuk terlibat dalam kepemimpinan (Markus 10:41-42). Pemimpin harus dapat berkata: “Saya yakin TUHAN memanggil dan menempatkan saya dalam tugas kepemimpinan ini, IA memberikan potensi tinggi kepada saya, untuk menjalankan kepemimpinan dengan benar, baik, dan sehat mewujudkan sukses sejati.” Read the rest of this entry »
MEMBANGUN SIKAP: MENJADI PEMIMPIN ADALAH SUATU KEHORMATAN
“Jikalau tidak ada pimpinan jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasehat banyak keselamatan ada” (Amsal 11:14).
PENGANTAR
Apakah benar bahwa seseorang yang menjadi pemimpin adalah suatu kehormatan baginya? Pertanyaan ini menarik untuk disimak, dalam upaya meneguhkan setiap orang yang menjadi pemimpin bijak, guna menjalankan kepemimpinannya secara penuh berkat dan langgeng.
- MENJADI PEMIMPIN ITU KEHORMATAN ATAS PANGGILAN TUHAN ALLAH. Seseorang yang menjadi pemimpin adalah kehormatan karena panggilan dari TUHAN Allah. Kebenaran ini menegaskan bahwa seseorang yang menjadi pemimpin adalah dia yang punya tempat khusus dalam rencana Allah untuk menjadi pemimpin (Yeremia 1:5; Matius 20:23; Markus 10:40; Yohanes 3:27; Banding sebagai contoh: Keluaran 2:23-4:17; Yosua 1:1-18; I Samuel 3:1-4:1a; 16:1-13; dsb). Pemimpin yang terpanggil ini memiliki tempat khusus dalam rencana Allah, yang olehnya ia patut mensyukurinya. Dengan demikian, pemimpin yang memimpin secara sadar bahwa ia terpanggil dan dipercayai TUHAN, maka ia akan bersikap menghargai kepemimpinan pemberian TUHAN itu. Di sini pemimpin harus terus bertanya, apakah TUHAN senang dengan hidup saya dan kepemimpinan saya? Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk terus membenahi hubungan dengan TUHAN. Read the rest of this entry »



