YT Leadership Foundation





Archive for October, 2010

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” (Amsal 17:17)

PENGANTAR

Anda tentu telah mendengar kata “mentor” dan “mentoring.” Apa sesungguhnya makna dari istilah-istilah ini? Istilah mentor, diangkat dari nama diri sahabat karib Odyseus[1] dan Telemachus, yang namanya Mentor yang dimaknakan sebagai “a wise friend” (sahabat yang bijak) dan “faithful counselor” (konselor yang setia). Berdasarkan pemaknaan dasar kata mentor inilah, maka dapat dikatakan bahwa mentoring adalah “proses membangun persahabatan yang diwujudkan di atas sikap bijak, setia dan dapat dipercaya sebagai dasar untuk memberikan pendampingan, konseling atau pembimbingan.” Berlandaskan konsep ini, mentor haruslah seseorang yang dapat membuktikan diri sebagai sahabat yang arif dan setia, yang dinyatakan melalui pembuktian diri sebagai “dapat dipercaya.” Dari perspektif ini, seorang mentor yang adalah sahabat yang bijak dan setia yang membuktikan diri sebagai dapat dipercaya sajalah yang bisa menjalankan perannya sebagai konselor yang baik. Dalam memahami sejauh mana seseorang pemimpin memerlukan seorang mentor yang pada gilirannya pemimpin dimaksud akan menjadi mentor kelak, simaklah uraian berikut: Read the rest of this entry »

Yang mau hidup harus mati, yang tidak kalah tidak akan menang. Lebih dahulu merasakan hati yang hancur, barulah batin merasa senang

(“Yang mau hidop harus mati, yang seng kalah, seng manang. Dolo rasa picah hati, baru batin pun sanang”)

Kutipan yang diingat dari: Mazmur dan Tahlil

Anda harus mati untuk hidup

Pemimpin sejati adalah pemimpin pemberi hidup, karena itu, ia harus hidup untuk dapat memberi hidup

Kalau ia memberi hidup, ia akan disalah-mengerti dan dituduh mencari muka, mencari nama

Bagaimanapun juga, ia harus tetap memberikan hidup untuk memberi hidup Read the rest of this entry »

Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya …… ” (Amsal 31:15).

PENGANTAR

Pemimpin adalah pemimpin. Pemimpin  juga dapat disebut manajer dan administrator. Prinsip ini menegaskan bahwa seorang pemimpin haruslah menyadari bahwa ia adalah pemimpin yang memahami peran dan tugas manajemen prima (primer), yaitu manajemen dan administrasi yang adalah seni kepemimpinan. Perlu disadari bahwa tatkala pemimpin memimpin, maka ia melaksanakan upaya memimpin yaitu memasuki kawasan manajemen. Di sini manajemen adalah seni kepemimpinan. Dapat dikatakan bahwa tatkala pemimpin memimpin maka ia sedang memanejemeni dengan mewujudkan seni memimpin. Hal pertama dan terpenting dari seni memimpin ini ialah bahwa setiap pemimpin harus memanejemeni diri-nya, yaitu mengelola dan mencitrakan perilaku (behavior) dan pola (style) kepemimpinannya sebagai landasan untuk menjalankan kepemimpinan. Read the rest of this entry »

Berbahagialah orang yang membawa damai….” (Matius 5:9a)

PENGANTAR

Damai, peace adalah kata yang merupakan dambaan semua orang. Namun, apa sesungguhnya makna damai itu, dilihat dari sisi hakikat, sifat dan dinamikanya? Menjawab pertanyaan ini, dapatlah dikatakan bahwa secara hakikat, damai adalah “a state of peaceful” yang holistik dengan sifat dan dinamikanya yang kuat. Damai secara substansial adalah keadaan sejahtera yang penuh (whole/ holistic) yang dibangun di atas dan di dalam kebenaran (Yesaya 32:17). Damai yang substansial ini sifatnya teguh karena melekat pada harkat Allah dan atribut-Nya, yang olehnya kehadiran-Nya adalah kehadiran damai, karena IA adalah sumber damai sejati. Dengan demikian, tatkala Allah hadir dalam kehidupan dan pengalaman setiap orang, maka di situ ada damai dalam arti yang sebenarnya (Yohanes 8:31-32). Read the rest of this entry »