YT Leadership Foundation





Firman Allah

Firman TUHAN Allah menegaskan:

Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam DIA, ia wajib hidup seperti Kristus telah hidup” (I Yohanes 2:6)

PENGANTAR

Menjadi Pemimpin Sejati berati menjadi Pemimpin Seperti Yesus Kristus. Menjadi pemimpin sejati seperi ini menjelaskan bahwa ada upaya bertanggungjawab untuk menghidupi dan membangun diri kearah kedewasaan yang olehnya akan menampakkan nilai-nilai kepemimpinan agung TUHAN Yesus Kristus yang menjadi kebiasaan unggulan yang membawa berkat bagi diri dan sesama dalam kepemimpinan yang ditekuni.

MEMBANGUN DIRI MENJADI PEMIMPIN SEJATI

Membangun diri menjadi pemimpin sejati dilandasi prinsip-prinsip yang dibangun di atas kebenaran Alkitab tentang TUHAN Yesus Kristus. Setiap orang yang menghendaki menjadi pemimpin sejati, harus menekuni dan membangun prinsip berikut, yang dihidupi serta dilakonkan secara bertanggungjawab.

1. Hidup seperti Yesus Kristus dan memimpin seperti Yesus Kristus yang memimpin dari hati, memimpin berlandaskan kasih, memimpin dengan kekuatan kebenaran-kebaikan, adalah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan oleh orang Kristen, namun jaminan-nya ialah bahwa setiap orang yang ada di dalam DIA memiliki potensi untuk hidup dan memimpin seperti DIA.

  1. Pemimpin Sejati yang dapat memimpin seperti Yesus Kristus mengawali semua dengan menjaga hati-nya, yang oleh-nya pikiran, perasaan, dan kehendak-nya akan diwarnai oleh hati yang terjaga benar dan baik.
  2. Pemimpin Sejati yang menyatu dengan kehidupan dan kepemimpinan Yesus Kritus, harus mati untuk hidup, yang berarti, apasaja yang menyebabkan ia mematikan, menuntut ia harus mati, yang olehnya ia gagal melakukan tindakan yang mematikan orang lain.
  3. Pemimpin Sejati yang mau menang, harus kalah, yang tidak berati sekedar mengalah, tetapi membiarkan diri menjadi kalah, mengalahkan diri, agar ia gagal mengalahkan dengan kekerasan yang mematikan.
  4. Pemimpin Sejati memimpin dengan hati yang hancur, yang lebih dari sekedar berdukacita, karena ada pada-nya kekuatan simpati yang kalau terpotong di kuku terasa di daging, sikap empati yang karenanya ia memberikan hati sebagai tempat bernaung bagi mereka yang terhancur, yang olehnya ia gagal menjadikan dirinya menjadi penghancur.
  5. Pemimpin sejati menyerahkan dan menjaga hati-nya (Amsal 3:24), dimana TUHAN Yesus yang setia berkuasa menjaga hati-nya supaya tidak bercacat dan kudus di hadapan Allah, agar kehidupan-nya selaras dengan keinginan TUHAN Yesus (I Tesalonika 3:13). Karena itu, pakailah hati yang mengendalikan pikiran perasaan dan kemauan agar selalu benar dan baik, yang nampak dalam kata yang manis serta perilaku yang menyenangkan.
  6. Pemimpin sejati yang menjaga hati, harus menjauhi pikiran curiga, rasa iri, dan kehendak keras, yang menyusahkan orang lain, yang nampak dalam kepribadian yang berbudi luhur dan membahagiakan orang lain.
  7. Pemimpin sejati harus berupaya mematikan di dalam diri segala kehendak yang membuat ia mematikan orang lain, dimana dengan mematikan keinginan-keinginan-nya, pemimpin tidak akan memaksakan kehendak-nya yang menyusahkan orang lain.  Karena itu, nyatakanlah kebenaran dan kebaikan terhadap sesama dengan sebijaksana mungkin, yang menggembirakan hati orang lain.
  8. Pemimpin sejati harus berusaha mengalahkan keinginan-keinginan hatinya, yang karenanya ia dapat menyusahkan orang lain, dengan mengalahkan kehendak-nya, pemimpin dengan sendirinya akan bersikap toleran, lemah lembut terhadap orang lain. Karena itu, jauhilah sikap mengkritik, dan bersikaplah setoleran mungkin dengan perpikir, bersikap, berkata dan melakukan apa saja yang membangun orang lain.
  9. Pemimpin sejati harus merasa simpati dalam merasakan kesulitan yang dialami oleh orang lain dan bersikap empati dalam memberikan solusi, sehingga orang merasa disentuh dan pergumulannya teratasi. Karena itu, berupayalah untuk selalu bersikap benar, baik, jujur, tulus dan lemah lembut, yang nampak dalam kata-kata dan perbuatan yang arif,  yang membuat orang lain merasa diberkati.

Selamat menjadi Pemimpin Sejati.

Penjelasan rinci dan dialog tentang pokok ini dapat menghubungi: DR. Yakob Tomatala; email: yaktom@centrin.net.id.

Jakarta, Januari 2009

Comments are closed.