SENI STRATEGI MEMENANGKAN UPAYA MEMIMPIN DALAM KEPEMIMPINAN

“….. apapun yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana” (Kejadian 11:6b).

Pengantar

Strategi adalah seni kejenderalan mewujudkan upaya memimpin unggul menyikapi ketidakpastian untuk mengeliminasi penghambat dalam membuat keputusan yang benar dan tepat guna memenangkan upaya memimpin. Kepentingan strategi adalah untuk memberi kepastian tindakan hebat tepat apa yang harus diambil oleh Pemimpin menyikapi kondisi penyimpangan. Kondisi persimpangan menunjuk pada adanya ketidakpastian multi dimensi yang harus ditangani Pemimpin mewujudkan upaya memimpin yang unggul.

Kondisi ini mengharuskan adanya pemilahan, pemisahan dan penetapan peta kekuatan diri mau pun pesaing, sebagai dasar membuat keputusan strategis guna mengatur langkah unggul untuk bertindak. Sasaran dari upaya ini adalah membangun kekuatan untuk memenangkan apa yang diperjuangkan dalam kepemimpinan.

DASAR-DASAR STRATEGI

Dasar-dasar membangun strategi bersumber dari gagasan klasik strategi perang Tiongkok mau pun Jepang, yang telah digunakan dalam segala bidang selama berabad-abad. Dasar-dasar dimaksud antara lain adalah:

Pertama, Menetapkan Medan. Menetapkan medan untuk bertempur dilambangkan dengan tanah tempat berpijak sebagai posisi unggul dibanding dengan lawan yang dihadapi. Penetapan medan bertujuan mencipta keunggulan terhadap lawan, dengan memperhatikan segala faktor. Misalnya tempat tinggi dengan keunggulan tidak mudah dideteksi dan diserang, jalur suplai yang terlindung aman serta meneguhkan kekuatan menyerang, bertahan dan menghancurkan lawan.

Kedua, Menetapkan Sikap untuk penyesuaian diri dengan situasi yang dilambangkan dengan air. Sikap ini memberikan keunggulan menyesuaikan diri dalam segala keadaan dan situasi untuk mempertahankan keunggulan dengan cara merembes, menyelinap, atau mengeriap menyesuaikan diri sehingga kehadiran tidak terdeteksi serta tetap berada dalam kondisi kondusif menguasai situasi.

Ketiga, Menetapkan Pendekatan Kerahasiaan Bergerak yang dilambangkan dengan angin melalui rencana dan gerak yang tidak terdeteksi oleh pesaing. Pendekatan ini juga berfungsi untuk mengadakan infiltrasi mengetahui peta kekuatan lawan guna menetapkan langkah yang unggul.

Keempat, Menetapkan Tindakan Mematikan untuk dilakukan yang dilambangkan dengan api yang membakar cepat, menghanguskan dan menghancurkan lawan. Tindakan ini adalah pukulan serang yang mematikan yang tidak terduga oleh lawan.

Kelima, Menetapkan Strategi Susulan menyikapi kondisi kemenangan memasuki masa antara yang disebut kehampaan yang dilambangkan dengan logam sebagai katalisator bagi tindakan susulan berikutnya atau kayu sebagai lambang kesenyapan guna merencanakan tindakan unggulan berikut guna menikung pesaing dan tetap mempertahankan keunggulan. Tahap ini adalah sebagai rencana kontingensi baik mengubah siasat mau pun menyiapkan langkah berikutnya untuk tetap berada di atas angin.

TINDAKAN STRATEGIS

Tindakan strategis konkrit yang harus diambil berdasarkan langkah dasar di atas ini adalah:

Pertama, Selalu berupaya memperoleh posisi strategis yang unggul mengungguli posisi setiap pesaing.

Kedua, Selalu berupaya untuk menyesuaikan diri mengikuti irama perubahan sehingga menjadi relevan dalam setiap kondisi.

Ketiga, Selalu membuat langkah-kangkah yang tidak terbaca oleh semua pesaing, sehingga akan selalu melesat unggul ke depan mengambil kendali posisi pertarungan.

Keempat, Selalu siaga guna mengambil langkah “penyerangan unggul untuk merebut kemenangan” dan berdiri di puncak sebagai pemenang pertempuran dan pemenang perang.

Kelima, Selalu menopang kemenangan dengan rancangan kontingensi untuk mempertahankan keunggulan dan kemenangan sehingga tidak tersusul atau terungguli lawan.

Epilog

Uraian ini adalah seni strategi yang telah digunakan oleh semua Pemimpin besar pada semua lini dan bidang kerja dalam sepanjang sejarah dunia. Seni strategi ini menjelaskan tentang keunggulan perencanaan strategis guna memenangkan pertarungan apa pun.

Pada sisi lain, peran the man behind the gun adalah sangat penting, sehingga dapat dikatakan bahwa “seni strategi dapat saja sama, tetapi kemenangan tergantung dari kualitas pikiran dan keandalan berpikir dalam menggunakan seni strategi ini. Akhirnya, ingat bahwa para pemenang adalah mereka yang dapat memanfaatkan seni strategi lebih unggul dalam segala sisi dibanding dengan para pesaingnya.

Sila diuji! Salam kepemimpinan

www.yakobtomatala.com

Comments (0)
Add Comment