<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DR. Yakob Tomatala &#187; Pemimpin Sejati</title>
	<atom:link href="http://yakobtomatala.com/tag/pemimpin-sejati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yakobtomatala.com</link>
	<description>Leadership, Thoughts, Books, Writing !</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 00:43:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>CERMATI, PEMIMPIN SEJATI JANGAN BERCABANG LIDAH</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2010/11/01/cermati-pemimpin-sejati-jangan-bercabang-lidah/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2010/11/01/cermati-pemimpin-sejati-jangan-bercabang-lidah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 01:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[bercabang lidah]]></category>
		<category><![CDATA[jangan bercabang lidah]]></category>
		<category><![CDATA[lidah bercabang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin Sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[“Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.”  (Amsal 4:24). PENGANTAR Bercabang lidah, apa pula ini? Makluk yang bercabang lidah adalah ular dan satwa reptil sejenis. Bercabang lidah adalah bagian utuh dari harkat makluk yang satu ini. Bercabang lidah pada sisi lain, adalah juga terma sinistik bagi orang yang suka bercabang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“<em>Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.</em>”  (Amsal 4:24).</p>
<p>PENGANTAR</p>
<p>Bercabang lidah, apa pula ini? Makluk yang bercabang lidah adalah ular dan satwa reptil sejenis. Bercabang lidah adalah bagian utuh dari harkat makluk yang satu ini. Bercabang lidah pada sisi lain, adalah juga <em>terma sinistik</em> bagi orang yang suka bercabang kata. Bercabang kata bersumber dari “hati yang tidak selaras dengan kata-kata yang diucapkan.” Hal ini seperti yang diungkapkan dalam Amsal 10:11b, “<em>mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman</em>” yang tersembunyi di lubuk hatinya. Di sini ia bicara A, di sana bicara B. Bicara A dan B  ini bukanlah A alias A yang lurus, atau B alias B yang lurus, tetapi A yang dibengkokkan, B yang dipelintirkan, yang dimaknai sesuka hati yang bercabang. Tindakan ini sesungguhnya dilakukan untuk maksud bercabang yang pasti berdampak mencabang-cabangi, mengharu birukan dan menghancurkan hubungan-hubungan dalam kepemimpinan. Dalam kaitan ini, mengingat bahwa “kata-kata pemimpin itu bertuah,” maka pemimpin yang bijak harus menjauhkan diri dari sikap bercabang lidah dengan menyadari bahwa “<em>Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran</em>” (Amsal 21:23), karena “<em>Jika orang benar bertambah, bersukacitalah rakyat, tetapi jika orang fasik memerintah, berkeluhkesahlah rakyat</em>” (Amsal 29:2).  Karena itu, marilah kita simak bersama, bagaimana menjadi pemimpin yang mampu menolak sikap bercabang lidah ini!<span id="more-295"></span></p>
<p>1.       <strong>BECABANG LIDAH DATANG DARI HATI YANG BERCABANG</strong>. Setiap orang dikenal dari apa yang ada dalam pikiran, perkatataan dan perbuatannya, yang muncul dari <em>keaslian hati</em>-nya. Kebenaran tentang hubungan hati dan kata ini diungkapkan oleh Rasul Yakobus dengan mengatakan: “<em>adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? &#8230;.. adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar</em>” (Yakobus 3:11-12). Kebenaran ini menegaskan bahwa dari hati (mata air) yang terjaga baik, akan mengalir kehidupan, sedangkan dari hati yang bercabang (fasik), akan keluar kata-kata bercabang yang membawa kematian (Amsal 4:23). Bercabang lidah muncul dari hati yang murdad (Amsal 14:14) dan hati yang bebal (Amsal 15:7), sehingga kata-katanya bercabang-cabang dan melukai di sini melukai di sana. Bercabang lidah ini bersumber dari hati yang bercabang. Hmm!</p>
<p>2.       <strong>BERCABANG LIDAH DAN LIDAH BERCABANG-CABANG</strong>. Pemimpin sejati menyadari bahwa ia bertanggung  jawab atas kepemimpinan yang diembannya. Tanggung jawab ini diwujudkan dengan menjaga lidahnya sebagai orang bijak, karena “<em>Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan</em>” (Amsal 14:16a), sehingga bagi dia YA adalah YA, TIDAK adalah TIDAK. Ia mengerti bahwa kata-katanya adalah janji, janji adalah utang, dan utang harus dibayar, karena itu ia konsisten YA adalah YA, TIDAK adalah TIDAK dengan tidak bercabang lidah. Ia sadar bahwa ia bukanlah ular, sehingga ia tidak boleh membiarkan lidahnya bercabang. Lidah bercabang biasanya diikuti dengan patukan yang melukai  bercabang-cabang seperti tikaman pedang (Amsal 12:18a). Inilah pekerjaan ular sejati! Pemimpin sejati menggunakankata-katanya untuk memberkati.</p>
<p>3.       <strong>PEMIMPIN SEJATI DAN PEMIMPIN BERCABANG LIDAH</strong>. Siapa sesungguhnya <strong>pemimpin sejati</strong> itu? Pemimpin sejati tidak bercabang lidah, karena ia memiliki kearifan dari hati yang bijaksana (Yesaya 32:8). Ia tahu bahwa ia adalah pemimpin rohani yang bertanggung jawab “mendisiplinkan diri” dengan mengekang lidahnya (Yakobus 2:26; 3:1-11), karena ia mengerti bahwa dengan memelihara lidahnya, ia memelihara dirinya (Amsal 21:23). Pemimpin rohani menyadari bahwa ia harus hidup sebagai “orang arif” yang mengerti kehendak TUHAN, karena ia penuh dengan Roh sehingga kata-katanya membesarkan TUHAN Allah-nya serta memberkati banyak orang. Pemimpin rohani mewadahkan kehidupan rohani penuh berkat, dimana semua yang ada dalam kepemimpinannya “<em>merendahkan diri seorang kepada yang lain dalam takut akan Kristus</em>” (Efesus 5:15-21). Dalam hubungan ini, lidah pemimpin rohani akan selalu membawa kesembuhan (Amsal 12:18b) bagi orang-orang yang ada disekitarnya, karena “<em>Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan</em>” (Amsal 16:23). Pemimpin rohani akan selalu berbicara benar, berbicara jujur (Amsal 16:13) karena ia memelihara kasih setia, dimana Firman Allah ada di dalam hatinya sehingga ia diperkenankan Allah dan manusia yang olehnya jalannya selalu lurus (Amsal 3:1-6). Pada sisi lain, <strong>indikator dari pemimpin bercabang lidah</strong> adalah: <em>Pertama</em>, lidahnya selalu curang dan melukai hati orang lain (Amsal 15:4b), karena hatinya tidak jujur (Amsal 15:7b). <em>Kedua</em>, Pemimpin bercabang lidah suka mencemooh (Amsal 15:12a), ia pemarah dan suka membangkitkan pertengkaran, suka berkhianat (Amsal 15:18a). <em>Ketiga</em>, Pemimpin bercabang lidah hatinya keji, sombong, lidahnya dusta, tangannya menumpahkan darah, suka membuat rencana jahat dan suka akan kejahatan, ia selalu berdusta dan menyemburkan kebohongan sehingga menimbulkan percideraan pertengkaran antara saudara (Amsal 6:16-19; 26:21-28). <em>Keempat</em>, Pemimpin bercabang lidah suka menindas (Amsal 28:18) sehingga menyesatkan sesamanya dan membawa mereka di jalan yang tidak benar (Amsal 16:29). <em>Kelima</em>, Pemimpin bercabang lidah selalu siap untuk menerkam dengan mencari-cari mangsanya (I Petrus 5:8). Hmm, lagi-lagi ini mengindikasikan pekerjaannya si ular!</p>
<p><strong>MENYIKAPI MANUSIA BERCABANG LIDAH DALAM KEPEMIMPINAN</strong>:</p>
<p>Berdasarkan uraian di atas, kita dapat belajar bagaimana menjadi pemimpin sejati yang tidak bercabang lidah. Kalau begitu, simaklah prinsip di bawah ini:</p>
<ul>
<li>JADILAH PEMIMPIN SEJATI YANG TIDAK BERCABANG LIDAH:</li>
<li>Pemimpin sejati tidak bercabang lidah, karena hati-nya dibangun di dalam kebenaran, kasih dan kebaikan TUHAN. Pemimpin sejati mencintai kesucian hati sehingga manis bicaranya (Amsal 22:11). Ia baik hati dan diberkati dengan membagi rezeki kepada sesama (Amsal 22:9). Ia menjaga hatinya (Amsal 4:23) sehingga ia membawa kehidupan berarti yang selalu memuliakan TUHAN Allah-nya dengan pikiran, sikap, kata serta perbuatan, karena sadar bahwa “segala sesuatu dari DIA, oleh DIA dan bagi DIA-lah kemuliaan sampai selama-lamanya (Roma 11:36).</li>
<li>Pemimpin sejati yang tidak bercabang lidah akan selalu menggunakan lidahnya untuk memberkati sesama, karena ia memiliki hikmat yang dari atas dalam cara hidup yang benar dan baik melalui sifat, sikap, kata dan perbuatan yang lemah lembut sehingga ia membawa sejahtera bagi semua yang tersentuh oleh kehadirannya (Yakobus 3:13-18; Matius 5:5).</li>
<li>Pemimpin sejati menampakkan kebijakan berkeadilan yang membawa damai yang memberkati yang terbukti dalam sikap, sikap, kata (keputusan) dan tindakan (I Raja-raja 3:16-28; Yesaya 32:1-2, 17), sehingga kepemimpinannya langgeng.</li>
</ul>
<ul>
<li>KENALILAH MANUSIA BERCABANG LIDAH:
<ul>
<li>Manusia bercabang lidah &#8211; hatinya bercabang, sifatnya bercabang, sikapnya bercabang, katanya bercabang, dan perbuatannya bercabang, yang menikam, menusuk, memecahkan hubungan-hubungan baik, sehingga terpecah bercabang-cabang dan menjadi poranda, membawa percideraan serta pertengkaran yang menghalau damai sejahtera (Lihat: II Timotius 3:1-9; Amsal 21:10).</li>
<li>Manusia bercabang lidah matanya bercabang, ia tidak tahan melihat kebenaran diamalkan, ia takut kepada kejujuran dan keadilan, karena hatinya tidak jujur (Amsal 21:15).</li>
<li>Manusia bercabang lidah adalah pembohong karena ia bersahabat dengan Bapa Pembohong yang selalu berbohong karena tidak hidup dalam kebenaran (Yohanes 8:44).</li>
<li>Pada akhirnya dapat dirangkum bahwa manusia bercabang lidah, hidup dengan hati, sifat, sikap dan kata serta perbuatan yang bercabang. Kalau begitu, hindarilah menjadi manusia bercabang lidah, ini ular!</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>Selamat menyikapi manusia bercabang lidah secara cermat dan bijak dengan menjadi pemimpin sejati yang memberkati banyak orang &#8211; dari hati, sikap, sifat, kata serta tindakan berkebenaran, berkebaian dan berkeadilan yang membawa damai (Matius 5:9; Filipi 4:5,8)</strong>!!!</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Jakarta, November 2010</p>
<p>Salam dan doa,</p>
<p>Dr. Yakob Tomatala</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2010/11/01/cermati-pemimpin-sejati-jangan-bercabang-lidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENJADI PRIBADI SEJATI</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2009/01/11/menjadi-pribadi-sejati/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2009/01/11/menjadi-pribadi-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 04:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ministry]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Firman Allah Firman TUHAN Allah berkata: “Jagalah hatimu dengan kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23). PENGANTAR Menjadi pribadi sejati menjelaskan bahwa ada upaya bertanggungjawab untuk menghidupi dan membangun diri kearah kedewasaan yang olehnya akan menmpakkan nilai-nilai agung yang menjadi kebiasaan unggul yang membawa berkat bagi sesama. MEMBANGUN DIRI MENJADI PRIBADI SEJATI Membangun diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Firman  Allah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: center;" align="center"><strong> </strong>Firman TUHAN Allah berkata:</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: center;" align="center">“<em>Jagalah hatimu dengan kewaspadaan, karena dari situlah  terpancar kehidupan</em>”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: center;" align="center">(Amsal 4:23).</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: justify;"><strong>PENGANTAR<br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;">Menjadi  pribadi sejati menjelaskan bahwa ada upaya bertanggungjawab untuk menghidupi dan  membangun diri kearah kedewasaan yang olehnya akan menmpakkan nilai-nilai agung  yang menjadi kebiasaan unggul yang membawa berkat bagi sesama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US"> </span><strong>MEMBANGUN DIRI MENJADI PRIBADI  SEJATI</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;">Membangun diri  menjadi pribadi sejati dilandasi prinsip-prinsip yang dibangun di atas kebenaran  Alkitab. Setiap orang yang menghendaki menjadi pribadi sejati, harus menekuni  prinsip berikut, yang dihidupi secara bertanggungjawab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: right;"><span id="more-14"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-top: 12pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>1.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><span style="font-size: 11pt;">Seorang pribadi sejati adalah  dia yang memahami rancangan TUHAN Allah bagi diri-nya, hidupnya, rencana-nya,  masa depan-nya, rumah tangga-nya, karir-nya, termasuk akhir hidup-nya, yang  olehnya ia mengenal diri-nya dengan benar dan baik, sehingga ia dapat  membuktikan diri sebagai <strong><em>pemimpin bijaksana</em></strong>.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-top: 12pt;"><span style="font-size: 11pt; font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>2.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><span style="font-size: 11pt;">Seorang pribadi sejati, harus  menyadari bahwa ia  perlu memaknai diri-nya, pengalaman-nya, dan pencapaian-nya,  agar ia dapat memahami apa yang telah TUHAN kerjakan di dalam diri-nya, yang  membuatnya hidup dalam rasa syukur, berendah hati sehingga hidup-nya dapat  <strong><em>menjadi berkat bagi sesama</em></strong>.<br />
</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-top: 12pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>3.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> 3. </span></span></span><span style="font-size: 11pt;">Seorang pribadi sejati,  mengetahui bahwa “ia adalah pemimpin yang telah diberikan tempat, karena itu ia  ada di atas,” dengan demikian, ia seharusnya memimpin dengan hati, berlandaskan  kasih Kristus dan kebenaran kebaikan-Nya, untuk itu, ia perlu menjaga hati-nya  guna melindungi kehendak, pikiran dan perasaan agar <strong><em>selaras dengan apa  yang TUHAN kehendaki</em></strong>.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-top: 12pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> </span><span style="font-size: 11pt; font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>4.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><span style="font-size: 11pt;">4. Dalam hubungan dengan sesama,  pribadi sejati harus mendahulukan hati, agar ia membuktikan bahwa ia berbudi  luhur, <strong><em>sehingga ia gagal mendahulukan kepentingan diri-nya  sendiri</em></strong>.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-top: 12pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"><span style="font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>5.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><span style="font-size: 11pt;">5. Dalam hubungan dengan sesama,  pribadi sejati yang memimpin dengan hati, berarti menggunakan kehendak baik,  akal sehat dan perasaan tenang-senang dengan empati yang dalam, guna menyikapi  apa saja,  yang olehnya pemimpin <strong><em>menabur keberhasilan </em></strong>mengaraki  jalan-nya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-top: 12pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>6.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><span style="font-size: 11pt;">6. Dalam hubungan dengan sesama,  pribadi sejati harus berupaya untuk mendahulukan kepentingan orang lain, yang  olehnya ia sedang <strong><em>mendahulukan perhatian orang  kepada-nya</em></strong>.</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-bottom: 10pt; text-align: justify;">Pribadi  sejati memahami bahwa kesalahpahaman dalam hubungan antar orang dapat terjadi  karena faktor komunikasi, pespektif dan penafsiran yang berbeda, karena itu,  kepemimpinan yang dilakukan dengan hati harus ditampakkan dalam sikap, pikiran,  kata-kata, perilaku serta perbuatan yang <strong><em>empatik </em></strong>serta<strong><em> toleran</em></strong>.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-bottom: 10pt; text-align: justify;">Pribadi  sejati selalu menyadari bahwa kalau dia di atas, itu adalah anugerah, karena  waktunya akan datang dimana ia-pun akan di bawa, yang olehnya ia akan  menyambutnya dengan rasa syukur dan menyikapinya dengan keyakinan bahwa apa yang  ada pada-nya akan berguna lebih dari <strong><em>kearifan-nya</em></strong>.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-bottom: 10pt; text-align: justify;">Pribadi  sejati menyelami dengan dalam bahwa karena ia berada di atas, ia akan mudah  terjebak untuk mengatas-ataskan diri dengan berbagai macam cara, dalam banyak  hal, dengan demikian, ia senantiasa harus <strong><em>bersikap arif</em></strong>,  <strong><em>mawas diri</em></strong> dan <strong><em>menyadari bahwa kepada-nya telah diberikan  kuasa untuk berada di atas</em></strong> oleh sebab itu, ia tidak perlu merendahkan  siapa pun, karena dengan merendahkan orang, ia sendirilah yang mendorong  diri-nya ke bawah.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-bottom: 10pt; text-align: justify;">Pribadi  sejati menyadari bahwa ia berhasil sampai ke puncak tanpa melupakan bahwa ia  berasal dari bawa, yang olehnya ia tidak akan memusingkan kalau saatnya ia nanti  ke bawa, karena akan datang waktu itu, dimana ia akan ke bawa juga, namun ia  <strong><em>tidak akan terbawa-bawa dengan sikap merugi</em></strong>, <strong><em>rasa kecewa </em></strong>atau pun <strong><em>frustrasi </em></strong>karena sindroma  <em>post-power</em>.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-bottom: 10pt; text-align: justify;">Pribadi  sejati pada akhirnya menyadari bahwa “hidup-nya hanya satu dan satu kali,”  karena itu apa yang dibuat-nya bernial abadi, dengan demikian, ia menetapkan  untuk <strong><em>menabur kebaikan</em></strong> yang olehnya ia <strong><em>menuai  kebaikan</em></strong> serta akan dikenang 1000 tahun.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-bottom: 10pt; text-align: justify;">Pribadi  sejati sesungguhnya memusingkan diri dengan <strong><em>sikap hatinya sendiri</em></strong>,  dan tidak mengurus sikap orang lain, serta hal-hal kecil dan tidak berguna,  kerena ia pada akhirnya akan memberkati 1000 generasi dengan hidup dan  karya-karya-nya yang gemilang, serta memuliakan TUHAN Allah-nya.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; margin-left: 18pt; margin-right: 0cm; text-align: justify;">Selamat  menjadi Pribadi Sejati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Penjelasan rinci dan dialog  tentang pokok ini dapat menghubungi: <strong>DR. Yakob Tomatala</strong>; email: <a title="mailto:yaktom@centrin.net.id" href="mailto:yaktom@centrin.net.id">yaktom@centrin.net.id</a>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Jakarta, Januari  2009</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2009/01/11/menjadi-pribadi-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENJADI PEMIMPIN SEJATI</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2009/01/10/hello-world/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2009/01/10/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 03:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ministry]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin Sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Firman Allah Firman TUHAN Allah menegaskan: “Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam DIA, ia wajib hidup seperti Kristus telah hidup” (I Yohanes 2:6) PENGANTAR Menjadi Pemimpin Sejati berati menjadi Pemimpin Seperti Yesus Kristus. Menjadi pemimpin sejati seperi ini menjelaskan bahwa ada upaya bertanggungjawab untuk menghidupi dan membangun diri kearah kedewasaan yang olehnya akan menampakkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: justify;"><strong><span style="font-family: 'Times New Roman','serif';"> </span></strong><strong>Firman  Allah<br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: center;" align="center">Firman TUHAN Allah menegaskan:</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: center;" align="center">“<em>Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam DIA, ia wajib  hidup seperti Kristus telah hidup</em>” (I Yohanes 2:6)</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: justify;"><strong>PENGANTAR<br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;">Menjadi  Pemimpin Sejati berati menjadi Pemimpin Seperti Yesus Kristus. Menjadi pemimpin  sejati seperi ini menjelaskan bahwa ada upaya bertanggungjawab untuk menghidupi  dan membangun diri kearah kedewasaan yang olehnya akan menampakkan nilai-nilai  kepemimpinan agung TUHAN Yesus Kristus yang menjadi kebiasaan unggulan yang  membawa berkat bagi diri dan sesama dalam kepemimpinan yang  ditekuni.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>MEMBANGUN DIRI MENJADI  PEMIMPIN SEJATI</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;">Membangun diri  menjadi pemimpin sejati dilandasi prinsip-prinsip yang dibangun di atas  kebenaran Alkitab tentang TUHAN Yesus Kristus. Setiap orang yang menghendaki  menjadi pemimpin sejati, harus menekuni dan membangun prinsip berikut, yang  dihidupi serta dilakonkan secara bertanggungjawab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span id="more-1"></span></p>
<p class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: 10pt; text-indent: -18pt; line-height: 115%; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt;" lang="EN-US"> </span></strong><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>1.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%;">Hidup  seperti Yesus Kristus dan memimpin seperti Yesus Kristus yang memimpin dari  hati, memimpin berlandaskan kasih, memimpin dengan kekuatan kebenaran-kebaikan,  adalah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan oleh orang Kristen, namun  jaminan-nya ialah bahwa setiap orang yang ada di dalam DIA memiliki potensi  untuk hidup dan memimpin seperti DIA.</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  Sejati yang dapat memimpin seperti Yesus Kristus mengawali semua dengan menjaga  hati-nya, yang oleh-nya pikiran, perasaan, dan kehendak-nya akan diwarnai oleh  hati yang terjaga benar dan baik.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  Sejati yang menyatu dengan kehidupan dan kepemimpinan Yesus Kritus, harus mati  untuk hidup, yang berarti, apasaja yang menyebabkan ia mematikan, menuntut ia  harus mati, yang olehnya ia gagal melakukan tindakan yang mematikan orang  lain.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  Sejati yang mau menang, harus kalah, yang tidak berati sekedar mengalah, tetapi  membiarkan diri menjadi kalah, mengalahkan diri, agar ia gagal mengalahkan  dengan kekerasan yang mematikan.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  Sejati memimpin dengan hati yang hancur, yang lebih dari sekedar berdukacita,  karena ada pada-nya kekuatan simpati yang kalau terpotong di kuku terasa di  daging, sikap empati yang karenanya ia memberikan hati sebagai tempat bernaung  bagi mereka yang terhancur, yang olehnya ia gagal menjadikan dirinya menjadi  penghancur.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  sejati menyerahkan dan menjaga hati-nya (Amsal 3:24), dimana TUHAN Yesus yang  setia berkuasa menjaga hati-nya supaya tidak bercacat dan kudus di hadapan  Allah, agar kehidupan-nya selaras dengan keinginan TUHAN Yesus (I Tesalonika  3:13). Karena itu, pakailah hati yang mengendalikan pikiran perasaan dan kemauan  agar selalu benar dan baik, yang nampak dalam kata yang manis serta perilaku  yang menyenangkan.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  sejati yang menjaga hati, harus menjauhi pikiran curiga, rasa iri, dan kehendak  keras, yang menyusahkan orang lain, yang nampak dalam kepribadian yang berbudi  luhur dan membahagiakan orang lain.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  sejati harus berupaya mematikan di dalam diri segala kehendak yang membuat ia  mematikan orang lain, dimana dengan mematikan keinginan-keinginan-nya, pemimpin  tidak akan memaksakan kehendak-nya yang menyusahkan orang lain.  Karena itu,  nyatakanlah kebenaran dan kebaikan terhadap sesama dengan sebijaksana mungkin,  yang menggembirakan hati orang lain.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  sejati harus berusaha mengalahkan keinginan-keinginan hatinya, yang karenanya ia  dapat menyusahkan orang lain, dengan mengalahkan kehendak-nya, pemimpin dengan  sendirinya akan bersikap toleran, lemah lembut terhadap orang lain. Karena itu,  jauhilah sikap mengkritik, dan bersikaplah setoleran mungkin dengan perpikir,  bersikap, berkata dan melakukan apa saja yang membangun orang lain.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  sejati harus merasa simpati dalam merasakan kesulitan yang dialami oleh orang  lain dan bersikap empati dalam memberikan solusi, sehingga orang merasa disentuh  dan pergumulannya teratasi. Karena itu, berupayalah untuk selalu bersikap benar,  baik, jujur, tulus dan lemah lembut, yang nampak dalam kata-kata dan perbuatan  yang arif,  yang membuat orang lain merasa diberkati.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;">Selamat  menjadi Pemimpin Sejati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Penjelasan rinci dan dialog  tentang pokok ini dapat menghubungi: <strong>DR. Yakob Tomatala</strong>; email: <a title="mailto:yaktom@centrin.net.id" href="mailto:yaktom@centrin.net.id">yaktom@centrin.net.id</a>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Jakarta, Januari  2009</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2009/01/10/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

