<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DR. Yakob Tomatala &#187; Ministry</title>
	<atom:link href="http://yakobtomatala.com/tag/ministry/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yakobtomatala.com</link>
	<description>Leadership, Thoughts, Books, Writing !</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 May 2012 17:04:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>MENJADI PRIBADI SEJATI</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2009/01/11/menjadi-pribadi-sejati/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2009/01/11/menjadi-pribadi-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 04:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ministry]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Firman Allah Firman TUHAN Allah berkata: “Jagalah hatimu dengan kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23). PENGANTAR Menjadi pribadi sejati menjelaskan bahwa ada upaya bertanggungjawab untuk menghidupi dan membangun diri kearah kedewasaan yang olehnya akan menmpakkan nilai-nilai agung yang menjadi kebiasaan unggul yang membawa berkat bagi sesama. MEMBANGUN DIRI MENJADI PRIBADI SEJATI Membangun diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Firman  Allah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: center;" align="center"><strong> </strong>Firman TUHAN Allah berkata:</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: center;" align="center">“<em>Jagalah hatimu dengan kewaspadaan, karena dari situlah  terpancar kehidupan</em>”</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: center;" align="center">(Amsal 4:23).</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: justify;"><strong>PENGANTAR<br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;">Menjadi  pribadi sejati menjelaskan bahwa ada upaya bertanggungjawab untuk menghidupi dan  membangun diri kearah kedewasaan yang olehnya akan menmpakkan nilai-nilai agung  yang menjadi kebiasaan unggul yang membawa berkat bagi sesama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="EN-US"> </span><strong>MEMBANGUN DIRI MENJADI PRIBADI  SEJATI</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;">Membangun diri  menjadi pribadi sejati dilandasi prinsip-prinsip yang dibangun di atas kebenaran  Alkitab. Setiap orang yang menghendaki menjadi pribadi sejati, harus menekuni  prinsip berikut, yang dihidupi secara bertanggungjawab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: right;"><span id="more-14"></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-top: 12pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>1.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><span style="font-size: 11pt;">Seorang pribadi sejati adalah  dia yang memahami rancangan TUHAN Allah bagi diri-nya, hidupnya, rencana-nya,  masa depan-nya, rumah tangga-nya, karir-nya, termasuk akhir hidup-nya, yang  olehnya ia mengenal diri-nya dengan benar dan baik, sehingga ia dapat  membuktikan diri sebagai <strong><em>pemimpin bijaksana</em></strong>.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-top: 12pt;"><span style="font-size: 11pt; font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>2.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><span style="font-size: 11pt;">Seorang pribadi sejati, harus  menyadari bahwa ia  perlu memaknai diri-nya, pengalaman-nya, dan pencapaian-nya,  agar ia dapat memahami apa yang telah TUHAN kerjakan di dalam diri-nya, yang  membuatnya hidup dalam rasa syukur, berendah hati sehingga hidup-nya dapat  <strong><em>menjadi berkat bagi sesama</em></strong>.<br />
</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-top: 12pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>3.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> 3. </span></span></span><span style="font-size: 11pt;">Seorang pribadi sejati,  mengetahui bahwa “ia adalah pemimpin yang telah diberikan tempat, karena itu ia  ada di atas,” dengan demikian, ia seharusnya memimpin dengan hati, berlandaskan  kasih Kristus dan kebenaran kebaikan-Nya, untuk itu, ia perlu menjaga hati-nya  guna melindungi kehendak, pikiran dan perasaan agar <strong><em>selaras dengan apa  yang TUHAN kehendaki</em></strong>.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-top: 12pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> </span><span style="font-size: 11pt; font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>4.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><span style="font-size: 11pt;">4. Dalam hubungan dengan sesama,  pribadi sejati harus mendahulukan hati, agar ia membuktikan bahwa ia berbudi  luhur, <strong><em>sehingga ia gagal mendahulukan kepentingan diri-nya  sendiri</em></strong>.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-top: 12pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"><span style="font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>5.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><span style="font-size: 11pt;">5. Dalam hubungan dengan sesama,  pribadi sejati yang memimpin dengan hati, berarti menggunakan kehendak baik,  akal sehat dan perasaan tenang-senang dengan empati yang dalam, guna menyikapi  apa saja,  yang olehnya pemimpin <strong><em>menabur keberhasilan </em></strong>mengaraki  jalan-nya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-top: 12pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>6.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><span style="font-size: 11pt;">6. Dalam hubungan dengan sesama,  pribadi sejati harus berupaya untuk mendahulukan kepentingan orang lain, yang  olehnya ia sedang <strong><em>mendahulukan perhatian orang  kepada-nya</em></strong>.</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-bottom: 10pt; text-align: justify;">Pribadi  sejati memahami bahwa kesalahpahaman dalam hubungan antar orang dapat terjadi  karena faktor komunikasi, pespektif dan penafsiran yang berbeda, karena itu,  kepemimpinan yang dilakukan dengan hati harus ditampakkan dalam sikap, pikiran,  kata-kata, perilaku serta perbuatan yang <strong><em>empatik </em></strong>serta<strong><em> toleran</em></strong>.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-bottom: 10pt; text-align: justify;">Pribadi  sejati selalu menyadari bahwa kalau dia di atas, itu adalah anugerah, karena  waktunya akan datang dimana ia-pun akan di bawa, yang olehnya ia akan  menyambutnya dengan rasa syukur dan menyikapinya dengan keyakinan bahwa apa yang  ada pada-nya akan berguna lebih dari <strong><em>kearifan-nya</em></strong>.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-bottom: 10pt; text-align: justify;">Pribadi  sejati menyelami dengan dalam bahwa karena ia berada di atas, ia akan mudah  terjebak untuk mengatas-ataskan diri dengan berbagai macam cara, dalam banyak  hal, dengan demikian, ia senantiasa harus <strong><em>bersikap arif</em></strong>,  <strong><em>mawas diri</em></strong> dan <strong><em>menyadari bahwa kepada-nya telah diberikan  kuasa untuk berada di atas</em></strong> oleh sebab itu, ia tidak perlu merendahkan  siapa pun, karena dengan merendahkan orang, ia sendirilah yang mendorong  diri-nya ke bawah.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-bottom: 10pt; text-align: justify;">Pribadi  sejati menyadari bahwa ia berhasil sampai ke puncak tanpa melupakan bahwa ia  berasal dari bawa, yang olehnya ia tidak akan memusingkan kalau saatnya ia nanti  ke bawa, karena akan datang waktu itu, dimana ia akan ke bawa juga, namun ia  <strong><em>tidak akan terbawa-bawa dengan sikap merugi</em></strong>, <strong><em>rasa kecewa </em></strong>atau pun <strong><em>frustrasi </em></strong>karena sindroma  <em>post-power</em>.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-bottom: 10pt; text-align: justify;">Pribadi  sejati pada akhirnya menyadari bahwa “hidup-nya hanya satu dan satu kali,”  karena itu apa yang dibuat-nya bernial abadi, dengan demikian, ia menetapkan  untuk <strong><em>menabur kebaikan</em></strong> yang olehnya ia <strong><em>menuai  kebaikan</em></strong> serta akan dikenang 1000 tahun.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; margin-bottom: 10pt; text-align: justify;">Pribadi  sejati sesungguhnya memusingkan diri dengan <strong><em>sikap hatinya sendiri</em></strong>,  dan tidak mengurus sikap orang lain, serta hal-hal kecil dan tidak berguna,  kerena ia pada akhirnya akan memberkati 1000 generasi dengan hidup dan  karya-karya-nya yang gemilang, serta memuliakan TUHAN Allah-nya.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; margin-left: 18pt; margin-right: 0cm; text-align: justify;">Selamat  menjadi Pribadi Sejati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Penjelasan rinci dan dialog  tentang pokok ini dapat menghubungi: <strong>DR. Yakob Tomatala</strong>; email: <a title="mailto:yaktom@centrin.net.id" href="mailto:yaktom@centrin.net.id">yaktom@centrin.net.id</a>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Jakarta, Januari  2009</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2009/01/11/menjadi-pribadi-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENJADI PEMIMPIN SEJATI</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2009/01/10/hello-world/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2009/01/10/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 03:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ministry]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin Sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Firman Allah Firman TUHAN Allah menegaskan: “Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam DIA, ia wajib hidup seperti Kristus telah hidup” (I Yohanes 2:6) PENGANTAR Menjadi Pemimpin Sejati berati menjadi Pemimpin Seperti Yesus Kristus. Menjadi pemimpin sejati seperi ini menjelaskan bahwa ada upaya bertanggungjawab untuk menghidupi dan membangun diri kearah kedewasaan yang olehnya akan menampakkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: justify;"><strong><span style="font-family: 'Times New Roman','serif';"> </span></strong><strong>Firman  Allah<br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: center;" align="center">Firman TUHAN Allah menegaskan:</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: center;" align="center">“<em>Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam DIA, ia wajib  hidup seperti Kristus telah hidup</em>” (I Yohanes 2:6)</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="line-height: 120%; text-align: justify;"><strong>PENGANTAR<br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;">Menjadi  Pemimpin Sejati berati menjadi Pemimpin Seperti Yesus Kristus. Menjadi pemimpin  sejati seperi ini menjelaskan bahwa ada upaya bertanggungjawab untuk menghidupi  dan membangun diri kearah kedewasaan yang olehnya akan menampakkan nilai-nilai  kepemimpinan agung TUHAN Yesus Kristus yang menjadi kebiasaan unggulan yang  membawa berkat bagi diri dan sesama dalam kepemimpinan yang  ditekuni.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>MEMBANGUN DIRI MENJADI  PEMIMPIN SEJATI</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;">Membangun diri  menjadi pemimpin sejati dilandasi prinsip-prinsip yang dibangun di atas  kebenaran Alkitab tentang TUHAN Yesus Kristus. Setiap orang yang menghendaki  menjadi pemimpin sejati, harus menekuni dan membangun prinsip berikut, yang  dihidupi serta dilakonkan secara bertanggungjawab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span id="more-1"></span></p>
<p class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: 10pt; text-indent: -18pt; line-height: 115%; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt;" lang="EN-US"> </span></strong><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: 'Calibri','sans-serif';"><span>1.<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><span style="font-size: 11pt; line-height: 115%;">Hidup  seperti Yesus Kristus dan memimpin seperti Yesus Kristus yang memimpin dari  hati, memimpin berlandaskan kasih, memimpin dengan kekuatan kebenaran-kebaikan,  adalah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan oleh orang Kristen, namun  jaminan-nya ialah bahwa setiap orang yang ada di dalam DIA memiliki potensi  untuk hidup dan memimpin seperti DIA.</span></p>
<ol style="margin-top: 0cm;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  Sejati yang dapat memimpin seperti Yesus Kristus mengawali semua dengan menjaga  hati-nya, yang oleh-nya pikiran, perasaan, dan kehendak-nya akan diwarnai oleh  hati yang terjaga benar dan baik.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  Sejati yang menyatu dengan kehidupan dan kepemimpinan Yesus Kritus, harus mati  untuk hidup, yang berarti, apasaja yang menyebabkan ia mematikan, menuntut ia  harus mati, yang olehnya ia gagal melakukan tindakan yang mematikan orang  lain.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  Sejati yang mau menang, harus kalah, yang tidak berati sekedar mengalah, tetapi  membiarkan diri menjadi kalah, mengalahkan diri, agar ia gagal mengalahkan  dengan kekerasan yang mematikan.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  Sejati memimpin dengan hati yang hancur, yang lebih dari sekedar berdukacita,  karena ada pada-nya kekuatan simpati yang kalau terpotong di kuku terasa di  daging, sikap empati yang karenanya ia memberikan hati sebagai tempat bernaung  bagi mereka yang terhancur, yang olehnya ia gagal menjadikan dirinya menjadi  penghancur.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  sejati menyerahkan dan menjaga hati-nya (Amsal 3:24), dimana TUHAN Yesus yang  setia berkuasa menjaga hati-nya supaya tidak bercacat dan kudus di hadapan  Allah, agar kehidupan-nya selaras dengan keinginan TUHAN Yesus (I Tesalonika  3:13). Karena itu, pakailah hati yang mengendalikan pikiran perasaan dan kemauan  agar selalu benar dan baik, yang nampak dalam kata yang manis serta perilaku  yang menyenangkan.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  sejati yang menjaga hati, harus menjauhi pikiran curiga, rasa iri, dan kehendak  keras, yang menyusahkan orang lain, yang nampak dalam kepribadian yang berbudi  luhur dan membahagiakan orang lain.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  sejati harus berupaya mematikan di dalam diri segala kehendak yang membuat ia  mematikan orang lain, dimana dengan mematikan keinginan-keinginan-nya, pemimpin  tidak akan memaksakan kehendak-nya yang menyusahkan orang lain.  Karena itu,  nyatakanlah kebenaran dan kebaikan terhadap sesama dengan sebijaksana mungkin,  yang menggembirakan hati orang lain.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  sejati harus berusaha mengalahkan keinginan-keinginan hatinya, yang karenanya ia  dapat menyusahkan orang lain, dengan mengalahkan kehendak-nya, pemimpin dengan  sendirinya akan bersikap toleran, lemah lembut terhadap orang lain. Karena itu,  jauhilah sikap mengkritik, dan bersikaplah setoleran mungkin dengan perpikir,  bersikap, berkata dan melakukan apa saja yang membangun orang lain.</li>
<li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; line-height: 115%; text-align: justify;">Pemimpin  sejati harus merasa simpati dalam merasakan kesulitan yang dialami oleh orang  lain dan bersikap empati dalam memberikan solusi, sehingga orang merasa disentuh  dan pergumulannya teratasi. Karena itu, berupayalah untuk selalu bersikap benar,  baik, jujur, tulus dan lemah lembut, yang nampak dalam kata-kata dan perbuatan  yang arif,  yang membuat orang lain merasa diberkati.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;">Selamat  menjadi Pemimpin Sejati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Penjelasan rinci dan dialog  tentang pokok ini dapat menghubungi: <strong>DR. Yakob Tomatala</strong>; email: <a title="mailto:yaktom@centrin.net.id" href="mailto:yaktom@centrin.net.id">yaktom@centrin.net.id</a>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Jakarta, Januari  2009</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2009/01/10/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LINGKUP STUDI ILMU KEPEMIMPINAN</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2008/05/03/lingkup-studi-ilmu-kepemimpinan/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2008/05/03/lingkup-studi-ilmu-kepemimpinan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 04:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ministry]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Ilmu Kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Setiap pembelajar perlu memahami bahwa kepemimpinan adalah gejala universal yang dapat ditemukan di mana-mana. Kepemimpinan sebagai Ilmu, baru saja berkembang pada Abad ke XIX,tetapi sebagai seni, kepemimpinan telah dipraktekkan untuk waktu yang panjang, dimana dapat dikatakan bahwa sejak adanya manusia yang hidup sebagai suatu kelompok, sesungguhnya kepemimpinan telah ada. Dalam upaya memahami kepemimpinan, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengantar</p>
<p>Setiap pembelajar perlu memahami bahwa kepemimpinan adalah gejala universal yang dapat ditemukan di mana-mana. Kepemimpinan sebagai Ilmu, baru saja berkembang pada Abad ke XIX,tetapi sebagai seni, kepemimpinan telah dipraktekkan untuk waktu yang panjang, dimana dapat dikatakan bahwa sejak adanya manusia yang hidup sebagai suatu kelompok, sesungguhnya kepemimpinan telah ada. Dalam upaya memahami kepemimpinan, maka ada dua hal awal yang perlu diketahui oleh setiap pembelajar, yaitu; 1. Matra Dasar Kepemimpinan; dan 2. Lingkup Studi Kepemimpnan.</p>
<p><strong>Matra Dasar Kepemimpinan.</strong></p>
<p><strong><span id="more-18"></span></strong>Kepemimpinan  umumnya memiliki matra-matra dasar yang sama, antara lain:</p>
<ol type="1">
<li>Kepemimpinan mencakup interaksi individu (pemimpinan dan para bawahan) dan serangkaian variabel dalam situasi serta lokus (lokus sosio-budaya dan kerja) kepemimpinan di mana kepemimpinan diterapkan.</li>
<li>Kepemimpinan berurusan dengan dinamika sistem, mekanisme, atau masinesasi sosial dan orientasi humanis dalam seluruh hakikat serta aspek kepemimpinan.</li>
<li>Kepemimpinan berhubungan erat dengan orientasi teoritis dan riset empiris.  Di sini kepemimpinan dilihat sebagai suatu ilmu dengan objek penelitian yang dapat diteliti karena adanya sampel yang dapat dievaluasi yang didasarkan atas varitas yang diketahui, dapat diobservasi dan dapat diukur.</li>
<li>Kepemimpinan       juga memiliki orientasi nilai (value orientation) dalam studi kepemimpinan       dari segi <em>social-behavioral</em>.  Orientasi ini berkaitan erat dengan “hubungan antar orang” yang adalah faktor dasar kepemimpinan yang sangat penting.</li>
<li>Kepemimpinan secara utuh menyentuh fungsi-fungsi umum kepemimpinan atau manajemen dan administrasi (fungsi khusus) dalam seluruh kerangka kerja, serta semua bagian yang terdapat pada struktur keorganisasian formil.</li>
<li>Kepemimpinan bertalian erat dengan faktor kontekstual-historikal.  Faktor mana sangat mempengaruhi pola masyarakat, budaya, politik, ekonomi, pendidikan, teknologi, dsb.  Faktor-faktor ini sangat kuat mempengaruhi dan mewarnai kerangka serta pola kepemimpinan dalam setiap kepemimpinan.</li>
<li>Kepemimpinan sangat berkepentingan dengan kerja/pekerjaan dalam segala esensi, sifat, unsur ekonomi, dan lingkungan (lokus) kerjanya.</li>
<li><strong>LINGKUP STUDI KEPEMIMPINAN</strong></li>
<p>Lingkup studi kepemimpinan dapat dipelajari dengan melihat diagram di bawah ini, yang menjelaskan studi kepemimpinan yang mencakup tiga bidang penting, yaitu, Elemen Dasar Kepemimpnan; Doktrin Dasar Kepemimimpinan; dan Pekerjaan atau Tugas Dasar Kepemimpinan seperti di bawah ini:</p>
<h3><strong> Lingkup Studi Kepemimpinan</strong></h3>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-19" title="lingkup_clip_image001" src="http://yakobtomatala.com/wp-content/uploads/2009/01/lingkup_clip_image001.gif" alt="lingkup_clip_image001" width="424" height="555" /></ol>
<p>Bagan ini dikembangkan dari karya J. Robert Clinton yang hanya merinci tiga hal pertama, yaitu elemen, perlengkapan dan nilai dasar kepemimpinan dan kemudian dielaborasi dan dimodifikasi oleh Y. Tomatala seperti terlihat dalam diagram ini. Keterangan rinci dapat diperoleh dari buku <em>Kepemimpinan yang Dinamis</em>,  karya Dr. Tomatala.</p>
<p>Lihat buku Kepemimpinan yang dinamis  karya Dr. Yakob Tomatala, tentgang pokok ini.</p>
<p align="center">Dalam upaya memahami studi kepemimpinan secara utuh dan lengkap, maka adalah penting bagi setiap pembelajar untuk mempelajari arti, lingkup studi kepemimpinan, serta matra-matranya seperti yang diuraikan pada diagram di atas, yang melingkupi:<a name="_ftnref4" href="../news.php?readmore=3#_ftn4"> </a></p>
<ol type="1">
<li><strong>Elemen Dasar</strong> (Basal Element) Kepemimpinan,       yang meliputi: PEMIMPIN, ORANG YANG DIPIMPIN atau BAWAHAN, dan SITUASI       KEPEMIMPINAN.</li>
<li><strong>Doktrin Dasar</strong> Kepemimpinan yang meliputi: PERLENGKAPAN DASAR KEPEMIMPINAN (Perilaku Pemimpin – leader behavior dan Alat Perlengkapan &#8211; resurces) dan NILAI-NILAI DASAR KEPEMIMPINAN (Nilai Teologis dan Nilai Filosofis).</li>
<li><strong>Pekerjaan</strong> atau <strong>Tugas Dasar</strong> Kepemimpinan yang meliputi: ESENSI, SIFAT, UNSUR       EKONOMI, dan LINGKUNGAN KERJA kepemimpinan.</li>
</ol>
<p>Melihat faktor-faktor dan matra-matra kepemimpinan yang pada dasarnya ada pada dan sama dalam semua kepemimpinan pada umumnya, maka setiap pembelajar dapat mengembangkan diri dengan mempelajari secara cermat matra-matra yang disinggung dalam lingkup studi kepemimpinan ini.  Diharapkan bahwa para pembelajar dapat memperoleh kemanfaatan belajar maksimal dengan memulai dari tahap ini. Selamat belajar.</p>
<p>Penjelasan  rinci dapat menghubungi <strong>DR. Y. Tomatala</strong>;  email: <a href="mailto:yaktom@centrin.net.id">yaktom@centrin.net.id</a>. Lihat  wesite: <a href="http://www.yakobtomatala.com/">www.yakobtomatala.com</a>.</p>
<p>Jakarta, April, 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2008/05/03/lingkup-studi-ilmu-kepemimpinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEMIMPIN DALAM KEPEMIMPINAN KRISTEN</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2008/04/02/pemimpin-dalam-kepemimpinan-kristen/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2008/04/02/pemimpin-dalam-kepemimpinan-kristen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 04:04:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Ministry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Premis atau dalil dasar kepemimpinan Kristen adalah berlandaskan ajaran Alkitab. Secara khusus, peremis mengenai pemimpin dalam kepemimpinan meliputi tiga hal penting, yaitu antara lain: Satu, Panggilan Sebagai Pemimpin Kristen; Dua, Dasar Teologi Kepemimpinan Kristen; dan Tiga, Dasar Etika-Moral Kepemimpinan Kristen. A. Panggilan Sebagai Pemimpin Kristen Kepemimpinan Kristen didasarkan atas premis utama, yaitu bahwa Allah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-16" title="ytleadershipfoundation" src="http://yakobtomatala.com/wp-content/uploads/2008/04/ytleadershipfoundation.gif" alt="ytleadershipfoundation" width="200" height="124" /></p>
<p>Pengantar</p>
<p>Premis atau dalil dasar kepemimpinan Kristen adalah berlandaskan ajaran Alkitab. Secara khusus, peremis mengenai pemimpin dalam kepemimpinan meliputi tiga hal penting, yaitu antara lain: Satu, Panggilan Sebagai Pemimpin Kristen; Dua, Dasar Teologi Kepemimpinan Kristen; dan Tiga, Dasar Etika-Moral Kepemimpinan Kristen.</p>
<p>A.	Panggilan Sebagai Pemimpin Kristen</p>
<p>Kepemimpinan Kristen didasarkan atas premis utama, yaitu bahwa Allah, oleh kehendak-Nya yang berdaulat, menetapkan serta memilih setiap pribadi dalam lingkup dan konteks pelayanan menjadi pemimpin Kristen. Pemimpin yang dipanggil oleh Allah ini adalah untuk pelayanan memimpin. Premis ini ditegaskan oleh Profesor Dr. J. Robert Clinton yang mengatakan,</p>
<p><span id="more-4"></span><br />
“Pemimpin Kristen adalah seseorang yang telah dipanggil Allah sebagai PEMIMPIN yang ditandai oleh adanya:<br />
1.	Kapasitas memimpin dan<br />
2.	Tanggung jawab pemberian Allah<br />
UNTUK<br />
3.	Memimpin suatu kelompok umat Allah (gereja)<br />
4.	Mencapai TUJUANNYA bagi, serta melalui kelompok ini” (Clinton 1989:2).<br />
Dari penegasan Profesor Clinton di atas, dapat dikatakan bahwa seorang pemimpin Kristen ada sebagai pemimpin karena ia dipanggil oleh Allah. Dengan demikian, ia harus memiliki kesadaran diri sebagai telah terpanggil Allah dan meneguhkan kualifikasi dirinya sebagai pemimpin. Sikap ini perlu dipertegas dengan memperhatikan bahwa seorang pemimpin Kristen adalah seorang individu yang telah ditebus Allah, yang olehnya ia harus yakin bahwa ia terpanggil Allah untuk memangku tanggung jawab kepemimpinan. Kebenaran ini pada sisi lain, menegaskan bahwa Allah telah mengaruniakan kepadanya kapasitas teguh untuk memimpin, sehingga ia dapat membuktikan diri sebagai pemimpin sejati (Lihat: Kejadian 12:1-3; Keluaran 2-7; dan 18, Roma 12:8, dsb.).</p>
<p>B.	Dasar Teologis Filosofis Kepemimpinan Kristen</p>
<p>Dasar teologis-filosofis yang harus dipahami dan harus ada pada seorang pemimpinan Kristen ialah:<br />
1. Pemimpin Kristen harus memahami dasar kepemimpinan Kristen bahwa ia terpanggil sebagai &#8211; “pelayan-hamba” (Makus 10:42-45). Sebagai pelayan, pemimpin terpanggil kepada tugas yang olehnya ia menjadi pemimpin. Sebagai hamba, ia terpanggil dengan status menghamba kepada TUHAN, yang harus diwujudkan dalam sikap, sifat, kata, dan perbuatan.<br />
2. Pemimpin Kristen harus memiliki motif dasar kepemimpinan Kristen yaitu; Satu: “membina hubungan” dengan orang yang dipimpinnya dan orang lain pada umumnya (Markus 3:13-19; Matius 10:1-4; Lukas 6:12-16). Dalam kaitan ini, perlulah disadari bahwa kadar hubungan-hubunganlah yang menentukan keberhasilan seseorang sebagai pemimpin. Dua: “mengutamakan pengabdian” (Lukas 17:7-10). Mengutamakan pengabdian menekankan bahwa “kerja” adalah fokus, prioritas, sikap serta tekanan utama, sehingga ia akan mengabdikan diri untuk melakonkan tugas kepemimpinan dengan sungguh-sungguh.<br />
3.	  Pemimpin Kristen harus memahami PROSES KEPEMIMPINAN serta ketrampilan memimpin, antara lain:<br />
a. Ia harus mengetahui tujuan (tujuan Allah, tujuan organisasi, tujuan operasi kerja) dari institusi/organisasi yang dipimpinnya.<br />
b.	Ia perlu mengenal tanggung jawab serta tugas yang dipercayakan kepadanya.<br />
c.	Ia harus memahami dan mengenal fungsi pengelolaan kerja (manajemen) &#8211; (Lukas 14:28-30).<br />
d. Ia harus berupaya mengenal setiap orang yang dipimpinnya untuk mempermudah penggalangan serta pembinaan hubungan antara pemimpin-bawahan, sebagai dasar untuk melaksanakan kinerja kepemimpinan yang berkualitas. Kondisi hubungan baik antara pemimpin dengan para bawahan sangat menentukan pelaksanaan kerja yang dapat dilakukan dengan baik pula.<br />
e. Ia harus mengerti dengan baik bagaimana caranya mencipta hubungan, kondisi yang kondusif, serta pemenuhan kebutuhan dari bawahannya dalam upaya memperlancar uapaya dan kinerja kepemimpinan.</p>
<p>C.	Dasar Etika-Moral Kepemimpinan Kristen</p>
<p>Kepemimpinan Kristen memiliki dasar etika-moral yang Alkitabiah. Dalam kepemimpinan Kristen, presuposisi dasar etika-moral dilandaskan atas fakta dan dinamika “inkarnasi” Yesus Kristus (Yohanes 1:1-14, 18; Filipi 2:1-11). Konsep inkarnasi dalam kepemimpinan Kristen yang dibangun di atas fakta “inkarnasi Yesus Kristus” yang memiliki kisi kebenaran berikut:<br />
1. Dasar perilaku etika-moral kepemimpinan Kristen adalah pribadi Yesus Kristus, termasuk: kehidupan, karya, ajaran dan perilaku-Nya, di mana seluruh kerangka kepemimpinan Kristen dibangun di atas dasar ini (I Yohanes 2:6).<br />
2. Orientasi dan pendekatan etika-moral kepemimpinan Kristen bersifat partisipatif yang berlaku dalam penerapan kepemimpinan Kristen pada segala bidang hidup (Lukas 4:18-19).<br />
3. Dinamika etika-moral kepemimpinan Kristen terwujud oleh adanya transformasi hidup (individu/masyarakat) yang dibuktikan dengan pertobatan/pembaharuan/pemulihan hidup dan semangat kerja (individu/korporasi; banding: Roma 12:1-2, 8, 9-21).<br />
4. Perwujudan dasar etik-moral kepemimpinan Kristen di atas haruslah dinyatakan dalam sikap hati, kata dan perbuatan serta bakti setiap pemimpin Kristen secara nyata dalam bidang hidup berikut:<br />
a.	Pemimpin Kristen harus membuktikan diri sebagai pemimpin bertanggung jawab (Ibrani 13:17).<br />
b.	Pemimpin Kristen harus menemukan diri sebagai pemimpin yang bertumbuh (Kolose 2:6-7; 3:5-17).<br />
c.	Pemimpin Kristen harus menjadi pemimpin model dalam keteladanan hidup dan kinerja (Ibrani 13:7-8).<br />
d. Pemimpin Kristen harus memiliki: motivasi dasar Pelayan-Hamba (Markus 10:42-45), yang senantiasa menyadari akan status dan perannya sebagai pemimpin.<br />
Motivasi dasar seseorang pemimpin seperti ini akan sangat menentukan sikap, perilaku, kata ddan tindakan dari orang tersebut, baik terhadap diri, orang lain maupun pekerjaan. Karena itu, seorang pemimpin Kristen perlu memastikan apakah ia memiliki dasar etika-moral, orientasi dan motivasi yang sesuai dengan Firman Allah.</p>
<p>RANGKUMAN</p>
<p>Peerlu dipertegas, bahwa pada dasarnya kepemimpinan Kristen memiliki faktor-faktor dan matra-matra dasar kepemimpinan yang sama dengan kepemimpinan umum lainnya. Pada sisi lain kenyataan yang membedakan antara Kepemimpinan Kristen dan kepemimpinan lainnya ialah hakikat, dinamika, serta falsafah yang didasarkan pada Alkitab. Sebagai contoh, premis utama kepemimpinan Kristen ialah bahwa Allah yang berdaulat oleh kehendak-Nya yang kekal, telah menetapkan serta memilih setiap pemimpin Kristen kepada pelayanan memimpin. J. Robert Clinton mengatakan, “Allah memilih bagi dirinya seorang pemimpin, dan Allah mengembangkan pemimpin tersebut sepanjang kehidupannya.” Itulah sebabnya tatkala mendefinisikan tentang siapa pemimpin Kristen itu, Clinton menjelaskan:<br />
“Pemimpin Kristen adalah seseorang yang telah dipanggil Allah sebagai PEMIMPIN yang ditandai oleh:<br />
1.	Kapasitas memimpin dan<br />
2.	Tanggung jawab pemberian Allah<br />
UNTUK<br />
3.	Memimpin suatu kelompok umat Allah (Gereja)<br />
4.	Mencapai TUJUANNYA  (bagi serta) melalui kelompok ini”</p>
<p>Premis utama ini menyinggung hakikat kepemimpinan Kristen &#8211; bahwa Allah adalah segala-galanya bagi kepemimpinan Kristen, dimana Ia-lah yang mengawali, menopang, dan menghasilkan dalam seluruh proses kepemimpinan. Hal ini senada dengan pernyataan David Hocking yang mengatakan, “Tanpa bantuan Allah, tidak seorang pun di antara kita dapat mengharap menjadi apa yang Allah gambarkan sebagai seorang pemimpin rohani.” Melihat premis di atas, dapat dikatakan bahwa kepemimpinan Kristen adalah “God Centered Leadership” dengan pemimpin sebagai God centered leader – di mana Allah adalah segala-galanya bagi pemimpin dan kepemimpinan itu.<br />
Indikator penting bahwa seseorang dipanggil Allah kepada tugas kepemimpinan ialah bahwa ia memiliki kapasitas lengkap sebagai pemimpin, dan ada tanggungjawab yang diuntukkan baginya guna menjalankan upaya memimpin. Pada pihak lain kepemimpinan Kristen meletakkan kedudukan pemimpin Kristen secara proposional, di mana “pemimpin Kristen adalah pemimpin yang berkarakter tinggi, berpengetahuan komprehensif dan khas lebih, serta berkecakapan sosial dan teknis yang andal. Pemimpin Kristen seperti ini akan terbukti sebagai pemimpin dengan ciri-ciri “efektivitas tinggi, efisiensi tinggi, dan hubungan sehat yang tinggi” &#8211; sehingga dapat mewujudkan kinerja optimal dengan produk unggul dalam kepemimpinan yang diembannya. Ciri-ciri di atas akan selalu terlihat dengan adanya kisi-kisi berikut:<br />
1.	Pemimpin mengabdi dengan komitmen yang tinggi kepada Allah, kepada organisasi (gereja) dan kepada tugas (misi Allah).<br />
2. Pemimpin memiliki dan mempertahankan nilai efektivitas tinggi yang ditandai oleh sifat dan sikap pemimpin dengan gaya kepemimpinan berikut:<br />
a.	Ia adalah pemimpin teladan-bertanggung jawab.<br />
b.	Ia adalah pemimpin inspirator-komunikator.<br />
c.	Ia adalah pemimpin pemersatu-dengan kerja sama yang tinggi.<br />
d.	Ia adalah pemimpin pekerja-motivator ulung.<br />
e.	Ia adalah pemimpin berwibawa-otokrator bijak.<br />
f.	Ia adalah pemimpin strategos-terfokus yang selalu tepat arah dan pencapaian.<br />
g.	Ia adalah pemimpin peduli-terpadu yang memiliki kepedulian tinggi atas kesejahteraan semua pihak dalam kepemimpinannya.</p>
<p>Ciri khas pemimpin Kristen seperti inilah yang menempatkan kepemimpinan Kristen sebagai unik, dengan hakikat, dinamika, serta falsafah penuntunnya yang khas. Hal mana akan mewarnai “leader behavior, leadership style, dan leadership performance” – yang membawa “summum bonum” (kebaikan tertinggi) bagi diri (sebagai pemimpin), bawahan (orang yang dipimpin), organisasi dan masyarakat (lingkungan) di mana kepemimpinannya diaktualisasikan secara optimal. Selamat.</p>
<p>Penjelasan rinci dapat menghubungi DR. Y. Tomatala; email: yaktom@centrin.net.id., Website: www.yakobtomatala.com.</p>
<p>Jakarta, April, 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2008/04/02/pemimpin-dalam-kepemimpinan-kristen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

