<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DR. Yakob Tomatala &#187; ibumu</title>
	<atom:link href="http://yakobtomatala.com/tag/ibumu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yakobtomatala.com</link>
	<description>Leadership, Thoughts, Books, Writing !</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Jun 2011 00:43:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>PEREMPUAN  Dia Ibu-ku, Ibu-mu</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2009/12/07/perempuan-dia-ibu-ku-ibu-mu/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2009/12/07/perempuan-dia-ibu-ku-ibu-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 12:13:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[dia ibuku]]></category>
		<category><![CDATA[ibumu]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[PEREMPUAN Dia Ibu-ku, Ibu-mu “Perempuan, itulah sapaan-mu. Engkau disebut ‘perempuan’ yang artinya yang dipertuan, betapa   tidak, Ragamu kau petaruhkan demi menghadirkan manusia-manusia bernama di bawah kolong langit. Engkau, karena harkat-mu menabur jasa yang tidak mungkin terbayar, karena itu engkau disapa perempuan. Manusia pada sisi lain melihat engkau dengan dua kaca mata. Pada-mu ada sejuta keagungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>PEREMPUAN</strong><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>Dia Ibu-ku, Ibu-mu</strong></p>
<p align="center">
<ul>
<li>“<strong><em>P</em></strong>erempuan, itulah sapaan-mu.</li>
<li><strong><em>E</em></strong>ngkau disebut ‘perempuan’ yang artinya <em>yang</em> <em>dipertuan</em>, betapa   tidak,</li>
<li><strong><em>R</em></strong>agamu kau petaruhkan demi menghadirkan manusia-manusia bernama di bawah kolong langit.</li>
<li><strong><em>E</em></strong>ngkau, karena harkat-mu menabur jasa yang tidak mungkin terbayar, karena itu engkau disapa perempuan.</li>
<li><strong><em>M</em></strong>anusia pada sisi lain melihat engkau dengan dua kaca mata.</li>
<li><strong><em>P</em></strong>ada-mu ada sejuta keagungan dan engkau disanjung, namun, atas nama martabat engkau dipasung, bak burung dalam sangkar emas. Lihatlah,</li>
<li><strong><em>U</em></strong>ntuk ‘sebuah nama’ engkau rela menjadi nomor dua, tetapi,</li>
<li><strong><em>A</em></strong>dakah tanda jasa disandingkan pada nama-mu?</li>
<li><strong><em>N</em></strong>amun, engkau membuktikan diri memiliki sejuta keagungan, dengan tidak menuntut, karena – engkau adalah ‘perempuan’.”</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Suatu sanjungan untuk Mama &#8230;&#8230;&#8230; mengenang “</strong><strong>Hari Ibu 2009</strong><strong>.”</strong></li>
<li>Jakarta, Maret 2005</li>
<li>Yakob Tomatala (Buku: My Lifeway, 2008).</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2009/12/07/perempuan-dia-ibu-ku-ibu-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

