Program Master of Christian Leadership (M.C.L)

YT GRADUATE SCHOOL OF LEADERSHIP

Kurikulum: Program Master of Christian Leadership (M.C.L)

Pendahuluan

Program Riset YT Graduate School of Leadership (YTGSL) merupakan suatu upaya untuk menjawab tuntutan kebutuhan dan tantangan perubahan global dalam segala bidang kehidupan. Meresponi kondisi ini, Program Eksekutif Profesional Pascasarjana Kepemimpinan – Master of Chrisitian Leadership (MCL) dirancang untuk menopang Gereja-gereja melengkapi para pemimpin, dan atau calon pemimpin dari semua aras serta berbagai kategori dalam pelayanan Kristen. Program MCL ini dikhususkan untuk antara lain; pemimpin organisasi gereja, organisasi sosial, kelompok karya, dan pelayanan umum lainnya termasuk kaum awam, kelompok pebisnis serta kaum professional. Program ini bertujuan untuk menopang serta mengembangkan para pemimpin dan atau calon pemimpin dimaksud untuk menjadi pemimpin Kristen yang kompeten, yang dapat memikul tanggung jawab kepemimpinan dan memimpin secara berkualitas pada skala lokal, regional, nasional, dan internasional. Read the rest of this entry »

MEMAHAMI SELUK-BELUK MANAJEMEN

Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasehat banyak ” (Amsal 15:22).

PENGANTAR

Apa sesungguhnya manajemen itu, apa hubungannya dengan kepemimpinan dan administrasi. telah diterangkan sebelumnya bahwa manajemen adalah fungsi umum kepemimpinan, dimana tatkala pemimpin memimpin, maka ia memasuki kawasan manajemen dan memanejemeni. Sedangkan administrasi adalah fungsi khusus kepemimpinan, dimana tatkala pemimpin memanejemeni maka ia menyentuh fungsi administrasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas langsung. Tugas-tugas administratif dalam kepemimpinan ini adalah pekerjaan yang rinci yang bersifat operasional. Pekerjaan rinci yang operasional ini meliputi tiga jenis tugas, yaitu tugas dasar, tugas utama dan tugas pendukung.[1] Dalam membahas pokok seputar manajemen, maka akan diuraikan hal-hal berikut, yaitu antara lain: Pertama, makna manajemen; Kedua, sejarah perkembangan ilmu manajemen; dan Ketiga, Unsur-unsur manajemen. Read the rest of this entry »

MEMBANGUN SIKAP: APAKAH ANDA MENGANDALKAN ORANG-ORANG ANDA

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN” (Yeremia 17:7).

PENGANTAR

Apa dan siapa menjadi tumpuan andalan Anda? Apakah Anda sungguh mengandalkan orang-orang yang ada di sekitar Anda? Apakah benar mereka dapat diandalkan? Apakah mereka andalan utama Anda? Dapatkah Anda memperkirakan dampak yang akan terjadi dari mengandalkan apa dan siapa itu? Tentu Anda akan terusik dengan pertanyaan-pertanyaan di atas ini, karena semuanya mengganggu Anda untuk memikirkan ulang siapa orang-orang yang ada disekitar Anda serta sejauh mana harkat dan kapasitas mereka yang olehnya mereka dapat menjadi andalan Anda. Read the rest of this entry »

PEMIMPIN DALAM MEWUJUDKAN UPAYA MEMIMPIN YANG BERKUALITAS

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekejaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di depan orang hina ” (Amsal 22:29).

PENGANTAR

Ada pernyataan menarik, “jangan mengharapkan bahwa sesuatu akan terjadi apabila Anda tidak melakukan apa pun.” Kalau begitu, dengan tidak melakukan apa-apa, tidak ada apa-apa yang terjadi. Dan dapat juga dikatakan bahwa, dengan tidak melakukan apa-apa maka sesuatu sedang terjadi, yaitu, tidak terjadi apa-apa. Pernyataan di atas menyiratkan kebenaran bahwa “ada tempat bagi kerja, ada waktu bagi kerja, ada peran bagi kerja, ada guna bagi kerja.” Di sini dapat ditegaskan bahwa dengan bekerja sajalah maka Anda akan melihat ada sesuatu yang terjadi. Sesuatu yang terjadi ini dapat berupa proses, mulai berjalanberakhir dan produk dari kerja, yang dapat dilihat serta dipahami dari berbagai sudut pandang. Dalam kaitan dengan kepemimpinan, kerja bagi pemimpin adalah “upaya memimpin” (leading attempt). Upaya memimpin ini merupakan tugas dan peran penting yang harus dilaksanakan oleh setiap pemimpin. Pemimpin yang melaksanakan upaya memimpin berati ia sedang bekerja dengan memimpin. Dalam hubungan dengan upaya memimpin ini, pemimpin yang memimpin berpikir, bersikap berkata dan bertindak sebagai pemimpin, karena memimpin adalah kerjanya pemimpin. Read the rest of this entry »

MEMBANGUN SIKAP: APAKAH SUNGGUH KATA-KATA PEMIMPIN ITU BERTUAH

Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan” (Amsal 16:23).

PENGANTAR

Pernahkah Anda mengevaluasi kata-kata yang Anda ucapkan atau yang Anda dengar? Apakah kata-kata itu menyenangkan atau menyakitkan? Tahukan Anda bahwa semua itu karena kata-kata itu bertuah dan berkuasa yang nampak pada dampaknya? Apakah benar kata-kata Anda sebagai pribadi mau pun sebagai seorang pemimpin itu bertuah dan berkuasa? Apa bukti bahwa kata-kata seorang pemimpin itu bertuah dan bekuasa? Apa makna dari penyataan “kata bertuah dan berkuasa” ini? Coba renungkan pernyataan berikut ini, “Anda adalah apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda katakan, dan apa yang Anda lakukan.[1] Implikasi dari pernyataan ini adalah, pikiran Anda menjelaskan siapa Anda sesungguhnya, kata-kata yang Anda ucapkan mengungkapkan isi hati Anda, dan tindakan Anda menyatakan maksud Anda yang sebenarnya. Kebenaran pernyataan di atas dilukiskan oleh Penulis Amsal yang menegaskan, “Anak-anak pun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakukannya” (Amsal 20:11). Read the rest of this entry »

MEMBANGUN SIKAP: MEMIMPIN DENGAN MELAYANI, APA BISA YA

….. Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya mejadi tebusan bagi banyak orang

(Matius 20:28; Makus 10:45).

PENGANTAR

Memimpin dengan melayani secara umum terlihat sebagai dua hal yang “paradoks.” Betapa tidak, memimpin menjelaskan tentang pemimpin yang posisinya di atas, karena dalam kepemimpinan, tempat pemimpin akan selalu berada di atas. Sedangkan, melayani pada sisi lain, menunjuk kepada tugas pelayan, yang sering dianggap sebagai pekerjaan rendahan. Dari sudut pandang ini, terlihat adanya paradoks yang disinggung di atas. Dari sini orang dapat berkata, “mana mungkin seorang pemimpin memimpin dengan melayani? Pemimpin kan berada di atas, dimana ia dapat melakukan apa saja, termasuk menggunakan tangan besi” (Matius 20:25; Markus 10:42). Namun, dilihat dari perspektif ajaran Yesus Kristus, “memimpin dengan melayani” adalah kebenaran kepemimpinan-Nya yang hakiki, yang memiliki sifat yang “par-excellence” (kepemimpinan terbaik yang tidak ada bandingannya). Memimpin dengan melayani adalah pendekatan falsafah yang menjelaskan tentang suatu kebenaran secara “abiding paradox.”[1] Pendekatan ini menyatakan kebenaran yang terlihat sebagai bertentangan, namun pada dasarnya tidaklah bertentangan karena memiliki makna tersirat.[2] Alasan kuat bagi pemahaman ini ialah bahwa falsafah yang abiding paradox ini sesungguhnya adalah kebenaran yang mengandung makna yang sangat dalam. Kebenaran mengenai pendekatan ini terlihat dalam pernyataan Yesus Kristus yang dapat dipadatkan melalui anak kalimat “memimpin dengan melayani.” Ayo, mari kita maknakan! Read the rest of this entry »

KEPENTINGAN HUBUNGAN-HUBUNGAN DALAM KEPEMIMPINAN


Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak ,….. ” (Amsal 13:20).

PENGANTAR

Manusia telah diciptakan TUHAN Allah untuk memiliki hubungan dengan sesamanya. Hubungan-hubungan ini bersifat pribadi dan sosial. Hubungan ini bersifat pribadi karena itu, harus disikapi untuk diamalkan. Hubungan ini juga bersifat sosial karena beroperasi dalam matriks masyarakat dengan kebudayaan yang unik. Pada aspek yang lebih khusus, hubungan sosial ini berkaitan dengan kerja. Dari perspektif ini, dapat dikatakan bahwa kepemimpinan adalah hubungan, karena kepemimpinan mewadahkan manusia-manusia yang saling berhubungan, yang beroperasi dalam matriks suatu organisasi. Di sini, hubungan-hubunganlah yang memberi indikator kadar kekuatan kepemimpinan yang berkualias dan menghasilkan. Alasan kuat bagi kebenaran ini ialah karena dengan hubungan-hubungan sajalah seorang pemimpin menapaki keberhasilan dalam memimpinnya. Dengan demikian, adalah beralasan untuk menggumuli implikasi kepentingan hubungan-hubungan bagi kepemimpinan yang berkualitas. Diyakini, bahwa olehnya pemimpin akan mampu melaksanakan upaya memimpin yang berkualitas dan berhasil. Selamat berkelana! Read the rest of this entry »

Promo Workshop Kepemimpinan

Pengantar

Oleh kemurahan TUHAN Allah, YT Leadership Foundation, Jakarta berkesempatan menyelenggarakan Market Place Leadership Workshop, yang mengetengahkan pokok: “Memimpin Seperti Yesus Kristus – Kepemimpinan yang Par-ekselens (Par-excellence Leadership), pada tanggal 5 Juni 2010, jam 10:00 – 13:00., bertempat di Gedung GKII Bukit Zaitun, Jl. Jamrud No. 24, Jakarta Pusat. Read the rest of this entry »

URGENSI ETIKA PELAYANAN BAGI HAMBA TUHAN MASA KINI

ARTIKEL:

URGENSI ETIKA PELAYANAN BAGI HAMBA TUHAN MASA KINI[1]

Pengantar

Pokok percakapan seputar “Urgensi Etika Pelayanan bagi Hamba Tuhan Masa Kini,” adalah sangat tepat waktu. Alasan utamanya ialah bahwa etika pelayanan hamba Tuhan adalah begitu urgen, karena faktor-faktor mundialistis.[2] Faktor pertama menunjuk pada adanya pengaruh dunia global dengan kekuatan kompleks yang menekan gereja sebagai suatu komunitas. Pengaruh dunia global ini dimotori teknologi informasi yang semakin canggih yang ternyata merasuk seluruh sendi kehidupan masyarakat. Read the rest of this entry »

Tema: Hidup Berkemenangan

RENUNGAN

Tema: Hidup Berkemenangan[1]

“… dalam semuanya itu, kita lebih dari orang-orang yang menang oleh Dia yang telah mengasihi kita” (Roma 8:37; 28-39)

PENGANTAR.

Setiap orang tentu menghendaki agar kehidupannya baik, berhasil, dan menang. Semua dan banyak orang juga menyadari bahwa hidup baik, berhasil dan menang ini tentu tidak akan mudah digapai dengan cara yang bagaikan membalikkan telapak tangan. Hal ini memastikan bahwa harus ada upaya keras untuk menggapai keberhasilan tersebut. Read the rest of this entry »

YT Leadership Foundation
May 2012
M T W T F S S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031