MENTOR-KONSELOR: PEMIMPIN ARIF MEMERLUKAN PENDAMPING BIJAK
“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” (Amsal 17:17)
PENGANTAR
Anda tentu telah mendengar kata “mentor” dan “mentoring.” Apa sesungguhnya makna dari istilah-istilah ini? Istilah mentor, diangkat dari nama diri sahabat karib Odyseus[1] dan Telemachus, yang namanya Mentor yang dimaknakan sebagai “a wise friend” (sahabat yang bijak) dan “faithful counselor” (konselor yang setia). Berdasarkan pemaknaan dasar kata mentor inilah, maka dapat dikatakan bahwa mentoring adalah “proses membangun persahabatan yang diwujudkan di atas sikap bijak, setia dan dapat dipercaya sebagai dasar untuk memberikan pendampingan, konseling atau pembimbingan.” Berlandaskan konsep ini, mentor haruslah seseorang yang dapat membuktikan diri sebagai sahabat yang arif dan setia, yang dinyatakan melalui pembuktian diri sebagai “dapat dipercaya.” Dari perspektif ini, seorang mentor yang adalah sahabat yang bijak dan setia yang membuktikan diri sebagai dapat dipercaya sajalah yang bisa menjalankan perannya sebagai konselor yang baik. Dalam memahami sejauh mana seseorang pemimpin memerlukan seorang mentor yang pada gilirannya pemimpin dimaksud akan menjadi mentor kelak, simaklah uraian berikut: Read the rest of this entry »
SYAHADAT KEPEMIMPINAN YESUS KRISTUS
“Yang mau hidup harus mati, yang tidak kalah tidak akan menang. Lebih dahulu merasakan hati yang hancur, barulah batin merasa senang”
(“Yang mau hidop harus mati, yang seng kalah, seng manang. Dolo rasa picah hati, baru batin pun sanang”)
Kutipan yang diingat dari: Mazmur dan Tahlil
Anda harus mati untuk hidup
“Pemimpin sejati adalah pemimpin pemberi hidup, karena itu, ia harus hidup untuk dapat memberi hidup”
Kalau ia memberi hidup, ia akan disalah-mengerti dan dituduh mencari muka, mencari nama
Bagaimanapun juga, ia harus tetap memberikan hidup untuk memberi hidup Read the rest of this entry »
MANAJEMEN PRIMA
“Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya …… ” (Amsal 31:15).
PENGANTAR
Pemimpin adalah pemimpin. Pemimpin juga dapat disebut manajer dan administrator. Prinsip ini menegaskan bahwa seorang pemimpin haruslah menyadari bahwa ia adalah pemimpin yang memahami peran dan tugas manajemen prima (primer), yaitu manajemen dan administrasi yang adalah seni kepemimpinan. Perlu disadari bahwa tatkala pemimpin memimpin, maka ia melaksanakan upaya memimpin yaitu memasuki kawasan manajemen. Di sini manajemen adalah seni kepemimpinan. Dapat dikatakan bahwa tatkala pemimpin memimpin maka ia sedang memanejemeni dengan mewujudkan seni memimpin. Hal pertama dan terpenting dari seni memimpin ini ialah bahwa setiap pemimpin harus memanejemeni diri-nya, yaitu mengelola dan mencitrakan perilaku (behavior) dan pola (style) kepemimpinannya sebagai landasan untuk menjalankan kepemimpinan. Read the rest of this entry »
MEMBANGUN SIKAP: MENGAPA HARUS MENJADI PEMIMPIN PEMBAWA DAMAI
“Berbahagialah orang yang membawa damai….” (Matius 5:9a)
PENGANTAR
Damai, peace adalah kata yang merupakan dambaan semua orang. Namun, apa sesungguhnya makna damai itu, dilihat dari sisi hakikat, sifat dan dinamikanya? Menjawab pertanyaan ini, dapatlah dikatakan bahwa secara hakikat, damai adalah “a state of peaceful” yang holistik dengan sifat dan dinamikanya yang kuat. Damai secara substansial adalah keadaan sejahtera yang penuh (whole/ holistic) yang dibangun di atas dan di dalam kebenaran (Yesaya 32:17). Damai yang substansial ini sifatnya teguh karena melekat pada harkat Allah dan atribut-Nya, yang olehnya kehadiran-Nya adalah kehadiran damai, karena IA adalah sumber damai sejati. Dengan demikian, tatkala Allah hadir dalam kehidupan dan pengalaman setiap orang, maka di situ ada damai dalam arti yang sebenarnya (Yohanes 8:31-32). Read the rest of this entry »
AWAS, PEMIMPIN JANGAN MEMBIARKAN DIRI DIJILAT-JILAT
“Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya” (Amsal 29:5).
PENGANTAR
Kepemimpinan melibatkan banyak orang, mulai dari pemimpin puncak dan para pemimpin, para manajer, para administrator serta semua bawahan. Orang-orang ini terhimpun dalam suatu organisasi yang juga melibatkan berbagai kepentingan. Kepentingan-kepentingan ini dapat digolongkan dalam dua sisi, yaitu 1. Kepentingan organisasi, yang merupakan kepentingan utama, kepentingan bersama yang harus diutamakan. 2. Kepentingan pribadi, dari setiap unsur manusia terkait dalam organisasi. Untuk kepentingan pertama, orang cenderung membuktikan secara umum bahwa mereka mementingkan organisasi dengan “bekerja keras” misalnya. Namun, soal pementingan kepentingan organisasi ini akan teruji dengan mencaritahu sejauh mana kepentingan pribadi terkait di dalamnya. Dalam hubungan inilah akan terlihat siapa sesungguhnya yang memperjuangkan kepentingan organisasi dan siapa sesungguhnya yang pemperjuangkan kepentingan pribadi. Pada sisi yang kedua inilah akan terbukti siapa pejuang organisasi yang sejati, siapa manusia asal jadi, siapa penggembira, siapa penonton, dan siapa penjilat. Mencermati semua ini, kini muncul pertanyaan, “apakah pantas bagi pemimpin membiarkan dirinya dijilat-jilat oleh penjilat?” Marilah kita simak bersama:
MANAJEMEN DALAM KEPEMIMPINAN
“Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat ” (Amsal 20;18).
Pengantar
Manajemen adalah bagian integral dari kepemimpinan. Sesungguhnya, dapatlah dikatakan bahwa manajemen tidak bisa dipisahkan dari kepemimpinan, dan sebaliknya. Dalam kaitan ini, berbicara tentang manajemen berarti berbicara tentang kepemimpinan, karena pada saat pemimpin melaksanakan upaya memimpin, ia memanejemeni. Penjelasan ini berhubungan dengan uraian terdahulu di mana telah dibentangkan tentang makna, sejarah dan unsur manajemen. Uraian kali ini akan membahas pokok tentang hubungan kepemimpinan dengan manajemen atau “tempat manajemen dalam kepemimpinan,” sebagai upaya untuk menegaskan mekanisme integral dari kepemimpinan dan manajemen seperti yang telah tekankan di atas. Dalam upaya memperjelas mekanisme keterhubungan dimaksud, di sini akan diulas tujuh hal penting seputar hubungan manajemen dan kepemimpinan, yaitu antara lain: 1. Tempat manajemen dalam kepemimpinan; 2. Pemimpin dan manajemen; 3. Manajer dan manajemen; 4. Administrator dan manajemen dalam kepemimpinan; 5. Bawahan dan manajemen; 6. Manajemen dalam organisasi; dan 7. Manajemen dan upaya memimpin. Selamat berkelana! Read the rest of this entry »
MEMBANGUN SIKAP: CURIGA, APAKAH PATUT BAGI PEMIMPIN UNTUK MENCURIGAI
“Hendaklah engkau bertindak-hati-hati ….” (Yosua 1:8).
PENGANTAR
Apakah Anda pernah curiga dan mencurigai seseorang? Curiga dan mencurigai tentu ada alasan mendasarnya. Namun, pertanyaannya ialah, apa yang menjadi dasar bagi Anda untuk curiga dan mencurigai itu? Apakah Anda mencurigai dari hati Anda atau mencurigai dari benak Anda? Apa makna mencurigai dari hati dan mencurigai dari benak ini? Pertanyaan berikutnya, mengapa Anda mencurigai seseorang itu? Apakah ada alasan khususnya sehingga Anda mencurigainya? Apa indikator kuat yang dapat diambil sebagai alasan bagi Anda untuk mencurigainya? Adakah Anda telah mempertimbangkan keuntungan dan kerugian mencurigai yang biasa Anda sikapi ini? Semua pertanyaan ini tentu memerlukan jawaban dari Anda. Karena itu, Anda harus mencari tahu alasan-alasan mendasar tentang curiga dan mencurigai ini. Simaklah:
Spiritualitas Pemimpin Kristen
“….. kamu yang rohani harus memimpin orang … ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut….” (Galatia 6:1b)
PENGANTAR
Tajuk “Spiritualitas Pemimpin Kristen” bersifat tepat waktu.” Unsur tepat waktu dari tema ini didukung oleh kenyataan bahwa kondisi dunia yang berubah dan penuh dengan tantangan ini menuntut adanya pemimpin Kristen dengan kadar spiritualitas tangguh untuk memimpin. Disadari bahwa pemimpin Kristen sesungguhnya adalah pemimpin rohani, yang harus membuktikan kadar kerohaniannya sebagai dasar integritas dirinya yang merupakan kekuatan moral yang menopang diri serta kepemimpinannya. Pada sisi lain, integritas pemimpin tergantung sepenuhnya pada kadar spiritualitasnya, yang menunjuk kepada kepentingan keteguhan spiritualitas pada pemimpin Kristen. Kenyataan ini mendorong untuk bertanya, apa sesungguhnya spiritualitas itu dan seberapa pentingnya spiritualitas bagi seorang pemimpin Kristen? Dalam upaya menjawab pertanyaan ini, maka ada tiga pokok penting yang akan dipercakapkan dalam diskursus ini, yaitu antara lain: Pertama, Memaknai Spiritualitas Pemimpin; Kedua, Dinamika Spiritualitas Pemimpin Kristen sebagai dasar bagi otoritas kepemimpinan; Ketiga, Kadar Spiritualitas Pemimpin Kristen sebagai tolok ukur kualitas kepemimpinan. Read the rest of this entry »
Program Master of Christian Leadership (M.C.L)
YT GRADUATE SCHOOL OF LEADERSHIP
Kurikulum: Program Master of Christian Leadership (M.C.L)
Pendahuluan
Program Riset YT Graduate School of Leadership (YTGSL) merupakan suatu upaya untuk menjawab tuntutan kebutuhan dan tantangan perubahan global dalam segala bidang kehidupan. Meresponi kondisi ini, Program Eksekutif Profesional Pascasarjana Kepemimpinan – Master of Chrisitian Leadership (MCL) dirancang untuk menopang Gereja-gereja melengkapi para pemimpin, dan atau calon pemimpin dari semua aras serta berbagai kategori dalam pelayanan Kristen. Program MCL ini dikhususkan untuk antara lain; pemimpin organisasi gereja, organisasi sosial, kelompok karya, dan pelayanan umum lainnya termasuk kaum awam, kelompok pebisnis serta kaum professional. Program ini bertujuan untuk menopang serta mengembangkan para pemimpin dan atau calon pemimpin dimaksud untuk menjadi pemimpin Kristen yang kompeten, yang dapat memikul tanggung jawab kepemimpinan dan memimpin secara berkualitas pada skala lokal, regional, nasional, dan internasional. Read the rest of this entry »
MEMAHAMI SELUK-BELUK MANAJEMEN
“Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasehat banyak ” (Amsal 15:22).
PENGANTAR
Apa sesungguhnya manajemen itu, apa hubungannya dengan kepemimpinan dan administrasi. telah diterangkan sebelumnya bahwa manajemen adalah fungsi umum kepemimpinan, dimana tatkala pemimpin memimpin, maka ia memasuki kawasan manajemen dan memanejemeni. Sedangkan administrasi adalah fungsi khusus kepemimpinan, dimana tatkala pemimpin memanejemeni maka ia menyentuh fungsi administrasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas langsung. Tugas-tugas administratif dalam kepemimpinan ini adalah pekerjaan yang rinci yang bersifat operasional. Pekerjaan rinci yang operasional ini meliputi tiga jenis tugas, yaitu tugas dasar, tugas utama dan tugas pendukung.[1] Dalam membahas pokok seputar manajemen, maka akan diuraikan hal-hal berikut, yaitu antara lain: Pertama, makna manajemen; Kedua, sejarah perkembangan ilmu manajemen; dan Ketiga, Unsur-unsur manajemen. Read the rest of this entry »



