YT Leadership Foundation





Archive for the ‘Perenungan’ Category

Fiman Allah:
“….. Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk memguduskan bagi diri-Nya suatu umat kepunyaan-Nya sendiri yang rajin berbuat baik” (Titus 2:13b-14).
Read the rest of this entry »

Firman Allah:
“Hai anakku, perhatikanlah hikmatku, arahkanlah telingamu kepada kepandaian yang kuajarkan, supaya engkau berpegang pada kebijaksanaan dan bibirmu memelihara pengetahuan”
(Amsal 5:1-2).
Read the rest of this entry »

Firman TUHAN Allah:
“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (Mazmur 90:12).

Pengantar
Waktu yang di dalamnya terjadi peristiwa, telah diframe dalam detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Waktu dalam bentuk ini menempatkan setiap orang dalam tataran matematis. Waktu membuat orang dapat menghitung “berapa lama, berapa banyak, berapa peristiwa dan berapa panjang suatu keterjadian, dst.” Pada sisi lain, TUHAN Allah adalah TUHAN atas waktu baik yang “kairos, kronos mau pun ion.” Read the rest of this entry »

TUHAN,
Dari Sabda-Mu, kami tercelik bahwa toleransi berarti sikap yang memandang sesama sebagai sesama manusia
Tatkala manusia membinatangkan sesamanya dengan mencurigai, memusuhi, merusuhi, bahkan  mengambil nyawa, sadarkanlah kami bahwa sikap ini adalah manusia yang tidak manusiawi, karena menganggap sesamanya sebagai binatang, dan dia berjiwa … sekeji binatang Read the rest of this entry »

HUKUMAN MATI

Death Penalty

Suatu Tinjauan Etis Kristen terhadap Pelaksanaan Hukuman Mati[1]

Oleh: Pdt. Dr. Yakob Tomatala

Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri

(Kejadian 9:6)

Pengantar

Hukum dan hukuman mati adalah dua hal yang berbeda. Hukum (law) dapat dimaknai sebagai “Tatanan norma yuridis legal yang tersistem, yang berfungsi sebagai dasar yang mengatur, melindungi dan mendukung kehidupan masyarakat yang merupakan entiti sipil suatu negara.”

Pembentukan hukum menurut Montesquieu[2] dibangun berlandaskan espirit generale atau common spirit dari suatu masyarakat. Bentuk hukum yang diberlakukan secara positif terdiri dari Hukum Sipil atau Civil Law dan Hukum Komon atau Common Law. Otoritas pembuat dan pelaksana hukum adalah Pemerintah, yang melibatkan eksekutif, legislatif dan yudikaktif. Read the rest of this entry »

MENJUAL YESUS:

TIGA PULUH UANG PERAK

Narasi Pengorbanan Yesus Kristus

Matius 26:14-16; markus 14:10-11; Lukas 22:3-6

 

Pengantar

Aku kebingungan! Biar bagaimana pun, aku telah mengambil keputusan penting yang sangat kuyakini kebenarannya. Betapa tidak, selama aku menyertai Dia, aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri akan hal-hal luar biasa yang terjadi. Ia secara khusus melakukan hal-hal yang tidak dapat dibayangkan sebelumnya. Ajaran dan tindakan-Nya mengingatkan saya akan apa yang merupakan kerinduan bangsa kami. Kerinduan bangsa kami ini dikisahkan turun temurun di antara kami, baik di rumah, mau pun di perkumpulan-perkumpulan keagamaan atau sosial di tengah-tengah masyarakat. Read the rest of this entry »

 

“…… yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, ……….” (I Korintus 15:12-20; Matius 28:1-15).

PENGANTAR

Yesus Kristus telah bangkit! Ini berita besar yang menghebohkan. Berita ini menjalar cepat merambah ke tengah masyarakat. Hei, dengarkan, IA telah bangkit. Apa maksud Anda? Belumkah kamu mendengar bahwa IA telah bangkit? Akh, yang saya dengar, ada berita dari kantor Pusat Komando Militer bahwa “mayatnya diculik oleh para murid-Nya pada waktu malam.” Ya, berita yang sama juga saya dengar dari “Kantor Pusat Agama.” Read the rest of this entry »

“….. seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun tahun itu, berkata kepada mereka: “kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insyaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa ini binasa.” Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang telah tercerai-berai” ( Yohanes 11:49-52).

PENGANTAR

Kematian manusia pada umumnya menandakan berakhirnya kehidupan pribadi seseorang di dunia. Kenyataan ini adalah juga bagi setiap anak manusia di bawah kolong langit. Tidak terkecuali setiap orang besar dalam sejarah sekalipun. Hal terakhir yang tertinggal adalah segenggam kenangan bagi mereka yang berhubungan dekat, dan warisan terbatas yang hanya dapat dinikmati oleh sedikit kalangan. Read the rest of this entry »

Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan;” (Yesaya 33:6)

 Pengantar

Ada pernyataan yang berbunyi, “Setiap orang adalah arsitek dari kehidupannya sendiri.”[1] Apa makna dari pernyataan ini? Pertanyaan ini patut untuk disimak, karena pernyataan di atas memerlukan elaborasi berdasarkan beberapa alasan: Pertama, Kitab Suci Alkitab menegaskan bahwa TUHAN Allah adalah “Arsitek Agung setiap Kehidupan” karena Dia-lah yang membentuk setiap orang (Yesaya 42:6; 43:1; 44:2; 49:8; Yeremia 1:5). Kedua, Adanya teori “tabula rasa”[2] yang menggambarkan bahwa ada tangan-tangan yang menoreh kehidupan setiap orang di bawah kolong langit[3] dengan mekanisme pengalaman keseharian sepanjang hidup. Read the rest of this entry »

Natal membawa Transformasi membangun Indonesia Baru yang Autentik Konkrit

 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (II Korintus 5:17).

PENGANTAR

Natal 2012 kita masuki dan syukuri dalam kondisi kekinian yang semakin rumit dan kompleks karena berbagai kemelut. Kompleksitas ini ditandai oleh kenyataan eksternal dan internal mulai dari bencana alam beruntun, pertentangan lini vertikal antar kekuasaan pusat – daerah, pertikaian horisontal antar strata dan kelompok masyarakat, persoalan organisasi, ekonomi, bisnis, rumah tangga sampai pada kerumitan hidup setiap individu.

Dalam kondisi kekinian seperti, kita merajut Tema Natal 2012 “INDONESIA BARU” untuk disyukuri serta diperjuangkan. Meresponi kenyataan ini, adalah bijak bagi kita untuk bertanya, “Apa sesungguhnya makna Indonesia Baru bagi kita, baik sebagai kelompok, mau pun sebagai individu? Apa makna Indonesia Baru bagi kita menjalani kondisi kekinian di Tahun 2012 ini menyongsong Tahun Baru 1013 yang akan datang? Bagaimana kita menyikapi tema natal ini baik secara implisit  mau pun secara eksplisit? Read the rest of this entry »