Archive for the ‘Information’ Category

REFLEKSI NATAL: BANGKIT DAN MENJADI TERANG

Terang yang sesunguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia” (Yohanes 1:9).

PENGANTAR

Natal 2010 kita syukuri dalam kondisi dunia yang semakin gelap karena berbagai kemelut, mulai dari bencana alam beruntun, pertikaian antar strata dan kelompok masyarakat, persoalan rumah tangga sampai pada kerumitan hidup setiap individu. Read the rest of this entry »

REFLEKSI KEPEMIMPINAN: BELAJAR DARI PENGALAMAN DISAKITI, APAKAH PANTAS BAGI PEMIMPIN UNTUK MEMBALAS BILA TERSAKITKAN

Berbahagialah kamu, jika kamu dinista …..”  (I Petrus 4:14a).

PENGANTAR

Kehidupan adalah suatu proses, yang dahulu dilukiskan sebagai suatu pengembaraan. Pelukisan ini ada benarnya, dimana sebagai anak manusia, kita semua sedang mengembara, berkelana menjalani kehidupan di bumi di mana kita berada. Salah satu dari sekian banyak pengalaman yang dominan dalam pengembaraan kita yang sangat mempengaruhi dari sisi negatif ialah “pengalaman disakitkan” atau “pengalaman perendahan.” Menyikapi pengalaman seperti ini dalam pengembaraan hidup, hal yang perlu untuk meneguhkan kita menjalani pengembaraan sebagai pemenang adalah “belajar dari hidup tentang hidup untuk hidup.” Read the rest of this entry »

PROMO WORKSHOP KEPEMIMPINAN:

Pengantar

Oleh kemurahan TUHAN Allah, YT Leadership Foundation, Jakarta berkesempatan menyelenggarakan Market Place Leadership Workshop, yang mengetengahkan pokok: “Epiritual EntrepreneurshipAnda juga bisa Menjadi Entrepreneur Kompeten, pada tanggal 27 November 2010, jam 10:00 – 14:00., bertempat di Gedung GKII Bukit Zaitun, Jl. Jamrud No. 24, Jakarta Pusat.

  • ENTREPRENEUR DAN ENTREPRENEURSHIP ROHANI
  • Anda tentu bertanya, apakah ada Entrepreneur Rohani dan Entrepreneurship Rohani? Kalau ada, apa kesamaannya serta apa perbedaannya dengan entrepreneur umum? Simaklah komentar dari Levi Brackman dan Sam Jaffe yang mengatakan, “Kewirausahaan spiritual memandang bisnis sebagai sarana untuk meraih tujuan ketimbang menjadi tujuan itu sendiri. …. Kewirausahaan spiritual sebaliknya, memandang keseluruhan bisnis penghasil uangnya melalui kacamata yang lebih tinggi untuk melihat lebih pada apa yang bisa dilakukan dengan uang. ….. Mereka melihat kekayaan sebagai berkah dari TUHAN yang menjadikan mereka sebagai penjaga kekayaan tersebut. Mereka merasa bertanggung jawab untuk menggunakan uang mereka untuk kepentingan yang lebih tinggi …. ” Melihat ini tentu kita sepakat bahwa ada entrepreneur rohani, tetapi dengan ini, muncul pertanyaan yang lain, “Apakah istilah entrepreneur hanyalah untuk pebisnis Kristen saja dan apakah seorang pelayan dapat disebut entrepreneur rohani?”
  • Temukanlah jawaban untuk pertanyaan ini melalui Market Place Leadership Workshop, yang mengetengahkan pokok: “Spiritual Entrepreneurship: Anda juga bisa menjadi Entrepreneur Kompeten, pada tanggal 27 November 2010, jam 10:00 – 14:00., bertempat di Gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII)  Bukit Zaitun, Jl. Jamrud No. 24, Jakarta Pusat.
  • Pembicara: Pdt. Dr. Yakob Tomatala,  pakar kepemimpinan lulusan Fuller Theological Seminary, California USA., Pendiri Institut Filsafat Theologi dan Kepemimpinan Jaffray Jakarta.

Jakarta, 15 November 2010

Administrator,

Yahya Mailelak, S.Th

AWAS, PEMIMPIN JANGAN MEMBIARKAN DIRI DIJILAT-JILAT

Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya”  (Amsal 29:5).

PENGANTAR

Kepemimpinan melibatkan banyak orang, mulai dari pemimpin puncak dan para pemimpin, para manajer, para administrator serta semua bawahan. Orang-orang ini terhimpun dalam suatu organisasi yang juga melibatkan berbagai kepentingan. Kepentingan-kepentingan ini dapat digolongkan dalam dua sisi, yaitu 1. Kepentingan organisasi, yang merupakan kepentingan utama, kepentingan bersama yang harus diutamakan. 2. Kepentingan pribadi, dari setiap unsur manusia terkait dalam organisasi. Untuk kepentingan pertama, orang cenderung membuktikan secara umum bahwa mereka mementingkan organisasi dengan “bekerja keras” misalnya. Namun, soal pementingan kepentingan organisasi ini akan teruji dengan mencaritahu sejauh mana kepentingan pribadi terkait di dalamnya. Dalam hubungan inilah akan terlihat siapa sesungguhnya yang memperjuangkan kepentingan organisasi dan siapa sesungguhnya yang pemperjuangkan kepentingan pribadi. Pada sisi yang kedua inilah akan terbukti siapa pejuang organisasi yang sejati, siapa manusia asal jadi, siapa penggembira, siapa penonton, dan siapa penjilat. Mencermati semua ini, kini muncul pertanyaan, “apakah pantas bagi pemimpin membiarkan dirinya dijilat-jilat oleh penjilat?” Marilah kita simak bersama:

Read the rest of this entry »

MANAJEMEN DALAM KEPEMIMPINAN

Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat ” (Amsal  20;18).

Pengantar

Manajemen adalah bagian integral dari kepemimpinan. Sesungguhnya, dapatlah dikatakan bahwa manajemen tidak bisa dipisahkan dari kepemimpinan, dan sebaliknya. Dalam kaitan ini, berbicara tentang manajemen berarti berbicara tentang kepemimpinan, karena pada saat pemimpin melaksanakan upaya memimpin, ia memanejemeni.  Penjelasan ini berhubungan dengan uraian terdahulu di mana telah dibentangkan tentang makna, sejarah dan unsur manajemen. Uraian kali ini akan membahas pokok tentang hubungan kepemimpinan dengan manajemen atau “tempat manajemen dalam kepemimpinan,” sebagai upaya untuk menegaskan mekanisme integral dari kepemimpinan dan manajemen seperti yang telah tekankan di atas. Dalam upaya memperjelas mekanisme keterhubungan dimaksud, di sini akan diulas tujuh hal penting seputar hubungan manajemen dan kepemimpinan, yaitu antara lain: 1. Tempat manajemen dalam kepemimpinan; 2. Pemimpin dan manajemen; 3. Manajer dan manajemen; 4. Administrator dan manajemen dalam kepemimpinan; 5. Bawahan dan manajemen; 6. Manajemen dalam organisasi; dan 7. Manajemen dan upaya memimpin. Selamat berkelana! Read the rest of this entry »

Program Master of Christian Leadership (M.C.L)

YT GRADUATE SCHOOL OF LEADERSHIP

Kurikulum: Program Master of Christian Leadership (M.C.L)

Pendahuluan

Program Riset YT Graduate School of Leadership (YTGSL) merupakan suatu upaya untuk menjawab tuntutan kebutuhan dan tantangan perubahan global dalam segala bidang kehidupan. Meresponi kondisi ini, Program Eksekutif Profesional Pascasarjana Kepemimpinan – Master of Chrisitian Leadership (MCL) dirancang untuk menopang Gereja-gereja melengkapi para pemimpin, dan atau calon pemimpin dari semua aras serta berbagai kategori dalam pelayanan Kristen. Program MCL ini dikhususkan untuk antara lain; pemimpin organisasi gereja, organisasi sosial, kelompok karya, dan pelayanan umum lainnya termasuk kaum awam, kelompok pebisnis serta kaum professional. Program ini bertujuan untuk menopang serta mengembangkan para pemimpin dan atau calon pemimpin dimaksud untuk menjadi pemimpin Kristen yang kompeten, yang dapat memikul tanggung jawab kepemimpinan dan memimpin secara berkualitas pada skala lokal, regional, nasional, dan internasional. Read the rest of this entry »

MEMAHAMI SELUK-BELUK MANAJEMEN

Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasehat banyak ” (Amsal 15:22).

PENGANTAR

Apa sesungguhnya manajemen itu, apa hubungannya dengan kepemimpinan dan administrasi. telah diterangkan sebelumnya bahwa manajemen adalah fungsi umum kepemimpinan, dimana tatkala pemimpin memimpin, maka ia memasuki kawasan manajemen dan memanejemeni. Sedangkan administrasi adalah fungsi khusus kepemimpinan, dimana tatkala pemimpin memanejemeni maka ia menyentuh fungsi administrasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas langsung. Tugas-tugas administratif dalam kepemimpinan ini adalah pekerjaan yang rinci yang bersifat operasional. Pekerjaan rinci yang operasional ini meliputi tiga jenis tugas, yaitu tugas dasar, tugas utama dan tugas pendukung.[1] Dalam membahas pokok seputar manajemen, maka akan diuraikan hal-hal berikut, yaitu antara lain: Pertama, makna manajemen; Kedua, sejarah perkembangan ilmu manajemen; dan Ketiga, Unsur-unsur manajemen. Read the rest of this entry »

PEMIMPIN DALAM MEWUJUDKAN UPAYA MEMIMPIN YANG BERKUALITAS

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekejaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di depan orang hina ” (Amsal 22:29).

PENGANTAR

Ada pernyataan menarik, “jangan mengharapkan bahwa sesuatu akan terjadi apabila Anda tidak melakukan apa pun.” Kalau begitu, dengan tidak melakukan apa-apa, tidak ada apa-apa yang terjadi. Dan dapat juga dikatakan bahwa, dengan tidak melakukan apa-apa maka sesuatu sedang terjadi, yaitu, tidak terjadi apa-apa. Pernyataan di atas menyiratkan kebenaran bahwa “ada tempat bagi kerja, ada waktu bagi kerja, ada peran bagi kerja, ada guna bagi kerja.” Di sini dapat ditegaskan bahwa dengan bekerja sajalah maka Anda akan melihat ada sesuatu yang terjadi. Sesuatu yang terjadi ini dapat berupa proses, mulai berjalanberakhir dan produk dari kerja, yang dapat dilihat serta dipahami dari berbagai sudut pandang. Dalam kaitan dengan kepemimpinan, kerja bagi pemimpin adalah “upaya memimpin” (leading attempt). Upaya memimpin ini merupakan tugas dan peran penting yang harus dilaksanakan oleh setiap pemimpin. Pemimpin yang melaksanakan upaya memimpin berati ia sedang bekerja dengan memimpin. Dalam hubungan dengan upaya memimpin ini, pemimpin yang memimpin berpikir, bersikap berkata dan bertindak sebagai pemimpin, karena memimpin adalah kerjanya pemimpin. Read the rest of this entry »

KEPENTINGAN HUBUNGAN-HUBUNGAN DALAM KEPEMIMPINAN


Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak ,….. ” (Amsal 13:20).

PENGANTAR

Manusia telah diciptakan TUHAN Allah untuk memiliki hubungan dengan sesamanya. Hubungan-hubungan ini bersifat pribadi dan sosial. Hubungan ini bersifat pribadi karena itu, harus disikapi untuk diamalkan. Hubungan ini juga bersifat sosial karena beroperasi dalam matriks masyarakat dengan kebudayaan yang unik. Pada aspek yang lebih khusus, hubungan sosial ini berkaitan dengan kerja. Dari perspektif ini, dapat dikatakan bahwa kepemimpinan adalah hubungan, karena kepemimpinan mewadahkan manusia-manusia yang saling berhubungan, yang beroperasi dalam matriks suatu organisasi. Di sini, hubungan-hubunganlah yang memberi indikator kadar kekuatan kepemimpinan yang berkualias dan menghasilkan. Alasan kuat bagi kebenaran ini ialah karena dengan hubungan-hubungan sajalah seorang pemimpin menapaki keberhasilan dalam memimpinnya. Dengan demikian, adalah beralasan untuk menggumuli implikasi kepentingan hubungan-hubungan bagi kepemimpinan yang berkualitas. Diyakini, bahwa olehnya pemimpin akan mampu melaksanakan upaya memimpin yang berkualitas dan berhasil. Selamat berkelana! Read the rest of this entry »

Promo Workshop Kepemimpinan

Pengantar

Oleh kemurahan TUHAN Allah, YT Leadership Foundation, Jakarta berkesempatan menyelenggarakan Market Place Leadership Workshop, yang mengetengahkan pokok: “Memimpin Seperti Yesus Kristus – Kepemimpinan yang Par-ekselens (Par-excellence Leadership), pada tanggal 5 Juni 2010, jam 10:00 – 13:00., bertempat di Gedung GKII Bukit Zaitun, Jl. Jamrud No. 24, Jakarta Pusat. Read the rest of this entry »

YT Leadership Foundation
February 2012
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829