<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DR. Yakob Tomatala &#187; Information</title>
	<atom:link href="http://yakobtomatala.com/category/information/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yakobtomatala.com</link>
	<description>Leadership, Thoughts, Books, Writing !</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 02:10:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Program Master of Christian Leadership (M.C.L)</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2010/08/19/program-master-of-christian-leadership-m-c-l/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2010/08/19/program-master-of-christian-leadership-m-c-l/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 07:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Pelatihan Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<category><![CDATA[Program Master of Christian Leadership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[YT GRADUATE SCHOOL OF LEADERSHIP Kurikulum: Program Master of Christian Leadership (M.C.L) Pendahuluan Program Riset YT Graduate School of Leadership (YTGSL) merupakan suatu upaya untuk menjawab tuntutan kebutuhan dan tantangan perubahan global dalam segala bidang kehidupan. Meresponi kondisi ini, Program Eksekutif Profesional Pascasarjana Kepemimpinan – Master of Chrisitian Leadership (MCL) dirancang untuk menopang Gereja-gereja melengkapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YT GRADUATE SCHOOL OF LEADERSHIP</strong></p>
<p><strong>Kurikulum: </strong><strong>Program Master of Christian Leadership (M.C.L)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pendahuluan<strong> </strong></p>
<p>Program Riset YT Graduate School of Leadership (YTGSL) merupakan suatu upaya untuk menjawab tuntutan kebutuhan dan tantangan perubahan global dalam segala bidang kehidupan. Meresponi kondisi ini, Program Eksekutif Profesional Pascasarjana Kepemimpinan – <em>Master of Chrisitian Leadership</em> (MCL) dirancang untuk menopang Gereja-gereja melengkapi para pemimpin, dan atau calon pemimpin dari semua aras serta berbagai kategori dalam pelayanan Kristen. Program MCL ini dikhususkan untuk antara lain; pemimpin organisasi gereja, organisasi sosial, kelompok karya, dan pelayanan umum lainnya termasuk kaum awam, kelompok pebisnis serta kaum professional. Program ini bertujuan untuk menopang serta mengembangkan para pemimpin dan atau calon pemimpin dimaksud untuk menjadi pemimpin Kristen yang kompeten, yang dapat memikul tanggung jawab kepemimpinan dan memimpin secara berkualitas pada skala lokal, regional, nasional, dan internasional.<span id="more-257"></span></p>
<p>Visi</p>
<p>“Program Eksekutif MCL diadakan untuk memuliakan Allah (Roma 11:36) dengan melengkapi para pelayan TUHAN yaitu pemimpin dan calon pemimpin Kristen untuk menjadi pemimpin yang KOMPETEN yang dapat melaksanakan upaya memimpin secara BERKUALITAS, dalam segala aras dan bidang kehidupan.”</p>
<p>Misi</p>
<p>“Program Eksekutif MCL mengemban tanggung jawab melengkapi peserta didik (Mahasiswa/ i) menjadi PEMIMPIN KOMPETEN berorientasi kepada kualitas dengan semangat entrepreneur tinggi (Quality Leader with Entrepreneurial Spirit), melalui:</p>
<ul>
<li>Proses pembelajaran akademik standar, dan</li>
<li>Proses pembelajaran terbuka yang fleksibel dari aspek akademis, praktis dan professional, serta</li>
<li>Proses apprenticeship (pemagangan);</li>
<li>untuk mengembangkan <em>pemimpin entrepreneur yang mandiri</em> <em>dan tangguh</em> yang andal menjalankan tanggung jawab kepemimpinan menggapai sukses.”</li>
</ul>
<p>Fokus</p>
<p>“<em>Quality</em> <em>Leader</em> <em>with Excellent Spirit.</em>”</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Motto</strong></p>
<p>“<strong>B</strong>e the <strong>L</strong>eader with <strong>E</strong>xcellent <strong>S</strong>pirit and <strong>S</strong>oul” – <strong>“</strong><strong>B</strong><strong>L</strong><strong>E</strong><strong>S</strong><strong>S</strong><strong>”</strong></p>
<p><strong>PROFIL</strong></p>
<p>Program Eksekutif dirancang sedemikian rupa untuk menyiapkan peluang belajar dengan fleksibilitas tinggi bagi semua peserta didik (Mahasiswa/i). Program ini dibangun sebagai suatu paket pembelajaran yang menyentuh aspek-aspek:</p>
<ul>
<li><strong>Spiritual</strong>, sebagai landasan bagi etika moral Kristen yang teguh (integritas tinggi);</li>
<li><strong>Kognitivitas</strong>, sebagai landasan membangun pengetahuan yang komprehensif dan khas lebih (kapasitas tinggi);</li>
<li><strong>Afektivitas</strong>, sebagai dinamika penghayatan, membangun nilai-nilai Kristen yang kuat (nilai tinggi); serta</li>
<li><strong>Psikomotoris</strong>, sebagai landasan membangun ketrampilan dan kecakapan memimpin dari sisi sosial (sociability) dan teknis (managerial) yang tinggi (kapabilitas tinggi) &#8211; sehingga menjadi PEMIMPIN KOMPETEN yang dapat memimpin dengan benar (efektif),  baik (efisien)  serta sehat (hubungan-hubungan responsif) optimal yang meneguhkan untuk berhasil.</li>
</ul>
<p><strong>PROFIL MAHASISWA</strong></p>
<p>Program Eksekutif menerima semua calon mahasiswa dan mahasiswi, tanpa membedakan latar belakang suku, bangsa, dan bahasa serta tingkat sosial yang beragam, serta gender, yang datang dari semua gereja di tanah air, mau pun dari luar negeri, dengan syarat berikut:</p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Syarat Umum.</strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Berijazah Sarjana Teologi (B.Th/ S.Th. S.Si) dari Sekolah Teologi</li>
<li>Berijazah Sarjana Umum dari berbagai disiplin Ilmu.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>Syarat Khusus</strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Meminta dan mengisi Formulir Mahasiswa Baru. Permintaan formulir dapat dilakukan melalui email: <a href="mailto:tomatala.yakob@gmail.com">tomatala.yakob@gmail.com</a>. Formulir Pendaftaran akan dikirim setelah kantor YTGSL menerima tanda bukti (scan) pembayaran atau transfer bank melalui email dan bukti pengecekan di Bank kami. <strong> </strong></li>
<li>DATA PELENGKAP (Dikirim per pos ke alamat: Dr. Yakob Tomatala., Jl. Jatinegara Timur II No 35 jakarta Timur 13350)<strong> </strong></li>
<li>Menyertakan dua Salinan atau Fotocopy Ijazah yang telah dilegalisir.<strong> </strong></li>
<li>Menyertakan Transkrip Akademik yang telah dilegalisir.<strong> </strong></li>
<li>Menyertakan dua Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku.<strong> </strong></li>
<li>Menyertakan Keterangan keanggotaan Gereja yang baru.<strong> </strong></li>
<li>Menyertakan tiga helai foto berukuran 3&#215;2 yang baru<strong> </strong></li>
<li>Pemberitahuan penerimaan sebagai mahasiswa akan dilakukan melalui email.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>3. </strong><strong>Syarat tamat</strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Menyelesaikan total: 42 SKS sesuai kurikulum yang terdiri dari:</li>
<li>36 SKS Studi Kepemimpinan Mandiri</li>
<li> 6 SKS Proyek Kepemimpinan (tullisan Ilmiah)</li>
</ul>
<p>Kurikulum</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>MATA KULIAH MATRIKULASI – MKM </strong>[Jumlah: 10 SKS]</li>
</ol>
<ul>
<li>Kristologi &#8211; Soteriologi [2 SKS]<strong> </strong></li>
<li>Teologi Misi [2 SKS]<strong> </strong></li>
<li> Antropologi Terapan [2 SKS]<strong> </strong></li>
<li>Logika [2 SKS]<strong> </strong></li>
<li>Pengantar Hermeneutika [2 SKS] <strong> </strong></li>
<li>(Matakuliah Matrikulasi ini adalah bagi Mahasiswa dengan latar belakang Sarjana Umum dan Mahasiswa dengan latar belakang Sarjana Teologi yang belum mengambil matakuliah-matakuliah dimaksud)<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>MATA KULIAH KEILMUAN KETERAMPILAN – MKKK </strong>[Jumlah: 10 SKS]</li>
</ol>
<ul>
<li>Pengantar Kepemimpinan [2 SKS]<strong> </strong></li>
<li>Teori Kepemimpinan I [2 SKS]<strong> </strong></li>
<li>Teori Pengembangan Kepemimpinan [2 SKS]<strong> </strong></li>
<li>Manajemen Perencanaan Strategis [2 SKS]<strong> </strong></li>
<li>Manajemen Manajemen Dasar dan Manajemen Kualitas Total [2 SKS]<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>MATA KULIAH KEAHLIAN BERKARYA – MKKB </strong>[Jumlah: 16 SKS]</li>
</ol>
<ul>
<li>Kepemimpinan Kristen/ Kepemimpinan Rohani [2 SKS]<strong> </strong></li>
<li>Manajemen Pengembangan Kompetensi Pemimpin Kristen I [2 SKS]</li>
<li>Manajemen Pengembangan Organisasi Gereja [2 SKS]</li>
<li>Manajemen Pengembangan Sikap Entrepreneur Kristen [2 SKS]</li>
</ul>
<ol>
<li><strong>MATAKULIAH PERILAKU BERKARYA – MPB </strong>[Jumlah: 6 SKS]</li>
</ol>
<ul>
<li>Manajemen Visi Kepemimpinan Kristen [2 SKS]</li>
<li>Manajemen Perubahan [2 SKS]</li>
<li>Manajemen Strategi-Taktik Memimpin [2 SKS]</li>
</ul>
<ol>
<li><strong>MATA KULIAH KEHIDUPAN BERMASYARAKAT – MKB </strong>[Jumlah: 4 SKS]</li>
</ol>
<ul>
<li>Manajemen Konflik Organisasi Gereja[2 SKS]<strong> </strong></li>
<li>Etos Kepemimpinan Yesus Kristus/ Memimpin Seperti Yesus Kristus [2 SKS]<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>Proyek Kepemimpinan</strong> [6 SKS]<strong> </strong></li>
</ol>
<p><strong>TOTAL : 42 SKS</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>MATAKULIAH PILIHAN:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Mahasiswa dapat merancang program studinya dengan memilih matakuliah pilihan (masing masing berbobot 2 sks) sebagai pengganti matakuliah MKKB, MPB atau MKB. Rancangan program studi ini dituliskan dalam Kartu Rencana Studi (KRS).</p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Teori Kepemimpinan II</li>
<li>Manajemen Performansi Tinggi</li>
<li>Manajemen Administrasi Kesekretariatan Gereja</li>
<li>Manajemen SDM Psikogeometrik</li>
<li>Manajemen Pengembangan Karir</li>
<li>Manajemen Pengembangan SDM Profesor J. Robert Clinton</li>
<li>Manajemen Pertumbuhan Gereja</li>
<li>Kepemimpinan Perempuan</li>
<li>Kepemimpinan Kristen dan Tren Global</li>
</ol>
<p>10. Kepemimpinan dan Manajemen Keluarga</p>
<p>11. Etika Kepemimpinan</p>
<p>12. Pembelajaran Konstruksivisme</p>
<p>13. Konseling dalam Kepemimpinan</p>
<p>14. Sejarah Gereja dan Misi Dunia</p>
<p>15. Kepemimpinan Transformasional Holistik</p>
<p>16. Kepemimpinan Hamba – Servant Leadership</p>
<p>17. Manajemen Tim Kepemimpinan</p>
<p>18. Gembala dan Pengembangan SDM Pemimpin Kristen</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PROSES BELAJAR</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li>Setelah calon Mahasiswa atau Mahasiswi diterima sebagai Mahasiswa Program Eksekutif MCL, maka setiap Mahasiswa harus mengisi Kartu Rencana Studi  (KRS) untuk belajar pada setiap sesi ajaran/ seri belajar yang dikirim per email.</li>
<li>Jumlah SKS (Satuan Kredit Semester) untuk Program Master of Christian Leadership adalah 42 SKS (tidak terhitung SKS Matakuliah Matrikulasi).</li>
<li>Mahasiswa diwajibkan mengambil matakuliah <em>Desain Riset</em> yang akan dijadwalkan pada hari Sabtu dalam bulan Juni-Juli setiap tahun ajaran. Tiap Mahasiswa hanya belajar pada satu hari Sabtu (hanya 1x) bagi setiap kelas sebagai persiapan untuk menulis suatu Proyek Kepemimpinan (Tulisan Ilmiah) yang akan diterapkan dalam kepemimpinan.</li>
<li>Sistem belajar Program Eksekutif dilakukan dengan <em>studi mandiri</em>. Bentuk belajar Mandiri dilakukan dengan memperoleh bahan-bahan berupa: Buku, CD, Modul, dilengkapi dengan silabus sebagai penuntun belajar. Bahan pelajaran akan dikirim setelah ada bukti pembayaran dari Mahasiswa ke Bank kami.</li>
<li>Yudisium dan Wisuda dilakukan secara <em>inabsensia</em>.</li>
<li>Setiap Mahasiswa  diizinkan mengambil maksimal 12 SKS per satu sesi ajaran atau seri belajar.</li>
</ol>
<p>Profil Pembina<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pdt. Dr. Yakob Tomatala, D.Miss (Pendiri IFTK Jaffray dan Pembina YTGSL)</p>
<p><strong>DIREKTUR PROGRAM</strong></p>
<p>Pdt. Dr. Yakob Tomatala, D.Miss</p>
<p><strong>ADMINISTRATOR</strong></p>
<p>Gilbert P.I. Tomatala, S.K.K</p>
<p>Yahya Malailak, S.Th</p>
<p><strong>DOSEN-DOSEN</strong></p>
<ul>
<li>Dr. Yakob Tomatala, D.Miss.<strong> </strong></li>
<li>Dr. G. Marso Daniel, D.Th.<strong> </strong></li>
<li>Dr. Paskalinus Busthan, D.Th.<strong> </strong></li>
<li>Dr. Magdalena Tomatala, Ph.D.<strong> </strong></li>
<li>Dr. Ijus Rusman, D.Th.<strong> </strong></li>
<li>Dr. Isak Suria, D.Th.<strong> </strong></li>
<li>Welly Octavianus Mawa, M.Th<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p>Biaya Pendidikan</p>
<ol>
<li>Uang Formulir Mahasiswa baru Rp. 250.000,00 (1X)</li>
<li>Uang Pendaftaran Mahasiswa Baru Rp 500.000,00 (1x)</li>
<li>Biaya Penyelenggaraan Pendidikan per sesi belajar Rp 800.000,00 (setiap sesi)</li>
<li>Biaya Perkuliahan per SKS Rp 100.000,00 (per satu SKS dari setiap matakuliah)</li>
<li>Biaya Bahan Pelajaran (buku, modul,CD) diatur sesuai harga yang berkembang. Mahasiswa menanggung biaya pengiriman bahan pelajaran yang dikirim melalui pos.</li>
<li>Pembayaran dapat ditransfer atau disetorkan ke:</li>
</ol>
<ul>
<li>Bank Mandiri Cabang Jatinegara – Jakarta. Jl. Jatinegara Timur Raya</li>
<li>No. Acc. 006.009 7017465</li>
<li>Atas nama: Yakob Tomatala</li>
</ul>
<p>Hubungi kami:</p>
<p>Website          : <a href="http://www.yakobtomatala.com/">www.yakobtomatala.com</a></p>
<p>Email              : <a href="mailto:tomatala.yakob@gmail.com">tomatala.yakob@gmail.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2010/08/19/program-master-of-christian-leadership-m-c-l/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMAHAMI SELUK-BELUK MANAJEMEN</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2010/08/05/memahami-seluk-beluk-manajemen/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2010/08/05/memahami-seluk-beluk-manajemen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 01:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[seluk beluk manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[“Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasehat banyak ” (Amsal 15:22). PENGANTAR Apa sesungguhnya manajemen itu, apa hubungannya dengan kepemimpinan dan administrasi. telah diterangkan sebelumnya bahwa manajemen adalah fungsi umum kepemimpinan, dimana tatkala pemimpin memimpin, maka ia memasuki kawasan manajemen dan memanejemeni. Sedangkan administrasi adalah fungsi khusus kepemimpinan, dimana tatkala pemimpin memanejemeni [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></strong></p>
<p>“<em>Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasehat banyak </em>” (Amsal 15:22).</p>
<p>PENGANTAR</p>
<p>Apa sesungguhnya manajemen itu, apa hubungannya dengan kepemimpinan dan administrasi. telah diterangkan sebelumnya bahwa manajemen adalah fungsi umum kepemimpinan, dimana tatkala pemimpin memimpin, maka ia memasuki kawasan manajemen dan memanejemeni. Sedangkan administrasi adalah fungsi khusus kepemimpinan, dimana tatkala pemimpin memanejemeni maka ia menyentuh fungsi administrasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas langsung. Tugas-tugas administratif dalam kepemimpinan ini adalah pekerjaan yang rinci yang bersifat operasional. Pekerjaan rinci yang operasional ini meliputi tiga jenis tugas, yaitu tugas dasar, tugas utama dan tugas pendukung.<a href="#_ftn1">[1]</a> Dalam membahas pokok seputar manajemen, maka akan diuraikan hal-hal berikut, yaitu antara lain: <em>Pertama</em>, makna manajemen; <em>Kedua</em>, sejarah perkembangan ilmu manajemen; dan <em>Ketiga</em>, Unsur-unsur manajemen.<span id="more-254"></span></p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>MAKNA MANAJEMEN</strong>. Apa sebenarnya “<em>manajemen</em>” itu? Manajemen (<em>management</em>),  yang berasal dari kata Inggris to manage  berasal dari istilah Perancis “maneggiare, manegio, menege,” yang bersumber dari istilah  Latin “manus” yang berarti tangan. Berdasarkan penjelasan di depan, arti dari istilah manajemen ini adalah “menangani” atau “mengelola.” Dalam penggunaan asli, kata <em>menajemen</em> dipakai untuk menjelaskan “upaya melatih (seekor kuda) guna mengatur kecepatan berjalannya; atau menyebabkan terjadinya upaya penanganan, atau menangani / menggunakan (alat), mengontrol, menuntun, atau mengerjakan.”  Dari sisi lain, manajemen pun berarti “ditugaskan untuk mengarahkan, memimpin (<em>conduct</em>), menatalayani (<em>administer</em>), menggunakan (uang, kebutuhan sehari-hari), dsb.” Dari sudut pandang yang luas, manajemen adalah bahagian utuh  dari kepemimpinan, yang merupakan <em>fungsi umum-nya</em>. Dalam perspektif kepemimpinan ini manajemen adalah “<em>seni bekerja sama, seni pemenuhan kebutuhan, seni merangkum, seni mempengaruhi, seni memerintah, seni membuat peta keinginan masa depan, dan seni menggunakan sumber-sumber</em>” Manajemen dalam kaitan ini dapat diartikan sebagai “<em>suatu proses kepemimpinan yang diwujudkan dalam satu sistem kerja terpadu yang olehnya pemimpin dapat menggunakan upaya kinerja sinergis (bekerja bersama dan bekerja melalui bawahan) guna mencapai tujuan yang telah dicanangkan</em>.” Menjelaskan manajemen, <em>Peter F.</em> <em>Drucker</em><em> </em> mengatakan, “The word management denotes a function and also a people who discharge it. It denotes a social position and rank but also a discipline.” Dari sisi lain, <em>Drucker</em> juga mengatakan, “Management is the specific organ of the modern institution. It is the organ on the performance of which the performance and the survival of the institution depend” (1985:5,6). Memahami makna manajemen seperti diuraikan di atas, perlulah ditekankan bahwa manajemen dari kacamata utuh adalah suatu seni yang telah dipraktekkan untuk jangka waktu panjang dalam berbagai bentuk, namun sebagai ilmu, perkembangannya dapat dilihat pada uraian di bawah ini.</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN</strong>. Dari perspektif keilmuan, sejarah perkembangan manajemen menjadi  suatu ilmu berkembang pada dua lingkup yang berbeda.</li>
<li>Manajemen dalam lingkup pertama, dikembangkan oleh <em>Frederick Winslow Taylor</em> (1856-1915) yang dikenal sebagai “The Father of Scientific Management” yang mengawali penemuannya dengan bekerja sebagai seorang magang dan pekerja pada the Enterprise Hydraulic Works di Philadelphia (1875-1878). dalam pekerjaannya, ia menemukan <em>ketidak-efisienan </em>dalam perusahan. Temuan ketidak-efisienan ini adalah antara lain., tidak ada standar kerja, tidak ada acuan pengembangan kerja, tidak ada ketentuan hubungan kerja, dsb., dimana berdasarkan temuan ini, ia akhirnya mengembangkan suatu <em>sistem manajemen pertokoan terkoordinasi</em> yang sekarang disebut <em>manajemen ilmiah</em>.</li>
<li>Pada lingkup lain, <em>Henri Fayol</em> (1841-1925) yang bekerja selama tiga puluh tahun pada “chief executive” dari perusahan tambang Perancis – Commentry-Fourchambault-Decazeville (1888-1918). Dalam pekerjaannya ini, ia menemukan perusahan dalam keadaan pailit. Berdasarkan pengalaman ini maka Fayol kemudian mengembangkan “<em>teori administrasi</em>” yang mengadakan isolasi dan analisa administrasi sebagai bahagian dari manajemen.  Pendekatan ini disebut “<em>functional approach</em>” yang menghasilkan manajemen klasik yang menjadi landasan bagi teori manajemen modern yang berperan sebagai dasar bagi ilmu manajemen sekarang ini. Unsur utama dalam manajemen klasik dimaksud ialah: Perencanaan, Pengorganisasian, Memimpin / Aktualisasi, dan Mengawasi / Mengontrol.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>3. </strong><strong>UNSUR-UNSUR MANAJERIAL</strong>. Manajemen pada tataran khusus adalah proses kepemimpinan. Sebagai proses, “<em>Manajemen adalah</em><em> proses kepemimpinan yang diwujudkan dalam satu sistem kerja terpadu yang olehnya pemimpin dapat menggunakan upaya kinerja sinergis (bekerja bersama dan bekerja melalui bawahan) guna mencapai tujuan yang telah dicanangkan</em>.”  Dalam tataran kepemimpinan dan hubungannya dengan manajemen, perlulah ditegaskan bahwa seorang pemimpin (top leader) haruslah memiliki pemahaman dan kecakapan manajemen. Peran utama seorang top leader adalah pemikir (thinker). Pada sisi lain, seorang manajer juga harus memiliki kecakapan kepemimpinan, manajemen, dan administrasi. Peran utama manajer dalam hal ini adalah “perencana terapan” yang bertanggung jawab untuk merencanakan bagaimana menerapkan suatu rancangan strategis. Seorang administrator pun harus memiliki kecakapan kepemimpinan dan manajemen serta administrasi. Administrator dalam hal ini berhubungan langsung dengan pelaksanaan kerja, dimana pran utamanya adalah menyentuh operating core dari seluruh tugas kepemimpinan. Secara lehih khusus, manajemen sebagai <em>proses kinerja</em> <em>kepemimpinan </em>melibatkan fungsi: 1. <strong>Koordinasi</strong> (co-ordinating),  2. <strong>Perencanaan </strong>(planning), 3. <strong>Pengorganisasian</strong> (organizing), 4. <strong>Memimpin</strong> (leading/ directing) dan 5. <strong>Mengawasi</strong> (controlling/ supervizing); yang menghubungkan orang pemimpin dan setiap bawahan dengan peran masing-masing. Di sini, tujuan utama dari manajemen adalah untuk mewujudkan kinerja kepemimpinan yang  <em>efektif</em>, <em>efisien</em>, dan <em>sehat</em> dan <em>produktif</em> yang dibuktikan melalui keberhasilan atau sukses dalam upaya memimpin setiap pemimpin sejati.<a href="#_ftn2">[2]</a></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KEBENARAN TENTANG MANAJEMEN YANG DAPAT DIPELAJARI:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li>Setiap pemimpin dapat disebut <em>top level manager</em>, <em>top leader</em> karena sebagai pemimpin ia bukan saja harus mengetahui prinsip manajemen, tetapi tatkala ia memimpin, ia memasuki kawasan manajemen dan memanejemeni. Sebagai top level manager, pemimpin haruslah memiliki kemampuan berpikir yang andal, karena ia bertanggung jawab untuk menetapkan strategi dan taktik manajemen yang pas bagi keunggulan serta keberhasilan kepemimpinannya.</li>
<li>Memanemeni bagi seorang pemimpin berarti menjalankan proses menajemen, sehingga ia haruslah piawai mengkoordinasi, membuat perencanaan strategis, mengorganisir tugas dan menempatkan orang yang pas, dan melaksanakan upaya memimpin.</li>
<li>Manajer secara khusus ada pada level manajerial sebagai pendukung setiap pemimpin top (top leader/ top manager) yang olehnya ia bertanggung jawab melaksanakan <em>tugas teknokrat</em> (tugas menyiapkan dasar-dasar normatif bagi pelaksanaan tugas), <em>tugas supporting staf</em> (tugas staf pendukung) dan middleline manager (manajer lini), yang memimpin pelaksanaan kerja secara langsung, sebagai atasan dari para administrator.</li>
<li>Selamat mengkaji pemahaman manajemen dengan lebih mendalam.</li>
</ul>
<p>Jakarta, 2 Agustus 2010</p>
<p>Dr. Yakob Tomatala</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Pokok ini akan dibahas dalam tema “Seluk-beluk Administrasi.”</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Pokok tentang manajemen ini akan dilanjutkan dengan mengulas pokok: <em>Prinsip Manajemen Autentik</em>.</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" /><!--Session data--><br />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2010/08/05/memahami-seluk-beluk-manajemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEMIMPIN DALAM MEWUJUDKAN UPAYA MEMIMPIN YANG BERKUALITAS</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2010/07/07/pemimpin-dalam-mewujudkan-upaya-memimpin-yang-berkualitas/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2010/07/07/pemimpin-dalam-mewujudkan-upaya-memimpin-yang-berkualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 02:10:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[“Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekejaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di depan orang hina ” (Amsal 22:29). PENGANTAR Ada pernyataan menarik, “jangan mengharapkan bahwa sesuatu akan terjadi apabila Anda tidak melakukan apa pun.” Kalau begitu, dengan tidak melakukan apa-apa, tidak ada apa-apa yang terjadi. Dan dapat juga dikatakan bahwa, dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></strong></p>
<p>“<em>Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekejaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di depan orang hina </em>” (Amsal 22:29).</p>
<p><strong>PENGANTAR</strong></p>
<p>Ada pernyataan menarik, “<em>jangan mengharapkan bahwa sesuatu akan terjadi apabila Anda tidak melakukan apa pun</em>.” Kalau begitu, dengan tidak melakukan apa-apa, tidak ada apa-apa yang terjadi. Dan dapat juga dikatakan bahwa, dengan tidak melakukan apa-apa maka sesuatu sedang terjadi, yaitu, tidak terjadi apa-apa. Pernyataan di atas menyiratkan kebenaran bahwa “ada tempat bagi kerja, ada waktu bagi kerja, ada peran bagi kerja, ada guna bagi kerja.” Di sini dapat ditegaskan bahwa dengan bekerja sajalah maka Anda akan melihat ada sesuatu yang terjadi. Sesuatu yang terjadi ini dapat berupa <strong>proses</strong>, <em>mulai </em>– <em>berjalan</em> – <em>berakhi</em>r dan <strong>produk</strong> dari kerja, yang dapat dilihat serta dipahami dari berbagai sudut pandang. Dalam kaitan dengan kepemimpinan, <em>kerja bagi pemimpin</em> adalah “upaya memimpin” (leading attempt). Upaya memimpin ini merupakan tugas dan peran penting yang harus dilaksanakan oleh setiap pemimpin. Pemimpin yang melaksanakan upaya memimpin berati ia sedang <em>bekerja dengan memimpin</em>. Dalam hubungan dengan upaya memimpin ini, pemimpin yang memimpin berpikir, bersikap berkata dan bertindak sebagai pemimpin, karena <em>memimpin adalah kerjanya pemimpin</em>. <span id="more-246"></span></p>
<p>Pemimpin dalam hal ini harus membuktikan keandalan memimpin dengan upaya memimpin optimal (optimum leading attempt) melalui tindakan atau pekerjaan memimpin yang tangguh. Dari sudut pandang yang sangat khusus, pemimpin yang melaksanakan upaya memimpin berarti ia <em>memanejemeni </em>SDM dan semua sumber dengan efektif, efisien, sehat dan produktif. Memimpin dalam perspektif ini berarti pemimpin memasuki kawasan manajemen, memimpin dengan memanajemeni yang terfokus kepada pencapaian tujuan organisasi. Upaya memimpin ini dibangun di atas sinergi dan simultanitas kerja unggul yang terfokus kepada kepada <em>hasil besar</em>, yang mengantar organisasinya ke arah keberhasilan besar. Upaya memimpin seperti ini dibangun di atas strategi, taktik dan pendekatan kepemimpinan yang kuat, yang kadar kompetitifnya tinggi. Dalam kaitan ini, pemimpin yang berhasrat untuk melaksanakan upaya memimpin berkualitas yang optimal, haruslah memimpin dengan pendekatan yang dinamis, komprehensif dan progresif. Memimpin dari sudut pandang ini berarti pemimpin sedang dan terus berupaya menempatkan diri serta organisasinya untuk tetap  berada di depan dalam percaturan lokal, regional, nasional mau pun global. Inilah indikator utama dari pemimpin yang tahu bekerja dengan melaksanakan upaya memimpin yang berkualitas.</p>
<ol>
<li><strong>MAKNA UPAYA MEMIMPIN</strong>. Apa sesungguhnya makna dari upaya memimpin <em>atau leading attempt</em> itu? Upaya memimpin dapat dipadankan dengan <em>actuating</em>, atau “mengaktualisasikan pekerjaan memimpin.” Actuating di sini menjelaskan tentang pemimpin yang sedang berinisiasi, bergerak, menggerakkan, mengarahkan, mendukung, mengawasi dan mempertahankan dinamika kepemimpinan melalui memimpin. Memimpin dalam kaitan ini berarti pemimpin “<em>bekerja sama, memenuhi kebutuhan, mempengaruhi, merangkum menyampaikan perintah (berkomunikasi), membangun peta masa depan organisasi (menyiapkan perencanaan strategis) dan menggunakan semua sumber</em>.”  Upaya memimpin di sini juga berarti pemimpin memanajemeni atau mengelola kepemimpinannya yang menyentuh peran koordinasi (mengkoordinasi), perencanaan (merencanakan), pengorganisasian (mengorganisasikan), memimpin (actuating) dan mengawasi (supervising, evaluating, refining). Memanajemeni secara khusus di sini berarti mengelola hubungan kemanusiaan guna mewujudkan kerja kepemimpinan. Makna dari memanejemeni hubungan kemanusiaan ini ialah mewujudkan kerja sama melalui “pemenuhan kebutuhan, mempengaruhi secara terencana, berkomunikasi, dalam melaksanakan tugas berdasarkan perencanaan strategis membawa organisasi memasuki masa depan melalui penggunaan semua sumber pendukung.” Sumber-sumber itu adalah antara lain, <strong>m</strong>en (manusia), <strong>m</strong>achine (teknologi), <strong>m</strong>aterial (materi atau bahan-bahan), <strong>m</strong>oney (uang), <strong>m</strong>arket (pasar), <strong>m</strong>ethods (metode-metode), <strong>m</strong>oment (waktu), dan <strong>m</strong>anagement systems (sistem manajemen). Pada sisi lain, upaya memimpin juga berarti <em>influencing</em>, yaitu “mempengaruhi secara terencana” yang diawali dengan menciptakan kondisi kondusif yang bertujuan untuk memberikan peluang dan menggerakkan bawahan, sehingga olehnya pekerjaan terlaksana secara sinergis dan simultan. Upaya memimpin secara padat berarti “pemimpin sedang bekerja dengan memimpin.” Bekerja dengan memimpin berarti pemimpin mengerahkan diri, semua komponen SDM dan sumber-sumber untuk melaksanakan tugas organisasi yang diwujudkan dengan menggunakan metode, strategi dan taktik unggul yang bersasaran membawa keberhasilan dalam seluruh proses kepemimpinan.</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>UPAYA MEMIMPIN DAN DIRI SENDIRI.</strong> Pemimpin yang memimpin harus memastikan hal terpenting, yaitu bahwa ia <em>kompeten</em> bagi upaya memimpin itu. Pemimpin kompeten dalam upaya memimpin berarti ia memenuhi kriteria baik secara formal mau pun profesional serta kepribadian yang olehnya ia dapat bekerja sebagai pemimpin. Bagaimana pemimpin mewujudkan upaya memimpin dengan bekerja sebagai pemimpin itu? Dalam kaitan ini, pemimpin yang bekerja sebagai pemimpin harus mengawali dengan berpikir sebagai pemimpin, bersikap sebagai pemimpin, berkata dan bertindak sebagai pemimpin yang membedakannya dari para bawahan. Berpikir sebagai pemimpin menjelaskan bahwa sang pemimpin harus memikirkan hal besar dan inklusif bagi kepemimpinannya. Bersikap sebagai pemimpin menjelaskan bahwa ia memahami siapa dirinya dan apa perannya. Di sini sang pemimpin tahu <em>sejauh mana</em> serta <em>sebesar apa</em> kuasa kepemimpinan yang ada padanya, serta <em>bagaimana</em> menerapkannya secara bijak dalam kepemimpinan. Berkata sebagai pemimpin berarti pemimpin berbicara sebagai pemimpin dengan berbijak hati, berbijak sikap serta berbijak cara bicara. Bertindak sebagai pemimpin berarti ia melakukan apa pun berdasarkan pertimbangan matang dan keputusan teguh. Dalam mewujudkan upaya memimpin, langkah utama yang harus diambil di sini adalah  sang pemimpin secara sadar mengelola perilaku (behavior) dan pola (style) kepemimpinannya. Di sini pemimpin menggelola behavior dan style-nya yang khas guna memastikan bagaimana ia mempengaruhi, sehingga orang yang dipimpin bergerak secara terencana dengan melaksanakan tugas (task/ duty) berdasarkan kewenangan (authority), hak (privilege), kewajiban (obligation), tanggung  jawab (responsibility), dan pertanggungjawaban (accountability) yang melekat pada setiap tugas yang dipercayakan kepada bawahannya pada semua jenjang dalam struktur organisasi. Pemimpin secara khusus harus mematutkan kuasa kepemimpinan lengkap (complete leadership power, yaitu <em>kemampuan seutuhnya untuk menyebabkan sesuatu terjadi</em>) yang ada padanya sehingga ia dapat melaksanakan upaya memimpin secara pasti dan bertanggung jawab. Dalam kaitan ini, pemimpin haruslah memastikan <em>kompetensi</em> (karakter – integritas tinggi; pengetahuan – kapasitas teguh dan kecakapan – kapabilitas andal) dirinya yang terus berkembang. Pemastian kompetensi dirinya ini bertujuan meneguhkan sang pemimpin, sehingga ia terbukti mampu dan dapat melaksanakan upaya memimpin secara <em>efektif</em> (berkualitas – “do the right thing” – mengerjakan hal benar), <em>efisien</em> (berkuantitas – “do the right thing rightly” – mengerjakan hal benar secara baik), <em>sehat</em> (healthy relations – mewujudkan hubungan sehat yang organisasional dan personal) dan <em>produktif</em> (optimum productivity), sehingga upaya memimpinnya dapat berjalan dengan berhasil, langgeng dan finishing well dalam seluruh proses kepemimpinannya.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>UPAYA MEMIMPIN DAN ORANG YANG DIPIMPIN. </strong>Dalam melaksanakan upaya memimpin, pemimpin harus memastikan “sikapnya” (attitude) terhadap orang-orang yang ada padanya. Di sini, pemimpin harus membangun sikap positif yang menempatkan semua komponen manusianya (SDM) atau orang yang dipimpin sebagai subyek, yaitu <em>rekan</em> <em>sepenanggung jawaban</em> dan <em>rekan kesewarisan</em> keberhasilan. Sikap dasar yang terpenting dari pemimpin di sini adalah <em>menghargai</em> dan <em>mempercayai</em> orang-orangnya. Menghargai dan mempercayai di sini menjelaskan bahwa pemimpin memperlakukan setiap orangnya secara patut, dengan memberi tempat yang patut serta pas guna mewujudkan kapasitas mereka. Pemimpin dalam kaitan ini haruslah memberikan kredit (pengakuan) kepada kapasitas, cara kerja dan kontribusi mereka secara objektif. Sebagai langkah kongkrit mewujudkan tanggung jawab ini, pemimpin harus mengembangkan bawahannya ke arah kematangan (maturity) yaitu kematangan psikologis (yang olehnya mereka <em>willing</em> to work) dan kematangan kerja (<em>able</em> to do/ perform the job) dalam seluruh proses kepemimpinan. Pengembangan kapasitas bawahan ini dapat dilakukan pemimpin melalui pendekatan <em>modeling</em>, <em>on the job training</em>, <em>mentoring</em>, <em>equipping</em> dan <em>developing</em>, atau pun <em>pelatihan keahlian khusus</em>. Pemimpin juga harus mempercayai bawahannya dengan mempercayakan (mendelegasikan) tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggung  jawab dan pertanggungjawaban secara sepadan. Kesepadanan ini dibuktikan melalui adanya pemercayaan tugas secara penuh yang diteguhkan melalui tindakan membangun komunikasi, memberikan dukungan (backing), memonitor (monitoring) dan mengawasi secara nyata guna memastikan akan keterlibatan bawahannya secara penuh dalam seluruh proses kepemimpinan.</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>UPAYA MEMIMPIN DAN SITUASI KEPEMIMPINAN</strong>. Dalam mewujudkan kepemimpinannya, pemimpin harus membangun upaya memimpin dengan bertanggung jawab menetapkan dan mencipta <em>situasi kondusif</em> bagi organisasinya. Situasi kondusif ini menyangkut beberapa faktor penting, antara lain., Pertama, Pemimpin harus mencipta <em>atmosfir terbuka yang menyenangkan</em> untuk kerja. Kedua, Pemimpin juga harus menyediakan <em>keluasan cakupan otoritas</em> yang diberikan dan diizinkan bagi setiap bawahan mengikuti pendelegasian yang telah dilakukannya. Ketiga, Pemimpin pun harus mematutkan kondisi organisasi dengan <em>situasi kontekstual</em> dalam lingkungan di mana kepemimpinan dijalankan, sehingga kepemimpinannya dapat berjalan sesuai dengan tuntutan situasi secara menyeluruh. Di sini pemimpin harus memastikan bahwa ia sedang bertanggung jawab merekayasa kondisi organisasi “yang menyenangkan” dengan mencipta situasi kondusif yang mewadahkan pelaksanaan upaya memimpin dalam kepemimpinannya. Indikator penting dari terciptanya situasi kondusif ini ialah bahwa setiap komponen orang mengalami adanya suasana keterbukaan dan keleluasaan bergerak, dan berkreasi serta berinovasi yang dinampakkan dalam sikap serta kinerja yang dinamis. Suasana keterbukaan dan keleluasaan ini memberikan apresiasi, kesenangan serta gairah bagi bawahan untuk bekerja. Bawahan senang karena mereka merasa dipercayai dengan adanya kondisi menyenangkan dan keluasan otoritas yang memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi segala kemungkinan dan mengekspresikan kemampuan diri dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan kapasitasnya. Para bawahan juga merasa terdukung oleh atasan dengan adanya keleluasaan menggunakan cara kerja khas terbaik dari setiap personel. Keleluasaan otoritas dan cara kerja ini membuka ruang yang mendorong bawahan untuk memberikan partisipasi terbaik dalam mewujudkan sinergi dan simultanitas kerja karena mereka menyadari sepenuhnya bahwa kontribusi mereka dihargai oleh sang pemimpin.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong>UPAYA MEMIMPIN DAN PELAKSANAAN TUGAS KEPEMIMPINAN. </strong>Upaya memimpin sangat berkaitan dengan manajemen, yang merupakan praksis kepemimpinan. Dalam mewujudkan tugas kepemimpinan secara berkualitas, pemimpin harus mengawali dengan meneguhkan <em>paradigma kualitas</em> bagi organisasinya. Paradigma kualitas ini dilakukan dengan menerapkan pendekatan <em>Total Qualitay Management</em> (TQM). Berkaitan dengan ini,<strong> </strong>pemimpin harus meletakkan dasar-dasar membangun <em>budaya kualitas</em> untuk memanejemeni dengan mengkoordinasi, merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengawasi seluruh pengerjaan tugas dalam proses kepemimpinan. Pemimpin dalam hal ini harus mengawali upaya membangun budaya kualitas dengan menetapkan “falsafah kualitas, konsep kualitas, cara kualitas, perangkat kualitas, proses kualitas, dan produk kualitas yang merupakan kebiasaan unggulan.” Pemimpin dalam mewujudkan budaya kualitas ini harus meneguhkan komitmen seluruh komponen SDM kepada kualitas, disiplin dan performansi tinggi yang dinyatakan secara berkualitas dalam seluruh proses kepemimpinan. Di sini, upaya memimpin sang pemimpin sedang dibangun di atas <em>budaya kualitas</em> seutuhnya, yang mewadahkan kepemimpinan berkualitas. Budaya kualitas ini harus nyata dalam seluruh proses, cara dan produk kepemimpinannya. Pada sisi yang lain, pemimpin yang melaksanakan upaya memimpin sedang memanejemeni dengan performansi tinggi (High Performance Management) yang harus diwujudkan melalui penerapan <em>strategi </em>dan <em>taktik</em> memimpin yang unggul. Pemimpin dalam hal ini harus mewujudkan sikap dan cara memimpin berkualitas. Sikap pemimpin dan cara memimpin berkualitas ini dapat dianalogikan sebagai <em>tanah</em> (tempat berpijak yang kokoh), <em>air</em> (kemurnian, kejernihan dan kelenturan), <em>api</em> (kekuatan dan daya), <em>udara</em> (penyemangat) dan <em>kehampaan</em> (peluang untuk segala kemungkinan).<a href="#_ftn1">[1]</a> Mewujudkan semua ini, sang pemimpin harus piawai dalam memilih medan untuk bergerak, menggunakan kekuatan kerahasiaan, membuktikan supremasi, mempraktekkan kecepatan gerak dan memberikan tindakkan pungktual yang menentukan.<a href="#_ftn2">[2]</a> Pemimpin harus membuktikan diri sebagai sangat berkapasitas dalam pikiran, sikap, kata dan tindakan strategis taktis yang jitu serta pas untuk setiap situasi. Dalam hubungan ini, pemimpin harus memastikan bahwa ia sedang mengelola sikapnya sebagai pemenang, dan bersikap seperti nahkoda, maestro, dan panglima pasukan komando yang bergaya strategos taktis sehingga ia akan selalu berada di atas, dan di depan, dalam percaturan, dengan mengerjakan yang terbenar &#8211; terbaik, dan berhasil yang membawa keuntungan besar bagi organisasi, staf, bawahan, lingkungan dan diri. Dari hubungan ini, pemimpin harus dapat membuktikan diri bahwa ia adalah seorang strategos taktisian yang andal yang mampu memimpin secara unggul. Pemimpin harus membuktikan diri bahwa ia memiliki sikap percaya diri tinggi, dengan mewujudkan gerakan memimpin terpadu dan tindakan gebrakan kerja yang pasti yang akhirnya menghasilkan sukses yang akan dinikmati banyak pihak. Upaya memimpin yang menghasilkan seperti ini akan membawa pemimpin dan organisasinya pada tempat di mana ia akan memperoleh pengakuan dan penghargaan yang tinggi dari banyak kalangan. Pengakuan ini hanya ada karena sang pemimpin telah membuktikan diri sebagai <em>pemimpin yang kompeten</em> yang telah terbukti dalam seluruh proses upaya memimpin dan produk kepemimpinannya.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>IMPLIKASI</strong></p>
<p>Perlu ditegaskan bahwa kepemimpinan, organisasi, para bawahan, proses dan produk dari suatu upaya memimpin membayangi kualitas diri seorang pemimpin. Pemimpin yang berhasrat melaksanakan upaya memimpin secara berkualitas harus mematutkan aspek berikut:</p>
<ul>
<li>Pemimpin harus memastikan bahwa ia telah membangun dirinya menjadi kompeten dengan pembuktian <em>karakter tangguh</em> (ada integritas yang diakui sebagai kredibel), ada <em>pengetahuan teguh </em>(kapasitas yang komprehensif dan khas lebih yang memberi kemampuan berpikir berkualitas), ada <em>kecakapan andal</em> (kapabilitas sosial – hubungan-hubungan dan kapabilitas teknis – yang meneguhkan aspek manajerial dengan kecakapan <em>know how</em> yang andal) yang berkembang dan diimplementasikan secara konsisten di dalam diri pemimpin.</li>
<li>Pemimpin secara khusus perlu memastikan bahwa ia mampu dan telah membangun hubungan dengan seluruh unsur manusia secara sehat dan responsif. Hubungan sehat dan responsif ini dibangun di atas sikap penghargaan, kepercayaan dan keterbukaan terhadap kapasitas, cara kerja dan kontribusi setiap unsur SDM dalam tugas yang dipecayakan.</li>
<li>Pemimpin harus memastikan bahwa ia telah menyiapkan kondisi kondusif, membangun sistem organisasi menjadi organisasi pembelajar dengan budaya organisasi berkualitas – yang terbukti  efektif, efisien, sehat, dan produktif yang terus dipertahankan secara konsisten melampaui kepemimpinan sekarang, memasuki estafet kepemimpinan masa depan.</li>
<li>Pemimpin harus memastikan bahwa ia mengelola sikapnya sebagai pemenang, dan bersikap seperti nahkoda, maestro, dan panglima pasukan komando yang bergaya strategos taktis andal, sehingga ia akan selalu berada di depan, mengerjakan yang terbenar &#8211; terbaik, dan berhasil dengan membawa keuntungan besar bagi organisasi, staf, bawahan, lingkungan dan diri.</li>
<li>Pemimpin harus dapat membuktikan diri bahwa ia adalah seorang strategos taktisian yang andal dan mampu. Keandalan dan kemampuan ini harus dibuktikan secara konsisten dengan sikap percaya diri tinggi, gerakan terpadu dan tindakkan yang pasti yang diwujudkan melalui gebrakan yang menghasilkan sukses langgeng yang memperoleh pengakuan banyak kalangan dalam seluruh proses dan produk kepemimpinannya.</li>
<li>Selamat menjadi pemimpin yang mampu memimpin secara andal yang konsisten.</li>
</ul>
<p><strong>Catatan</strong>:</p>
<p>Sebagai upaya pembelajaran lanjutan, Anda dapat membaca buku-buku: <em>Kepemimpinan Yang Dinamis; Kepemimpinan Kristen; Menjadi Manusia Sukses; Mastering Planning, Pengembangan SDM Pemimpin Kristen,Memimpin Seperti Yesus Kritus., dsb</em>.</p>
<p>Jakarta, Juli 2010</p>
<p>Dr. Yakob Tomatala</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Falsafah strategi pedang Jepang, yang dipakai dalam kemiliteran,  bisnis dan bidang strategis lain. Prinsip ini dapat dipakai sebagai sikap taktis strategis dengan moralitas positif, yang dapat diterapkan dalam segala bidang. Falsafah ini dapat dipakai dalam lingkungan Kristen dengan makna dan fungsi yang ditransformasi  sehingga menjadi positif, baik secara etika, moral, sifat, sikap, kata, tindakan, serta cara dan akibatnya.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Falsafah strategi perang Tiongkok klasik yang juga dipakai dalam dunia militer, bisnis dan bidang lain, yang dapat diterapkan sebagai sikap taktis strategis dalam menjalankan upaya memimpin.</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2010/07/07/pemimpin-dalam-mewujudkan-upaya-memimpin-yang-berkualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEPENTINGAN HUBUNGAN-HUBUNGAN DALAM KEPEMIMPINAN</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2010/06/06/kepentingan-hubungan-hubungan-dalam-kepemimpinan-2/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2010/06/06/kepentingan-hubungan-hubungan-dalam-kepemimpinan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 15:27:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[“Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak ,&#8230;.. ” (Amsal 13:20). PENGANTAR Manusia telah diciptakan TUHAN Allah untuk memiliki hubungan dengan sesamanya. Hubungan-hubungan ini bersifat pribadi dan sosial. Hubungan ini bersifat pribadi karena itu, harus disikapi untuk diamalkan. Hubungan ini juga bersifat sosial karena beroperasi dalam matriks masyarakat dengan kebudayaan yang unik. Pada aspek yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></strong></p>
<p>“<em>Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak ,&#8230;.. </em>” (Amsal 13:20).</p>
<p><strong>PENGANTAR</strong></p>
<p>Manusia telah diciptakan TUHAN Allah untuk <em>memiliki hubungan</em> dengan sesamanya. Hubungan-hubungan ini bersifat pribadi dan sosial. Hubungan ini bersifat pribadi karena itu, harus disikapi untuk diamalkan. Hubungan ini juga bersifat sosial karena beroperasi dalam matriks masyarakat dengan kebudayaan yang unik. Pada aspek yang lebih khusus, hubungan sosial ini berkaitan dengan kerja. Dari perspektif ini, dapat dikatakan bahwa <em>kepemimpinan adalah hubungan</em>, karena kepemimpinan mewadahkan manusia-manusia yang saling berhubungan, yang beroperasi dalam matriks suatu organisasi. Di sini, hubungan-hubunganlah yang memberi indikator kadar kekuatan kepemimpinan yang berkualias dan menghasilkan. Alasan kuat bagi kebenaran ini ialah karena dengan hubungan-hubungan sajalah seorang pemimpin menapaki keberhasilan dalam memimpinnya. Dengan demikian, adalah beralasan untuk menggumuli implikasi kepentingan hubungan-hubungan bagi kepemimpinan yang berkualitas. Diyakini, bahwa olehnya pemimpin akan mampu melaksanakan upaya memimpin yang berkualitas dan berhasil. Selamat berkelana!<span id="more-228"></span></p>
<ol>
<li><strong>MEMAKNAI HUBUNGAN-HUBUNGAN KEPEMIMPINAN</strong>. Hubungan kepemimpinan adalah “<em>relasi timbal balik yang sehat serta responsif antara pemimpin dan bawahan yang dibangun di atas kepercayaan</em>.” Mencermati aspek-aspek yang ada pada hubungan-hubungan, dapat dikatakan bahwa hubungan-hubungan itu bersifat <em>pribadi</em>, <em>sosial</em> dan <em>bisnis</em>. Hubungan itu bersifat pribadi, karena ada pada setiap pribadi dan menuntut pertanggung jawaban  individu dalam menyikapi serta menyelenggarakan hubungan-hubungan dimaksud dalam matriks kehidupan pribadi setiap orang. Hubungan pribadi ini diikat oleh pertalian emosi yang kuat, sehingga menuntut adanya upaya membina hubungan sadar yang sehat. Hubungan itu juga bersifat sosial yang menghubungkan setiap pribadi dengan lingkungan sosial budaya di mana ia berada. Di sini sangat dituntut agar setiap orang menyikapi hubungan sosialnya secara bertanggung jawab dengan memperhatikan koridor masyarakat dan kebudayaan di mana ia ada. Hubungan bisnis pada sisi lain menuntut seorang pribadi dan pemimpin menyikapinya dengan membangun kondisi kondusif dalam tugasnya. Hubungan kondusif ini dibangun dengan memperhatikan faktor lingkungn kerja, keizinan otoritas, serta situasi kontekstual. Hubungan bisnis ini dibangun dengan fokus mencipta hubungan <em>sehat responsif. </em>Fokus hubugan sehat responsif ini<em> </em>dibangun di atas kepercayaan yang bertujuan menopang keteguhan dan kelancaran relasi timbal balik antara pemimpin dan bawahan, dalam kehidupan organisasi serta kinerja, sebagai dasar untuk menunjang keberhasilan kepemimpinan.</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>PEMIMPIN DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN-HUBUNGAN KEPEMIMPINAN</strong>. Dalam hubungan kepemimpinan, pemimpin bertanggung jawab memfokuskan diri untuk membangun hubungan sehat dan responsif seperti yang telah disinggung di atas. Dasar-dasar untuk membangun hubungan sehat responsif ini adalah antara lain, <strong><em>Pertama</em></strong>, Pemimpin harus membangun diri menjadi pemimpin visioner yang arif. Hubungan sehat responsif ini diawali dengan tanggung jawab pemimpin yang harus <em>membangun diri</em> sebagai <em>pemimpin visioner yang arif </em>yang diteguhkan<em> </em>dengan <em>budinya yang luhur </em>(Yesaya 32:8). Kearifan budi ini berperan sebagai landasan untuk meneguhkan pemimpin sehingga ia  <em>memimipin dari hati berkarakter mulia </em>yang menghidupi visi kepemimpinan secara bersemangat. Kearifan ini juga nampak pada kemampuan berbagi visi serta membina hubungan sehat responsif dengan setiap orang yang ada dalam kepemimpinannya. <strong><em>Kedua</em></strong>, Pemimpin yang arif seperti ini sesungguhnya sedang menunjukkan bahwa ia memiliki integritas tinggi dalam dirinya bagi dirinya, sehingga ia memiliki sifat dan sikap <em>self esteem</em> yang tinggi. Sikap inilah yang menjadi dasar baginya sehingga ia dapat mengutamakan, menghargai serta mengembangkan hubungan-hubungan sehat berkualitas dengan sikap altruis dalam kepemimpinan secara internal mau pun eksternal. Sikap ini menggambarkan kemampuan istimewa pada diri pemimpin yang mampu membuat dirinya dapat didekati. Dengan sifat dan sikap dapat didekati ini, para bawahan akan mudah <em>menerima visi</em> kepemimpinannya, dan bergairah untuk meneruskannya dalam kehidupan bersama  dan kinerja yang sinergis. <strong><em>Ketiga</em></strong>, dengan sikap <em>dapat didekati</em> ini, pemimpin sedang membuktikan bahwa ia adalah pribadi terbuka, dengan sifat lugas dan memiliki kebiasaan arif. Sifat ini pulalah yang membuat pemimpin dapat bersikap terbuka dan membangun hubungan sehat responsif dengan orang-orang yang ada dalam kepemimpinannya. Melalui sikap terbuka ini pada sisi lain, pemimpin secara khusus dapat menghargai kapasitas setiap orang yang ada di dalam kepemimpinannya. Sikap penghargaan ini menyangkut menghargai kapasitas, menghargai cara kerja dan menghargai kontribusi setiap orang yang ada padanya, sehingga hubungan mereka menjadi responsif. <strong><em>Keempat</em></strong>, Hubungan-hubunan melibatkan partisipasi semua komponen SDM. Pemimpin dengan didukung oleh kemampuan menciptakan hubungan sehat responsif melalui penghargaan positif ini, ia dapat melakukan upaya memimpin yang berhasil yang melibatkan partisipasi semua komponen SDM dalam kepemimpinannya. Dalam kaitan ini, kepemimpinan akan berjalan secara maksimal karena pemimpin mampu membangun hubungan-hubungan kerja kondusif. Pemimpin dengan sikap ini membuktikan bahwa ia proaktif, serta akan mampu bekerja sama, bersinergi  yang olehnya ia dapat mendekati serta diterima orang secara benar serta baik. <strong><em>Kelima</em></strong>, Penerimaan seperti ini dibuktikan melalui sikap menghargai potensi dan andil sesama yang diwujudkan dalam kemampuan menyediakan kondisi kondusif dan membiasakan budaya hubungan berkualitas yang responsif, dengan penempatan tugas sesuai kapasitas dan keinginan bawahan. Tindakan ini adalah guna menggairahkan semua SDM untuk aktif sinergis terlibat dalam proses kepemimpinannya berdasarkan kapasitas, potensi dan kemauan serta cara kerja unik setiap bawahan. Pemimpin dalam kaitan ini harus mampu menegaskan sikap “menghargai semua yang menaru minat terhadap keberhasilannya, dengan menghargai potensi mereka dan menempatkan diri serta bekerja sama dengan semua orang secara benar, baik dan serasi sehingga mereka berkontribusi optimal dalam kepemimpinan ke arah sukses bersama.” <strong><em>Keenam</em></strong>, Dalam hubungan-hubungan kepemimpinan ini, pemimpin bertanggung jawab meningkatkan partisipasi dan kontribusi aktif dengan membangun pendekatan organisasi pembelajar. Pendekatan ini mewadahkan “on the job training” dalam seluruh proses kepemimpinan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan potesni khas dari setiap bawahan secara terus menerus. Peningkatan kapasitas dan potesi ini memberikan reinforcement dan gairah bagi kedewasaan psikologis serta keandalan kerja dalam kepemimpinan. Peningkatan kapasitas dan potensi ini juga meningkatkan rasa percaya diri yang tinggi secara bertingkat dan terus menerus, yang olehnya bawahan merasa dihargai serta merasa didukung, yang olehnya mereka memberikan kontribusi wewujudkan sinergi dengan tindakan bersama yang simultan menuju pencapaian sasaran dan tujuan kepemimipinan yang telah dicanangkan. <strong><em>Ketujuh</em></strong>, Melalui hubungan sehat dan responsif ini, pemimpin mewadahkan <em>life long leadesrhip imparting spirit,</em> dimana ia memimpin dengan terbuka tanpa kehilangan pemimpin dalam kepemimpinan. Di sini batas kepemimpinan dan bawahan adalah soal tugas, peran dan tanggung jawab. Bawahan dalam kondisi ini sepenuhnya menyadari bahwa mereka bertanggung jawab membuktikan diri sebagai bawahan yang kapabel untuk melanjutkan estafet kepemimpinan kelak. Mereka bekerja sinergis, simultan dan dinamis dengan kesadaran bahwa waktunya bagi mereka akan datang, dimana mereka pun akan meneruskan estafet kepemimpinan yang diwadakan dalam model kepemimpinan seperti yang sedang diemban oleh pemimpin mereka.</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>PEMIMPIN DALAM HUBUNGAN SOSIAL UMUM</strong>. Hubungan-hubungan sosial memastikan bahwa  pemimpin harus berupaya sedemikian rupa untuk membuktikan diri dalam lingkungan sosial di mana ia berada dan diterima “sebagai patut diperhitungkan.” Dalam kaitan ini, pemimpin harus mengembangkan hubungan eksternal lugas, mencipta jejaringan kerja yang meluas untuk melebarkan pengaruh mewadahkan ekspansi kerja yang strategis pada semua aras dalam masyarakat. Pemimpin dalam hal ini haruslah memperhitungkan bagaimana ia mengembangkan hubungan strategis dengan sesama pemimpin pada bidang tugasnya mau pun di luar bidang tugasnya untuk memastikan penjangkauan pengaruh kepemimpinannya. Penjangkauan pengaruh kepemimpinan ini menyentuh aras lokal, regional, mau pun nasional dan internasional. Penjangkauan ini juga menjelaskan sejauh mana pemimpin diterima dan diakui dalam masyarakat di mana ia ada pada semua aras, yang menjelaskan kekuatan penjangkauan sosialnya. Kadar dari hubungan-hubungan ini juga dapat dilihat dengan indikator psikologi sosial. Kadar psikologi sosial inilah yang menunjukkan indikator tentang berapa banyak orang yang dikenal, seberapa tinggi derajat mereka dalam strata sosial, seberaba luas pengaruh mereka, seberapa kuat dinamika sosial yang ada pada mereka untuk memberikan andil pengaruh yang mendukung kapasitas sosial pemimpin. Pemimpin dalam hal ini harus membuktikan keandalan kepemipinannya dengan kontribusi sosialnya berupa karya-karya monumentalnya baik secara tindakan, verbatim mau pun tertulis, sehingga ia diakui sebagai memiliki kapasitas dan andil berupa sumbangsih bagi perkembangan masyarakat.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>REFLEKSI</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Mencermati kepentingan hubungan-hubungan dalam kepemimpinan seperti yang diuraikan di atas, maka adalah patut bagi pemimpin untuk secara sadar membangun diri sehingga ia dapat menyikapi hubungan-hubungan kepemimpinannya secara arif dari beberapa sisi.</p>
<ul>
<li>Pemimpin dalam kaitan ini haruslah membangun rasa penghargaan tinggi dari hatinya terhadap kapasitas, cara kerja dan kontribusi bawahan dengan sikap keterbukaan yang sehat dan pengakuan yang tulus terhadap bawahan serta kontribusi mereka.</li>
<li>Dalam membangun hubungan-hubungan ini, pemimpin harus mencipta kepemimpinannya menjadi organisasi pembelajar dan menempatkan serta mewadahkan semangat kepemimpinan visioner sepanjang waktu, sehingga para bawahan tersiapkan untuk membuktikan diri sekarang, dalam proses, dan siap mengambil estefet kepemipinan kelak dan terlengkapkan untuk menjawab tuntutan perubahan pada waktu yang akan datang.</li>
<li>Pemimpin akhirnya harus membangun jejaringan sosial baik secara internal mau pun secara eksternal untuk mewadahkan pengaruhnya, yang olehnya dapat mewujudkan upaya memimpin secara meluas.</li>
</ul>
<p>Selamat membuktikan diri sebagai pemimpin yang piawai membangun hubungan-hubungan kepemimpinan yang sehat dan resposif demi kelanggengan kehidupan organisasi, dan kemajuan kepemimpinan sekarang ini dan di masa depan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Jakarta, 1 Juni 2010</p>
<p>Dr. Yakob Tomatala</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2010/06/06/kepentingan-hubungan-hubungan-dalam-kepemimpinan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Promo Workshop Kepemimpinan</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2010/05/24/promo-workshop-kepemimpinan/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2010/05/24/promo-workshop-kepemimpinan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 07:34:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<category><![CDATA[promo workshop kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Oleh kemurahan TUHAN Allah, YT Leadership Foundation, Jakarta berkesempatan menyelenggarakan Market Place Leadership Workshop, yang mengetengahkan pokok: “Memimpin Seperti Yesus Kristus – Kepemimpinan yang Par-ekselens (Par-excellence Leadership), pada tanggal 5 Juni 2010, jam 10:00 – 13:00., bertempat di Gedung GKII Bukit Zaitun, Jl. Jamrud No. 24, Jakarta Pusat. Anda tentu meyakini dan mengagumi Yesus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengantar</p>
<p>Oleh kemurahan TUHAN Allah, YT Leadership Foundation, Jakarta berkesempatan menyelenggarakan Market Place Leadership Workshop, yang mengetengahkan pokok: “Memimpin Seperti Yesus Kristus – Kepemimpinan yang Par-ekselens (Par-excellence Leadership), pada tanggal 5 Juni 2010, jam 10:00 – 13:00., bertempat di Gedung GKII Bukit Zaitun, Jl. Jamrud No. 24, Jakarta Pusat.<span id="more-222"></span></p>
<ul>
<li> Anda tentu meyakini dan mengagumi Yesus Kristus sebagai Juruselamat dengan pekerjaan penebusan-Nya yang mengagumkan. Sadarkah Anda bahwa IA juga memiliki Kepemimpinan yang luar biasa – (par-ekselens)? Simaklah komentar dari Kenneth Blanchard pakar kepemimpinan tentang DIA, “Christians have more in Jesus than just a great spiritual leader; we have a practical and effective leadership model for all organizations, for all people, for all situations” (Orang Kristen memiliki hal yang luar biasa dalam Yesus lebih dari sekedar seorang pemimpin rohani besar; kita memiliki model kepemimpinan praktis dan efektif untuk semua organisasi, untuk semua orang, dan untuk semua situasi). Untuk itu, hadirilah:</li>
</ul>
<ul>
<li> Market Place Leadership Workshop, yang mengetengahkan pokok: “Memimpin Seperti Yesus Kristus – Kepemimpinan yang Par-ekselens (Par-excellence Leadership), pada tanggal 5 Juni 2010, jam 10:00 – 13:00., bertempat di Gedung GKII Bukit Zaitun, Jl. Jamrud No. 24, Jakarta Pusat.</li>
</ul>
<ul>
<li> Pembicara: Pdt. Dr. Yakob Tomatala,  pakar kepemimpinan lulusan Fuller Theological Seminary, California USA., Pendiri Institut Filsafat Theologi dan Kepemimpinan Jaffray Jakarta.</li>
</ul>
<ul>
<li> Reservasi, hubungi: Yahya HP 0812-8230596 dan Welly, HP 0813-11330305 atau Email: tomatala.yakob@gmail.com (Lihat website: www.yakobtomatala.com).</li>
</ul>
<p>Jakarta, 24 Mei 2010</p>
<p>Administrator,</p>
<p>Yahya Mailelak, S.Th</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2010/05/24/promo-workshop-kepemimpinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tema: Hidup Berkemenangan</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2010/05/04/tema-hidup-berkemenangan/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2010/05/04/tema-hidup-berkemenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 16:41:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Berkemenangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[RENUNGAN Tema: Hidup Berkemenangan[1] “&#8230; dalam semuanya itu, kita lebih dari orang-orang yang menang oleh Dia yang telah mengasihi kita” (Roma 8:37; 28-39) PENGANTAR. Setiap orang tentu menghendaki agar kehidupannya baik, berhasil, dan menang. Semua dan banyak orang juga menyadari bahwa hidup baik, berhasil dan menang ini tentu tidak akan mudah digapai dengan cara yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RENUNGAN</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tema: Hidup Berkemenangan<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>“&#8230; <em>dalam semuanya itu, kita lebih dari orang-orang yang menang oleh Dia yang telah mengasihi</em> <em>kita</em>” (Roma 8:37; 28-39)</p>
<p>PENGANTAR.</p>
<p>Setiap orang tentu menghendaki agar kehidupannya baik, berhasil, dan menang. Semua dan banyak orang juga menyadari bahwa hidup baik, berhasil dan menang ini tentu tidak akan mudah digapai dengan cara yang bagaikan membalikkan telapak tangan. Hal ini memastikan bahwa harus ada upaya keras untuk menggapai keberhasilan tersebut. <span id="more-214"></span></p>
<p>Apalagi, dalam kenyataan hidup, tidak ada yang mudah, dan lagi, ada saja tantangan berat yang datang dari berbagai sisi menghadang kehidupan kita. Dalam kaitan ini, kalau mengaitkan kenyataan ini dengan tema percakapan kita berdasarkan Roma 8:28-39 tentang Hidup Berkemenangan oleh karya Kristus, kita patut mempertanyakan, bagaimana hal ini dapat terjadi? Bayangkan saja, karya Kristus tidak melibatkan upaya apa pun dari pihak kita. Menghadapi kenyataan hidup yang keras, kita tidak mengerjakan apa apa untuk menggapai kemenangan, namun bagi kita ada janji bahwa “&#8230; <em>dalam semuanya itu, kita lebih dari orang-orang yang menang oleh Dia yang telah mengasihi</em> <em>kita</em>” (Roma 8:37). Apa sesungguhnya makna kebenaran Firman Allah ini bagi kemenangan hidup yang kita dambakan? Rahasia ini dapat digali dalam Roma 8:28-39, yaitu antara lain:</p>
<ol>
<li><strong>I. </strong><strong>PANGGILAN TUHAN ADALAH DASAR KEMENANGAN HIDUP UMAT</strong>-<strong>NYA</strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Apa sesungguhnya makna pernyataan “panggilan TUHAN Allah adalah dasar kemenangan hidup umat-Nya? Dan bagaimana IA mengerjakannya bagi kita?</li>
</ul>
<ol>
<li>Pengorbanan Yesus Kristus adalah jaminan TUHAN Allah memilih, menetukan, memanggil, membenarkan dan memuliakan kita dengan hak istimewa sebagai umat-Nya (28-30).</li>
<li>Dalam pemilahan-Nya, IA turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan atas kita umat-Nya, dimana IA menjamin menyertakan semua berkat kemenangan bagi kita (31-32).</li>
<li>Dalam pemilihan Allah atas umat-Nya, IA telah menetapkan bahwa Yesus Kristus menjadi Pembela, sehingga tidak akan ada siapa dan apa pun yang dapat menggugat kita umat-Nya (33-34).</li>
</ol>
<p>IMPLIKASI:</p>
<ol>
<li>Pengorbanan Yesus Kristus adalah dasar kemenangan bagi kita, Umat Pilihan TUHAN Allah.</li>
<li>Pengorbanan Yesus Kristus menjamin tindakan Allah menyertakan semua berkat kemenangan-Nya bagi kita.</li>
<li>Pengeorbanan Yesus Kristus memastikan bahwa IA adalah Pembela yang meneguhkan kemenangan umat-Nya.</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>II. </strong><strong>KASIH TUHAN ADALAH KEKUATAN PENJAMIN KEMENANGAN HIDUP UMAT-NYA</strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Apa sesungguhnya makna kebenaran tentang kasih TUHAN sebagai kekuatan penjamin kemenangan hidup umat-Nya itu? Dan, bagaimana IA  melaksanakannya bagi kita?</li>
</ul>
<ol>
<li>Kasih Yesus Kristus yang kuat mengikat kita kepada-Nya sehingga kita tidak dapat dikalahkan oleh kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya, pedang, atau maut sekalipun (35-36).</li>
<li>Kasih Yesus yang kuat menjadikan kita pemenang – atas semua kuasa, yaitu maut, hidup, malaikat, pemerintah, kuasa, dan makluk apa pun, karena semuanya tidak dapat memisahkan kita dari kasih Kristus (37-39).</li>
</ol>
<p>IMPIKASI:</p>
<ol>
<li>Kasih Kristus yang teguh adalah jaminan kemenangan kita umat-Nya, karena Ia memastikan bahwa apa pun tidak dapat mengalahkan kita.</li>
<li>Kasih Kristus adalah kekuatan ampuh yang meneguhkan kemenangan kita, karena Ia memastikan bahwa kekuatan apa pun tidak dapat menaklukkan kita.</li>
</ol>
<p><strong>KESIMPULAN</strong>:</p>
<ol>
<li>Panggilan TUHAN Allah bagi kita umat-Nya melalui karya Yesus Kristus di atas kayu salib adalah dasar kemenangan kita, karena Ia memberi hak istimewa bagi kita dan IA pun telah melakukan segala seuatu bagi kita serta membela kita umat-Nya.</li>
<li>Kasih Kristus adalah  jaminan kekuatan kita yang memberikan kemenangan, karena IA memastikan bahwa tidak akan ada kuasa apa pun yang dapat mengalahkan kita umat-Nya</li>
</ol>
<p><strong>APLIKASI</strong></p>
<p>Bagaimana mewujudkan kemenangan yang telah disediakan Allah bagi kita melalui pengorbanan Yesus Kristus dalam kehidupan keseharian?</p>
<ol>
<li>Kita harus membangun tekad untuk hidup sebagai umat kesayangan-Nya, yang hidup dengan penuh kesadaran bahwa pengorbanan Yesus Kristus menjamin hidup kita, karena Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.</li>
<li>Kita harus meneguhkan diri dengan keyakinan bahwa pengorbanan Yesus Kristus adalah bukti kasih Allah yang kuat atas kita, sehingga Ia membela kita dan menjadikan kita pemenang atas segala kuasa yang kita hadapi dalam kehidupan ini.</li>
</ol>
<ul>
<li>Selamat menjadi pemenang di dalam TUHAN Yesus Kristus. Amin</li>
</ul>
<p>Jakarta, 2 Mei 2010</p>
<p>Pdt. Dr. Yakob Tomatala</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Khotbah Minggu 2 Mei 2010 Gereja Kemah Injil Indonesia, Jemaat Eklesia,  Jatinegara Jakarta Timur</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2010/05/04/tema-hidup-berkemenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEMINAR KEPEMIMPINAN KRISTEN</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2010/04/30/pastors%e2%80%99-workshop-and-training-3/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2010/04/30/pastors%e2%80%99-workshop-and-training-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 08:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Pelatihan Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Motto : Leading to Succeed Spiritual Leader with Excellent Spirit SEMINAR KEPEMIMPINAN KRISTEN Juni &#38; November 2010 TUJUAN: Memberikan pencerahan tentang keunggulan kepemimpinan Yesus Kristus. Meneguhkan para Pemimpin Kristen berkiprah unggul di market place sebagai entrepreneur rohani. No. POKOK PENJELASAN JADWAL 1. Kepemimpinan Yesus Kristus Exemplary Leadership of Jesus Juni, 5 2. Kepemimpinan Kristen di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Motto </strong>: <strong>Leading to Succeed</strong></p>
<p><strong>Spiritual Leader with Excellent Spirit</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">SEMINAR KEPEMIMPINAN KRISTEN</span></strong></p>
<p>Juni &amp; November 2010</p>
<p>TUJUAN:</p>
<ol>
<li>Memberikan pencerahan tentang keunggulan kepemimpinan Yesus Kristus.</li>
<li>Meneguhkan para Pemimpin Kristen berkiprah unggul di market place sebagai entrepreneur rohani.</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>No.</strong></td>
<td width="245" valign="top"><strong>POKOK</strong></td>
<td width="208" valign="top"><strong>PENJELASAN</strong></td>
<td width="101" valign="top"><strong>JADWAL</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">1.</td>
<td width="245" valign="top">Kepemimpinan Yesus Kristus</td>
<td width="208" valign="top">Exemplary Leadership of Jesus</td>
<td width="101" valign="top">Juni, 5</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">2.</td>
<td width="245" valign="top">Kepemimpinan Kristen di Market Place</td>
<td width="208" valign="top">Christian Leadership in the Market Place (Spiritual   Entrepreneruship)</td>
<td width="101" valign="top">November, 20</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span id="more-205"></span></p>
<p><strong>CATATAN</strong>:</p>
<ol>
<li>Tempat Seminar: Aula GKII Bukit Zaitun, Jl. Jamrud No. 24 Jakarta.</li>
<li>Untuk informasi, hubungi : Welly HP: 0813-11330305; Yahya HP: 0812-8230596.</li>
<li>Penjelasan rinci dapat menghubungi <strong>Dr. Yakob Tomatala</strong>; email: <a href="mailto:tomatala.yakob@gmail.com">tomatala.yakob@gmail.com</a>. Lihat Website: <a href="http://www.yakobtomatala.com/">www.yakobtomatala.com</a>.</li>
<li><strong>4. </strong><strong>Bonus PEMBAYARAN</strong>: <strong>Pokok</strong> <strong>I</strong> <strong>= 100%;</strong> <strong>Pokok</strong> <strong>II = 50 % (bagi yang mengikuti berturut-turut).</strong></li>
<li>Hubungilah kami untuk memperoleh keterangan tentang Program Pelatihan lain. Terimakasih.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2010/04/30/pastors%e2%80%99-workshop-and-training-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PASTORS’ WORKSHOP AND TRAINING</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2010/04/30/pastors%e2%80%99-workshop-and-training-2/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2010/04/30/pastors%e2%80%99-workshop-and-training-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 08:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Pelatihan Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<category><![CDATA[PASTORS’ WORKSHOP AND TRAINING]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[PENGEMBANGAN PEMIMPIN ROHANI2010 Motto : Leading to Succeed Spiritual Leader with Excellent Spirit PASTORS’ BUSINESS Maret  – Oktober 2010 TUJUAN: Mengembangkan para Gembala Jemaat menjadi pemimpin berpotensi tinggi. Melengkapi para Gembala dengan kemampuan andal untuk memimpin secara unggul. No. POKOK DESKRIPSI JADWAL 1. Manajemen Strategi Pertumbuhan Gereja Church Growth Strategy Management Maret, 8 2. Manajemen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENGEMBANGAN PEMIMPIN ROHANI2010</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Motto </strong>: <strong>Leading to Succeed</strong></p>
<p><strong>Spiritual Leader with Excellent Spirit</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">PASTORS’ BUSINESS</span></strong></p>
<p>Maret  – Oktober 2010</p>
<p>TUJUAN:</p>
<ol>
<li>Mengembangkan para Gembala Jemaat menjadi pemimpin berpotensi tinggi.</li>
<li>Melengkapi para Gembala dengan kemampuan andal untuk memimpin secara unggul.</li>
</ol>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>No.</strong></td>
<td width="255" valign="top"><strong>POKOK</strong></td>
<td width="189" valign="top"><strong>DESKRIPSI</strong></td>
<td width="111" valign="top"><strong>JADWAL</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">1.</td>
<td width="255" valign="top">Manajemen Strategi Pertumbuhan Gereja</td>
<td width="189" valign="top">Church Growth Strategy Management</td>
<td width="111" valign="top">Maret, 8</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">2.</td>
<td width="255" valign="top">Manajemen Kepemimpinan Pastoral</td>
<td width="189" valign="top">Pastoral Leadershsip Management</td>
<td width="111" valign="top">April, 5</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">3.</td>
<td width="255" valign="top">Manajemen Tim Kepemimpinan Gereja</td>
<td width="189" valign="top">Church Leadership Team Management</td>
<td width="111" valign="top">Mei, 17</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">4.</td>
<td width="255" valign="top">Manajemen Resolusi Krisis dan Konflik Gereja</td>
<td width="189" valign="top">Church Crises and Conflict Resolution Management</td>
<td width="111" valign="top">Agustus, 23</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">5.</td>
<td width="255" valign="top">Manajemen PI Berbasis EE</td>
<td width="189" valign="top">EE Evangelistic Management</td>
<td width="111" valign="top">September, 27</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">6.</td>
<td width="255" valign="top">Manajemen Strategi Cell Group</td>
<td width="189" valign="top">CG Strategic Management</td>
<td width="111" valign="top">Oktober, 25</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span id="more-203"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">CATATAN</span></strong>:</p>
<ol>
<li>Tempat <strong>Pastor’s Workshop</strong>: <em>Jl. Bimaduta 2/7 Dukuh Bima, Kota Legenda, Lambangsari-Tambun, Bekasi</em> (3 menit dari Pintu Tol: Grand Wisata &#8211; Tambun).</li>
<li>Untuk informasi, hubungi : Welly HP: 0813-11330305; Yahya HP: 0812-8230596.</li>
<li>Penjelasan rinci dapat menghubungi <strong>Dr. Yakob Tomatala</strong>; email: <a href="mailto:tomatala.yakob@gmail.com">tomatala.yakob@gmail.com</a>. Lihat Website: <a href="http://www.yakobtomatala.com/">www.yakobtomatala.com</a>.</li>
<li><strong>Bonus Pembayaran</strong>: <strong>Sesi</strong> I <strong>– 100%; Sesi II – 100 %; Sesi III – 75 %; Sesi IV – 50 %; Sesi V – 25 %; Sesi VI – Free</strong>.</li>
<li>Hubungilah kami untuk memperoleh keterangan tentang Program Pelatihan lain. Terimakasih.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2010/04/30/pastors%e2%80%99-workshop-and-training-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IN-HOUSE TRAINING  PENGEMBANGAN PEMIMPIN ROHANI 2010</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2010/04/30/in-house-training-pengembangan-pemimpin-rohani-2010-2/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2010/04/30/in-house-training-pengembangan-pemimpin-rohani-2010-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 08:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<category><![CDATA[IN-HOUSE TRAINING PENGEMBANGAN PEMIMPIN ROHANI 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Motto : Leading to Succeed Sub Motto: Spiritual Leader with Excellent Spirit IN-HOUSE TRAINING Februari – September 2010 TUJUAN: Mengembangkan pemimpin Kristen mencapai potensi kepemimpinan tinggi sebagai pemimpin rohani. Mengembangkan pemimpin Kristen menjadi berkualitas dan unggul dalam upaya memimpin. No. POKOK DESKRIPSI TANGGAL 1. Tahap I Membangun Dasar Maret Kepemimpinan Rohani Spiritual Leadership Selasa, 16 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Motto </strong>: <strong>Leading to Succeed</strong></p>
<p><strong>Sub Motto</strong><strong>: Spiritual Leader with Excellent Spirit</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">IN-HOUSE TRAINING</span></strong></p>
<p>Februari – September 2010</p>
<p><strong>TUJUAN</strong>:</p>
<ol>
<li>Mengembangkan pemimpin Kristen mencapai potensi kepemimpinan tinggi sebagai pemimpin rohani.</li>
<li>Mengembangkan pemimpin Kristen menjadi berkualitas dan unggul dalam upaya memimpin.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>No.</strong></td>
<td width="255" valign="top"><strong>POKOK</strong></td>
<td width="208" valign="top"><strong>DESKRIPSI</strong></td>
<td width="92" valign="top"><strong>TANGGAL</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">1.</td>
<td width="255" valign="top"><strong>Tahap I</strong></td>
<td width="208" valign="top">
<ul>
<li>Membangun Dasar</li>
</ul>
</td>
<td width="92" valign="top"><strong>Maret</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"></td>
<td width="255" valign="top">
<ul>
<li>Kepemimpinan Rohani</li>
</ul>
</td>
<td width="208" valign="top">Spiritual Leadership</td>
<td width="92" valign="top">Selasa, 16</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"></td>
<td width="255" valign="top">
<ul>
<li>Asesmen Personalitas</li>
</ul>
</td>
<td width="208" valign="top">Personality Assesment</td>
<td width="92" valign="top">Rabu, 17</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"></td>
<td width="255" valign="top">
<ul>
<li>Membangun Citra Diri</li>
</ul>
</td>
<td width="208" valign="top">Developing Self Dignity</td>
<td width="92" valign="top">Kamis, 18</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"></td>
<td width="255" valign="top">
<ul>
<li>Pengembangan Potensi   Kepemimpinan</li>
</ul>
</td>
<td width="208" valign="top">Developing Leadership Potentials within You</td>
<td width="92" valign="top">Jumat, 19</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">2.</td>
<td width="255" valign="top"><strong>Tahap II</strong></td>
<td width="208" valign="top">
<ul>
<li>Pendekatan Strategis</li>
</ul>
</td>
<td width="92" valign="top"><strong>Juni</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"></td>
<td width="255" valign="top">
<ul>
<li>Menggali Visi Kepemimpinan</li>
</ul>
</td>
<td width="208" valign="top">Developing Leadership Vision</td>
<td width="92" valign="top">Selasa, 1</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"></td>
<td width="255" valign="top">
<ul>
<li>Perencanaan Strategis</li>
</ul>
</td>
<td width="208" valign="top">Stategic Planning</td>
<td width="92" valign="top">Rabu, 2</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"></td>
<td width="255" valign="top">
<ul>
<li>Menyusun Program</li>
</ul>
</td>
<td width="208" valign="top">Program Planning</td>
<td width="92" valign="top">Kamis, 3</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"></td>
<td width="255" valign="top">
<ul>
<li>Membangun DIP</li>
</ul>
</td>
<td width="208" valign="top">Detailed Implementation Plan</td>
<td width="92" valign="top">Jumat, 4</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">3.</td>
<td width="255" valign="top"><strong>Thap III</strong></td>
<td width="208" valign="top">
<ul>
<li>Berhasil dalam Memimpin</li>
</ul>
</td>
<td width="92" valign="top"><strong>September </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"></td>
<td width="255" valign="top">
<ul>
<li>Mengembangkan Pemimpin Berjiwa   Entrepreneur</li>
</ul>
</td>
<td width="208" valign="top">Developing Leaders with Entrepreneurial Spirit</td>
<td width="92" valign="top">Selasa, 21</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"></td>
<td width="255" valign="top">
<ul>
<li>Mengembangkan Organisasi   Berbasis TQM</li>
</ul>
</td>
<td width="208" valign="top">Developing TQM Basic Organization</td>
<td width="92" valign="top">Rabu, 22</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"></td>
<td width="255" valign="top">
<ul>
<li>Memimpin dengan Performa Tinggi</li>
</ul>
</td>
<td width="208" valign="top">High Performance Leadership</td>
<td width="92" valign="top">Kamis, 23</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"></td>
<td width="255" valign="top">
<ul>
<li>Memimpin dengan Strategi   Taktik  Andal</li>
</ul>
</td>
<td width="208" valign="top">Strategic  and   Tactical Leadership Performance</td>
<td width="92" valign="top">Jumaat , 24</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>CATATAN</strong>:<span id="more-199"></span></p>
<ol>
<li><strong>In-House Training dan Workshop</strong> <em>Bersertifikat</em> untuk setiap Tahap.</li>
<li>Tempat <strong>In-house Training dan Workshop</strong>: <em>Jl. Bimaduta 2/7 Dukuh Bima, Kota Legenda, Lambangsari-Tambun, Bekasi</em> (3 menit dari Pintu Tol: Grand Wisata &#8211; Tambun).</li>
<li>Untuk informasi, hubungi : Welly HP: 0813-11330305; Yahya HP: 0812-8230596.</li>
<li>Penjelasan rinci dapat menghubungi <strong>Dr. Yakob Tomatala</strong>; email: <a href="mailto:tomatala.yakob@gmail.com">tomatala.yakob@gmail.com</a>. Lihat Website: <a href="http://www.yakobtomatala.com/">www.yakobtomatala.com</a>.</li>
<li><strong>5. </strong><strong>Bonus Pembayaran : </strong>
<ol>
<li><strong>a. </strong><strong>Tahap    I: Sesi 1 – 2 = 100 %; Tahap    I: Sesi 3 – 4 = 75 %; </strong></li>
<li><strong>b. </strong><strong>Tahap  II: Sesi 1 – 2 =   75 %; Tahap   II: Sesi 3 – 4 = 50 %; </strong></li>
<li><strong>c. </strong><strong>Tahap III: Sesi 1 – 2 =   50 %; Tahap III: Sesi 3 – 4 = Free.</strong></li>
</ol>
</li>
<li>Hubungilah kami untuk memperoleh keterangan tentang Program Pelatihan lain. Terimakasih.</li>
</ol>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2010/04/30/in-house-training-pengembangan-pemimpin-rohani-2010-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEJARAH ILMU KEPEMIMPINAN</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2010/04/15/sejarah-ilmu-kepemimpinan/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2010/04/15/sejarah-ilmu-kepemimpinan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 15:11:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yakob Tomatala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah ilmu kepemimpinan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[SEJARAH ILMU KEPEMIMPINAN[1] PENGANTAR Kepemimpinan adalah suatu gejala universal yang secara defacto sudah ada sejak waktu yang lama dalam sejarah umat manusia dan dijalankan dalam kurun yang panjang. Namun demikian, pada sisi lain, kepemimpinan sebagai suatu ilmu usianya baru kurang lebih seratus enam puluh tahun.[2] Pertanyaan awalnya ialah mengapa sampai demikian? Jawaban atas pertanyaan inilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>SEJARAH </strong><strong>ILMU </strong><strong>KEPEMIMPINAN</strong><a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>PENGANTAR</p>
<p><em>Kepemimpinan adalah suatu gejala universal yang secara defacto sudah ada sejak waktu yang lama </em><em>dalam sejarah umat manusia dan dijalankan dalam kurun yang panjang. Namun demikian, pada sisi lain, kepemimpinan sebagai suatu ilmu usianya baru kurang lebih seratus enam puluh tahun.<a href="#_ftn2"><strong>[2]</strong></a> Pertanyaan awalnya ialah mengapa sampai demikian? Jawaban atas pertanyaan inilah yang akan </em><em>digumuli dalam tulisan ini</em><em>. Tujuan khusus dari upaya ini adalah untuk menelusuri</em><em> dan memberikan gambatran tentang sejarah perkembangan ilmu kepemimpinan. Tulisan ini akan memberikan </em><em>uraian tentang sejarah perkembangan kepemimpinan sebagai suatu ilmu dengan menunjuk titik awal perkembangan serta tokoh-tokoh penting yang terkait di dalamnya dan kecenderungan ke arah mana ilmu ini sedang berkembang</em>. <span id="more-249"></span></p>
<p><strong>PERSPEKTIF KEPEMIMPINAN DALAM SEJARAH.</strong></p>
<p>Melihat dari sudut pandang seni, dapat dikatakan bahwa kepemimpinan adalah seni yang usianya setua usia manusia di bumi,<a href="#_ftn3">[3]</a> yang telah dipraktekkan dalam sepanjang sejarah<a href="#_ftn4">[4]</a> manusia. Kebenaran tentang kepemimpinan yang telah dipraktekkan dalam sepanjang sejarah ini ditegaskan oleh Bernard M. Bass yang mengatakan, “The study of leadership is an ancient art. Discussion of the subject will be found in Plato, Caesar, and Plutarch, just to mention a few of classical era. The Chinese classics are filled with hortatory advice to the county’s leaders. The ancient Egyptians attributed three qualities of divinity to their king. They said of him ‘authoritative utterness is in thy mouth, perception is in thy heart, and thy tongue is the shrine of justice.’ The Egyptians demanded of their leader qualities of authority, discrimination, and just behavior.”<a href="#_ftn5">[5]</a> Dari penjelasan Bass di atas dapat dikatakan bahwa berdasarkan fakta, seni kepemimpinan itu telah ada serta diterapkan secara umum, karena kepemimpinan itu adalah seni yang bersifat universal.</p>
<p>Sebagai seni, kepemimpinan telah dipraktekkan oleh penguasa-penguasa dunia zaman kuno seperti pada kerajaan Mesopotamia,<a href="#_ftn6">[6]</a> Persia, Mesir klasik di Timur Tengah; penguasa India,Tiongkok dan Jepang klasik di Timur,<a href="#_ftn7">[7]</a> dan penguasa Indian Inka di Amerika Latin, penguasa zaman tengah Babylon (Mesopotamia), Persia, Yunani dan Romawi, penguasa zaman masehi, di Eropa termasuk negara-negara baru seperti Perancis dan Jerman, Ingris, dan sebagainya sampai kepada penguasa dari kerajaan-kerajaan tua di Timur Jauh, serta kelompok masyarakat-budaya lain yang tidak dapat disebutkan satu  persatu. Dalam kaitan ini, dapat dikatakan pula bahwa sebagai seni, kepemimpinan pun telah dipraktekkan oleh  tokoh-tokoh dunia yang  besar dan terkenal yang berkiprah dalam segala bidang kehidupan, mulai dari Hammurabi,<a href="#_ftn8">[8]</a> raja Babylon yang sezaman dengan Abraham (Kejadian 14), para Firaun Mesir, Musa dan Yosua yang disebut dalam Alkitab, sampai ahli seni perang klasik Sun Tzu dan filsuf Lao Tzu di Tiongkok, serta filsuf klasik Yunani seperti Plato, Aristoteles dan Socrates, Sidharta Gautama,<a href="#_ftn9">[9]</a> termasuk Kaisar-kaisar Romawi terkenal yang disebut dalam Alkitab, seperti Agustus,<a href="#_ftn10">[10]</a> Tiberius; serta  yang lain, yaitu Nero, Konstantinus Agung<a href="#_ftn11">[11]</a>; Paus Gregorius Agung<a href="#_ftn12">[12]</a> sampai kepada raja Perancis Charlemagne,<a href="#_ftn13">[13]</a> para raja dalam dinasti-dinasti klasik Tiongkok, Inggris, dan Jenghiz Khan, raja Mongol, penulis dan negarawan Italia, Niccolo Di Benardo Macchiavelli,<a href="#_ftn14">[14]</a> reformator Protestan Mathin Luther, dramator Inggris, William Shakespeare,<a href="#_ftn15">[15]</a> ahli pedang Jepang Miyamoto Musashi,<a href="#_ftn16">[16]</a> Patih Gajamada, penguasa kolonial Belanda, pelukis Raden Saleh, dan Soekarno, Presiden RI pertama, serta banyak lagi. Para tokoh besar yang disinggung di atas ini telah membuktikan diri sebagai manusia-manusia luar biasa yang menerapkan seni kepemimpinan dalam karir mereka, namun, karya-karya besar mereka yang gemilang tidak dapat diklasifikasikan secara penuh sebagai karya dasar bagi ilmu kepemimpinan.<a href="#_ftn17">[17]</a></p>
<p>Pernyataan di atas cukup menarik untuk disimak, dalam upaya menempatkan kepemimpinan sebagai suatu ilmu pada jalur sejarah yang pas. Untuk menempatkan kepemimpinan pada jalur ilmu, maka langkah awal yang perlu dipastikan adalah lingkup dari kepemimpinan. Sebagai suatu ilmu, bidang studi kepemimpinan memiliki tiga lingkup utama, yaitu: <em>Pertama</em>, <strong>elemen dasar kepemimpinan</strong> yang meliputi pemimpin, orang yang dipimpin dan situasi kepemimpinan. <em>Kedua</em>, <strong>doktrin dasar kepemimpinan</strong> yang meliputi perlengkapan dasar kepemimpinan (perilaku pemimpin serta sumber-sumber) dan nilai dasar kepemimpinan (nilai yang bersifat teologis dan filosofis). <em>Ketiga</em>, <strong>pekerjaan</strong> atau <strong>tugas dasar kepemimpinan </strong>(yang meliputi: esensi, sifat, unsur ekonomi dan lokasi kepemimpinan).<a href="#_ftn18">[18]</a> Dalam kaitan dengan menempatkan kepemimpinan dalam jalur ilmu yang disoroti dari lingkup bidang studi kepemimpinan seperti yang disinggung di atas, maka tugas kedua ialah mengukur karya tulis para tokoh sejarah tentang kepemimpinan. Mengukur karya tulis para pakar dan pemimpin sepanjang sejarah dari perspektif ini, dapat dikatakan bahwa kebanyakan karya tulis mengetengahkan pemahaman tentang kepemimpinan secara terbatas dengan menyinggung trait atau karakteristik-karakteristik serta kecakapan dan nilai-nilai kepemimpinan saja. Satu-satunya tokoh sejarah yang menuliskan tentang pemimpin sebagai elemen dasar utama dari kepemimpinan melalui karya tulisnya,<a href="#_ftn19">[19]</a> ialah <strong>Thomas Carlyle</strong>.<a href="#_ftn20">[20]</a> Tulisan Carlyle yang berjudul “<strong>On Hero and Hero Worship</strong>” dapat dianggap sebagai karya terbesar buku ilmiah kepemimpinan<a href="#_ftn21">[21]</a> yang pertama. Buku ini memberikan tempat yang luas bagi aspek-aspek dan unsur-unsur kepemimpinan yang lengkap, yang membuktikan bahwa karya Karlyle ini adalah tonggak sejarah bagi perkembangan ilmu kepemimpinan.</p>
<p><strong>PERJALANAN ILMU KEPEMIMPINAN MELINTASI SEJARAH</strong>.</p>
<p>Dalam sejarah di dunia Barat, diakui bahwa istilah <em>leader</em> atau pemimpin itu telah ada dalam kamus berbahasa Inggris sejak tahun 1300, tetapi penggunaan istilah kepemimpinan itu baru saja ada pada pertengahan abad ke sembilanbelas.<a href="#_ftn22">[22]</a> Dalam studi Timur klasik pun sudah ditemukan adanya upaya penerapan seni kepemimpinan dalam peran pemimpin serta upaya perkembangan pemimpin.<a href="#_ftn23">[23]</a> Namun dapat dilihat adanya indikasi kecenderungan yang sama yaitu belum adanya konsep baku tentang kepemimpinan yang dikembangkan serta diterapkan secara ilmiah. Implikasi di atas ini cukup menarik untuk disimak sebagai dasar untuk mengidentifikasi perkembangan sejarah kepemimpinan sebagai suatu ilmu. Upaya mengidentifikasi perkembangan ilmu kepemimpinan telah dilakukan oleh, Profesor Dr. J. Robert Clinton<a href="#_ftn24">[24]</a> dari <em>Fuller Theological Seminary, School of Inter-cultural Studie</em>s. Dalam hasil risetnya, Profesor Clinton mengidentifikasi perkembangan ilmu kepemimpiman dengan membuat klasifikasinya kedalam beberapa era perkembangan. Klasifikasi perkembangan ilmu kepemimpinan dimaksud adalah sebagai berikut ini.</p>
<ol>
<li>Great Man Era, yang meliputi tahun 1841-1904.</li>
<li>Trait Era, yang meliputi tahun 1904-1948.</li>
<li>Behavior Era, yang meliputi tahun 1948-1967.</li>
<li>Contingency Era, yang meliputi tahun 1967-1980.</li>
<li>Complexity Era, yang meliputi tahun 1980-1986, dst.</li>
</ol>
<p>Mengomentari klasifikasi Clinton ini, dapat dikatakan bahwa alasan utama untuk membuat penggolongan perkembangan ilmu kepemimpinan seperti di atas ini dilakukan dengan menunjuk kepada trend penelitian dan hasilnya yang dapat ditemukan dalam literatur-literatur kepemimpinan yang dihasilkan oleh para pakar pada masing-masing era di atas.<a href="#_ftn25">[25]</a></p>
<p>Great Man Era menunjuk kepada inti teori yang menegaskan bahwa pemimpin terlahir sebagai pemimpin dengan bawaan lahir serta faktor keluarga dan lingkungan yang mendukungnya. Teori kepemimpinan pada Trait Era menunjuk kepada faktor karakteristik, yang menjelaskan bahwa pemimpin memiliki karakteristik khas, yang merupakan bawaan lahir serta kepribadiannya. Teori kepeimpinan pada Behavior Era menunjuk kepada kesadaran tentang adanya interaksi pengaruh antara pemimpin, bawahan dan situasi. Faktor interaksi ini sangat ditentukan oleh pengaruh serta perilaku pemimpin dalam kepemimpinan. Teori kepemimpinan dalam Contingancy Era mengakui adanya pengaruh yang kontingen antara faktor kelahiran atau keluarga, lingkungan pembesaran, karakteristik serta faktor pengaruh interaktif lainnya yang mempengaruhi pemimpin dan kepemimpinan. Teori kepemimpinan pada Complexity Era mengakui pengaruh dari semua faktor yang disinggung di atas, dengan kesadaran bahwa kepemipinan dapat dipelajari. Complexity Era menyadari dan mengakui adanya perkembangan ilmu kepemimpinan yang terjadi dengan begitu pesat terbukti mempengaruhi segala bidang hidup. Perkembangan dan pengaruh ini nampak dalam indikator fenomenal pada masa kini, dimana pemimpin dan kepemimpinan tidak sekedar diedintifikasi dengan sebutan tradisional seperti kepemimpinan atau pemimpin visioner, kharismatik, reformatif, transformatif, futuristik, dan sebagainya, tetapi juga disebut dengan kepemimpinan serta pemimpin pos-mo, informatif, global, dan seterusnya, yang dipengaruhi berbagai faktor yang kompleks.<a href="#_ftn26">[26]</a></p>
<p><strong>SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU KEPEMIMPINAN DI INDONESIA</strong>.</p>
<p>Dalam analisa yang bersifat umum, sejarah kepemimpinan di Indonesia dapat dikategorikan dengan memperhatikan beberapa fase perkembangan berikut.</p>
<p><strong><em>Fase Pertama</em></strong>, Masa Kolonial Belanda sampai 1953,<a href="#_ftn27">[27]</a> yang dapat disebut <em>fase mandor atau fase klerek</em>. Masa ini adalah sebagai “masa primadona administrasi” (administratie), dimana administrasi memegang peran penting. Dalam kaitan ini, penguasa kolonial Belanda yang cenderung otokratis menempatkan para pemimpin <em>inlander</em> hanya pada level mandor, klerek, kopral atau sersan dan sebagainya yang menjelaskan bahwa para pemimpin ini hanya sampai pada aras operasional. Pemimpin aras operasional ini ini hanya berperan sebagai “middle administrator” atau “supervisor kerja” saja bukanlah manajer atau top leader, karena top leader hanyalah kelompok kolonial yang diyakini oleh mereka bahwa mereka lahir untuk memimpin.<a href="#_ftn28">[28]</a></p>
<p><strong><em>Fase Kedua</em></strong>, tahun 1953 sampai dengan 1970-1980. Fase ini dapat disebut <em>fase perkembangan administrasi </em>dan<em> manajemen</em>. Pada era ini ilmu administrasi sangat populer di Indonesia, yang ditandai dengan adanya akademi-akademi administrasi dan kesekretariatan. Dalam bidang pemerintatahan, Lembaga Administrasi Negara (LAN)  memegang peran utama untuk mengembangkan pemimpin untuk bidang pemerintahan. Masa ini ditandai pula dengan munculnya ilmu manajemen di Indonesia, mulai dengan manajemen klasik, manajemen berdasarkan sasaran, manajemen performansi tinggi, manajemen perencaraan strategis, sampai dengan manajemen total kualitas.<a href="#_ftn29">[29]</a> Pada tataran ini para pemimpin Indonesia (setidak-tidaknya segelintir kelompok elit) telah mahir menggunakan ilmu menajemen dimana mereka berperan besar sebagai para entrepreneur (wirausahawan/ wati) walau pun dalam jumlah yang terbatas. Ilmu manajemen ini telah diterapkan dalam bidang militer, pemerintahan, perbankan, bisnis, politik, pendidikan, dan sebagainya yang dilakukan secara khas pula yang menandakan dipraktekkannya penggunaan majemen secara umum.</p>
<p><strong><em>Fase Ketiga</em></strong>, tahun 1980-2000 sampai saat ini, yang dapat disebut sebagai <em>fase kepemimpinan baru </em>atau<em> fase kepemimpinan global</em>. Fase ini diawali dengan adanya upaya mengembangkan ilmu yang disebut <strong>M</strong>anajemen <strong>S</strong>umberdaya <strong>M</strong>anusia (<em>Human Resources Management</em> yang dibedakan dengan <em>Personnel Management</em> pada era sebelumnya). Pada sisi lain, secara umum terlihat bahwa bidang studi kepemimpinan mulai marak berkembang dalam masyarakat Indonesia, yang tersebar dari bidang umum sampai pada bidang-bidang khusus, seperti keagamaan (termasuk pendidikan teologi), perusahan swasta, pendidikan umum, dan sebagainya.<a href="#_ftn30">[30]</a> Perkembangan selanjutnya terlihat pada adanya pendidikan serta pelatihan kepemimpinan (formil, non-formil dan informil) yang marak dalam segala bidang kerja.<a href="#_ftn31">[31]</a> Dan lagi, kenyataan menunjuk kepada pemunculan begitu banyak pemimpin baru dalam segala bidang kehidupan yang menandakan bahwa Indonesia sedang berada dalam <strong><em>era baru</em></strong>, <strong><em>era global</em></strong>, dengan persaingan kepemimpinan yang cukup ketat yang terjadi pada semua aras di tengah percaturan masyarakat yang super kompleks.</p>
<p><strong>RAMPUNGAN</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Menunjuk balik kepada uraian yang telah dibentangkan di atas, dapatlah dikatakan bahwa kepemimpinan dan  ilmu kepemimpinan mulai memperoleh tempat serta perhatian luas dalam masyarakat, khususnya di Indonesia.  Perkembangan ilmu kepemimpinan ini terlihat dari adanya upaya penerapannya, baik dalam bidang pendidikan kepemimpinan mau pun dalam lingkup umum lainnya dewasa ini. Menganalisis semua ini, dapatlah diambil suatu rampungan pikiran bahwa sejarah kepemimpinan secara umum dan khususnya di Indonesia sedang memasuki suatu era baru dengan kemajemukan serta kompleksitas yang semakin meluas dan meninggi dalam dunia yang mengglobal, yang turut menyodorkan peluang dan tantangan untuk maju. Karena itu, adalah bijak untuk memperhitungkan pengembangan kepemimpinan dan penerapannya dalam kinerja secara saintifik dan bertanggung jawab,<a href="#_ftn32">[32]</a> guna menjawab tantangan serta mengisi peluang yang terbuka di depan.</p>
<p>Dr. Yakob Tomatala</p>
<p>YT Leasdership Foundation</p>
<p>Jakarta, Indonesia</p>
<p>2004</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Versi lengkap dari tulisan ini dibuat untuk diterbitkan dalam Jurnal SETIA dari PERSETIA (Persekutuan Antar Sekolah-sekolah Teologi di Indonesia), oleh Pdt. Dr. Yakob Tomatala. Dr. Tomatala adalah lulusan FullerTheological Seminary, School of Intercultural   Studies (bidang keahlian Leadership Development Theory), di Pasadena, California, U.S.A.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Setidaknya sampai saat tulisan ini dibuat.</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Pernyataan ini menunjuk pada adanya dua hal penting yang sangat mendasar, yaitu antara lain: <em>Satu</em>, <em>elemen dasar kepemimpinan</em> yang dapat ditemukan dimana-mana yakni: <strong>Pemimpin</strong>, <strong>Orang yang dipimpin</strong>, dan <strong>Situasi </strong>Kepemimpinan. <em>Kedua</em>, adanya <strong>tokoh-tokoh pemimpin</strong> yang telah membuktikan <strong>kinerja kepemimpinan</strong> yang gemilang sebagai <em>praktisi kepemimpinan</em> dalam lintasan sejarah. Dengan melihat unsur elemen dasar kepemimpinan dan adanya para tokoh pemimpin yang disebut di atas, maka dapat dibuktikan bahwa kepemimpinan sebagai seni telah dipraktekkan sejak lama.</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Istilah sejarah (history – Inggris, yang berakar dari kata  histor  atau istor, eidenai, <em>to know</em>; historia – Latin/ Yunani, yang berarti <em>learning by inquiry,  knowledge, a narrative</em>. Sejarah secara lengkap, harus dilihat sebagai <em>kejadian</em> atau<em> fakta</em> (histoire realite) dan <em>sebagaimana dituturkan</em> (histoire recite).</p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> Bernard M. Bass, <em>STOGDILL’S HANDBOOK OF LEADERSHIP</em>., 1981, halaman 5.</p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> Berdasarkan apa yang dapat diketahui, Mesopotamia kuno dianggap sebagai kerajaan tertua di dunia disusul dengan Pesia dan Mesir klasik.</p>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> L.R. Wing dalam buku-bukunya yang merupakan karya klasik, antara lain, <em>Kekuatan TAO</em> dan <em>Seni Strategi</em> menggungkapkan bahwa Lao Tzu dan Sun Tzu (mungkin juga oknum yang sama) telah menulis konsep-konsep kepemimpinan sejak abad keenam sebelum masehi.</p>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> Hammurabi, atau Khammurabi atau Hammurabi adalah Amraphel, raja Siniar atau Babylon, seperti yang disebut dalam Alkitab (Kejadian 14), memerintah pada tahun 2100 SM</p>
<p><a href="#_ftnref9">[9]</a> Peganjur/ pendiri Buddhisme yang hidup pada tahun 640-480 SM.</p>
<p><a href="#_ftnref10">[10]</a> Gaius Octavianus Augustus (Kaisar Agustus) lahir pada 23 September 63 SM yang memerintah tahun 27 SM</p>
<p>dan meninggal pada 19 Agustus tahun 14 M.</p>
<p><a href="#_ftnref11">[11]</a> Constantine the Great, nama lengkapnya ialah Flavius Valerius Aurelius Constantinus (280-337) menjadi kaisar Romawi pada 306-337 M.</p>
<p><a href="#_ftnref12">[12]</a> Gregory the Great lahir 590-604 dan menjadi Paus pada 590-604.</p>
<p><a href="#_ftnref13">[13]</a> Charlemagne atau Charles the Great, raja Perancis , lahir 742-814, anak dari Pepin the Short, yang memerintah sebagai raja Perancis 768-814.</p>
<p><a href="#_ftnref14">[14]</a> Macchiavelli (1469-1527) terkenal dengan bukunya, <em>Il Principe</em> (The Prince), <em>Discorsi </em> (discouses) dan <em>Arte della Guerra</em> (Art of War).</p>
<p><a href="#_ftnref15">[15]</a> Shakespeare dibaptis 26  April 1564, dan meninggal 23 April 1616.</p>
<p><a href="#_ftnref16">[16]</a> Musashi hidup antara tahun 1584-1645, dengan karya klasiknya yang terkenal <em>A Book of Five Rings</em>.</p>
<p><a href="#_ftnref17">[17]</a> Sebagai contoh, menurut Bernard M. Bass, Plato dalam tulisannya the <em>Republic</em>, mengklasifikasikan pemimpin dalam tiga tipe, yaitu: 1. Filosofer-negarawan yang memerintah dengan reason dan justice; 2. Pemimpin militer yang membela dan mendukung kehendak Negara; 3. Pebisnis yang menyediakan kebutuhan materi bagi warga Negara dan memuaskan kebutuhan rendah mereka. Loc. Cit. halaman 17. Walau pun demikian, karya Plato tidak dapat digolongkan sebagai karya kepemimpinan murni.</p>
<p><a href="#_ftnref18">[18]</a> Untuk keterangan lengkap tentang <em>lingkup studi kepemimpinan</em>, lihat buku karya Yakob Tomatala, Kepemimpinan Yang Dinamis, tahun 1997, halaman 19-28.</p>
<p><a href="#_ftnref19">[19]</a> Buku ini juga menyinggung tentang unsur-unsur dasar lain dari studi kepemimpinan.</p>
<p><a href="#_ftnref20">[20]</a> <strong><em>Thomas Carlyle</em></strong> adalah keturunan Skotlandia yang lahir pada  4 Desember 1795- dan meninggal pada 6 Februari1881. Carlyle adalah penulis esai (essayist) dan sejarawan (historian) yang hidup sezaman dengan John Stuart Mill, filsuf dan ahli ekonomi Inggris (1806-1873). Karya besar Carlyle ialah buku <em>French Revolution</em>, dan buku sejarah <em>A Complete History of Commonwealth</em>. Tahun 1937-1840, ia diundang ke Amerika untuk memberikan kuliah mengenai <em>German Literature</em> dan <strong><em>On Hero and Hero Worship</em></strong>. Tulisan terakhir inilah yang dibukukan pada tahun 1841, yang merupakan <em>buku kepemimpinan pertama</em> yang berbicaraa tentang lingkup dasar studi kepemimpinan. Buku “On Hero and Hero Worship” ini diterbitkan di Amerika oleh Penerbit Adams, di Boston tahun 1907 (Grolier Encyclopedia).</p>
<p><a href="#_ftnref21">[21]</a> Lihat pendapat J. Robert Clinton, dalam Reader. Tahun 1989, halaman 7-45 dan penjelasan Bernard Bass, Loc. Cit. halaman 27.</p>
<p><a href="#_ftnref22">[22]</a> Lihat penjelasan B. M. Bass, Op. Cit., halaman 9.</p>
<p><a href="#_ftnref23">[23]</a> Dalam literatur klasik Tiongkok, Jepang,  India, dsb., dapat ditemukan penjelasan tentang pemimpin dan karakteristik pemimpin serta peran pemimpin dan pengembangan kepemimpinan.</p>
<p><a href="#_ftnref24">[24]</a> Lihat, J. Robert Clinton dalam Reader. Loc. Cit.</p>
<p><a href="#_ftnref25">[25]</a> Banding B.M. Bass, Op. Cit. Part  I. Introduction to Leadership Theory, Chapter 1,2 dan 3., untuk pemahaman lanjutan.</p>
<p><a href="#_ftnref26">[26]</a> Studi kepemimpinan mulai marak di Indonesia pada tahun sembilan puluhan, dengan munculnya upaya dan gerakkan yang terlibat dalam pengembangan kepemimpinan melalui pelatihan informal-non-formal serta institusi-institusi pendidikan. Tonggak studi kepemimpinan dalam lingkungan Kristen mulai diperhatikan dengan serius tatakala Departen Agama RI, dalam hal ini BIMAS Kristen untuk pertama kali menyelenggarakan Seminar Sehari tentang <em>Kepemimpinan Kristen</em> pada tanggal 5 Agustus 2002, dimana penulis adalah penceramah utama.</p>
<p><a href="#_ftnref27">[27]</a> Tahun 1953 dilihat oleh Sayidiman Suryohadiprojo sebagai tahun penerapan kepemimpinan dalam lingkungan TNI. Lihat buku Kepemimpinan ABRI. Tahun 1996, halaman 1-3.</p>
<p><a href="#_ftnref28">[28]</a> Kondisi ini berakar pada “Great Man Theory of Leadership.”</p>
<p><a href="#_ftnref29">[29]</a> Manajemen Total Kualitas atau <em>Total Quality Management</em> yang dikembangkan oleh para pemimpin Jepang berdasarkan teori W. Edward Deming (1950 – <em>Statistical Process Control</em>) dan Joseph M. Juran (1954 – <em>Responsible Management for High Quality</em>) telah digunakan sejak lama tetapi baru saja masuk di Indonesia pada tahun 1980an dan populer pada akhir 1990an dan awal 2000an ini.</p>
<p><a href="#_ftnref30">[30]</a> Dari perspektif kepemimpinan, penulis secara pribadi berpeluang mempelajari<em> Teori Pengembangan Kepemimpinan</em> (Leadership Development Theory) dibawah asuhan Profesor Dr. J. Robert Clinton di Fuller Theological Seminary,  Pasadena,  California. Disamping itu, dalam perbandingan, pada tahun 1987 penulis menulis buku yang berjudul<em> Penatalayanan Gereja Yang Effektif di Dunia Modern</em> (Penerbit Gandum Mas, Malang) yang berorientasi kepada manajemen klasik dan administrasi, sedangkan pada tahun  1997 penulis menulis buku yang berjudul <em>Kepemimpinan Yang Dinamis</em>, dan beberapa buku manajemen SDM lainnya, dan tahun 2002 penulis menulis buku yang berjudul <em>Kepemimpinan Kristen</em> (YT Leadership Foundation, Jakarta).</p>
<p><a href="#_ftnref31">[31]</a> Dalam lingkup kegerejaan, Institut Filsafat Theologi dan Kepemimpinan Jaffray Jakarta didirikan (mulai 1984 sebagai Cabang STT Jaffray Makassar, dan tahun 1991 berdiri sendiri) untuk meresponi kebutuhan dan tuntutan kepemimpinan dalam gereja.</p>
<p><a href="#_ftnref32">[32]</a> Perlulah disadari bahwa kepemimpinan adalah ilmu ujung tombak. Dalam hal ini, kepemimpinan bukanlah segala-galanya, tetapi tanpa kepemimpinan, penerapan ilmu lain adalah lemah, dan konsekwensinya ialah bahwa kepemimpinan tanpa ilmu lain adalah sama tidak ada artinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2010/04/15/sejarah-ilmu-kepemimpinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
