<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DR. Yakob Tomatala &#187; Books</title>
	<atom:link href="http://yakobtomatala.com/category/books/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yakobtomatala.com</link>
	<description>Leadership, Thoughts, Books, Writing !</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 May 2012 17:04:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>SPIRITUAL ENTREPRENEURSHIP</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2011/04/08/spiritual-entrepreneurship/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2011/04/08/spiritual-entrepreneurship/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 16:23:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[SPIRITUAL ENTREPRENEURSHIP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[SPIRITUAL ENTREPRENEURSHIP: ANDA JUGA BISA MENJADI ENTREPRENEUR ROHANI Spiritual Entrepreneurship: Anda juga bisa menjadi Entrepreneur Rohani,  berisi terobosan yang mengungkapkan sisi lengkap dari ajaran Alkitab tentang Entrepreneur dan Entrepreneurship. Buku ini berupaya menjawab pertanyaan, apakah entrepreneur dan entrepreneurship itu hanya dikhususkan kepada dunia bisnis dan pelaku bisnis saja, ataukah dapat diterapkan dalam bidang lain. kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SPIRITUAL ENTREPRENEURSHIP: ANDA JUGA BISA MENJADI ENTREPRENEUR ROHANI</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>Spiritual Entrepreneurship: Anda juga bisa menjadi Entrepreneur Rohani</em></strong>,  berisi terobosan yang mengungkapkan sisi lengkap dari ajaran Alkitab tentang Entrepreneur dan Entrepreneurship. Buku ini berupaya menjawab pertanyaan, apakah entrepreneur dan entrepreneurship itu hanya dikhususkan kepada dunia bisnis dan pelaku bisnis saja, ataukah dapat diterapkan dalam bidang lain. kalau dapat diterapkan dalam bidang yang lain, apa dan bagaimana pemahaman serta penerapannya. Buku ini juga adalah upaya  menjawab  tantangan  seputar  pertanyaan, “Apakah ada Entrepreneur Rohani?” Kalau ada, apa sesungguhnya kata Alkitab mengenai konsep entrepreneur dan entrepreneurship rohani ini?</p>
<p><a href="http://yakobtomatala.com/wp-content/uploads/2011/04/spiritual_enterpreneurship.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-353" style="margin: 5px;" title="spiritual_enterpreneurship" src="http://yakobtomatala.com/wp-content/uploads/2011/04/spiritual_enterpreneurship.jpg" alt="" width="180" height="243" /></a>Dalam upaya menjawab pertanyaan dimaksud, buku ini mengetengahkan prinsip Alkitab seputar <em>Entrepreneurship Rohani</em>. Uraian di dahului dengan penegasan seputar karakteristik umum dari entrepreneur yang menegaskan bahwa “Setiap entrepreneur adalah <em>manusia mandiri</em>, yang memiliki keunggulan berpikir, keberanian untuk membuat keputusan dan kepiawaian untuk merekayasa cara kerja unggul” yang memastikan keunggulan kepemimpinannya.</p>
<p>Pada sisi lain, perbedaan entrepreneur umum dan entrepreneur rohani adalah sangat signifikan. Perbedaan itu terletak pada nilai-nilai dasarnya yaitu: <em>Pertama</em>, entrepreneur umum terfokus kepada <em>financial gain</em> sebagai end product-nya, sedangkan entrepreneur rohani terfokus kepada tujuan yang lebih tinggi, yaitu <em>menolong sebanyak mungkin orang</em>, karena itu, ia harus mengupayakan sebanyak mungkin keuntungan finansial untuk menolong lebih banyak orang. <em>Kedua</em>, keberhasilan entrepreneur umum adalah dengan mengumpulkan keuntungan finansial, sedangkan keberhasilan entrepreneur rohani berasal dari janji berkat TUHAN Allah, karena itu ia harus hidup untuk memberkati sebanyak mungkin orang dengan terus memberi dan memberi (Meleaki 3:10; Kisah Para Rasul 20:35). Selamat mengembara bersama dalam menekuni dan menerapkan prinsip entrepreneurship rohani.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis,</p>
<p>Dr. Yakob Tomata</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2011/04/08/spiritual-entrepreneurship/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MY LIFEWAY</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2011/04/08/my-lifeway/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2011/04/08/my-lifeway/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 16:16:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Buku My Lifeway]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Buku kecil yang berjudul My Lifeway: Syahadat-ku tentang Yesus Kristus, Aku, Ibu-ku, Ayah-ku dan Pemimpin Sejati, adalah sebuah gagasan yang muncul dari pendekatan introspektif, retrospektif dan reflektif yang aku lakukan terhadap diri-ku serta pengalaman panjang yang aku araki sebagai seorang individu dan pemimpin. Introspeksi diri dan refleksi dari pengalaman hidup yang aku tuturkan dalam bentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku kecil yang berjudul <strong><em>My Lifeway: Syahadat-ku tentang Yesus Kristus, Aku, Ibu-ku, Ayah-ku dan Pemimpin Sejati</em></strong>, adalah sebuah gagasan yang muncul dari pendekatan introspektif, retrospektif dan reflektif yang aku lakukan terhadap diri-ku serta pengalaman panjang yang aku araki sebagai seorang individu dan pemimpin. Introspeksi diri dan refleksi dari pengalaman hidup yang aku tuturkan dalam bentuk prosa ini, merupakan inti falsafah kehidupan tentang bagaimana aku melihat TUHAN, diri-ku, sesama, Ibu-ku, Ayah-ku, dan Pemimpin Sejati, dari ajaran Alkitab.</p>
<p><a href="http://yakobtomatala.com/wp-content/uploads/2011/04/mylifeway.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-349" style="margin: 5px;" title="mylifeway" src="http://yakobtomatala.com/wp-content/uploads/2011/04/mylifeway.jpg" alt="" width="157" height="210" /></a>Semua gagasan dalam tulisan ini dibangun atas pemahaman-ku mengenai apa yang diajarkan dan dihidupi oleh TUHAN Yesus Kristus. Firman TUHAN menegaskan, “<em>Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam DIA, ia wajib hidup samaseperti Kristus telah hidup</em>” (I Yohanes 2:6) adalah imperatif bagi orang Kristen.  Dengan menyadari bahwa “hidup ini adalah anugerah Allah yang menyejarah” maka sudah seharusnya apa yang disabdakan dan dilakokankan TUHAN Yesus Kristus dapat kita hidupi pada batas-batas keberadaan dan kemampuan kita. Tanda dan bukti bahwa kita sedang menerapkan apa yang dikehendaki oleh TUHAN Allah ialah, IA dimuliakan, dan orang lain diberkati, yang olehnya kita menikmati hidup dengan penuh berkat. Mari mengembara bersama dengan belajar hidup dan mengabdi sesuai kehendak Allah melalui buku ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terimakasih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dr. Yakob Tomatala</p>
<p>Penulis</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2011/04/08/my-lifeway/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ENTREPRENEUR SEJATI</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2011/04/08/entrepreneur-sejati/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2011/04/08/entrepreneur-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 04:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[ENTREPRENEUR SEJATI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[“Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam” (Amsal 31:17-18). PENGANTAR Istilah entrepreneur dan entrepreneurship sangat populer belakangan ini. Dalam memahami entrepreneur dan entrepreneurship, kita perlu bertanya, “siapa dan apa sesungguhnya entrepreneur dan atau entrepreneurship itu, serta apa hubungannya dengan wirausaha atau kewirausahaan?” Secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“<em>Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam</em>”</p>
<p>(Amsal 31:17-18).</p>
<p><strong>PENGANTAR</strong></p>
<p>Istilah entrepreneur dan entrepreneurship sangat populer belakangan ini. Dalam memahami entrepreneur dan entrepreneurship, kita perlu bertanya, “siapa dan apa sesungguhnya entrepreneur dan atau entrepreneurship itu, serta apa hubungannya dengan wirausaha atau kewirausahaan?” Secara umum, entrepreneur telah dipadankan dengan wirausaha, dan entrepreneurship telah dipadankan dengan kewirausahaan, yang cenderung berkaitan hanya dengan dunia bisnis<a href="#_ftn2">[2]</a> dan pelaku usaha bisnis. Setelah mengadakan pengkajian yang lebih terbuka terhadap entrepreneur dan entrepreneurship, penulis menghasilkan kesimpulan bahwa setiap orang yang sukses sampai ke puncak, sesungguhnya adalah dia yang memiliki <em>jiwa entrepreneur</em>.<a href="#_ftn3">[3]</a> Menguraikan pokok seputar Entrepreneur Sejati, maka ada tiga hal yang akan dibahas, yaitu antara lain: <em>Satu</em>, Memaknai Entrepreneur dan entrepreneurship; <em>Dua</em>, Ciri-ciri entrepreneur; dan <em>Tiga</em>, Membangun budaya entrepreneurship.<span id="more-345"></span></p>
<p><strong>MEMAKNAI ENTREPRENEUR DAN ENTREPRENEURSHIP</strong></p>
<p>Telah dikatakan bahwa selama ini, istilah entrepreneur dan entrepreneurship telah dipadankan dengan wirausaha dan kewirausahaan. Di sini dapat dikatakan bahwa “wirausaha” artinya “berani berusaha, atau berani menjalankan sesuatu usaha secara mandiri sehingga mendatangkan keberhasilan atau keuntungan. Dalam pengertian di atas, dapatlah dikatakan bahwa “<em>Kewirausahaan adalah upaya mengembangkan pengaruh dengan mengelola suatu bisnis atau usaha sebegitu</em><em> </em><em>rupa secara mandiri, sehingga mendatangkan keuntungan</em>.” Selanjutnya, dapat dikatakan bahwa kewirausahaan dalam kaitan ini berarti “<em>proses yang ditandai oleh keberanian memulai, mengelola dan menjalankan suatu usaha khusus secara mandiri yang berorientasi kepada keberhasilan atau keuntungan</em>.” Menurut Pietra Sarosa<em> wirausahawan/ wati </em><em>a</em>dalah “<em>S</em><em>eseorang yang mempunyai visi, semangat dan tindakan-tindakan nyata dalam usaha menciptakan dan mengembangkan sendiri sumber-sumber income-nya tanpa bergantung semata-mata kepada orang lain</em><strong>.</strong>”</p>
<p>Selanjutnya, istlah <em>en</em><em>trepreneur</em><em> </em>dan<em> entrepreneur</em><em>ship</em> yang berasal dari istilah <em>entreprendre</em>, berarti “<em>menjalankan</em>, yang menjelaskan tentang adanya seseorang yang mengorganisir dan menjalankan suatu usaha secara berani dengan tujuan memperoleh keuntungan.” Di sini dapat dikatakan bahwa <em>entrepreneur</em> adalah seseorang yang mandiri dan berani  melakukan sesuatu yang membawa keuntungan dan memberikan keuntungan.  <em>Entrepreneurship</em> dalam kaitan ini berarti “<em>proses yang ditandai oleh keberanian memulai, mengelola dan menjalankan suatu usaha khusus secara mandiri yang berorientasi kepada keberhasilan atau keuntungan</em><em>, sehingga dapat menguntungkan secara lebih luas</em>.” Menyimak pemahaman entrepreneur dan entrepreneur seperti di atas ini, dapat dikatakan bahwa konsep entrepreneur ini bersifat terbuka, yang dapat meliputi segala bidang kehidupan, yang menjelaskan bahwa seorang entrepreneur itu dapat “siapa aja” dalam bidang “apa saja,” karena yang terpenting ialah bahwa ia memiliki <em>jiwa entreprenur</em> dengan ciri, sikap dan tindakan yang jelas, yang menunjukkan adanya kemandirian tinggi padanya.<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>CIRI-CIRI ENTREPRENEUR</strong></p>
<p>Memahami konsep entrepreneur secara terbuka, dapat dikatakan bahwa seorang entrepreneur memiliki ciri-ciri khusus yang unik. <a href="#_ftn5">[5]</a> Ciri-ciri entrepreneur yang unik itu adalah antara lain:</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Entrepreneur adalah seorang yang kompeten. Kompetensi ini menegaskan bahwa entrepreneur memiliki kepenuhan-kelengkapan diri yang bersifat individu, profesional dan formal. Kompetensi enterpreneur ini dibangun diatas faktor berikut:</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Menemukan <em>visi</em> sebagai dasar membangun kompetensi. Seorang entrepreneur harus memulai dengan menemukan, membangun dan meneguhkan visi (keingin suci, keinginan sejati)<a href="#_ftn6">[6]</a> sebagai dasar untuk mengembangkan diri serta karirnya.</li>
<li>Meneguhkan budaya kualitas. Kompetensi diri entrepreneur menjelaskan bahwa ia berhasil membangun diri dalam <em>life way</em> berkualitas, yang menegaskan bagaimana ia mengembangkan paradigma, perspektif, sifat, sikap; dan cara unggul.</li>
<li>Membangun kompetensi, mewujudkan INTEGRITAS karakter, sehingga ia dapat <em>dipercayai</em>; KAPASITAS pengetahuan yang komprehensif dan khas lebih sehingga ia dapat <em>diharapkan</em>; dan KAPABILITAS (kecakapan) sosial dan teknis andal, sehingga ia dapat <em>diandalkan</em>.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Entrepreneur adalah seorang mandiri. Aspek kemandirian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Entrepreneur memiliki <em>Keunggulan Pikiran </em>dan<em> Berpikir</em> yang membuatnya andal mengungguli orang kebanyakan (orang rata-rata) di lingkungannya. Keunggulan pikiran dan berpikir ini ditandai oleh keandalan menggunakan pikirannya, dimana ia dapat berpikir dan bersikap terbuka; berpikir dan bersikap kreatif dan inovatif; berpikir dan bersikap asertif; berpikir dan bersikap proaktif &#8211; antisipatif; berpikir dan bersikap besar, berpikir dan bersikap benar; berpikir dan bersikap sinergis simultan; serta berpikir dan bersikap kemungkinan.</li>
<li>Entrepreneur memiliki <em>Keunggulan Keberanian</em> yang menjelaskan bahwa ada kebiasaan unggulan. Kebiasaan unggulan inilah yang menyebabkan seorang entrepreneur itu berani menentukan sikap; berani menemukan, mencipta, mengejar dan menangkap peluang; berani mengubah peluang menjadi produk; berani menanggung akibat dari keputusan; berani mengambil resiko dan petaruhan; berani terbuka melibatkan orang lain untuk bekerja sama dengan penuh kepercayaan serta  penghargaan guna mencipta peluang menjadi uang.</li>
<li>Entrepreneur memiliki Keunggulan MEREKAYASA CARA  yang memberikan keandalan kepadanya. Keunggulan ini membuatnya andal untuk <em>bertindak strategis</em> dan <em>bertindak taktis</em> yang dibuktikan dengan <em>bekerja cakap</em>; bertindak dengan cara unik dan penuh perhitungan, efektif, efisien, sehat, produktif; bertindak dengan gairah penuh; dan bertindak terfokus dan konsisten.</li>
<li>Enterpreneur adalah seorang yang bermental investor.<a href="#_ftn7">[7]</a> Sejatinya, seorang entrepreneur adalah dia yang memiliki kedewasaan dengan mentalitas investor. Mentalitas investor menjelaskan bahwa ia selain memiliki kestabilan income, ia bebas untuk mengembangkan usaha berciri <em>the second</em>, <em>the third</em> atau the <em>fourth income</em> dst., dengan membiarkan uang bekerja baginya. Dalam hubungan ini, sang entrepreneur hanya bekerja dengan orang yang andal, dapat diharapkan dan dapat dipercaya dengan penerapan manajemen yang tidak rumit dan dapat disupervisi secara menyenangkan.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Enterpreneur adalah strategos taktisian andal. Sebagai strategos taktisian, enterepreneur adalah seorang eksekutor atau pelaksana yang pemberani. Gerakannya selalu memperhitungkan bagaimana ia memilih, meraih, mencipta peluang, bersikap tidak terbaca; berani menunjukkan keunggulan; melangkah terus berada di depan orang lain, dengan melangkah cepat; dan bertindak tepat.</li>
<li>Entrepreneur adalah pribadi yang harus membawa keuntungan bagi banyak orang. Seorang enterpreneur pada akhirnya memiliki ciri kemanfaatan tinggi, yaitu ia akan selalu membawa keuntungan dan manfaat yang dapat dinikmati oleh lebih banyak orang ia dapat hidup untuk memberi, hidup untuk menolong dan membuktikan diri sebagai <em>the life giving leader</em>.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MEMBANGUN BUDAYA ENTREPRENEURSHIP</strong></p>
<p>Mengapa membangun individu-individu berjiwa entrepreneur<a href="#_ftn8">[8]</a> itu sangat penting bagi sebuah negara atau suatu bangsa? Dr. Ir. Ciputra<a href="#_ftn9">[9]</a> senantiasa bertanya, mengapa Indonesia masih tertinggal secara ekonomi dari Singapura, Taiwan, Hongkong, Jepang, apalagi Amerika Serikat? Dan apa yang ditemukannya cukup mengejutkan, yaitu karena Indonesia terlalu sedikit mempunyai wirausaha <em>entrepreneur</em>.<a href="#_ftn10">[10]</a> Pertanyaan Bapak Ciputra ini haruslah disambut sebagai tantangan untuk dijawab sebagai anak bangsa. Dalam upaya menjawab pertanyaan ini, “Sosiolog Pembangunan, David McLelland  menemukan bahwa suatu negara akan makmur apabila mempunyai wirausaha atau <em>entrepreneur</em> sedikitnya 2% dari jumlah penduduk negara itu. TAHUN 2005, Singapura memiliki <em>entrepreneur</em> 7.2% dari total penduduknya, padahal tahun 2001 hanya ada 2.1%. PADA TAHUN 1983, Amerika yang berpenduduk 280 juta memiliki 6 juta <em>entrepreneur,</em> atau sekitar 2.14% dari total penduduknya.<a href="#_ftn11">[11]</a> Berdasarkan observasi Ciputra dan temuan McLelland ini, dapatlah ditegaskan beberapa kebenaran seputar urgensi dan kepentingan membangun budaya entrepreneurship.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Kepentingan membangun Budaya Entrepreneurship. Menjadi seorang entrepreneur sejatinya adalah melibatkan cara hidup unggul yang menuntut adanya suatu <em>budaya entrepreneurship</em>.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Kadar entrepreneur menjelaskan tentang <em>kualitas kemandirian</em> suatu masyarakat yang menggungkapkan tentang kualitas intelektualitas, kualitas sikap dan kualitas tindakan setiap individu. Kadar kemandirian ini menunjuk tentang sejauh mana suatu masyarakat itu dapat mengisi kehidupannya secara berkualitas, dan muncul sebagai ungul dalam persalingan antar kelompok, mau pun antar bangsa.</li>
<li>Kadar entrepreneurship menjelaskan tentang <em>kualitas kebudayaan</em> yang menunjuk kepada <em>the total lifeway</em> dari suatu kelompok masyarakat atau suatu bangsa yang menjelaskan bagaimana mereka berpikir, bersikap, berkata dan bertindak dalam upaya melanjutkan serta mempertahankan eksistensinya. Di sini akan nampak keunggulan berpikir inovatif, kreatif mengembangkan serta menggunakan teknologi; berpikir asertif, proaktif, antisipatif, menggunakan teknologi bagi pengembangan ekonomi; berpikir dan bersikap sosiatif, energetik, sinegetik dan simultan sebagai landasan menggunakan teknologi untuk bertindak mewujudkan praksis ekonomi yang kompetitif serta unggul.</li>
<li>Kadar entrepreneurship menjelaskan tentang <em>kualitas nilai</em> suatu kelompok atau bangsa yang menunjuk kepada sejauh mana proses inkulturasi dijalankan untuk meneguhkan kehidupan kelompok yang menjelaskan tentang daya juang dan daya tahannya; daya saing dan daya jualnya; yang membuktikan keunggulan kelompok dimaksud yang kompetitif.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Pendekatan membangun Budaya Entrepreneurship. Dari perspektif kebudayaan, <em>worldview</em> yang membakukan nilai-nilai agung suatu kelompok, semuanya ini dibangun melalui proses inkulturasi atau enkulturasi, yaitu hakikat dan cara pendidikan dalam kebudayaan setiap masyarakat.<a href="#_ftn12">[12]</a> Dalam perpektif ini, dapat dikatakan bahwa budaya entrepreneur dapat dibangun melalui proses <em>inkulturasi</em>, yaitu pendidikan yang bersifat informil, non-formil dan formil, untuk mencipta, meneruskan dan membakukan nilai-nilai menjadi suatu worldview. Dari sudut pandang inkulturasi atau pendidikan dalam kebudayaan ini, pendekatan membangun budaya entrepreneur menyentuh aspek-aspek berkut:</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Fokus pendidikan – mewadahkan nilai-nilai ke dalam worldview yang berorientasi entrepreneurship untuk mengembangkan manusia mandiri.</li>
<li>Sistem pendidikan – melibatkan pelaksana didik dan nara didik dengan semangat entrepreneurship yang menggunakan falsafah <em>tranformasi – entrepreneuris</em> yang bermuara kepada pembentukan pribadi peserta didik yang  berjiwa entrepreneur.</li>
<li>Wadah pendidikan – membagi (sharing) nilai entrepreneurship melalui mekanisme pendidikan masyarakat atau keluarga (non-formil); pendidikan ketrampilan sosial dan teknis (informil) dan pendidikan umum atau sekolah (formil) yang harus dilakukan secara berkualitas serta konsisten.</li>
<li>Proses pendidikan – menyentuh interaksi nilai-nilai yang merupakan upaya membentuk falsafah hidup dengan worlview entrepreneurship.</li>
<li>Produk pendidikan – menghasilkan “output” berupa <em>manusia mandiri</em> yang <em>berjiwa entrepreneur</em> dengan kemandirian tinggi yang kompetitif, sehingga mereka dapat berkiprah dalam karir apa pun secara unggul, kompetitif dan sukses di <em>market place</em>.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>RANGKUMAN</strong></p>
<p>Telah diuraikan tiga hal penting dalam bahasan seputar entrepreneur dan entrepreneurship. Pemahaman tentang entrepreneur dan entrepreneurship menegaskan tentang adanya seseorang yang <em>berjiwa entrepreneur</em> dengan <em>kemandirian tinggi</em>, sehingga ia dapat berkiprah di <em>market place</em> dalam bidang kehidupan apa pun yang sesuai jatidirinya (inner will) yang merupakan dasar bagi <em>visi </em>dan <em>karir</em> yang ditekuninya.</p>
<p>Telah ditegaskan pula bahwa seorang entrepreneur memiliki ciri-ciri khas, yaitu ia haruslah kompeten dengan <em>integritas karakter</em> dengan etika moral teguh yang membuat ia <em>dapat dipercaya</em>; dan Kapasitas Pengetahuan yang komprehensif dan khas lebih, yang membuat ia <em>dapat diharapkan</em> dan Kapabilitas Kecakapan Sosial dan Teknis yang membuatnya <em>dapat diandalkan</em>. Secara lebih khusus, ujung dari kompetensi entrepreneur adalah “kemandirian tinggi” yang mewadahkan – keandalan penggunaan pikirannya (Pikiran Unggul); keandalah kebiasaan entrepreneur yang nampak pada keberanian membuat keputusan terhadap peluang (Keberanian Unggul); dan keandalan merekayasa cara (Cara Unggul), sehingga sang entrepreneur dapat membuktikan diri menjadi pelaku yang terus berkiprah kepada keberhasilan yang membawa keuntungan yang menguntungkan diri serta orang lain dalam hidup serta karirnya. Selamat membangun dan membuktikan diri sebagai entrepreneur sejati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salam doa,</p>
<p>Dr. Yakob Tomatala</p>
<div>
<hr size="1" />
<div>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> Pokok ini tidak diberikan judul “wirausahawan sejati,” untuk menegaskan bahwa konsep entrepreneurship bersifat terbuka, dan juga untuk menghindari konotasi bahwa entrepreneur hanyalah milik mereka yang berkiprah dalam dunia bisnis saja.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Lihat pendapat Dr. Ir. Ciputra yang mengatakan, “Indonesia hanya memiliki sekitar 400 ribu wirausaha <em>real</em> <em>entrepreneur,</em> atau sekitar 0.18% dari penduduk. Memang pelaku bisnis tercatat ada 50 juta orang, tetapi yang lain itu bukan <em>entrepreneur</em> yang sesungguhnya, mereka hanya melakukan kegiatan mencari nafkah <em>subsisten. </em>Indonesia memerlukan 12 kali <em>real</em> <em>entrepreneur</em> lebih banyak dari yang ada hari ini,  atau sekitar 4.6 JUTA ORANG.”</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Lihat gagasan ini yan gdikemukakan oleh Levi Bracman dan Sam Jaffe dalam buku Sukses Bisnis Cara Yahudi.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Konsep entrepreneur dan entrepreneurshi ini dapat dipelajari dalam buku, “<strong><em>Entrepreneur Rohani</em></strong>” (Spiritual Entrepreneur) karya Y. Tomatala, terbitan YT Leadership Foundation, terbitan tahun 2010.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> Menurut Ciputra, ada tiga ciri penting dalam diri seorang wirausaha <em>(real</em> <em>entrepreneur), </em>yaitu : (1) Penciptaan peluang <em>opportunity creating;</em> (2) Melakukan inovasi <em>innovating;</em> dan (3) Mengambil resiko yang terukur <em>calculated risk taking. </em>Selanjutkan dikatakan bahwa<em> </em><em>wirausahawan</em> atau <em>entrepreneur </em>adalah mereka yang memiliki keandalan mengubah sampah menjadi emas.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> Pokok tentang visi sebagai “keinginan suci” ini dapat dipelajari dalam buku “<strong><em>Anda juga dapat menjadi Pemimpin Visioner</em></strong>,” karya Y. Tomatala</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> Gagasan mental investor ini dapat dipelajari dari karya tulis Robert T. Kyosaki.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> Penyebutan “berjiwa entrepreneur” digunakan di sini untuk menegaskan pendapat bahwa entrepreneurship dan entrepreneur itu bersifat terbuka, mencakup usaha dalam segala bidang kehidupan.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref9">[9]</a> Dr. Ir. ciputra dapat dinobatkan sebagai <strong><em>Bapak Entrepreneur Indonesia</em></strong>.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref10">[10]</a> Data ini diperoleh dari seorang rekan lain, yang sumbernya tidak tercantum.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref11">[11]</a> Ibid.</p>
</div>
<div>
<p><a href="#_ftnref12">[12]</a> Pokok ini dapat dipelajari dalam buku <strong><em>Antropologi Kebudayaan</em></strong>, karya Y. Tomatala.</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2011/04/08/entrepreneur-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TENTANG BUKU KONSELOR KOMPETEN</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2009/12/11/tentang-buku-konselor-kompeten/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2009/12/11/tentang-buku-konselor-kompeten/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 06:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[buku konselor]]></category>
		<category><![CDATA[konselor kompeten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[TENTANG BUKU KONSELOR KOMPETEN Pengantar Konseling Terapi untuk Pemulihan Buku Konselor Kompeten: Pengantar Konseling Terapi untuk Pemulihan karya Dr. Magdalena Tomatala menguraikan tentang dasar-dasar Alkitab untuk membangun diri menjadi konselor Kristen yang kompeten. Buku ini secara gamblang mengetengahkan landasan Alkitab bagi konseling Kristen, yang dibangun di atas kebenaran Firman Allah, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>TENTANG BUKU </strong><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>KONSELOR KOMPETEN</strong></p>
<p align="center"><strong>Pengantar Konseling Terapi untuk Pemulihan</strong></p>
<p align="center">
<p>Buku <strong><em>Konselor Kompeten: Pengantar Konseling Terapi untuk Pemulihan </em></strong><em> </em>karya Dr. Magdalena Tomatala<em> </em>menguraikan tentang dasar-dasar Alkitab untuk membangun diri menjadi konselor Kristen yang kompeten. Buku ini secara gamblang mengetengahkan landasan Alkitab bagi konseling Kristen, yang dibangun di atas kebenaran Firman Allah, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.</p>
<p>Buku ini menguraikan secara jelas tentang pengertian konseling, konseling Kristen, bimbingan dan penyuluhan serta kepentingan konseling bagi kehidupan dan pelayanan Kristen. Pokok-pokok penting yang dibahas secara gamblang adalah: Dasar Alkitrab tentang hakikat konseling Kristen; Bagaimana mengembangkan dan menyiapkan diri menjadi konselor yang kompeten; Bagaimana menyiapkan diri untuk melaksanakan tugas konseling dengan efektif yang membawa pemulihan; Bagaimana menjalankan koseling terapi; Bagaimana menolong konseli mengalami pemulihan; dan Pendekatan konseling terapi Model Yesus Kristus; yang diakhiri dengan suatu contoh pelaksanaan konseling terapi menghadapi kasus yang aktual.<img style="float: right; border: 0px initial initial;" title="konselor_kompeten" src="http://yakobtomatala.com/wp-content/uploads/2009/12/konselor_kompeten-223x300.gif" alt="konselor_kompeten" width="223" height="300" /></p>
<p>Buku ini sangat bermanfaat bagi para pelayan Kristen yang berhasrat untuk terlibat dalam pelayanan Konseling di dalam Gereja lokal dan pelayanan umum lainnya, dimana dengan mempelajari prinsip-prinsip Konseling Alkitabiah yang ditawarkan di sini, sangat diyakini bahwa Anda akan mampu melaksanankan tugas pelayanan dengan benar dan baik, yang membawa pemulihan bagi konseli yang dilayani. Selamat belajar. Buku ini setebal 131 halaman, ukuran 14 x 21 cm.</p>
<p>Anda yang berhasrat memiliki buku ini, dapat memperoleh informasi selengkapnya dari email: <a href="mailto:yaktom@centrin.net.id">yaktom@centrin.net.id</a>.</p>
<p>Pdt. Magdalena Tomatala, Ph.D</p>
<p>Penulis</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2009/12/11/tentang-buku-konselor-kompeten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TENTANG BUKU ANTROPOLOGI KEBUDAYAAN</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2009/12/11/tentang-buku-antropologi-kebudayaan/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2009/12/11/tentang-buku-antropologi-kebudayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 06:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[antropologi]]></category>
		<category><![CDATA[antropologi kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[buku antropologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[TENTANG BUKU ANTROPOLOGI KEBUDAYAAN Anda tentu bertanya, apa sesungguhnya keunikan dari buku Pengantar Antropologi Kebudayaan: Dasar-dasar Pelayanan Lintas Budaya ini, dibandingkan dengan buku-buku lain yang telah terbit sebelumnya. Keunikan dari buku ini ialah bahwa buku ini menyoroti Antropologi Kebudayaan secara obyektif dengan melihatnya sebagai the total life way dari sekelompok orang, yang telah berkembang unik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>TENTANG BUKU </strong><strong>ANTROPOLOGI KEBUDAYAAN</strong></p>
<p>Anda tentu bertanya, apa sesungguhnya keunikan dari buku <strong><em>Pengantar Antropologi Kebudayaan: Dasar-dasar Pelayanan Lintas Budaya</em></strong> ini, dibandingkan dengan buku-buku lain yang telah terbit sebelumnya. Keunikan dari buku ini ialah bahwa buku ini menyoroti Antropologi Kebudayaan secara obyektif dengan melihatnya sebagai <em>the total life way</em> dari sekelompok orang, yang telah berkembang unik untuk jangka waktu yang panjang. Tesis utama buku ini ialah bahwa manusia budaya hanya dapat dipahami dengan mengamati <em>the to</em><em>tal life way</em> berkenan dengan apa yang mereka pikirkan, apa sikap mereka, apa yang mereka katakan dan apa yang mereka lakukan dalam mengelola lingkungan untuk memenuhi kebutuhan keseharian di mana mereka hidup.<img style="float: right; border: 0px initial initial;" title="antropologi" src="http://yakobtomatala.com/wp-content/uploads/2009/12/antropologi-279x300.gif" alt="antropologi" width="279" height="300" /></p>
<p>Inti dari tulisan ini menegaskan bahwa manusia budaya hanya dapat dipahami melalui pengamatan akan kebudayaan mereka yang dibangun di atas seperangkat <em>world view</em> atau <em>pandangan hidup baku</em> sebagai pusat penggerak kehidupan. Dalam memahami worldview ini pokok-pokok yang  dibahas adalah: Model Kebudayaan; Konsep Realitas dalam Kebudayaan; World view sebagai Perpetaan Realitas Masyarakat; Kebudayaan, Allah, Manusia dan Kepercayaan; Individu, Keluarga, Pengelompokan dan Siklus Hidup dalam Masyarakat; Kebudayaan, Seni-Estetika, Teknologi dan Ekonomi; Komunikasi, Pendidikan, Peran dan Kontrol Sosial dalam Kebudayaan; serta Perubahan Kebudayaan, yang menjelaskan tentang dinamika budaya dan perubahan yang terjadi dalam setiap kebudayaan secara menyeluruh.</p>
<p>Tujuan utama penulisan buku ini ialah untuk meletakkan landasan guna membangun <em>pendekatan lintas budaya</em> (cross culture approach) dalam upaya memuluskan komunikasi dengan kelompok orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda. Buku ini khususnya disiapkan guna menolong para Pelayan Lintas Budaya  untuk membangun strategi pelayanan lintas budaya. Buku ini setebal 279 halaman, ukuran  15 x 23 cm.</p>
<p>Anda yang berhasrat memiliki buku ini, dapat memperoleh informasi secara lengkap melalui email: <a href="mailto:yaktom@centrin.net.id">yaktom@centrin.net.id</a>. Terimakasih.</p>
<p>Dr. Yakob Tomatala</p>
<p>Penulis</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2009/12/11/tentang-buku-antropologi-kebudayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TUJUH AKSIOMA PEMIMPIN AUTENTIK</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2009/12/05/tujuh-aksioma-pemimpin-autentik/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2009/12/05/tujuh-aksioma-pemimpin-autentik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 02:19:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[7 aksioma pemimpin autentik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[“Orang yang hidup dalam kebenaran, &#8230;.. dialah sperti orang yang tinggal di tempat aman di tempat-tempat  tinggi, ” (Yesaya 33:15-16; daniel 12:3). Tujuh aksioma kepemimpinan autentik adalah the non-negotiable principles yang harus dipahami dan ada pada seorang pemimpin guna menopangnya mewujudkan kepemimpinan yang sejati. Faktor pemimpin adalah wajib ada dalam kepemimpinan, dimana aksioma ini menempatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><span style="text-decoration: underline;"><br />
</span></strong></p>
<p align="center"><strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></strong></p>
<p align="center">“<em>Orang yang hidup dalam kebenaran, &#8230;.. dialah sperti orang yang tinggal di tempat aman di tempat-tempat  tinggi, </em>” (Yesaya 33:15-16; daniel 12:3).</p>
<p align="center">
<p>Tujuh aksioma kepemimpinan autentik adalah <em>the non-negotiable principles</em> yang harus dipahami dan ada pada seorang pemimpin guna menopangnya mewujudkan kepemimpinan yang sejati. Faktor pemimpin adalah wajib ada dalam kepemimpinan, dimana aksioma ini menempatkan 5 hukum  (1-5) yang berkepentingan dengan pemimpin, 1 hukum (6) bekaitan dengan kepentingan hubungan-hubungan, dan 1 hukum (7) berkaitan erat dengan pelaksanaan tugas kepemimpinan.</p>
<ol>
<li><strong>PANGGILAN KEPEMIMPINAN</strong>. Pemimpin harus dengan <strong><em>rendah hati</em></strong> menerima dan memegang keyakinan kuat bahwa ia dipanggil serta terpanggil TUHAN Allah (leadership calling) untuk masuk ke dalam tugas kepemimpinan yang pasti (Yeremia 1:5), yang diteguhkan dengan kuasa kepemimpinan (leadership power) yang pasti, serta visi, misi, dan fokus yang pasti, guna mengambil tanggungjawab kepemimpinan yang pasti. Keyakinan ini harus didukung oleh pemahaman bahwa sebagai pemimpin, ia dipanggil TUHAN Allah untuk terlibat dalam kepemimpinan (Markus 10:41-42). Pemimpin harus dapat berkata: “Saya yakin TUHAN memanggil dan menempatkan saya dalam tugas kepemimpinan ini, IA memberikan potensi tinggi kepada saya, untuk menjalankan kepemimpinan dengan benar, baik, dan sehat mewujudkan sukses sejati.”<span id="more-101"></span></li>
<li><strong>KOMPETENSI KEPEMIMPINAN</strong>. Pemimpin harus memiliki serta membuktikan kompetensi kepemimpinan yang tinggi dengan <em>integritas</em> (Formasi Rohani – Etika – moral yang benar dan baik, jujur, tulus, setia, taat, disiplin, komital); <em>kapasitas</em> (Formasi Pelayanan – Pengetahuan komprehensif dan khas lebih); dan <em>kapabilitas</em> (Formasi Strategis – kecakapan sosial/ hubungan baik-kondusif-meluas dan kecakapan teknis/ manajerial yang tangguh), yang menopang dirinya sebagai pemimpin yang andal, berwibawa, dan cakap yang dapat memimpin dengan benar, baik dan produktif. Pemimpin seperti ini adalah pembelajar sejati dengan postur belajar sepanjang hidup yang membuatnya terus berkembang dan mampu menjadikan oraganisasinya sebagai organisasi pembelajar, yang memiliki budaya kualitas yang terbuka, progresif dengan penyesuaian diri yang tinggi menanggapi perubahan serta menyiasati tantangan, menggapai peluang, mencipta tekad serta upaya memimpin yang berhasil. Di sini pemimpin harus mampu menegaskan: “Saya yakin akan potensi pemberian TUHAN kepada saya untuk memimpin dengan berhasil.”</li>
<li><strong>KOMITMEN KEPEMIMPINAN</strong>. Pemimpin harus mempertahankan dedikasi dan komitmen teguh kepada TUHAN Allah (setia); kepada Gereja (organisasi) dan kepada tugas (task – duty) dengan komitmen kerja kepada <em>disiplin</em> <em>tangguh (dedicated to self, familyf and disciplines)</em>, <em>kualitas total (total quality)</em>, dan <em>mengelola dengan</em> <em>kinerja tinggi (high performance management)</em> yang menjamin terwujudnya keberhasilan memimpin yang optimal serta produktif tinggi. Pemimpin harus mempertahankan sikap yang menegaskan: “Saya berdedikasi untuk komitmen tinggi kepada TUHAN, dan komitmen teguh kepada disiplin, kualitas hidup dan kinerja serta performasi tinggi” yang melahirkan keberhasilan.</li>
<li><strong>TANGGUNGJAWAB KEPEMIMPINAN</strong>. Pemimpin harus menyadari  akan tanggungjawabnya dan memahami (mengapa ia ada sebagai pemimpin) dan mengetahui (untuk apa ia berada) dengan <em>tugas</em> (task/ duty) – <em>kewenangan</em> (authority) – <em>hak</em> (right/ privilege) – <em>kewajiban</em> (obligation) – <em>tanggungjawab </em>(responsibility) – <em>pertanggung jawaban</em> (accountability) kepemimpinan yang ada padanya, serta memiliki kemampuan serta keandalan dengan visi besar, misi besar dan fokus besar untuk bekerja (tahu bagaimana bekerja <em>efektif</em> – doing the right thing; <em>efisien</em> – doing the right thing rightly; dan <em>sehat</em> – healthy spirit, healthy relarionship) guna memimpin yang membawa keuntungan besar bagi organisasi (bawahan, staf, dan pemimpin) dan lingkungan di mana kepemimpinan dijalankan. Di sini pemimpin harus bertekad kuat mengamalkan tanggungjawab dengan mengelola sikap serta perilaku berkualitas dengan mengatakan: “Saya bertanggungjawab memimpin dengan sasaran berhasil, karena saya mampu memimpin secara berkualitas.”</li>
<li><strong>KEMATANGAN KEPEMIMPINAN</strong>. Pemimpin harus mengedepankan kematangan diri yang tinggi sebagai pemimpin berhikmat (yang dewasa yang mampu memanejemeni/ mengelola perilaku/ behaviour serta pola/  style kepemimpinannya). Ia memiliki self esteem tinggi dengan sikap proaktif yang menjadi <em>pemimpin model</em> yang dapat diteladani dalam iman (karakter), tugas (ketaatan – ketekunan) dan pengabdian (benar, baik, setia danberhasil). Ia harus membuktikan diri sebagai pemimpin bertanggungjawab atas tugas,  orang yang dipimpin (staf dan bawahan), serta keberhasilan kepemimpinan. Pemimpin seperti ini memiliki jiwa entrepreneur dengan mental mandiri (pikiran unggul – kreatif, inovatif, asertif, cerdas, cepat, tangguh; keberanian unggul; dengan cara unggul), didukung oleh gaya  keterbukaan kepada segala kemungkinan berhasil dalam kinerjanya. Disini pemimpin harus membuktikan kemampuan mengelola personalitas, karakter, perilaku dan sikapnya dengan kebiasaan berkualitas yang ditopang oleh sikap: “Saya mampu mengelola diri dan menanggapi segala sesuatu dengan <em>berhati besar</em> (terbuka menerima dengan memaknai semua secara positif), <em>berkepala dingin</em> (mengerti dengan benar segala implikasi) dan <em>bertangan panas</em> (mampu menyikapi dan menangani tugas secara luar biasa, proporsional dan berhasil).”</li>
<li><strong>HUBUNGAN-HUBUNGAN KEPEMIMPINAN</strong>. Pemimpin harus membangun diri sebagai pemimpin arif yang mengutamakan, menghargai serta mengembangkan hubungan-hubungan sehat berkualitas (dengan sikap altruis) dalam kepemimpinan secara internal dan eksternal, yang mampu membuat diri dapat didekati (terbuka, lugas dan arif). Pemimpin harus sedia bekerja sama dan dapat mendekati dan diterima orang (dengan benar serta baik) yang dibuktikan melalui sikap menghargai potensi dan andil sesama yang diwujudkan dalam kemampuan menyediakan kondisi kondusif dan membiasakan budaya hubungan berkualitas yang responsif guna menggairahkan semua SDM untuk aktif sinergis terlibat dalam kepemimpinannya. Pemimpin harus mengembangkan hubungan eksternal lugas, mencipta jejaringan kerja yang meluas untuk melebarkan pengaruh mewadahkan ekspansi kerja yang strategis. Pemimpin dalam kaitan ini harus mampu menegaskan: “Saya menghargai semua yang menaru minat terhadap keberhasilan saya, dengan menghargai potensi mereka dan saya mampu menempatkan diri serta bekerja sama dengan semua orang secara benar, baik dan serasi kerah sukses bersama.”</li>
<li><strong>UPAYA KEPEMIMPINAN</strong>. Pemimpin harus membuktikan keandalan memimpin dengan upaya memimpin optimal (leading attempt melalui tindakan atau pekerjaan memimpin) yang tangguh (memanejemeni SDM dan semua sumber dengan efefktif, efisien dan produktif) di atas strategi, taktik dan pendekatan kepemimpinan yang sinergis unggul, terfokus kepada <em>hasil besar</em>, yang mengantar organisasinya ke arah keberhasilan besar. Pemimpin harus meimpin dengan pendekatan yang simultan, progresif dan berada di depan dalam percaturan lokal, regional, nasional dan global. Pemimpin dalam hal ini harus memastikan beberapa unsur penting:
<ol>
<li>Memastikan bahwa ia telah membangun dirinya menjadi kompeten.</li>
<li>Memastikan bahwa ia telah membangun hubungan dengan seluruh unsur manusia secara sehat dan responsif.</li>
<li>Memastikan bahwa ia telah menyiapkan kondisi kondusif, membangun sistem organisasi menjadi organisasi pembelajar dengan budaya organisasi berkualitas – yang terbukti  efektif, efisien dan sehat.</li>
<li>Memastikan bahwa ia menglola sikapnya sebagai pemengang, dan bersikap seperti nahkoda, maestro, dan panglima pasukan komando yang bergaya strategos taktis sehingga ia akan selalu berada di depan, mengerjakan yang terbenar &#8211; terbaik, dan berhasil dengan membawa keuntungan besar bagi organisasi, staf, bawahan, lingkungan dan diri.</li>
<li>Pemimpin harus dapat membuktikan diri bahwa ia adalah seorang strategos taktisian yang mampu, dengan sikap percaya diri tinggi, gerakan terpadu dan tindakkan yang pasti dengan gebrakan yang menghasilkan sukses yang memperoleh pengakuan banyak kalangan. Pemimpin harus membuktikan diri sebagai sangat berkapasitas dalam pikiran, sikap, kata dan tindakan dengan menegaskan: “Oleh anugerah TUHAN, Saya mampu !”</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>7 Aksioma  Pemimpin Autentik (sejati) atau the non-negotiable principles of authentic leadership (kepemimpinan autentik) seperti di atas adalah kebenaran yang harus dialami dan dibangun oleh setiap pemimpin dalam dirinya. Setiap pemimpin yang berhasrat untuk berhasil harus menetapkan tekad kuat “menjadi pembelajar sepanjang hidup” dengan berupaya menemukan diri dan mengembangkan potensi, serta membuat dirinya diperhitungkan. Ia harus berupaya membangun hubungan responsif yang luas; dan dapat memimpin dengan mengelola semua sumber secara efektif, efisien dan sehat. Pemimpin seperti ini akan terus berkembang dalam sepanjang kehidupan serta membawa dampak positif dalam pengabdiannya yang meneguhkan dirinya sebagai pemimpin yang sukses. Selamat membuktikan diri sebagai <em>Pemimpin Sejati</em>, dengan kepemimpinan autentik.</p>
<p><strong>Catatan</strong>:</p>
<p>Untuk pembelajaran lanjutan, <em>Anda dapat membaca buku-buku</em>: Kepemimpinan Yang Dinamis; Kepemimpinan Kristen; Menjadi Manusia Sukses; Mastering Planning, Pengembangan SDM Pemimpin Kristen, dsb. Yang berminat, hubungi email: <a href="mailto:yaktom@centrin.net.id">yaktom@centrin.net.id</a>.</p>
<p>Jakarta, 17 November 2009</p>
<p>Dr. Yakob Tomatala</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2009/12/05/tujuh-aksioma-pemimpin-autentik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku : ANDA JUGA BISA MENJADI PEMIMPIN VISIONER</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2009/09/23/buku-anda-juga-bisa-menjadi-pemimpin-visioner/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2009/09/23/buku-anda-juga-bisa-menjadi-pemimpin-visioner/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 05:13:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Ministry]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Pelatihan Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<category><![CDATA[anda juga bisa menjadi pemimpin visioner]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin visioner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Buku Anda juga bisa menjadi Pemimpin Visioner ini kedengarannya cenderung provokatif bagi kebanyakan orang. Kenyataan ini berhubungan dengan keadaan keseharian, dimana menurut pandangan kebanyakan orang, adalah mustahil untuk menjadi pemimpin visioner. Karena itu, tidaklah mengherankan bahwa banyak orang ternyata cenderung menjadi orang kebanyakan karena tidak memahami makna sesungguhnya dari visi itu. Pada sisi lain, buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-89" title="anda_juga_bisa_pemimpin_visioner" src="http://yakobtomatala.com/wp-content/uploads/2009/09/anda_juga_bisa_pemimpin_visioner-224x300.gif" alt="anda_juga_bisa_pemimpin_visioner" width="134" height="180" /></p>
<p>Buku <strong><em>Anda juga bisa menjadi Pemimpin Visioner</em></strong><em> </em>ini kedengarannya cenderung provokatif bagi kebanyakan orang.</p>
<p>Kenyataan ini berhubungan dengan keadaan keseharian, dimana menurut pandangan kebanyakan orang, adalah <em>mustahil untuk menjadi pemimpin visioner</em>. Karena itu, tidaklah mengherankan bahwa <em>banyak orang ternyata cenderung menjadi orang kebanyakan</em> karena tidak memahami makna sesungguhnya dari visi itu. Pada sisi lain, buku ini dikhusukan untuk menantang kemustahilan yang dipegang oleh banyak orang dengan menegaskan bahwa “Anda juga bisa menjadi Pemimpin Visioner.” Tantangan ini menegaskan bahwa Anda memiliki potensi dan peluang cukup besar untuk menjadi Pemimpin Visioner, dimana buku ini menyiapkan <em>pemahaman baru yang tepat</em> tentang visi pribadi dan visi kepemimpinan serta kiat menemukan serta mengembangkan visi dimaksud, yang menjadikan Anda berbeda dari yang lainnya.</p>
<p>Kiat untuk menemukan dan mengembangkan visi pribadi dan visi kepemimpinan diawali dengan menemukan arti baru yang jelas tentang visi, serta bagaimana menemukan dan mengembangkan visi pribadi dan visi kepemimpinan ini bagi diri dan organisasi yang Anda pimpin. Pemahaman tentang visi ini ditopang oleh pemaknaan nilai-nilai yang di atasnya dibangun <em>misi</em> serta <em>fokus</em> kepemimpinan yang jelas bagi <em>inti bisnis</em> menopang pewujudan <em>kinerja kepemimpinan</em> yang efektif, efisien dan sehat dengan kepastian keberhasilan yang optimal.</p>
<p>Apabila Anda berhasrat untuk menemukan rahasia bagaimana Anda dapat menjadi Pemimpin Visioner, maka buku ini menyediakan jawaban jitu dan tuntas yang dapat menolong Anda menjawab keinginan mulia ini, dengan belajar langkah lepas langkah. Melalui bantuan tuntunan buku ini, Anda pasti bisa menjadi Pemimpin Visioner yang tangguh. Selamat belajar. Buku ini setebal 141 halaman, ukuran 14 x 21 cm.</p>
<p>Anda yang berhasrat memiliki buku ini, dapat memperoleh informasi selengkapnya dari email: <a href="mailto:yaktom@centrin.net.id">yaktom@centrin.net.id</a>.</p>
<p>Dr.. Yakob Tomatala</p>
<p>Penulis</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2009/09/23/buku-anda-juga-bisa-menjadi-pemimpin-visioner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TENTANG BUKU  KEPEMIMPINAN YANG DINAMIS</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2009/09/23/tentang-buku-kepemimpinan-yang-dinamis/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2009/09/23/tentang-buku-kepemimpinan-yang-dinamis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 05:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Ministry]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Pelatihan Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan yang dinamis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[TENTANG BUKU KEPEMIMPINAN YANG DINAMIS Buku Kepemimpinan Yang Dinamis ini, dikhususkan untuk meletakkan dasar-dasar ilmiah bagi kepemimpinan, manajemen dan administrasi dalam suatu kerangka teoritis yang utuh. Dasar-dasar kepemimpinan yang dikembangkan dalam tulisan ini meliputi; kepentingan, arti, dan lingkup studi kepemimpinan; hakikat kepemimpinan, yang meliputi pengertian, panggilan dan dasar etik-moral kepemimpinan; serta modus pengembangan kepemimpinan; kuasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-85" title="kepemimpinan_yang_dinamis" src="http://yakobtomatala.com/wp-content/uploads/2009/09/kepemimpinan_yang_dinamis-225x300.gif" alt="kepemimpinan_yang_dinamis" width="225" height="300" /></p>
<p align="center"><strong>TENTANG BUKU </strong><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>KEPEMIMPINAN YANG DINAMIS</strong></p>
<p>Buku <strong><em>Kepemimpinan Yang Dinamis</em></strong> ini, dikhususkan untuk meletakkan dasar-dasar ilmiah bagi kepemimpinan, manajemen dan administrasi dalam suatu kerangka teoritis yang utuh. Dasar-dasar kepemimpinan yang dikembangkan dalam tulisan ini meliputi; kepentingan, arti, dan lingkup studi kepemimpinan; hakikat kepemimpinan, yang meliputi pengertian, panggilan dan dasar etik-moral kepemimpinan; serta modus pengembangan kepemimpinan; kuasa kepemimpinan; seni kepemimpinan, yaitu manajemen dan administrasi; aspek-aspek kepemimpinan; serta efektivitas dan efisiensi kepemimpinan.</p>
<p>Buku ini yang mengulas tujuhpuluh persen landasan teori kepemimpinan, dikhususkan bagi setiap orang yang berhasrat mendalami kepemimpinan, manajemen (fungsi umum kepemimpinan) dan administrasi (fungsi khusus kepemimpinan) dimana dalam menerapkan semua landasan teori dimaksud, setiap pembelajar harus berupaya bukan saja mendalami perangkat teori, tetapi juga harus menerapkannya. Penerapan teori kepemimpinan ini harus diawali setiap pemimpin dengan membuktikan dirinya sebagai kompeten, yang olehnya ia dapat mewujudkan kepemimpinannya secara efektif, efisien dan sehat.</p>
<p>Tujuan utama penulisan buku ini ialah untuk memberikan gambaran utuh mengenai kepemimpinan kepada setiappembelajar, dalam upaya menolong mereka untuk meneguhkan hasratnya guna membangun diri menjadi pemimpin kompeten yang mampu mewujudkan kinerja kepemimpinan secara optimal menggapai keberhasilan yang pasti. Buku ini setebal 360 halaman, ukuran 14 x 21 cm.</p>
<p>Anda yang berhasrat memiliki buku ini, dapat memperoleh informasi lengkap melalui email: <a href="mailto:yaktom@centrin.net.id">yaktom@centrin.net.id</a>. Terimakasih.</p>
<p>Dr. Yakob Tomatala</p>
<p>Penulis</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2009/09/23/tentang-buku-kepemimpinan-yang-dinamis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMBANGUN SIKAP: TERTAWA YANG SEHAT</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2009/09/23/membangun-sikap-tertawa-yang-sehat/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2009/09/23/membangun-sikap-tertawa-yang-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 04:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Ministry]]></category>
		<category><![CDATA[MEMBANGUN SIKAP: TERTAWA YANG SEHAT]]></category>
		<category><![CDATA[tertawa yang sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[MEMBANGUN SIKAP: TERTAWA YANG SEHAT “&#8230; ia tertawa tentang hari depan” (Amsal 31:25b). PENGANTAR Tertawa sering diidentikkan dengan sukacita. Ada benarnya, namun tertawa lebih dari sekedar bersukacita, karena tertawa memiliki seribu wajah. Tertawa dapat berarti gembira, karena ada unsur positif, dan tertawa dapat berarti mengejek, merendahkan dibarengi unsur negatif di dalamnya. Lihat kebenaran berikur tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><span style="text-decoration: underline;">MEMBANGUN SIKAP: TERTAWA YANG SEHAT</span></strong></p>
<p align="center">“&#8230; <em>ia tertawa tentang hari depan</em>” (Amsal 31:25b).</p>
<p align="center">
<p>PENGANTAR</p>
<p>Tertawa sering diidentikkan dengan sukacita. Ada benarnya, namun tertawa lebih dari sekedar bersukacita, karena tertawa memiliki seribu wajah. Tertawa dapat berarti gembira, karena ada unsur positif, dan tertawa dapat berarti mengejek, merendahkan dibarengi unsur negatif di dalamnya. Lihat kebenaran berikur tentang tertawa:</p>
<ol>
<li><strong>TERTAWA ITU SEHAT</strong>. Tertawa menjelaskan tentang jiwa yang sehat. Jiwa yang sehat, harus dibangun dengan kemampuan tertawa dari hati yang bersih, sehingga tertawa menjadi murni, yang mengkspresikan isi jiwa petertawa. Orang yang tertawa sehat, memiliki gairah dan sukacita yang memungkinnya untuk tertawa serta berbagi suka.<span id="more-81"></span></li>
<li><strong>MENERTAWAI DIRI SENDIRI</strong>. Tertawa yang sehat harus dibangun dengan kemampuan menertawai diri sendiri, yang menutup kemungkinan untuk ditertawai oleh orang lain. Menertawai diri sendiri menjelaskan tentang adanya keberanian mengkritisi diri secara positif, yang membangun kesadaran akan kepentingan mengoreksi serta mengembangkan diri untuk mejadi lebih baik.</li>
<li><strong>MENERTAWAI ORANG LAIN</strong>. Tertawa orang lain dapat dilihat dari sisi positif dan negatif. Dari sisi positif, menertawai orang lain, karena melucu, lucu dalam kancah sendah gurau merupakan tanda partisipasi dengan kegembiraan orang lain. Tertawa orang lain dari sisi negatif,  atau menertawai orang lain yang dianggap rendah, merupakan perendahan, yang menjelaskankan kerendahan jiwa petertawa.</li>
<li><strong>TERTAWA BERSAMA</strong>. Tertawa bersama meneguhkan kebersamaan, berbagi rasa, berbagi sukacita yang menjelaskan ada saling menerima, saling mendukung dengan kesediaan berbagi. Tertawa bersama meneguhkan persekutuan, yang olehnya ada rasa seperjuangan utuk maju bersama.</li>
<li><strong>TERTAWA DALAM KEPEMIMPINAN</strong>. Pemimpin harus belajar untuk tertawa yang sehat. Tertawa yang sehat dibuktikan dengan kemampuan untuk memaknai tertawa dalam kepemimpinan. Pemaknaan dan pelaksanaan tertawa yang bermakna akan meneguhkan hubungan-hubungan kepemimpinan dan menyiratkan upaya mencipta hubungan responsif yang dinamis, menggairahkan kinerja bersama, membangkitkan semangat kekawanan. Tertawa yang meneguhkan dan mencipta hubungan responsif dinamis ini pada gilirannya akan meneguhkan interaksi positif dalam kepemimpinan yang melancarkan upaya memimpin, mewujudkan kepemimpinan berkualitas. Tertawa dalam kepemimpinan pada akhirnya menjelaskan tentang keyakinan kuat (unshaked confidence) bagi keberhasilan yang pasti direngkuh bersama.</li>
</ol>
<p><strong>Selamat tertawa demi keberhasilan bersama</strong>!!!</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Jakarta, 27 Agustus 2009</p>
<p>Dr. Yakob Tomatala</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2009/09/23/membangun-sikap-tertawa-yang-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMPERKENALKAN BUKU</title>
		<link>http://yakobtomatala.com/2008/04/11/memperkenalkan-buku/</link>
		<comments>http://yakobtomatala.com/2008/04/11/memperkenalkan-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 04:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yakobtomatala.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Media Penerbit Kristen YL Leadership Foundation (YTLF) menerbitkan buku-buku rohani berupa buku teks dan bacaan umum dalam bidang kepemimpinan, dogmatika, filsafat, misi dan konseling yang ditulis oleh Dr. Yakob Tomatala dan Dr. Magdalena Tomatala. Buku-buku yang telah ditulis dapat dilihat pada daftar dibawah ini: No. JUDUL BUKU PENULIS PENERBIT 1. Penatalayan Gereja yang Efektif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengantar</strong></p>
<p>Media Penerbit Kristen <em>YL Leadership Foundation</em> (YTLF) menerbitkan buku-buku rohani berupa buku teks dan bacaan umum dalam bidang kepemimpinan, dogmatika, filsafat, misi dan konseling yang ditulis oleh Dr. Yakob Tomatala dan Dr. Magdalena Tomatala.<br />
Buku-buku yang telah ditulis dapat  dilihat pada daftar dibawah ini:</p>
<p><span id="more-8"></span></p>
<table style="height: 292px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="421">
<tbody>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">No.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">JUDUL BUKU</td>
<td width="132" valign="top">PENULIS</td>
<td width="127" valign="top">PENERBIT</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">1.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Penatalayan Gereja yang Efektif</td>
<td width="132" valign="top">DR. Y. Tomatala</td>
<td width="127" valign="top">Gandum Mas</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">2.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Penginjilan Masa Kini Jilid 1</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">3.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Penginjilan Masa Kini Jilid 2</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">4.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Teologi Kontekstualisasi</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">5.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Teologi Misi</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">YTLF</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">6.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Yesus Kristus Juruselamat Dunia</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">7.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Kepemimpinan yang Dinamis</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">8.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Kepemimpinan Kristen</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">9.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Manajemen SDM Pemimpin Kristen</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">10.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Manajemen Perencanaan Strategis</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">11.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Manusia Sukses</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">12.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Pemimpin yan Handal</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">13.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Anda Juga Bisa Menjadi Pemimpin    Visioner</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">14.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Dasar-dasar Penelitian Alkitab</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">15.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Pembimbing Logika</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">16.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Antropologi-Kebudayaan: Dasar    Pelayanan Lintas budaya</td>
<td width="132" valign="top">sda</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">
<p align="center">17.</p>
</td>
<td width="288" valign="top">Konselor Kompeten</td>
<td width="132" valign="top">Dr. M. Tomatala</td>
<td width="127" valign="top">sda</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top"></td>
<td width="288" valign="top"></td>
<td width="132" valign="top"></td>
<td width="127" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Penjelasan  rinci dapat menghubungi <strong>DR. Y. Tomatala</strong>;  email: <a href="mailto:yaktom@centrin.net.id">yaktom@centrin.net.id</a>. Lihat  wesite: <a href="http://www.yakobtomatala.com/">www.yakobtomatala.com</a>.</p>
<p>Jakarta, April, 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yakobtomatala.com/2008/04/11/memperkenalkan-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

