Archive for the ‘Articles’ Category

MEMBANGUN SIKAP: MEMIMPIN DENGAN MELAYANI, APA BISA YA

….. Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya mejadi tebusan bagi banyak orang

(Matius 20:28; Makus 10:45).

PENGANTAR

Memimpin dengan melayani secara umum terlihat sebagai dua hal yang “paradoks.” Betapa tidak, memimpin menjelaskan tentang pemimpin yang posisinya di atas, karena dalam kepemimpinan, tempat pemimpin akan selalu berada di atas. Sedangkan, melayani pada sisi lain, menunjuk kepada tugas pelayan, yang sering dianggap sebagai pekerjaan rendahan. Dari sudut pandang ini, terlihat adanya paradoks yang disinggung di atas. Dari sini orang dapat berkata, “mana mungkin seorang pemimpin memimpin dengan melayani? Pemimpin kan berada di atas, dimana ia dapat melakukan apa saja, termasuk menggunakan tangan besi” (Matius 20:25; Markus 10:42). Namun, dilihat dari perspektif ajaran Yesus Kristus, “memimpin dengan melayani” adalah kebenaran kepemimpinan-Nya yang hakiki, yang memiliki sifat yang “par-excellence” (kepemimpinan terbaik yang tidak ada bandingannya). Memimpin dengan melayani adalah pendekatan falsafah yang menjelaskan tentang suatu kebenaran secara “abiding paradox.”[1] Pendekatan ini menyatakan kebenaran yang terlihat sebagai bertentangan, namun pada dasarnya tidaklah bertentangan karena memiliki makna tersirat.[2] Alasan kuat bagi pemahaman ini ialah bahwa falsafah yang abiding paradox ini sesungguhnya adalah kebenaran yang mengandung makna yang sangat dalam. Kebenaran mengenai pendekatan ini terlihat dalam pernyataan Yesus Kristus yang dapat dipadatkan melalui anak kalimat “memimpin dengan melayani.” Ayo, mari kita maknakan! Read the rest of this entry »

URGENSI ETIKA PELAYANAN BAGI HAMBA TUHAN MASA KINI

ARTIKEL:

URGENSI ETIKA PELAYANAN BAGI HAMBA TUHAN MASA KINI[1]

Pengantar

Pokok percakapan seputar “Urgensi Etika Pelayanan bagi Hamba Tuhan Masa Kini,” adalah sangat tepat waktu. Alasan utamanya ialah bahwa etika pelayanan hamba Tuhan adalah begitu urgen, karena faktor-faktor mundialistis.[2] Faktor pertama menunjuk pada adanya pengaruh dunia global dengan kekuatan kompleks yang menekan gereja sebagai suatu komunitas. Pengaruh dunia global ini dimotori teknologi informasi yang semakin canggih yang ternyata merasuk seluruh sendi kehidupan masyarakat. Read the rest of this entry »

Tema: Hidup Berkemenangan

RENUNGAN

Tema: Hidup Berkemenangan[1]

“… dalam semuanya itu, kita lebih dari orang-orang yang menang oleh Dia yang telah mengasihi kita” (Roma 8:37; 28-39)

PENGANTAR.

Setiap orang tentu menghendaki agar kehidupannya baik, berhasil, dan menang. Semua dan banyak orang juga menyadari bahwa hidup baik, berhasil dan menang ini tentu tidak akan mudah digapai dengan cara yang bagaikan membalikkan telapak tangan. Hal ini memastikan bahwa harus ada upaya keras untuk menggapai keberhasilan tersebut. Read the rest of this entry »

MEMBANGUN SIKAP: APAKAH RENDAH HATI ITU SUNGGUH MENGUNTUNGKAN

Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan” (Amsal 22:4).

PENGANTAR

Secara umum, orang dapat dengan mudah mengatakan bahwa rendah hati itu merugikan. Mengapa rendah hati itu merugikan menurut sementara orang? Mungkin alasannya begini, “kalau orang rendah hati itu tidak akan ngotot, dan gampang ditaklukkan.”[1] Namun, bila dikatakan bahwa menjadi orang  yang rendah hati sesungguhnya menguntungkan, apa sesungguhnya makna dari pernyataan ini? Levi Brackman dan Sam Jaffe menyetir Midrash yang menegaskan, “Dia yang rendah hati, keberhasilan menunggunya.” Read the rest of this entry »

PEMIMPIN YANG MATANG DALAM KEPEMIMPINAN

Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan ” (Amsal 16:23).

Kematangan seorang pemimpin sangat dibutuhkan dalam  kepemimpinan. Mengawali semua ini, kita perlu bertanya, apa sesungguhnya arti dari kematangan kepemimpinan seorang pemimpin itu. Kematangan dapat diidiomkan dengan kedewasaan, namun lebih dari sekedar dewasa secara psikologis. Dalam kaitan ini, setiap pemimpin harus mengedepankan kematangan diri yang tinggi sebagai pemimpin berhikmat (yang dewasa yang mampu memanejemeni/ mengelola perilaku/ behaviour serta pola/  style kepemimpinannya). Read the rest of this entry »

KESELAMATAN UNTUK SEMUA[1]

“… engkau akan menamakan dia Yesus, karena Dia-lah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Matius 1:21b)

PENGANTAR

Keselamatan, adalah istilah yang kelihatannya eksklusif agama. Betapa tidak, tatkala orang Kristen berbicara tentang keselamatan, maka pikirannya terarah kepada “penebusan dari dosa” yang  dilakukan oleh Yesus Kritus, dimana Firman Allah menegaskan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya  kita dapat diselamatkan” (Kisah para Rasul 4:12).

Kebenaran Alkitab menegaskan bahwa TUHAN Allah mengaruniakan keselamatan kepada “mereka yang dipilih-Nya dari semula, mereka yang ditentukan-Nya, mereka yang dipanggil-Nya, mereka yang dibenarkan-Nya, mereka yang dimuliakan-Nya (Roma 8:29-30). Mereka yang diselamatkan inilah yang dikaruniai Allah hak istimewa untuk menjadi Umat Kesayangan-Nya serta memiliki hidup yang kekal pemberian-Nya (I Petrus 2:9-10; Yohanes 3:27; 10:28-29; 6:47; 15:16; Efesus 2:8-10). Read the rest of this entry »

SEJARAH ILMU KEPEMIMPINAN

SEJARAH ILMU KEPEMIMPINAN[1]

PENGANTAR

Kepemimpinan adalah suatu gejala universal yang secara defacto sudah ada sejak waktu yang lama dalam sejarah umat manusia dan dijalankan dalam kurun yang panjang. Namun demikian, pada sisi lain, kepemimpinan sebagai suatu ilmu usianya baru kurang lebih seratus enam puluh tahun.[2] Pertanyaan awalnya ialah mengapa sampai demikian? Jawaban atas pertanyaan inilah yang akan digumuli dalam tulisan ini. Tujuan khusus dari upaya ini adalah untuk menelusuri dan memberikan gambatran tentang sejarah perkembangan ilmu kepemimpinan. Tulisan ini akan memberikan uraian tentang sejarah perkembangan kepemimpinan sebagai suatu ilmu dengan menunjuk titik awal perkembangan serta tokoh-tokoh penting yang terkait di dalamnya dan kecenderungan ke arah mana ilmu ini sedang berkembang. Read the rest of this entry »

MEMBANGUN SIKAP: SEBERAPA PENTINGNYA RENDAH HATI ITU

“Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas  muka bumi” (Bilangan 12:3).

PENGANTAR

Menjadi pemimpin  yang rendah hati. Apa artinya ini? Bukankah dengan sikap rendah hati ini, pemimpin kelihatannya lembut, lembek, lamban dan lambat. Lembut, lembek, lamban, lambat adalah ciri pemimpin yang tidak efektif. Read the rest of this entry »

KEBANGKITAN YESUS KRISTUS

“…… yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, ……….” (I Korintus 15:12-20; Matius 28:1-15).

PENGANTAR

Yesus Kristus telah bangkit. Ini berita besar yang menghebohkan. Berita ini menjalar cepat merambah ke tengah masyarakat. Hei, dengarkan, IA telah bangkit. Apa maksud Anda? Belumkah kamu mendengar bahwa IA telah bangkit? Akh, yang saya dengar, ada berita dari kantor Pusat Komando Militer bahwa “mayatnya diculik oleh para murid-Nya pada waktu malam.” Ya, berita yang sama juga saya dengar dari “Kantor Pusat Agama.” Berita ini diumumkan sendiri oleh Imam Besar dari kantornya. Tetapi, yang benar saja. Read the rest of this entry »

MEMBANGUN SIKAP: APAKAH ANDA PERCAYA KEPADA ORANG DI SEKITAR ANDA

… Yesus sendiri tidak mempercayakan diri kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua” (Yohanes 2:24).

PENGANTAR

Apakah Anda cukup mempercayai orang-orang di sekitar Anda? Apakah mereka dapat dipercayai? Apakah mereka mempercayai Anda? Semua pertanyaan ini dapat menjurus kepada mendorong sikap mencurigai orang yang ada di sekitar kita. Tentu saja tidak. Orang berpandangan bahwa mencurigai itu salah. Ini benar. Tetapi apakah sikap tidak cepat percaya juga mutlak salah? Sebaliknya, apakah sikap cepat percaya itu mutlak benar? Mari kita pertanyakan terus. Apakah Anda dapat mempercayai orang begitu saja? Apakah Anda mau mempekerjakan orang yang tidak dikenal dengan serta merta? Apakah untungnya percaya dan tidak percaya kepada orang yang ada di sekitar Anda? Apakah Anda memahami sejauhmana mempercayai seseorang, bagaimana mempercayainya dan sejauh mana pula dampak dari mempercayai itu bagi diri serta kepemimpinan Anda? Simaklah:

Read the rest of this entry »

YT Leadership Foundation
May 2012
M T W T F S S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031