Archive for the ‘Articles’ Category

TAHUN PENGHARAPAN

Bukankah Aku sendiri tahu rencana-rencana-Ku bagi kamu? Rencana-rencana itu bukan untuk kecelakaan kamu tetapi untuk kesejahteraanmu dan untuk memberikan kepadamu masa depan penuh harapan”  (Yeremia 29:11 BIS).

PENGANTAR

Masa depan adalah gelap bagi semua orang. Kenyataan ini membuat ada orang yang ingin tahu tentang masa depannya berupaya untuk mengorakkannya melalui jasa peramalan, dan sebagainya. Read the rest of this entry »

REFLEKSI: NATAL MEMBAWA REFORMASI-TRANSFORMASI SEJATI

Lihatlah Aku menjadikan segala sesuatu baru” (Wahyu 21:5b)

PENGANTAR

Natal kita rayakan ditengah kenyataan meredupnya gaung REFORMASI yang telah bersusia lebih dari satu decade. Tatkala mengadakan evaluasi mengenai gerakan reformasi yang bergulir sejak tahun 1998, setidak-tidaknya ada tiga pendapat yang dapat dikemukakan, yaitu antara lain: 1. Penilaian optimistik yang mengetengahkan bahwa reformasi telah berhasil dengan segudang bukti, antara lain tegaknya demokrasi, adanya keterbukaan, tingkat kehidupan ekonomi Negara semakin menguat, dan sebagainya. 2. Penilaian pesimistik yang mengatakan bahwa reformasi gagal total, dengan mengetengahkan sejumlah alasan antara lain, hukum belum dijunjung tinggi, korupsi masih mearajalela, kesejahteraan rakyat masih terabaikan, dsb; dan 3. Penilaian oportunistik yang mengetengahkan sikap: setuju OK, tidak setuju OK, yang penting kepentingan terpenuhi, apapun kondisinya. Penilaian ini sangat bersifat egoisme, yang dijetuskan oleh mereka yang selalu mengail di air keruh, mengail di tambak orang, dengan slogan, “yang penting saya, masa bodoh dengan yang lain, yang penting bukan saya yang menjadi korban.” Read the rest of this entry »

REFLEKSI NATAL: BANGKIT DAN MENJADI TERANG

Terang yang sesunguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia” (Yohanes 1:9).

PENGANTAR

Natal 2010 kita syukuri dalam kondisi dunia yang semakin gelap karena berbagai kemelut, mulai dari bencana alam beruntun, pertikaian antar strata dan kelompok masyarakat, persoalan rumah tangga sampai pada kerumitan hidup setiap individu. Read the rest of this entry »

REFLEKSI KEPEMIMPINAN: BELAJAR DARI PENGALAMAN DISAKITI, APAKAH PANTAS BAGI PEMIMPIN UNTUK MEMBALAS BILA TERSAKITKAN

Berbahagialah kamu, jika kamu dinista …..”  (I Petrus 4:14a).

PENGANTAR

Kehidupan adalah suatu proses, yang dahulu dilukiskan sebagai suatu pengembaraan. Pelukisan ini ada benarnya, dimana sebagai anak manusia, kita semua sedang mengembara, berkelana menjalani kehidupan di bumi di mana kita berada. Salah satu dari sekian banyak pengalaman yang dominan dalam pengembaraan kita yang sangat mempengaruhi dari sisi negatif ialah “pengalaman disakitkan” atau “pengalaman perendahan.” Menyikapi pengalaman seperti ini dalam pengembaraan hidup, hal yang perlu untuk meneguhkan kita menjalani pengembaraan sebagai pemenang adalah “belajar dari hidup tentang hidup untuk hidup.” Read the rest of this entry »

MEMANAJEMENI PRIORITAS: MENGELOLA SUMBER-SUMBER

….. mulai dari sekarang, apa pun juga yang mereka rencanakan tidak ada yang tidak dapat terlaksana” (Kejadian 11:6c).

PENGANTAR

Telah ditegaskan sebelumnya bahwa tatkala pemimpin memimpin, maka ia melaksanakan kepemimpinan dengan memasuki kawasan manajemen. Dan lagi, telah ditegaskan bahwa pemimpin yang memimpin perlu mengawali dengan memanejemeni diri-nya. Pemimpin yang memanajemeni diri-nya berarti ia mengelola serta mencitrakan perilaku (behavior) dan pola (style) kepemimpinannya sebagai landasan untuk menjalankan kepemimpinannya (influencing).  Selanjutnya, pemimpin dalam menjalankan upaya memimpin (leading attempt) atau bekerja dengan memimpin seperti ini, harus mewujudkannya melalui pengelolaan sumber-sumber kepemimpinan. Dalam kaitan ini, pemimpin yang melaksanakan tugas menajerial berdasarkan manajemen prima yang telah diterangkan sebelumnya, mengharuskannya untuk menyadari bahwa di dalamnya ada lima (5) matra manajerial, tiga (3) posisi peran manajemen dan delapan (8) aspek sumber-sumber yang perlu dimanajemeni, dengan membangunnya bertulang punggungkan satu (1) orientasi, serta empat (4) langkah siklus implementasi manajemen dalam kepemimpinan yang harus diterapkannya secara strategis dan taktis. Sebagai upaya untuk melajutkan diskusi seputar pemimpin yang memimpin dengan memanejemeni ini, maka pokok percakapan yang akan dibentangkan adalah “mengelola sumber-sumber” dalam kepemimpinan. Selamat mengembara bersama! Read the rest of this entry »

CERMATI, PEMIMPIN SEJATI JANGAN BERCABANG LIDAH

Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.”  (Amsal 4:24).

PENGANTAR

Bercabang lidah, apa pula ini? Makluk yang bercabang lidah adalah ular dan satwa reptil sejenis. Bercabang lidah adalah bagian utuh dari harkat makluk yang satu ini. Bercabang lidah pada sisi lain, adalah juga terma sinistik bagi orang yang suka bercabang kata. Bercabang kata bersumber dari “hati yang tidak selaras dengan kata-kata yang diucapkan.” Hal ini seperti yang diungkapkan dalam Amsal 10:11b, “mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman” yang tersembunyi di lubuk hatinya. Di sini ia bicara A, di sana bicara B. Bicara A dan B  ini bukanlah A alias A yang lurus, atau B alias B yang lurus, tetapi A yang dibengkokkan, B yang dipelintirkan, yang dimaknai sesuka hati yang bercabang. Tindakan ini sesungguhnya dilakukan untuk maksud bercabang yang pasti berdampak mencabang-cabangi, mengharu birukan dan menghancurkan hubungan-hubungan dalam kepemimpinan. Dalam kaitan ini, mengingat bahwa “kata-kata pemimpin itu bertuah,” maka pemimpin yang bijak harus menjauhkan diri dari sikap bercabang lidah dengan menyadari bahwa “Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran” (Amsal 21:23), karena “Jika orang benar bertambah, bersukacitalah rakyat, tetapi jika orang fasik memerintah, berkeluhkesahlah rakyat” (Amsal 29:2).  Karena itu, marilah kita simak bersama, bagaimana menjadi pemimpin yang mampu menolak sikap bercabang lidah ini! Read the rest of this entry »

MENTOR-KONSELOR: PEMIMPIN ARIF MEMERLUKAN PENDAMPING BIJAK

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” (Amsal 17:17)

PENGANTAR

Anda tentu telah mendengar kata “mentor” dan “mentoring.” Apa sesungguhnya makna dari istilah-istilah ini? Istilah mentor, diangkat dari nama diri sahabat karib Odyseus[1] dan Telemachus, yang namanya Mentor yang dimaknakan sebagai “a wise friend” (sahabat yang bijak) dan “faithful counselor” (konselor yang setia). Berdasarkan pemaknaan dasar kata mentor inilah, maka dapat dikatakan bahwa mentoring adalah “proses membangun persahabatan yang diwujudkan di atas sikap bijak, setia dan dapat dipercaya sebagai dasar untuk memberikan pendampingan, konseling atau pembimbingan.” Berlandaskan konsep ini, mentor haruslah seseorang yang dapat membuktikan diri sebagai sahabat yang arif dan setia, yang dinyatakan melalui pembuktian diri sebagai “dapat dipercaya.” Dari perspektif ini, seorang mentor yang adalah sahabat yang bijak dan setia yang membuktikan diri sebagai dapat dipercaya sajalah yang bisa menjalankan perannya sebagai konselor yang baik. Dalam memahami sejauh mana seseorang pemimpin memerlukan seorang mentor yang pada gilirannya pemimpin dimaksud akan menjadi mentor kelak, simaklah uraian berikut: Read the rest of this entry »

SYAHADAT KEPEMIMPINAN YESUS KRISTUS

Yang mau hidup harus mati, yang tidak kalah tidak akan menang. Lebih dahulu merasakan hati yang hancur, barulah batin merasa senang

(“Yang mau hidop harus mati, yang seng kalah, seng manang. Dolo rasa picah hati, baru batin pun sanang”)

Kutipan yang diingat dari: Mazmur dan Tahlil

Anda harus mati untuk hidup

Pemimpin sejati adalah pemimpin pemberi hidup, karena itu, ia harus hidup untuk dapat memberi hidup

Kalau ia memberi hidup, ia akan disalah-mengerti dan dituduh mencari muka, mencari nama

Bagaimanapun juga, ia harus tetap memberikan hidup untuk memberi hidup Read the rest of this entry »

MANAJEMEN PRIMA

Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya …… ” (Amsal 31:15).

PENGANTAR

Pemimpin adalah pemimpin. Pemimpin  juga dapat disebut manajer dan administrator. Prinsip ini menegaskan bahwa seorang pemimpin haruslah menyadari bahwa ia adalah pemimpin yang memahami peran dan tugas manajemen prima (primer), yaitu manajemen dan administrasi yang adalah seni kepemimpinan. Perlu disadari bahwa tatkala pemimpin memimpin, maka ia melaksanakan upaya memimpin yaitu memasuki kawasan manajemen. Di sini manajemen adalah seni kepemimpinan. Dapat dikatakan bahwa tatkala pemimpin memimpin maka ia sedang memanejemeni dengan mewujudkan seni memimpin. Hal pertama dan terpenting dari seni memimpin ini ialah bahwa setiap pemimpin harus memanejemeni diri-nya, yaitu mengelola dan mencitrakan perilaku (behavior) dan pola (style) kepemimpinannya sebagai landasan untuk menjalankan kepemimpinan. Read the rest of this entry »

MEMBANGUN SIKAP: MENGAPA HARUS MENJADI PEMIMPIN PEMBAWA DAMAI

Berbahagialah orang yang membawa damai….” (Matius 5:9a)

PENGANTAR

Damai, peace adalah kata yang merupakan dambaan semua orang. Namun, apa sesungguhnya makna damai itu, dilihat dari sisi hakikat, sifat dan dinamikanya? Menjawab pertanyaan ini, dapatlah dikatakan bahwa secara hakikat, damai adalah “a state of peaceful” yang holistik dengan sifat dan dinamikanya yang kuat. Damai secara substansial adalah keadaan sejahtera yang penuh (whole/ holistic) yang dibangun di atas dan di dalam kebenaran (Yesaya 32:17). Damai yang substansial ini sifatnya teguh karena melekat pada harkat Allah dan atribut-Nya, yang olehnya kehadiran-Nya adalah kehadiran damai, karena IA adalah sumber damai sejati. Dengan demikian, tatkala Allah hadir dalam kehidupan dan pengalaman setiap orang, maka di situ ada damai dalam arti yang sebenarnya (Yohanes 8:31-32). Read the rest of this entry »

YT Leadership Foundation
February 2012
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829