YT Leadership Foundation





Archive for the ‘Articles’ Category

Firman TUHAN Allah:
“Untuk segala sesuatu ada masanya” (Pengkhotbah 3:1).

Pengantar

Apa sesunggunya disrupsi atau “disrupts atau disruptions” itu? “Disruption adalah istilah yang sinonim dengan innovation.” Istilah lain yang sinonim adalah division; break; interruption; severance dan splitting. Di sini, disruption adalah “interruption in the usual way that a system, process or event works.” Read the rest of this entry »

Pengantar

Telah diuraikan dalam artikel sebelumnya bahwa kondisi OAP di Asmat adalah gambaran mengenai pengaruh kekuatan peradaban modern yang mengakibatkan terjadinya “culture shock” dan “ketergantungan ekonomi” (economy dependency) dari masyarakat lokal pada sistem ekonomi makro. Read the rest of this entry »

Pengantar

Kebanyakan orang menyalahkan OTSUS dan pemanfaatannya dengan saling menuding. Dalam pengamatan, dapat dikatakan bahwa Kesalahan bukan terletak pada OTSUS, tetapi bagaimana memanajemeni dan menanganinya dengan sikap dan cara yang benar dan sesuai, agar dapat melengkapi serta meningkatkan harkat hidup OAP.

Hal ini dapat dilakukan melalui sinergi Pemerintah Pusat, Daerah, Lokal dan Masyarakat. Read the rest of this entry »

Firman Allah:
“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya” (I Yohanes 5:14).

Pengantar
Orang yang mau hidup harus berani mati, dengan berani membayar harga berkorban. Namun, orang yang berani mati belum tentu berani hidup, karena untuk mati orang tidak perlu berani di mana mati akan datang tanpa di minta. Tetapi orang yang berani hidup harus membayar harga hidup guna teguh berdiri di atas tantangan kehidupan serta keluar sebagai pemenang. Read the rest of this entry »

Firman TUHAN Allah:
“Karena begitu besar kasih Allah alan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16; Banding: 14:34-35; I Yohanes 4:7-10).

Read the rest of this entry »

Firman TUHAN Allah:
“…. kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama”
(I Korintus 12:7).

Pengantar

Apakah Pendeta dapat menjadi Politisi? Sebaliknya, apakah Politisi dapat menjadi Pendeta? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas dapat berbeda dari seorang ke orang lainnya. Read the rest of this entry »

Firman TUHAN:
“Perkataan yang diucapkan pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak” (Amsal 25:11).

Pengantar

Dorothy Nevill, seorang Penulis (1826-1913) mengatakan: “Seni percakapan yang benar bukan saja mengatakan sesuatu yang benar pada waktu yang benar tetapi tidak mengatakan sesuatu yang salah walau pun ada kesempatan sekalipun.” Read the rest of this entry »

Sabda Yesus:
“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah”
(Markus 12:17; Matius 22:21; Lukas 20:25).

Pengantar

Apakah Yesus Kristus dapat disebut seorang “politisi?” Bukankah Ia sedang berpolitik tatkala bicara tentang otoritas Kaisar dan otoritas Allah? Ini pertanyaan yang mengundang debat. Read the rest of this entry »

“….. apapun yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana” (Kejadian 11:6b).

Pengantar

Strategi adalah seni kejenderalan mewujudkan upaya memimpin unggul menyikapi ketidakpastian untuk mengeliminasi penghambat dalam membuat keputusan yang benar dan tepat guna memenangkan upaya memimpin. Kepentingan strategi adalah untuk memberi kepastian tindakan hebat tepat apa yang harus diambil oleh Pemimpin menyikapi kondisi penyimpangan. Kondisi persimpangan menunjuk pada adanya ketidakpastian multi dimensi yang harus ditangani Pemimpin mewujudkan upaya memimpin yang unggul. Read the rest of this entry »

FIRMAN TUHAN
“Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (I Petrus 1:16; Imamat 11:44-45).

Pengantar
Kekudusan dari sudut pandang Alkitab adalah semata-mata anugerah TUHAN Allah yang berdaulat dan Mahabaik. Berbicara tentang kekudusan, Henri Nouwen menegaskan bahwa: “TUHAN tidak menuntut kesucian hati sebelum IA memeluk kita.”

Read the rest of this entry »