YT Leadership Foundation





finishing-wellSabda TUHAN: “Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kau lihat pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti” (KPR 26:26).

Pengantar
Menjadi Pemimpin adalah panggilan TUHAN, untuk mengabdi dalam bidang apa saja. Panggilan kepemimpinan ini diteguhkan dengan “kuasa formil” untuk memimpin (Lihat: “Kuasa Kepemimpinan” dalam web: www.yakobtomatala.com). Panggilan ini diteguhkan dengan aspek-aspek yang meneguhkan Pemimpin untuk menjalankan upaya memimpin.

Aspek-aspek dimaksud membedakan antara Pemimpin sejati dan Pemimpin biasa-biasa. Aspek-aspek tersebut antara lain adalah:

Pertama, VISI. Visi adalah aspek penting yang mengikuti “panggilan kepemimpinan.” Visi adalah “keinginan suci yang ditorehkan Sang Pencipta di dalam batin sebagai bagian dari pemenuhan hidup Pemimpin, bagi diri, keluarga dan organisasi yang dipimpinnya.” Keinginan suci ini adalah “kesejatian diri” atau “hasrat tersembunyi” (pnimiyut ha-ratzon) yang merupakan kekuatan menemukan hasrat batin yang sejati dan tujuan hidup serta mengisinya dengan penuh kesadaran. Visi Pemimpin bagi organisasi adalah visi kepemimpinan yang harus dihidupi dan dibagi. Visi kepemimpinan adalah landasan hidup dan kerja dari organisasi yang dipimpin sang Pemimpin. Hal-hal merupakan indikator yang ada pada visi adalah: 1) Otoritas; 2) Keberanian; 3) Disiplin; 4) Inspirasi; dan 5) Prespirasi; dan 6) Kebijaksanaan, yang meneguhkan Pemimpin menjadi pemimpin sejati

Kedua, Kuasa Kepemimpinan. “Kuasa adalah kapasitas penuh untuk menyebabkan sesuatu dan apa saja terjadi.” Aspek penting pada kuasa adalah: 1) Kuasa Keahlian (Expert Power); 2) Kuasa penghargaan sosial (Refferent Power); 3) Kuasa memberi imbalan (Reward Power); 4) Kuasa bertindak tegas (Coersive Power); 5) Kuasa resmi (Legitimate Power); dan 6) Kuasa rohani (Spiritual Power) – yang olehnya Pemimpin memimpin dengan sikap pasti dan bijaksana

Ketiga, Kompetensi. “Kompetensi adalah kapasitas kepemimpinan lengkap yang olehnya Pemimpin dapat menjadi dan melaksanakan upaya memimpin, memanajemeni dan mengadministrasi tugas-tugas organisasi secara efektif, efisien dan sehat.” Kompetensi ditandakan melalui aspek-aspek berikut: 1) Kompetensi Karakter – Integritas (SQ – Spiritual Quotient) dengan etika moral mulia yang nampak pada kesucian hati, kerendahan hati, kebijakkan hati, kelembutan hati, kesabaran hati, kepercayaan hati (trustworthy); keberanian hati (coureageous), disiplin hati (self control); 2) Kompetensi Pengetahuan – Kapasitas Pengetahuan yang komprehensif dan khas lebih – Capacity (IQ – Itelligence Quotient), yang nampak pada keandalan berpikir yang terbuka, ketat, kritis, kreatif, inspiratif, asertif dan kontemplatif 3) Kecakapan Sosial, Teknis dan Entrepreneur – Ekonomi – Capability (STEQ – Social, Technical, Entrepreneur & Economic Quotient). Keandalan sosial nampak pada hubungan-hubungan kreatif dengan semua strata, keandalan resolutif adversatif dalam mengatasi krisis atau konflik, dan membangun jejaringan. Keandalan teknis yang nampak pada kecakapan “memimpin dengan melayani, membuat keputusan bijak, memanejeni SDM dan sumber lain, mengadministrasi tugas-tugas organisasi,” yaitu: Tugas Dasar; Tugas Utama dan Tugas Pendukung yang dibuktikan dalam kepiawaian memimpin

Keempat, Kewibawaan. “Kewibawaan adalah forma kepemimpinan yang menampakkan adanya ‘kestabilan kematangan’ Pemimpin sebagai berada pada titik konvergensi.” Titik konvergensi ini terlihat pada beberapa indikator: 1) Pemimpin menandakan diri sebagai Pemimpin Rohani dan Pembelajar rendah hati yang terus belajar; 2) Karakter yang stabil dengan respon bertanggung jawab; 3) Format diri dengan falsafah hidup yang teguh; 4) Bayangan diri dengan pencitraan yang positif; 5) Keandalan kepemimpinan yang berdampak positif; 6) Nama baik yang diakui, sehingga Pemimpin terbukti kredibel dan dihormati di dalam dan di luar lingkungannya; 7) Pencapaian yang meluas dan diakui di luar batas organisasi

Kelima, Kepiawaian memimpin sebagai Pemimpin Teladan. “Kepiawaian memimpin sebagai Pemimpin teladan adalah ‘kebiasaan unggulan’ yang olehnya Pemimpin dapat memimpin, memanajemehi, dan mengadministrasi kehidupan serta tugas-tugas keorganisasian dengan berkualitas.” Indikator penting yang nampak antara lain ialah: 1) Kemampuan mengkoordinasi, merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengevaluasi; 2) Kemampuan membaca situasi untuk memimpin dengan menerapkan strategi dan taktik yang pas dan jitu; 3) Kemampuan melaksanakan upaya memimpin secara efektif (do the right thing), efisien (do the right thing rightly), sehat (healthy personal, organization and social relations), dan produktif (achievement oriented) ke arah sukses kepemimpinan; 4) Kemampuan mempertahankan tingkat optimalisasi kerja secara kreatif melewati krisis lepas krisis dan konflik lepas konflik dengan solusi terbaik; 5) Kemampuan berdiri teguh dan bertahan sampai “finishing well” menjalani kepemimpinan dengan benar, baik dan berhasil sampai ke akhir di mana banyak orang serta banyak kalangan diberkati

Rangkuman
Pemimpin yang mampu memimpin dengan benar sampai “finishing well” adalah dia yang sangat memahami “panggilannya sebagai Pemimpin” yang ditandai kebenaran berikut: Pertama, Ada Visi yang jelas dan pasti; Kedua, Ada kuasa kepemimpinan yang dipahami dan diberlakukan dengan benar; Ketiga, Ada kompetensi yang terus berkembang; Keempat, Ada kewibawaan yang meneguhkan; Kelima, Ada keandalan memimpin yang konsisten ke arah keberhasilan kepemimpinan. Pemimpin hanya dapat mewujudkan kebenaran kepemimpinan ini jika ia konsisten mengadakan ‘asesmen internatif’ dengan bertanya kepada diri sendiri: Siapa saya (being); di mana saya berada (becoming); untuk apa (reasoning); apa yang seharusnya saya lakukan (doing); apa yang seharusnya saya capai (achieving); dan apa yang seharusnya saya berikan (contributing) melalui kepemimpinan saya. Karena itu, ketahuilah secara terus menerus, “Siapa diri Anda, di mana Anda berada, tancapkanlah kaki Anda dengan teguh, tegakkanlah kepalamu dan melangkah maju dengan pasti.” Selamat memimpin secara berkualitas dan finishing well!!!

Jakarta, September 2016
Salam kepemimpinan,
Yakob Tomatala

Leave a Reply